KitabNabi-nabi

Kitab Zabur-Daud: Misteri Kekal Muslim

KITAB ZABUR-DAUD: MISTERI KEKAL MUSLIM

moshaaaf1

Kitab Mazmur/Zabur dan Daud telah banyak disebut-sebut oleh Muhammad baik dalam Quran maupun terlebih dalam Hadist. Muhammad tampaknya amat familiar terhadap Daud dan kitabnya Zabur. Namun Mazmur adalah kitab puji-pujian puitis kepada sang ilahi, yang berbeda samasekali dengan Taurat. Apakah Muhammad (dan Muslim kebanyakan) sungguh paham  tentang wahyu Zabur, tentang isi dan pesan Tuhan kepada Daud dan kaumnya Israel 2000-an tahun sebelum Muhammad? Tahukah mereka bahwa kitab Mazmur justru utamanya berisikan renungan, puji-pujian dan pengagungan kepada Tuhan? Tahukah Muslim bahwa Mazmur itu paling panjang diantara semua kitab-kitab dalam Alkitab?

Dalam banyak perbincangan dengan teman-teman Muslim tentang Zabur, kita harus berkata jujur bahwa raktis tak ada Muslim yang tahu apa isi Zabur sejatinya! Walau Zabur itu termasuk bagian dari wahyu Allah Islam, namun tampaknya tak ada Muslim yang mau ambil pusing tentang keberadaan dan isinya yang sesungguhnya sangat kaya itu. Yaitu dengan 150 pasal dan 2248 ayat, atau lebih dari 1/3  jumlah ayat-ayat dalam Quran! Sedikitnya, tahukah Muhammad dan Muslim apa pesan Kitab Mazmur yang paling esensial dan universal?

Zabur

Kata Zabur berasal dari bahasa Arab yang dapat disamakan dengan Zimra dalam bahasa Ibrani, dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai Psalm dalam Mazmur 81:2 dan 98:5. Kata ini diartikan sebagai lagu ataupun musik, sama seperti dalam Kitab Keluaran 15:2, “Tuhan adalah kekuatanku dan pujianku.”
Kata ini juga dapat disetarakan kata Zamir (lagu) dan mizmor (mazmur/ psalm) yang merupakan turunan dari kata “Zamar” yang berarti “menyanyi, menyanyikan lagu pujian dan membuat lagu.” (re: Thelogical Wordbook of the Old Testament).

Dalam 2 segi, Kitab Zabur itu mirip dengan Quran, yaitu bahwa ia bersifat puitik; dan bahwa ia tidak menceritakan kisah hidup diri penulisnya (yaitu Daud sendiri, sama seperti Quran yang tanpa kisah Muhammad). Diseluruh Quran, Muhammad hanya menyebut Zabur sebanyak tiga kali, yaitu dalam Surat  4:163, 17:55, 21:105, tanpa berbicara tentang isinya, kecuali sedikit dalam ayat terakhir:

4:163. “…Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

17:55. “Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

21:105. Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur[973] sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.

Catatan kaki: [973] Yang dimaksud dengan Zabur di sini ialah seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya. Sebahagian ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturun-kan kepada Nabi Daud a.s. dengan demikian Adz Dzikr artinya adalah kitab Taurat.

Catatan tambahan: bagi Muslim yang belum tahu, sebagian ayat ini terambil dari Kitab Mazmur Daud  37:29, “Orang-orang benar akan mewarisi bumi selama-lamanya.”

 

Karena minim konten Zabur, Muslim justru banyak salah menduga-duga Zabur. Lihat, catatan kaki [973] dari ayat diatas saja sudah membuktikan simpang siurnya paham Muslim tentang Zabur. Muslim juga beranggapan seolah kitab Zabur itu berisikan kisah hidup Daud. Maka kisah Daud melawan Jalut (Goliat) atau apa-apa yang dilakukan Daud bersama anaknya Sulaiman, dianggap Muslim sebagai bagian dari Zabur. Bukan! Kisah-kisah semacam itu tidak terdapat dalam kitab Mazmur Daud, melainkan dikisahkan dalam Kitab Samuel  atau dalam Kitab Raja-Raja, atau Tawarikh! Mazmur Daud –seperti yang dijabarkan kosa-katanya, adalah khusus berisi kumpulan puji-pujian, hymne dan ucapan syukur, doa-doa, ratapan dan petisi, pengakuan dan pengagungan Tuhan, dan ajaran, liturgi, ziarah dan meditasi dan nubuat profetis…
Quran mengklaim membenarkan semua kitab-kitab wahyu, termasuk Zabur Daud.  Apakah artinya itu? Apakah itu berarti bahwa Quran membenarkan 2248 ayat Mazmur yang ada diwahyukan Tuhan kepada Daud? Kalau begitu, adakah Muhammad pernah mengutip satu ayat Zabur saja yang paling pokok, sebagai contoh dan dasar pembenarannya? Bukankah Yesus memang sudah memetik salah satu isi kitab Mazmur (dan juga Taurat) yang paling pokok  demi membuktikan bahwa diriNya adalah benar sang Mesias? Yesus mempertanyakan secara terbuka kepada kaum Farisi yang terkenal sangat ahli kitab itu, sambil mengutip satu ayat Mazmur Daud. Ayat ini sekaligus menunjukkan keilahian diri-Nya yang duduk bertahta dan berkedaulatan bersama dengan TUHAN  YAHWEH:

“Apakah pendapatmu tentang Mesias (Al-Masih)? Anak siapakah Dia?”
Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.” Kata-Nya kepada mereka:
“Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh (pewahyuan)
dapat menyebut Dia (Mesias itu) Tuannya, ketika ia berkata:
Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: ‘duduklah di sebelah kanan-
Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu
’.

Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?
Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak
ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya”.

(Mat.22:42-46, yang merujuk kepada Kitab Mazmur 110 ayat-1).

Itu adalah kata-kata yang sangat dalam yang mampu membungkam para Farisi yang sangat ahli kitab. Itulah Mesias (Al-Masih) yang telah dinubuatkan dan dikenal sebagai “Anak Daud” (Anak Manusia), namun dalam hakekatnya Ia pula adalah “Anak Elohim” (dilahirkan kedunia dalam Ruh dan KalimatNya) yang berkekuasaan diseluruh alam (QS.3:45).
Message profetik yang sedemikian tinggi terkoneksi diantara Daud dan Yesus tentang “Sonship” (keAnakan) ini, tidak dikenal dan tidak dapat dipahami baik oleh kaum Farisi, maupun oleh Muhammad yang ummi. Muhammad – seperti halnya dengan orang-orang Arab dizamannya– hanya bisa memahami konsep ‘ANAK’ yang muncul sebagai hasil hubungan sexual diantara suami-isteri:
“Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri”
(QS 6:101).

Dalam bukunya “Islam from a Biblical Perspective”, Abd Al-Masih memperkuat sinyalemen bahwa apa yang diketahui Muhammad hanya sebatas scope dengar-dengaran yang penuh kekeliruan tentang apa yang disebutnya “Taurat”, “Zabur”, dan “Injil”.
“Muhammad adalah buta aksara (Qs.7:156)… Beliau tidak menguasai tulisan Arab sepenuhnya, apalagi Ibrani, Yunani atau Syria. Beliau tidak pernah mendapat akses langsung kepada sumber-sumber Alkitabiah manapun maupun terjemahan dari sumber yang terinspirasi, sehingga secara keseluruhan beliau tergantung kepada kabar-angin atau tradisi-tradisi lisan. Muhammad hanya dapat meneruskan apa yang terbatas didengarnya dari kisah orang-orang Yahudi dan Nasrani (dengan pelbagai sekte di Mekah masa itu)….”.

Seperti juga yang terlihat dalam catatan kaki ayat QS.21:105 diatas, Muhammad sendiri memang dibingungkan tentang apa ISI Taurat itu sebenarnya. Ia terkadang menganggap Taurat sebagai keseluruhan Kitab orang Israel/ Yahudi (lihat misalnya QS.3:93; 5:46), atau terkadang hanya berisi hukum Musa seperti yang tergores pada alwah atau luh luh batu! (lihat QS.7:145, dan catatan kakinya terjemahan Depag maupun Disbintalad). Muhammad terlebih-lebih tidak mampu memahami bagaimana posisi Zabur didalam Alkitab, di tengah-tengah keberadaan Taurat dan Injil.

 

MISTERI ZABUR DAUD DALAM MISTERI AL-QURAN

Segera timbul masalah yang membingungkan Muslim: APA ITU ZABUR?
Kita ulangi lagi Catatan Kaki [973] dari Depag untuk ayat 21:105:
[973] Yang dimaksud dengan Zabur di sini ialah seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya. Sebahagian ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s. dengan demikian Adz Dzikr artinya adalah kitab Taurat.

Muhammad hanya “membenarkan” Zabur, tapi itu dilemparkan dalam ruang kosong. Apa yang dibenarkan tidak di spesifikasikan demi otentisitas dari pembenarannya . Apa keseluruhan 2248 ayat yang dibenarkan –atau paling sedikitnya– apa yang khususnya dibenarkan dalam Zabur untuk diimani Muslim? Syariat apa, hikmat, pesan dan ajaran apa persisnya? Dan ini berakhir dengan perbenturan dalam QS.3:184, antara istilah “lembaran Zabur yang nyata” dengan “Kitab penjelasan sempurna” (lihat catatan kaki Depag) yang semakin mengacaukan pengertian Zabur dengan Alkitab,

“Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur[256] dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna”[257].
[256]. Zabur ialah lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. yang isinya mengandung hikmah-hikmah.

[257]. Yakni: kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berisi hukum syari’at seperti Taurat, Injil dan Zabur.

 

Misteri berlanjut dengan keanehan luar biasa disini, bahwa tidak ditemukan sama sekali di dalam Al-Qur’an dimana Zabur disebutkan secara bersamaan dengan Taurat dan Injil! Ketiga kitab Israel ini tak pernah disebutkan dalam ayat atau surat yang sama! Untuk menemukan ketiganya disebutkan bersama anda harus mencarinya di Hadist. Tidakkah itu merisaukan, dilihat dari sudut kesatuan dan kesempurnaan Firman Allah?

Pertanyaan untuk setiap kita: kenapa Allah dari mulutNya tidak pernah menyebutkan ZABUR bersamaan/serangkaian  dengan Taurat dan Injil? Melainkan hanya dari mulut Muhammad saja? Bukankah mulut Allah (lewat wahyu Quran) yang seharusnya menyaksikan kesatuan dari ketiga Kitab Suci orang Israel dalam satu rangkai? Kalau begitu, bagaimana posisi sebenarnya dari Kitab Zabur dalam Lauh Mahfudz disisi Allah (bukan disisi Muhammad)?

Soal posisi di Lauh Mahfudz, Quran menjawab misteri ini secara lebih misterius lagi!
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam)
Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh”
 (QS.21:105).

Perhatikan bahwa disini ada semacam urutan kronologi yang Allah tulis sendiri dalam Kitab-kitabNya: “telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh”. Padahal Lauh Mahfuzh adalah tempat  alam-baka dimana Allah menempatkan semua FirmanNya yang qadim dari kekal kekekal, tanpa adanya titik awal dan titik urutan.Dengan perkataan lain,  dalam dimensi kekekalan di Sorga – bukan dibumi– tak akan ada titik keberadaan Kitab yang satu mendahului yang lainnya.

APA ISI ZABUR ISLAM?

Dibandingkan dengan Kitab Mazmur Daud diabad ke-10 SM, ayat-ayat  Zabur-Islam yang “diturunkan-ulang” kepada Muhammad diabad ke-7  menyodorkan total ketidak-serasian yang satu terhadap lainnya. Kita menyaksikan berikut ini sedikitnya 6 segi pokok dimana Zabur Islam telah mendongengkan wahyu Allah tanpa konteks, tanpa urutan, distortif, antagonis, dan tanpa tujuan keilahian.

Pertama, berisikan dongeng-dongeng
Kita kutibkan beberapa saja dongeng tentang burung-burung dan gunung-gunung yang bertasbih berulang-ulang bersama Daud. Allah melunakkan besi untuk Daud. Jin-jin bekerja dibawah Sulaiman. Daud dan anaknya (Sulaiman) saling rebut memutuskan perkara kambing yang merusak taman  dll (Surat 34:10-12, dan 21: 79-80), sbb:

34:10. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud“, dan Kami telah melunakkan besi untuknya,

  1. (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.
  2. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. 21:78. Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,
79. maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)[966]; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.
[966]. Menurut riwayat Ibnu Abbas terdapat keputusan Daud yang berbeda dg Sulaiman tentang hukuman bagi pemilik sekelompok kambing yang telah merusak tanaman orang di waktu malam.. Putusan Nabi Sulaiman a.s. ini adalah keputusan yang tepat.
  1. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

Demikianlah Allah antara lain telah melunakkan besi bagi Daud dan Allah mengajarnya untuk membuat anyaman baju besi agar terjaga dalam peperangan.

Kedua, Allah memberi Daud  karunia melunakkan besi untuk berperang?
Untuk menganyam baju besi, dan dipakai dalam medan perang? Justru terbalik! Bandingkan dengan kisah asli Daud yang berlaga dengan Goliat (Jalut) sengaja dengan menyingkirkan semua pakaian dan alat-alat besi (1Samuel ps.17). Baju besi, topi tembaga dan pedang yang ditawarkan raja Saul kepadanya itu justru ditolak oleh Daud karena badannya asing bagi benda-benda logam tersebut. (17:38, 39). Daud maju berperang tanpa baju perang melainkan hanya membawa tongkat, umban dan 5 batu!

Sambil maju, Daud berkata kepada musuhnya orang Filistin itu:
“Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam” (ayat 45).

Alangkah bisa terbaliknya wahyu Mazmur Daud menjadi Zabur Islam?

Ketiga, tidak ada puji-pujian tertinggi, lagu dan tarian,
Puji-pujian sebagaimana yang sejatinya, seaslinya Mazmur Daud maksudkan, itulah inti wahyu Tuhan kepada Daud, agar segala yang bernafas memuji YAHWEH:

Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus.

 Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.

Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub”.

 

“Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan

seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap

yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!”

(Mazmur 81:3-5; 150:3-6)

Sebaliknya Zabur Islam ditampilkan tanpa tema dan manfaat, kecuali tanpa nyanyian puji-pujian, lagu, alat musik, tari-tarian, yang memang dilarang keras oleh Muhammad (HR Bukhari, Ibn Majah no.4020) dengan berkata:

“Sekelompok dari umatku benar-benar akan minum khamr, dan mereka akan menamakan khamr dengan nama lain. Diatas kepala mereka akan di mainkan alat-alat music dan penyanyi2 wanita. Allah akan membenamkan mereka kedalam bumi/tanah, dan menjadikan lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi.”

 

Keempat, Kisah nabi Natan yang dikacaukan
Muhammad berhasil dengar-dengaran tentang kisah teguran Nabi Natan terhadap Daud. Sayang hasilnya sungguh kacau dan sekaligus memperlihatkan lagi betapa Quran itu jauh dari sebuah wahyu.

Kisah terambil dari peringatan keras Nabi Natan terhadap Daud, tatkala ia berzinah dengan Batsyeba (2Samuel ps.12). Disitu Natan memulai tegurannya dalam bentuk perumpamaan fiktif bahwa ada dua orang dalam suatu kota, yang satu sangat kaya, yang lain miskin. Orang kaya-raya ini memiliki banyak sekali kambing domba, dan lembu sapi, tetapi masih juga merakusi milik orang miskin yang hanya punya satu anak domba betina… Ini adalah gambaran yang ditujukan kepada raja kaya Daud yang masih juga merakusi seorang Batsyeba yang polos.

Tetapi rupa-rupanya Muhammad menganggap kisah ini sebagai wahyu sungguhan lalu dinarasikan dengan embel-embel yang kusut, sehingga wahyunya total kehilangan konteks, makna, dan tujuannya.

Wahyu Allah SWT berkisah tentang kedatangan dua tamu tak dikenal dengan memanjat pagar yang sempat mengejutkan Daud, lalu mereka meminta Daud untuk jangan takut, sebab mereka hanya ingin memohon Daud menyelesaikan persengketaan mereka. Wahyu tak jelas orangnya dan masalahnya, kenapa perlu langkah yang “menakutkan Daud”, dengan manjat pagar “istana Daud”, untuk mohon keputusan adil dari raja Daud? Tetapi bagaimana Daud bisa memberi keadilan hanya berdasarkan laporan tuduhan sepihak (dari 2 pemanjat pagar)? Yaitu  bahwa ada satu orang kaya, pemilik 99 ekor kambing betina, tetapi masih merakusi satu-satunya kambing yang dipunyai orang lain  (Sura 38:17 ff).
Daud telah dipotret dalam wahyu sebegitu naïf-nya dengan membenarkan laporan sepihak! WAHYUKAH? Atau hasil dengar-dengaran yang tak nyambung…?

Kelima, Yesus melaknati orang Israel
Tetapi yang paling tak terpuji adalah ketika Muhammad memproklamirkan duet Daud dengan Isa putera Maryam yang bersama-sama melaknati orang-orang kafir Israil, padahal itu justru adalah hal yang paling mustahil:

“Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam”. (Sura 5:78).

Entah darimana sumber Quran ini berasal. Namun sungguh tak ada teks Mazmur dan Injil, dan tak ada natur Yesus historis yang pernah melaknati musuhnya yang paling terjahat sekalipun! Yesus Kristus, tetap PERSISTENT memperlihatkan moralnya yang tertinggi kepada Yudas sipengkhianatNya serta para perancang dan penyalib dirinya. Moral tertinggi itulah yang mengharukan dunia selamanya.

Kepada yang satu Yesus berkata kepadanya:
“Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” (Yoh22:48). “Hai teman, untuk itukah engkau dating” (Mat 26:50).

Dan kepada semua musuh lainnya dia berkata – dalam penderitaan terakhirnya diatas kayu salib:
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).

Keenam, Akhirnya Puasa ala Daud diwahidkan Muhammad
Nama Daud akhirnya  juga “diorbitkan” Muhammad dalam “Puasa -Daud” yang dinyatakannya sebagai puasa yang TERBAIK dari semua jenis puasa islamik yang ada. Ia berkata, “Tidak ada puasa diatas puasa Daud” (HR Bukhari).

Tetapi jikalau Muhammad terbukti (seperti diatas) tidak tahu apa bentuk dan isi kitab Zabur dan sosok Daud, maka dimanakah lagi otoritas Muhammad bisa berbicara tentang Daud?
Puasa-Daud versi Muhammad yaitu “selang-seling hari ini berpuasa, dan besok tidak berpuasa”! Ini segera menjadi lelucon tersendiri, karena puasa demikian hanyalah hasil imajinasi Muhammad sendiri, dan puasa ini tidak pernah exist dalam agama manapun.

Daud memang berpuasa luar biasa (selama 7 hari on-stop) karena menyesali habis-habisan dosa zinah dengan Batsyeba dan dosa membunuh Uria  yang telah dia perbuat. Ia ditegur sangat sengit  oleh nabi Natan (2Sam ps.12).  Maka sekarang kita dapat membaca tangisan dan pengakuan dosanya yang terkenal dalam Mazmur Daud ps. 51, “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa”!

Sebaliknya puasa yang paling top justru tidak berani disebut Muhammad, karena ia tahu ia tak mampu berpuasa begitu, yaitu puasa
40 hari-40 malam penuh non-stop, seperti Musa dan Yesus!  Puasa Al-Wisal 40 hari-40 malam!

Seharusnya, bilamana Islam dianggap merupakan kepanjangan pewahyuan Taurat dan Injil, maka Muhammad – yang dianggap nabi terbesar dan terakhir, juga perlu berpuasa sama seperti Musa dan Yesus (puasa Al-Wisal 40 hari-malam, Keluaran 34:28, Matius 4:2, Lukas 4:2). Apalagi Muhammad telah  meng-umbar tentang kedekatannya dengan Musa dan Isa, sebagai sesama “kelompok nabi elite” yang kepadanya diturunkan Kitab-kitab Allah.  Namun kenapa Muhammad justru tidak mampu menjalani puasa tingkat tinggi yang paling elite ini. Ia bahkan dipermalukan oleh ‘Abdullah b. Amr yang ternyata lebih mampu ketimbang nabinya,yang siap dan sanggup berpuasa terus-terusan tetapi dilarang oleh Muhammad!  Bacalah Hadis Muslim no.2603 dll.

Yesus berkata: dan kamu akan mengetahui kebenaran,
dan kebenaran itu akan  memerdekakan kamu.”

Salam dalam hikmat Tuhan yang terbarukan!

 

 

488 thoughts on “Kitab Zabur-Daud: Misteri Kekal Muslim

  1. cuma mau nanya beberapa hal:
    1. yg di salib itu judas iskarot atau nabi isa?
    2. adakah 1 kalimat saja yg tidak ambigu dalam injil dimana yesus mengatakan “aku tuhan, maka sembahlah aku”?
    3. injil yg mana yg aseli? bagaimana mungkin jika hanya 1 tuhan, tapi ada 4 versi kitab suci? apakah derajat manusia sama dengan derajat tuhan? sehingga manusia boleh menambahkan atau mengurangi isi kitab sucinya?
    jika sederajat, lalu apabedanya manusia dg tuhan? seharusnya manusia tidak butuh tuhan
    jika tidak sederajat, adakah 1 kalimat saja di injil yg memperbolehkan manusia merubah isi injil?
    injil versi siapa yg tertua? injil versi siapa yg termuda?
    kenapa disetiap versi ada perbedaan isi? apakah injil kedudukannya sama seperti UUD yg bisa di amandemen? jadi manusia harus ikut kitab suci atau kitab suci mengikuti manusia?

    terimakasih

      1. Bro tidak usah mengarang indah jika yang di salib ialah Yudas iskariot tolong tunjukkan mayatnya di quran anda sura berapa dan ayat mana,jangan mengarang sebab umat muslim sendiri masih ragu,trus bro bagaimana bisa di Alkitab Yudas Iskariot mati gantung diri di luar tembok Yerusalem….😊😊😊 jadi jgn ngarang indah ya see

  2. Pernahkah kami menghina agama anda? Jika ada kalimat yg tidak mengenakkan hati, kami minta maaf, Kami hanya mengunggulkan kitab kami, kami hanya mengunggulkan agama kami, anda juga boleh mengunggulkan kitab maupun agama anda, karena agamamu adalah agamamu, dan agamaku adalah agamaku, tapi tolong jangan hina agama kami, tentu pandangan kita umat berbeda agama akan beda, jadi hormatilah pandangan orang lain jika ingin pandangan anda dihormati,
    Anda telah mengatakan rasul kami Muhammad SAW tukang kawin,
    kitab suci kami AlQuran adalah dongeng,
    Agama kami Agama islam adalah agama palsu dan agama gado gado.
    Jika anda berpendidikan tentu anda akan paham mengenai perilaku yg baik. Jika anda menganggap diri anda baik, berbaiklah dalam perkataan dan perilaku Anda, kami dalam agama islam menyakiti hati seseorang dengan perkataan saja sudah mendapatkan dosa, tapi kami tidak tau bagaimana dalam agama anda, tapi saya yakin semua manusia pasti ingin berperilaku baik. jika anda berbicara agama dengan pandangan sejarah, maka dalam sejarah indonesia telah ditetapkan, kita harus saling menghormati perbedaan, demikian saya harap anda bisa menelaah kesalahan anda, percayalah dengan kepercayaan anda, karena itu hak anda, kami bisa menerima kepercayaan anda, tapi maaf kami tidak bisa ikut mempercayai kepercayaan anda, karena kami juga punya kepercayaan sendiri.

  3. saat yesus kehausan di padang pasir, yesus berkata mat..mat…mat.. beliin gw es donk mat gw aus banget nih… haleluya..haleluya… muke lu kayak buaya…… mau nanya nih, domba-domba tersesat kaum calon penghuni/kerak neraka jahanam, yesus lo kira tuhan SALAH BESAR!!!!, kalo yesus itu tuhan artinya yesus pencipta manusia donk, tapi kenapa ya kok tuhan bisa di hukum / dibunuh (disalib) oleh manusia ciptaannya sendiri, tuhan macam apa itu, menyelamatkan diri sendiri az ga bisa, apa lagi mau menyelamatkan umatnya,, haduh… dasar otak udang emank pikir…broo.. pikir… lo itu nyembah salib bukan tuhan, itu org tidak lain seorang pemain bokep yang celana dalam nya ga pernah diganti kira-kira bau apek udah tuh celana yesus di tempel di dinding kagak pernah di ganti/ dicuci sekali-sekali kek di ganti, kasian bau…..jigong….

    1. bro! Bro itulah gobloknya lhoe sendiri sebab quran lhoe saja menghargai Isah Almasih wakakaaa makanya bro makanya lhoe sama si muhammad tukang kawin bro jangan lhoe percayai

  4. Ketika saya melihat terjemahan sebuah buku berbahasa inggris, saya bingung mengapa banyak kata berbeda dengan arti yg sama, go , went, gone..
    Dan ternyata dalam bahasa tersebut terdapat grammar yg cukup rumit. Dan membaca melalui terjemahan tanpa memahami penyusunan melalui bahasa aslinya adala satu hal yg salah kaprah..
    Jadi belajarlah bahasa ibrani jika ingin paham makna kitab yahudi, dan belajarlah pola dan tata cara pembentukan bahasa bahasa arab jika ingin membandingkan Quran, jika sudah kuasai dua grammar bahasa ini, baru bisa bicara mana salah dan benar.. membanding mengandalkan terjemahan tak lebih dari mendengaekan sesuatu yg tak pernah kita pahami..

    1. Seharusnya seorang penerjemah adalah ahli dan kompeten dalam bidangnya dan telah di akui kepiawaianya dalam menerjemahkan dan memang di perlukan petunjuk dan hidayah dari Allah yang maha kuasa untuk bisa memahami kebenaran,…

    2. Dari pada belajar bahasa Ibrani dan bahasa Arab yang terkenal sulit itu,…yaa mending bobok deh deh,…biarkan mereka saja yang mengerti tentang kebenaran,…biarkan mereka benar sendiri,…yang lain salah semua,…

  5. Semua yang kalian tuliskan itu benar menurut kalian masing masing…. Bagi Ku agamaku bagimu agamamu… jadi yang bertuhankan Yesus kristus yo monggo….wajar kalian pertahankan keyakinan kalian… hanya saja kita jadi tahu bahwa umatnya Yesus Kriatus reziim orde saat ini mungkin orang tuanya tidak pernah belajar di PPKN kerukunan umat beragama…mungkin juga baru bisa nulis…atau bisa jadi lulusan terbaik vatikan tapi bahasanya menghina keyakinan orang lain melebihi dari kepintaran Yesus Kristus…yesus kristus aja penuh kasih sayang…jangan2 yang nulis ini Hasil hubungan Gelap Yesus Kristus sebelum mati di salip dengan pembantunya mungkin…Aku banyak kenal nasrani tapi sopan santunnya bisa bermasyarakat…. Kalo aku sih kamu mau hujah agamaku kamu mau katakan apa terserah mulutmu karena mulutmu itu cetakan terbaik orang tuamu yaaah mau di apakan lagi memang sudah takdirnya seperti itu…. tapi lihat aj mulai saat ini orang itu tidak akan tenang hidupnya… Seandainya yang mehujah itu berani keluar di televisi saja…udaj hebat…kami pengen lihat bagaimana sih nyalinya..?? Hehehehehe…Bagi Ku Agamaku Lah yang bisa membawa kami kejalan yang benar…..Islam..yang penuh dengan keindahan….Kalo yang nulis gak percaya silahkan coba aj sendiri….tapi aku yakin dia gak akan berani masuk islam takut burungnya di sunat.. hahahaha… yesusnya aja gak bisa nyelamatkan diri apa lagi nyelamatkan yang lain….trus tang nyalip yesus itu siapa…ya gini ni manusia yang kurang banyak makan santan kelapamuda….

    1. Udah lah untukku agamaku , untukmu agamamu . Biarkan mereka sembah tuhan yg mati di tangan makhluknya sendiri yg membunuhnya dan tuhan yg memiliki keluarga , sekarang sembah aja patung . Klo kita sembah allah aja yg maha esa (satu) . Yg firmannya udah bener bukan cetakan .

  6. Sudahlah ya akhi wa ukhti…
    Tdk usah berdebat lg dg mereka domba2 & kambing2 ter-sesatini, kalo argumen, nasehat & dalil sdh disampaikan.
    Kalo mereka terima & sadar ya syukur kalo tdk ya sdh biarkan domba & kambing tersesat itu memcari jalan pulangnya sendiri ke ‘kandang’nya
    Membaca , mempelajari, memahami & mengamalkan kitab ‘palsunya’ sj ngawur bin ngaco. Apalagi mereka berusaha utk mencoba mempelajari, memahami & mngmalkan kitab suci Al Qur’ an nur karim.
    Kebayang pasti lbh ngawu lg.
    Sebenarnya mereka membaca & mempelajari Al Qur’an tsb tujuannya adlh utk mencari kesalahan & kelemahan nya krn dengkinya pd agama kebenaran (Islam). Dan usaha para kaum domba bin kambing tsb sbnarnya akan sia2 belaka, krn Allah SWT sdh menjamin & memenangkan agama Islam ini.
    Harapan kami mudah2an para domba bin kambing ter-sesat tsb sadar & segera menemukan jalan pulangnys ke kandangnya yg benar, bukan nyasar ke tempat jagal (rumah potong).
    Kita sebenarnya kasian & prihatin sama mereka, krn gembalanya tdk ada lg dikarenakan ulah mereka sendiri, jd mereka para domba bin kambing ini kebingungan & hilang arah.

    Wassalam

  7. Allah SWT berfirman:

    اِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوْٓءِ وَالْفَحْشَآءِ وَاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
    innamaa ya`murukum bis-suuu`i wal-fahsyaaa`i wa an taquuluu ‘alallohi maa laa ta’lamuun

    “Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.”
    (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 169)

    1. @Annisa,….nggak apa-apa panas,…cuma jarinya aja yang panas karena banyak ketik,…sebentar lagi hujan kok,…ndak pa apa,…

  8. Allah SWT berfirman:

    اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَ ۚ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
    a lam a’had ilaikum yaa baniii aadama al laa ta’budusy-syaithoon, innahuu lakum ‘aduwwum mubiin

    “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,”
    (QS. Ya-Sin 36: Ayat 60)

    1. itulah bodohnya muslim dan quran palsu anda mana ada di quran anda sebutan ALLAH itu sendiri sewaktu bertemu pertama kali dengan Nabi Musa sewaķtu musa menanyakan siapakah Engkau sbab memang quran hanya tulisan sampah…😁😁😁..nih Yesus sendiri sang Yahwe itu sendiri bro…..oke…

      Keluaran 3:13
      LAI-TB, Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? -apakah yang harus kujawab kepada mereka?”

      * Keluaran 3:14
      LAI TB, Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

      Dan bro inilah bahasa asli …yaitu ibrani dan sampai sekarang teks asli manuskrip kunonya bisa anda lihat sendiri di Israel yaitu museum Alkitab…hanya usia cuma 1500 sampai 2000 tahun SM bro bukan seperti quran manuskrip nya tidak ada satupun yang cocok dgn quran palsumu sekarang bro yang mengalamai standarisasi tahun 1924 😁😁😁😄😄😄😆😆😆 ….kasihan…

      וַיֹּאמֶר מֹשֶׁה אֶל־הָאֱלֹהִים הִנֵּה אָנֹכִי בָא אֶל־בְּנֵי יִשְׂרָאֵל וְאָמַרְתִּי לָהֶם אֱלֹהֵי אֲבֹותֵיכֶם שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם וְאָמְרוּ־לִי מַה־שְּׁמֹו מָה אֹמַר אֲלֵהֶם׃
      Translit, VAYOMER MOSYEH ‘EL-HA’ELOHIM HINEH ANOKHI VA ‘EL-BENEY YISRA’EL VE’AMARTI LAHEM ‘ELOHEY AVOTEIKHEM SYELAKHANI ALEIKHEM VE’AMERU-LI MAH-SYEMO MAH ‘OMAR ‘ALEHEM

      וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃
      Translit interlinear, VAYO’MER {dan Dia berfirman} ‘ELOHIM {Allah} ‘EL-MOSHEH {kepada Musa} ‘EHEYEH {Aku akan ada} ‘ASHER {yang} ‘EHEYEH {Aku akan ada} VAYO’MER {dan Dia berfirman} KOH {demikian} TO’MAR {engkau harus berkata} LIV’NEY {kepada anak-anak} YISERA’EL {Israel} ‘EHEYEH {Aku akan ada} SHELAKHANI {mengutus aku} ‘ALEYKHEM {ke atas kalian}

      Dan Yesus mengakui Aku Adalah Aku di hadapan imam Farisi dan imam Saduki Yahudi bro……

      * Yohanes 8:58
      LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah

      ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι

      eipen {berkata} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} prin {sebelum} abraam {Abraham} genesthai {ada/ menjadi/ eksis (lahir)} egô {Aku} eimi {Ada}.

      Oke bro…..sbab itu bro Yesus sendiri yang merupakan Yahwe itu sendiri bukan Nabi bro yang di ciptakan 😁😁😁 makanya bro otak jangan di dengkul ya….

      Dan quran tidak ada menyebutkan Aku Adalah Aku waktu bersama Musa dan nabi nabi israel yang lain….namanya quran palsu tentu quran kagak mengerti tuh habis contekan semua masa katanya penyempurna Alkitab dan Taurat serta kitab para nabi tapi nggak bahas ini yang terpenting…😆😆😆

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,…..
        Tuhan adalah yang menciptakan manusia dan yang lainya,….percaya bahwa Tuhan pencipta itu ada,….dan tidak ada manusia yang pernah melihat Tuhan sehingga bagaimana kah wujudNya atau bentukNya,…tidak ada satu pun yang bisa memberi gambaran tentang Dia,….manusia mengenal Tuhan hanya melalui namaNya,…yaitu bernama Allah,…ini menurut kitab para rasulnya,…..kalau kamu mau panggil Yahweh,…yaa oke lah,…setiap pribadi bebas menentukan pilihanya,….

      2. @Elvis Sanpara Sanjar,…
        ditanya siapa namanya tapi jawabnya aku adalah aku,….kok ndak nyambung yaa,…palsu kali yaaaa?

      3. Allah SWT berfirman:

        اِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوْٓءِ وَالْفَحْشَآءِ وَاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
        innamaa ya`murukum bis-suuu`i wal-fahsyaaa`i wa an taquuluu ‘alallohi maa laa ta’lamuun

        “Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.”
        (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 169)

      4. Hati2 dengan jari dan hati yang menyebut quran itu sampah.. Silahkan berargumen tapi tidak dengan menyelipkan hinaan terhadap kitab agama lain, terlebih lagi Al-Quran yang kau hina… Hati-hati dengan konsekuensi atas hinaan yang kau sudah lontarkan…!!!

  9. Beragama itu agar kita mengetahui siapa yang menciptakan kita dan untuk apa di ciptakan dan bisa merasakan kehadiranyan dalam hidup ini,….

    1. Perlu dipahami bahwa peradaban bumi dan pemikiran manusia itu berjalan melalui suatu proses …begitu juga Alkitabullah zabur taurat injil dan Alquran…dari 4 kitabullah tersebut tiga adalah kitab proses,..yaitu taurat injil dan Alquran…satu lagi kitab bumbu prosesnya yakni zabur…jadi zabur itu bisa masuk ke tiga kitabullah taurat injil dan Alquran…taurat buat zaman bumi dan manusia masih anak anak..injil buat zaman bumi dan manusia masih anak muda dan Alquran buat zaman bumi dan manusia sudah jadi orang tua alias seluruh zaman /umat sebelumnya…karena orang tua sudah melewati zaman anak anak dan anak muda..makanya Alquran itu kitab terakhir..karena sudah tidak ada lagi prilaku baru manusia..yakni anak anak,anak muda dan orang tua..habis itu ga ada kehidupan dunia lagi, itu sebabnya zabur tidak di sebut berdiri sendiri karena zabur itu bumbunya kitab..yang isinya nyanyian puja dan puji ..baik sedih senang susah dan gembira..semua emosi itu masuk ke semua zaman atau kitabnya..anak anak nyanyi..anak muda nyanyi..dan orang tua nyanyi juga..tp nyanyinya orang tua itu bagusnya ngaji biar ga di bilang stress bro..wassalam

  10. Assallamuallaikum wr.wb
    Saya hanya inging mnjelaskan saja pak anjar.bahwa mnurut ajaran kami ada 4 keyakinan dan diturunkan dengan jangka waktu yg jauh yaitu 1.Zabur kepada Daud a.s 2.Taurat kepada Musa a.s 3.Injil kepada Isa a.s dan. 4.AL-QUR’AN kepada Nabi Muhammad S.A.W

    1. Diluruskan
      ZABUR DITULIS DAUD
      TAURAT DITULIS MUSA
      KITAB INJIL DITULIS OLEH PARA RASUL TENTANG AJARAN DAN KEHIDUPAN YESUS KRISTUS.

  11. @Elvis Sanpara Sanjar,…..
    manusia itu hanya mau menghafal kitab suci Al-qur’an saja yang lain ogah,….karena Al-qur’an itu murni wahyu Allah tuhan pencipta,…..

  12. @Elvis Sanpara Sanjar,…
    tulisan anda bagaikan seorang ilmuwan yang hebat dan anda terlihat yakin bisa menyesatkan orang,….tapi kalau di cermati anda itu sangat bodoh,…..anda tidak mengerti kalau kitab suci Al-qur’an itu adalah wahyu dari Allah tuhan semesta alam,….

    1. Bro itu berdasarkan fakta dan sejarah dan kebenaran sbab kelihatan kok quran itu ciplakan sbab kisah kisah dongeng dan yohanes pembabtis yang kalian katakan nabi yahya serta bapaknya imam besar yahudi

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,….
        buktikan saja kalau ada yang lebih hebat dari kitab suci Al-qur’an,….baru yang kau katakan itu benar,…misalnya : adakah manusia yang bersedia dengan sukarela menghafal injil sebanyak menghafal Al-qur’an,…itu baru perbandingan dalam satu hal,…masih banyak lagi bro,…kalau kamu tidak beriman pada Al-qur’an siap-siap masuk neraka,….

    2. ISA DALAM AL QURAN, CONTEKAN BIDAT SESAT KRISTEN ALIRAN GNOSTIK

      Aliran Gnostik didirikan oleh Simon Magus atau yang dikenal dengan Simon sang penyihir, orang Samaria yang berasal dari desa Gitta pada masa pemerintahan Kaisar Klaudius pada awal abad pertama setelah kematian Yesus Kristus.
      Simon Magus dianggab tuhan oleh pengikutnya karena kemampuan sihirnya yang luar biasa.
      Ketika Filipus memberitakan Injil kerajaan Allah di Samaria, Filipus yang 6 kuasa Roh Kudus melakukan berbagai mukzijat yang membuat Simon Magus percaya dan dibabtis Filipus.
      Tetapi kemudian Simon Magus meminta Filipus untuk memberikan Roh Kudus dengan sejumlah bayaran.
      Simon Magus kemudian membuat ajaran sinkritisme yang mencampur adukkan sihir dengan agama.
      Salah satu dokkrin yang dibuat Simon Magus mengatakan bahwa Yesus adalah seorang nabi dan dia tidak disalibkan, tetapi Tuhan menggantikan Yesus dengan orang lain.
      Ajaran Simon Magus inilah yang dikenal dengan Kristen Gnostik menggabungkan spekulasi-spekulasi filosofis, kuasa perbintangan, ketakutan pada malaikat-malaikat perantara, tabu terhadap makanan, dan praktik-praktik bertapa, dengan unsur-unsur yang dipinjam dari Yudaisme yang mencampur adukkan antara ajaran Kristus dengan mitologi.
      Dokrin Simon kemudian berkembang dan bercampur dengan ajaran ajaran lain seperti Bidat Ebionite.
      Bidat ebionite adalah sempalan gereja Yerusalem, gereja mula mula yang berlatar belakang Yahudi.
      Karena latar belakang mereka itu, maka mereka menjalankan semua syariat Taurat bagi mereka sendiri, dan tidak memaksakannya bagi saudara-saudara mereka yang berlatar belakang non-Yahudi (karena pada dasarnya hukum Taurat ini hanya diberikan kepada bangsa Israel secara fisik saja dan bukan kepada bangsa non-Israel).
      Gereja Yerusalem ini di kemudian hari terpecah menjadi beberapa aliran, yang menonjol adalah kelompok Nazoraios.
      Kelompok Nazoraios ini berkembang sampai ke daerah arab yang di Mekah dikenal dengan kaum Ahnaf/Hanafi, yaitu kelompok pengikut Sabian (kelompok Nazoraios paham gnostic) yang didirikan atas kesepakatan 4 orang di Mekah (Zayd bin Amru bin Nafil, WARAQAH BIN NAUFAL, Ubaydullah bin Jahsh, dan Uthman Bin al-Huwayrith.)
      WARAQAH, MUHAMMAD dan KHADIJAH
      Otobiografi singkat Muhammad yang diambil dari sumber sumber Islam menceritakan sejarah okultisme dalam keluarga muhammad, kakeknya, bapaknya, pamannya, istrinya Khadijah dan Waraqah.
      Muhammad adalah cucu Abdul Muthaleb, yang menggali sumur Zamzam, adalah penyembah Asaf dan Naelah (Kuhan/pendeta Jin) patung yang ditempatkan di lokasi sumur zamzam. (silahkan baca biografi Muhammad yang ditulis Ibn Hisham).
      Anak Abd. Muthaleb adalah Abdullah, yaitu Bapak Muhammad yang artinya Hamba Allow, sesuai dengan petunjuk Khahina (Pendeta Jin wanita), dikawinan dengan Aminah, keponakan Soda Bint Zehra, Kahinah utama jin di Mekah.
      Al-Halabi (dlm kitab Halabiyah) menyatakan bahwa alasan Abdel Mutaleb mengambil Aminah sebagai seorang istri untuk Abdullah adalah karena tantenya Soda Bint Zehra. Abdul Muthaleb menginginkan kedekatan dengan pimpinan pendeta-pendeta jin dan menganut suatu dedikasi dalam penyembahan jin yang dia wakili.
      Muhammad sejak dari umur 1 tahun sudah sering kejang kejang dan kemasukan setan, dan dia sudah di RUKHIEH, yaitu ritual yang dilakukan dengan mendatangkan jin yang lebih kuat untuk mengusir jin yang merasuki Muhammad.
      Al-Halabi, seorang penulis biografi Muhammad, menyebutkan bahwa Muhammad menderita kejang2 sejak dia berumur satu
      tahun.
      Sahih Al-Bukhari, melaporkan suatu peristiwa di mana Muhammad muda kesurupan sebelum ia mengklaim menerima Quran.
      Literatur Islam lainnya, seperti Halabieh, menyatakan bahwa Muhammad biasanya berada dalam kondisi koma sebelum ia menuliskan Quran, yang secara jelas mengungkapkan keterlibatan langsungnya dengan para Kuhhan.
      Ketika dia mulai menerima Quran dia jatuh koma, kejang kejang, matanya terbalik dan gejala kerasukan setan lainnya yang diceritakan pada banyak Hadist dan Sirat.
      Setelah kakeknya meninggal, Muhammad tinggal dengan Pamannya Abu Taleb.
      Abu Taleb memiliki hubungan yang sangat dekat dengan para ahli nujum, peramal, peramal nasib dan lainnya yang mempraktekkan guna-guna; Abu Taleb biasanya secara teratur berkonsultasi dengan orang-oran demikian.
      Ibn Hisham, penulis biografi Muhammed yang paling dipercaya, menyebutkan bahwa Abu Taleb biasa berkonsultasi dengan seorang ahli nujum yang bernama Lahab bin Auhjun bin Kaab لهب بن أحجن بن كعب , dari suku Uzd.
      Ibn Hisham menyebutkan bahwa Abu Taleb biasa membuat keponakannya Muhammed terpapar atas nasehat2 dari Lahab
      Muhammad sendiri sebelum mengklaim diri sebagai seorang nabi dikenal sebagai dukun/Rakhi راقي, orang yang melakukan Rukhieh terhadap yang lain. Setelah menjadi Nabi pun, Muhammad tetap melakukan praktek Ruhhieh.
      Halabieh 1, pages 407
      Ibu Ja’efer (Istri Abu Taleb) memberitahu Muhammad (setelah Muhammad mengklaim sebagai seorang nabi) ,”Hai rasulullah, anak laki-laki ku Ja’efer terjangkit oleh ‘Ain al-Jinn,’ akankah kami membuat baginya suatu rukhieh?”.
      Muhammad mengatakan : “Ya.”
      Rukhieh adalah pembacaan mantera-mantera bagi seseorang yang terjangkiti oleh jin-setan.
      Para penganut agama jin-setan di jazirah Arab percaya bahwa jin-setan lainnya, yang lebih kuat daripada yang menyebabkan gejala-gejala ” Ain al Jinn “, mampu mengusir jin dari tubuh tersebut.
      Muhammad dalam kasus ini setuju bahwa sihir demikian harus dilakukan terhadap sepupunya Ja’efer.
      Ibn Hisham 1, hal. 128
      Hyppolytus, The Refutation of all heresies, book VIII , Chapter XIII
      Muhammad kawin dengan Khadijah, yang berasal dari sebuah keluarga pemimpin okultis yang terkenal.
      Diantara mereka adalah Ruchieh, seorang Kahinah jin-setan di Mekah.
      Ruchieh adalah saudara perempuan WARAQA BIIN NAUFAL, pendeta Ebionite okultis yang merupakan sepupu Khadijah.
      Waraqa/Warakah, adalah figur pemimpin dalam kaum Ahnaf.
      Dia biasa melakukan Tahnuf, (semacam bersemedi/bertapa) dia menghabiskan waktunya dalam gua-gua di Harra’, memisahkan dirinya dari masyarakatnya selama beberapa bulan pada satu masa.
      Praktek2 seperti ini umum diantara kaum bida’ah, sebagaimana kita belajar dari pemimpin spiritual orang Kristiani awal. dan diketahui diantara para pemimpin sekte2 okultis. Khadijah biasanya melakukan Tahnuf pada gua2 yang sama.
      Setelah Muhammad mengawini Khadijah, rutinitas Muhammad bersama Waraqah adalah melakukan Tahnuf.
      Pada saat melakukan Tahnuf di Gua Hira lah Muhammad dicekik Jibril yang dianggab sebagai turunnya wahyu quran yang pertama.
      Ibn Darid, Al-Ishtiqaq, pages 88 and 89
      Sebelum kawin dengan Muhammad, suami pertama Khadijah adalah Nabash Bin Zarareh Bin Wakdan/Waqdan نباش بن زرارة بن وقدان , seorang komunikator dengan jin.
      Jin muncul pada Nabash dalam bentuk orang tua untuk memberinya informasi.
      Abu Bakar adalah murid paling penting Nabash. Abu Bakar tetap merupakan teman dekat Khadijah setelah suaminya meninggal dan dengan antusias menurutinya ketika dia mengumumkan Muhammad adalah nabi.
      Sebagai seorang istri komunikator jin, Khadijah mendapat prestise, karena banyak orang2 Arab berkonsultasi dengan suami pertamanya ini dan memberi mereka uang. Ini juga menjelaskan mengapa Khadijah kaya. Dia memiliki karavan yang membawa barang2 dari Syria ke Mekah.
      Setelah kematian Nabash, dia mempekerjakan Muhammad dalam karavan2nya, kemudian menikahinya, walaupun Muhammed duapuluh tahun lebih muda daripadanya.
      Setelah kematian Khadijah, Abubakar menjadi mertua Muhammad ketika Muhammad mengawini bocah kecil Aisah.
      Dari sinilah peran peran penting penulisan Quran dimana Khadijah dan Waraqah adalah inspirasi utama Muhammad setelah dicekik Jibril (Malaikat sekutu Iblis yang ditempatkan dalam gua gua gelap) dalam masa awal penulisan Quran.
      Waraqah lah yang bertanggung jawab atas mayoritas ayat2 Quran pada permulaan.
      Waraqa menyelipkan doktrin Ebionit dan dokrin Simon mengenai Yesus dalam Quran, yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang nabi dan dia tidak disalibkan, tetapi Tuhan menggantikan Yesus dengan orang lain.
      Ibn Hisham 1, page 242: quoted by Jawad Ali, vi, page 476
      Pemikiran bahwa orang-orang menyalibkan seseorang pengganti Yesus dianut oleh beberapa kaum penganut kepercayaan bida’ah yang diketahui berhubungan dengan okultisme.
      Waraqa termasuk ke dalam salah satu dari sekte-sekte sesat ini.
      Waraqa adalah salah satu pendiri kelompok yang disebut kaum Ahnaf/Hanafi.
      Pada narasi pertama kehidupan Muhammad, oleh Ibn Hisham pada abad 8 M, dikatakan:
      “Kaum Honafa’, atau kaum Ahnaf, adalah sebuah kelompok kecil yang dimulai dengan kesepakatan empat pengikut Sabian di Mekah. Mereka berempat adalah Zayd bin Amru bin Nafil, Waraqa bin Naufal, Ubaydullah bin Jahsh, dan Uthman Bin al-Huwayrith.”
      Ibn Hisham, first part ; pages 63 and 76
      Keempat pendiri Ahnaf semuanya berkerabat dengan Muhammad. Mereka adalah keturunan Loayy, salah satu nenek moyang Muhammad.
      Lebih jauh, Waraqa bin Naufal dan Uthman Bin al-Huwayrith adalah sepupu2 Khadijah. Kita mengetahui ini dari genealogi Muhammad yang ditampilkan oleh Ibn Hisham.
      Ubaydullah Bin Jahsh adalah sepupu Muhammed dari pihak ibu. Muhammad menikahi jandanya, Um Habibah.
      Semua ini mengungkapkan hubungan yang dekat antara Muhammad dengan pendiri2 kelompok itu.
      Bukti terkuat bahwa ajaran Waraqah lah yang memuat kisah Isa dan betapa kuatnya pengaruh Waraqah atas KENABIAN MUHAMMAD adalah ketika Waraqah mati.
      Sahih al-Bukhari, 1, page 4
      Halabieh, I, page 421
      Penulis2 biografi Muhammad mengatakan “inspirasi menjadi tenang atau memudar.”
      Setelah kematian Waraqah, Muhammad SERING KALI mencoba bunuh diri dengan melemparkan dirinya dari sebuah gunung.
      Para periwayah tidak sepakat mengenai durasi periode Muhammad mencoba BUNUH DIRI karena kemasukan IBLIS/JIBRIL, sebagian mengklaim empat puluh hari, yang lain mengatakan tiga tahun setelah kematian Waraqah. Butuh waktu yang lama sebelum Muhammad menemukan sumber2 lain bagi wahyu2nya setelah kematian Waraqah.
      Jawad Ali, al-Muffassal Fi Tarikh al-Arab Khabl al-Islam, 6, page 461
      Al-Dumeiri, Al-Hawan, 2, page 195; quoted by Jawad Ali, al-Muffassal Fi Tarikh al-Arab Khabl al-Islam, 6, page 484; al- Aghani, 4, page 122
      Banyak Kuhhan agama jin di jazirah arab merupakan bagian dari kelompok kaum Ahnaf. Kaum Ahnaf menggunakan syair prosa seperti Kuhhan jin-setan jazirah Arab. Mereka terbiasa memiliki hubungan dengan jin-setan dan mereka mengklaim setan2 tersebut adalah penolong2 yang berguna dan agen2. Diantara pemimpin2 kaum Ahnaf yang berkomunikasi sangat dekat dengan jin-setan, adalah Ummia bin Abi al-Salt, sepupu dari pihak ibu Muhammad.
      Setan biasanya mengajar dia hal2 keagamaan, seperti : ”Bismika allahumma,” yang mana berarti : ”Dalam namamu Allah adalah mereka.” Jelaslah bahwa setan2 di jazirah Arab melatih kelompok Ahnaf untuk menghadapi dan menantang Kekristenan, yang tersebar di jazirah Arab dalam masa abad keenam.
      Kemudian, Muhammed mengadopsi istilah yang sama.
      Jadi siapakah Isa di dalam AL QURAN?
      Silahkan anda konfirmasikan dengan buku buku sejarah untuk mengetahui bagaimana cerita tentang YESUS dirubah menjadi cerita tentang Isa, yang berasal dari pengaruh
      Doktrin Simon, tukang sihir dari Samaria, yang dikembangkan oleh kaum Gnostic, termasuk sekte sekte okultisme diantaranya kaum Ahnaf/Hanafi, yaitu kelompok pengikut Sabian yang didirikan atas kesepakatan 4 orang di Mekah (Zayd bin Amru bin Nafil, WARAQA BIN NAUFAL, Ubaydullah bin Jahsh, dan Uthman Bin al-Huwayrith.) yang mengajarkannya
      Kepada MUHAMMAD, seorang NABI yang dibaiat KHADIJAH.
      Jelaslah bahwa :
      ISA DALAM AL QURAN, CONTEKAN BIDAT SESAT YANG DIAJARKAN WARAQAH KEPADA MUHAMMAD.
      Sudah nyontek, sesat pula….

    3. KONSPIRASI DAN INFILTRASI YAHUDI DI DALAM AL QURAN, TELAAH KEBODOHAN PENGARANG AL QURAN

      Al quran mengatakan bahwa Al quran pasti benar, karena Al quran adalah 100% wahyu langsung yang berasal dari ALLOW SWT, walaupun tentunya berasal dari bisikan JIBLI yang kemudian diimlakan Muhammad.
      Tidak satupun manusia di muka bumi ini yang pernah mengenal ALLOW SWT yang katanya bertahta di asri, kecuali tentunya KLAIM Muhammad yang pergi pulang ke surga antah berantah dan bertemu ALLOW SWT pada tengah malam buta dari rumah seorang janda muda yang bahenol, cinta pertama Muhammad ketika masih muda.
      Muslim yang membaca kalimat pembuka di atas, pastilah langsung kebakaran jenggot, walupun belum tentu memiliki jenggot…. karena demikianlah setiap manusia muslim, tidak akan pernah menggunakan akal sehat untuk menelaah apapun yang berkaitan dengan KLAIM MUHAMMAD.
      Silahkan anda pikirkan, kalaulah benar Muhammad pergi pulang ke surga, tanyakan ke diri anda sendiri, TUHAN MACAM APAKAH yang memberangkatkan kekasih hatinya pada tengah malam buta dari rumah seorang janda????!!!!
      OK lah kalaupun benar demikian… klaim klaim yang bertebaran di Al quran tidak bisa lagi dikonfirmasikan kepada pemilik klaim, karena yang mengklaimnya telah lama mati dan membusuk menjadi tanah di Arab sana
      Yang bisa kita lakukan sesuai dengan judul di atas adalah mencek kebenaran sejarah, ilmu pengetahuan, budaya dan hal hal yang keberadaannya masih terjaga sampai saat ini, bisa dibuktikan dengan mudah dan sekejab mata, fakta dan realita yang tidak mungkin bisa dibantah………..
      Anda tahu bahwa Muhammad sendiri mengatakan dia hidup di jaman JAHILIYAH, yang bisa diartikan, suatu masa dimana masyarakatnya masih BODOH dan tidak tahu petunjuk ILAHI… termasuk tentunya MUHAMMAD yang hidup dijaman itu.
      Di tempat lain, ribuan tahun sebelum AL QURAN diimlakan Muhammad, masyarakat YAHUDI sudah sedemikian maju, mereka memiliki budaya yang semuanya didokumentasikan dalam catatan catatan yang masih terpelihara sampai saat ini dan budaya merekapun masih terjaga dan dilestarikan turun temurun sebagai suatu fakta sejarah dari masa lalu sampai fakta masa kini.
      Siapapun manusia di muka bumi ini yang bisa mengakses internet, akan segera tahu bahwa seorang WANITA YAHUDI tidak boleh memasuki MIHRAB, apalagi tinggal dan hidup di dalamnya.
      Siapapun MUSLIM dimuka bumi ini yang bisa mengakses internet, akan segera menyangkalnya dan mereka pasti mengatakan bahwa WANITA YAHUDI bisa memasuki MIHRAB, bahkan tinggal dan hidup di dalamnya.
      Dua hal di atas, antara manusia VS muslim dalam mengakses informasi, jelas menghasilkan kesimpulan yang berbeda, manusia biasa yang normal, kalau tidak percaya akan mencek kembali kebenarannya. Kalau yang muslim, kalau tidak sesuai dengan apa yang DIKLAIM dalam islam, pastilah semuanya salah.
      Di bangku sekolahan, ketika mereka yang bersekolah belajar tentang petir, setiap MANUSIA diberitahu bahwa petir itu terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya Dst.
      MUSLIM yang MANUSIA tidak akan pernah bisa menerimanya, karena PETIR menurut ALLOW SWT adalah suara malaikat yang bertasbih???????!!!!!!!!!!!!
      Setiap MANUSIA pasti tahu, komunikasi yang menggunakan suara dihasilkan oleh pita suara. Tanpa ada pita suara, maka yang dihasilkan sebenarnya adalah bunyi bunyian… misalnya bunyi ketukan, bunyi tepukan dan lainnya yang tidak termasuk dalam konteks suara dan pita suara.
      Setiap MANUSIA yang sudah pernah membaca atau mendengar publikasi tentang semut, pastilah paham bahwa ternyata semut itu BUTA, tidak bisa melihat dan tidak mempunyai pita suara… mereka berkomunikasi dengan menggunakan unsur kimiawi dari tubuhnya yang biasa disebut feromon.
      Setiap MUSLIM pasti akan membantahnya, karena pastilah SEMUT BISA BICARA bahkan berteriak teriak kepada sesamanya karena melihat sepasukan tentara yang sedang berjalan???????!!!!!!!!
      Oh ya…… kalau anda MANUSIA, tentu anda merasa tulisan ini biasa biasa saja, karena memang apa yang disampaikan bisa anda baca dimana saja dan hal tersebut bukanlah hal yang susah untuk dipahami oleh anda yang bahkan hanya ber IQ rata rata…. Tapi jika anda MUSLIM… bisa jadi anda turunan Adam atau TURUNAN IBLIS yang beragama ISLAM…. tulisan ini mungkin anda anggab sebagai penghinaan, karena FAKTA FAKTA yang disampaikan bertentangan dengan KLAIM KLAIM yang dituliskan di Al quran.
      Lalu apa hubungannya dengan KONSPIRASI dan INFILTRASI YAHUDI di dalam Al quran?
      Coba renungkan baik baik ayat Al quran ini, pikirkan betapa BODOH dan TOLOLnya si ALLOW SWT yang diklaim maha kuasa, tetapi bersimpuh dan berdiri dipunggung seorang YAHUDI:
      QS 46 : 10
      “Katakanlah,”Terangkanlah kepadaku, bagaimana pendapatmu jika sebenarnya (Al-Qur’an) ini datang dari Allah, dan kamu mengingkarinya, padahal ada seorang saksi dari Bani Israil yang mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an lalu dia beriman; kamu menyombongkan diri. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
      Apakah menurutmu pantas kalimat tersebut berasal dari SANG ILAHI, MAHA KUASA dan MAHA PERKASA????????!!!!!!!!!! Kecuali tentunya MAHA TIPU DAYA ya!!!!!!!
      Catat baik baik…. RATUSAN JUTA MUSLIM INDONESIA tidak ada artinya dibandingkan SEORANG MUSLIM YAHUDI dimata ALLOW SWT..eh…alias MUHAMMAD SAW yang mengklaim bahwa AL QURAN adalah WAHYU ILAHI!!!!
      Kamu muslim?????!!!!!!!!
      Kamu mau jungkir balik, mau nunggang nungging dan mau apapun… faktanya bahwa YAHUDI berkonspirasi dan menginfiltrasi apa yang dituliskan MUHAMMAD yang berkaitan dengan YAHUDI.
      Kamu yang MUSLIM tidak akan mungkin menemukan fakta bahwa ADA WANITA YAHUDI YANG TINGGAL DAN HIDUP DI MIHRAB
      Karena si YAHUDI LAKNATULLOH sangat tahu bahwa ALLOW SWT hanyalah bualan kosong dan imajinasi ngawur MUHAMMAD SAW yang mengaku sebagai PENIPU ULUNG tetapi tidak pernah sadar kalau sudah ditipu mentah mentah oleh si Yahudi.
      Waktu berganti waktu dan satu persatu FAKTA FAKTA SEJARAH, FAKTA BUDAYA dan FAKTA ILMU PENGETAHUAN tidak bisa disangkal lagi, menjadikan setiap MUSLIM kebakaran jenggot, padahal tidak punya jenggot… sama seperti KLAIM ALLOW SWT MAHA TAHU, padahal sama sekali tidak tahu………
      Saat ini, saat era tehnologi informasi dan saat setiap orang bisa mengakses informasi dengan mudah, para MUSLIM masih berkutat dengan makian dan cacian hanya untuk mempertahankan keyakinan ABSURD, yang siap dan rela mati dengan meriakkan ALLOHUBARBAR.. legenda tujuh penidur pastilah wahyu suci dari langit antah berantah, padahal Aristoteleslah pengarangnya……… si kafir Dzulkarnaen menjadi nabi dan menemukan matahari tenggelam di laut yang berlumpur hitam, padahal itu kisah Alexander yang Agung… atau ya itu tadi…. masa ada PETANI DI TENGAH SAWAH HANGUS hanya gara gara malaikat lagi bertasbih!!!!!!!!!!
      Di tengah hiruk pikuk orang orang kaya di dunia ini yang mendonasikan harta kekayaannya untuk membantu sesama manusia .. contohnya BILL GATES, WARRENT BUFFET dll…. masih saja setiap MUSLIM harus percaya HARTA RAMPOKAN ADALAH MILIK ALLOW SWT dan RASULNYA… padahal jelas jelas, harta rampokan MILIK PERAMPOK!!!!!!!!!!!
      Itulah hebatnya KONSPIRASI dan INFILTRASI YAHUDI LAKNATULLOH di dalam AL QURAN, sehingga sampai saat ini setiap MUSLIM tetap bersimpuh dan berdiri di punggung YAHUDI LAKNATULLOH sambil mengutk si YAHUDI, sama persis seperti kelakuan si MUHAMMAD SAW yang mengklaim AL QURAN sebagai WAHYU SUCI dari ALLOW SWT…padahal..????????????????!!!!!!!!!!!!!!!
      Sekali sekali mbok yang MUSLIM nonton ANIMAL PLANET, siapa tahu ketemu acara yang membahas semut atau nonton BBC KNOWLEDGE biar ngerti tentang proses terjadinya petir.
      Masih ada MUSLIM YANG NGAKU PINTAR????!!!!!!!!
      Super jenius ala ISLAM, tentu ya… wong suri teladan sempurnanya berasal dari manusia jaman jahiliyah… wajar saja toh!!!!!!!!!!
      AL – QADR dan AISAH, MENCARI TAHU KAPAN DAN DIMANA AL QURAN DITURUNKAN
      October 13, 2015
      Mudah mudahan anda mengerti perbedaan antara LANDING dengan DOWNLOAD dalam pemahaman bahasa Inggris, sehingga saya bisa menyampaikan pemahaman bahasa arab antara “انزال” dengan “تنزيل” yang artinya sama, yaitu menurunkan.
      Dalam Al – Qadr atau surah ke 97 ayat 1 dikatakan:
      Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
      Kata yang dipakai dalam bahasa Arab yaitu “انزال” dengan pemahaman yang dikirimkan/diturunkan sekaligus.
      Apabila diturunkan satu persatu, maka kata bahasa Arab yang dipakai adalah “تنزيل”
      Pemahaman tersebut HARUS ANDA KETAHUI terlebih dahulu untuk memahami bagaimana carut marutnya AL QURAN yang diklaim adalah 100% wahyu ALLOW SWT yang diturunkan pada malam lailatul qadar tetapi bukti bukti dari kalangan islam sendiri, selalu mengatakan bahwa Al quran diturunkan secara bertahap kepada Muhammad selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
      Baca kembali QS 97 : 1 yang megatakan bahwa Al quran sudah diturunkan secara keseluruhan pada malam kemuliaan.
      Buatah pertanyaan :
      KAPAN DAN DIMANAKAH PERISTIWA TERSEBUT TERJADI?????
      Setiap muslim di dunia ini, baik keturunan Adam maupun keturunan IBLIS tidak bisa menjawabnya, bahkan sang nabipun tidak pernah memberitahukannya.
      TERSURAT? Tidak ada penjelasan apapun baik di Al quran maupun di hadist.
      TERSIRAT? Silahkan anda cari tahu kapan dan dimana wahyu diturunkan.
      Itulah sepatah dua kata pengantar yang saya sampaikan untuk memahami isi artikel ini yang saya buatkan judulnya:
      AL – QADR dan AISAH, MENCARI TAHU KAPAN DAN DIMANA AL QURAN DITURUNKAN
      Artikel kali ini saya buat unik dengan pilihan pilihan kombinasi yang bisa anda sesuaikan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan dari misteri turunnya AL QURAN pada MALAM KEMULIAAN (lailatul Qadar).
      Kalau anda belajar ALJABAR, tentu anda pernah mendengar pemetaan dan faktorial. Kalau pada pemetaan dan faktorial kita berbicara tentang kemungkinan kombinasi yang maksimal, misalnya a (1,2,3) dipetakan ke B (1,2) maka kombinasinya adalah 2 pangkat 3 atau 8 sedangkan difaktorialkan adalah 1 x 2 x 3 = 6.
      Pada artikel kali ini, kombinasi akan dibuatkan mula mula dengan mengajukan pertanyaan dan menjawabnya, kemudian jawaban jawaban tersebut dijadikan pertanyaan kembali dan dijawab lagi dengan jawaban yang berasal dari pertanyaan pertanyaan .
      Pertanyaan : Kapankah Al quran diturunkan?
      Jawaban : 1. Pada malam yang penuh kemuliaan
      2. Pada Malam yang lebih baik dari seribu bulan
      3. Pada Malam yang penuh kesejahtraan sampai terbitnya fajar.
      Pertanyaan : Apakah malam yang penuh kemuliaan?
      Jawab : 1. Malam diturunkannya AL quran
      2. Malam yang lebih baik dari seribu bulan
      3. Malam yang penuh kesejahtraan sampai terbitnya fajar.
      Pertanyaan : Apakah malam yang lebih baik dari seribu bulan?
      Jawab : 1. Malam diturunkannya AL quran
      2. Malam yang penuh kemuliaan
      3. Malam yang penuh kesejahtraan sampai terbitnya fajar.
      Pertanyaan : Apakah malam yang penuh kesejahtraan dampai terbinya fajar?
      Jawab : 1. Malam diturunkannya AL quran
      2. Malam yang penuh kemuliaan
      3. Malam yang lebih baik dari seribu bulan
      Al quran adalah KITAB YANG JELAS, RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA.
      Adakah yang tahu KAPAN DAN DIMANA PERISTIWA TERSEBUT TERJADI??????!!!!!!!!!!!!
      bahwa AL QURAN DIKLAIM sebagai wahyu 100% wahyu ALLOW, maka kita harus mencari tahu kapan dan dimana wahyu tersebut diturunkan.
      Ingat, AL QURAN SUDAH DITURUNKAN SELURUHNYA PADA MALAM LAILATUL QADAR.
      Apakah Al quran yang SUDAH DITURUNKAN tersebut sama dengan wahyu wahyu yang diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, adalah masalah lain yang tidak mungkin dijawab oleh siapapun, karena yang MENGAKU MENDAPATKAN WAHYU sudah mati dan yang MENGAKU MEMBERIKAN WAHYU tidak pernah memberi tahu.
      Jadi kemana harus mencari tahu?
      Silahkan anda lanjutkan untuk membaca hadist berikut ini:
      Tabari Vl7, halaman 7
      Aisyah berkata “wahyu datang padanya (Rasulullah) ketika ia dan aku bersamanya di bawah sebuah selimut.”
      Bukhari Vol 5 Bk57 N 119
      Nabi berkata,”Demi Allah, wahyu Ilahi tak pernah datang padaku ketika aku berada di bawah selimut salah pun dari isteri-isteriku, kecuali Aisyah.”
      Pertanyaan : Kapankah wahyu Al quran diturunkan?
      Jawaban : 1. Pada malam yang penuh kemuliaan
      2. Pada Malam yang lebih baik dari seribu bulan
      3. Pada Malam yang penuh kesejahtraan sampai terbitnya fajar.
      4. Pada saat MUHAMMAD dibawah selimut Aisah
      Sekarang tugas andalah untuk membuat kombinasi pertanyaan dan jawaban dari kemungkinan kemungkinan di atas.
      Apabila anda bisa mengkomplementasikan seluruh pertanyaan dan kombinasi jawaban jawaban yang ada, bisa ditarik benang merahnya bahwa ternyata :
      Malam penuh kemuliaan adalah malam pada saat Muhammad berada di bawah selimut Aisah, malam yang lebih baik daripada seribu bulan, malam yang penuh kesejahteraan sampai terbitnya fajar, karena pada saat itu gikiran Aisah sudah selesai dan Muhammad harus menggiir yang lainnya.
      KAPAN dan DIMANAKAH PERISTIWA LAILATUL QADAR TERJADI?
      JAWAB : Lailatul qadar terjadi pada saat GILIRAN AISAH dan tempatnya DIBAWAH SELIMUT AISAH
      AL QURAN, KITAB YANG JELAS, RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA mengatakan bahwa Al quran sudah diturunkan pada malam penuh kemuliaan.
      Kapan dan dimanakah peristiwa tersebut terjadi?
      Tidak ada jawaban TERSURAT baik di dalam al quran dan Hadist yang dapat menjelaskannya.
      TERNYATA OH TERNYATA………………..

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,….
        ternyata oh ternyata,….kamu hanya bisa pamer kebodohanmu saja,…kamu tidak bisa membuktikan bahwa ada kitab yang lebih unggul dari kitab suci Al-qur’an,….coba tunjukan sebut apa nama kitab andalanmu itu mari kita bandingkan,….adakah yang mau dengan suka rela menghafal kitab andalanmu itu,…dan baca dengan pengeras suara biar orang banyak yang menilainya,….pasti kitab mu tidak lebih unggul,….hanya orang bodoh yang pakai sejarah sebagai acuanya dalam menentukan agama,…

    4. Oh imam iman bodoh ternyata lhoe nggak bisa buka quran surah lhoe menyaingi kitab mazmur yang saya paparkan ke lhoe bro lhoe sdh baca nggak [email protected] saya… Apa lhoe bodoh ya nggak baca tulisan saya tunjukkan sura lhoe sebaik Mazmur Daud bro… 😊😊😊 kasihan quran palsu bangga

      Trus lhoe tunjukkan quran lhoe tentang Raja Daud dan Raja Salomo bro dan nabi zakharia serta nabi yahya lhoe yang lengkap. Dan dari mana sejarahnya Zakharia itu Nabi serta anaknya Yohanes Pembabtis atau nabi yahya di islam lhoe… Wakaaakaaaa quran palsu lhoe nggak akan bisa tunjukkan bahkan saudara saudara Raja Daud…. Wakaakaaa😊😊😊

      Saya tunggu jika quran lhoe asli pasti lengkap donk kisahnya khan pelengkap Alkitab kata lhoe 😊😊😊

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,…..
        mana kitabmu dan baca menggunakan pengeras suara biar semua orang bisa dengar,….apakah kitab mu bisa lebih unggul menurut penilaian orang banyak,….buktikan bro kalau memang bisa,….sudah pasti tidak bisakan kamu membuktikannya,…..kalau agama bawa-bawa sejarah itu bodoh namanya,….karena sejarah tentang agama itu merupakan konpirasi setan,….jadi tidak usah di pamerkan kebodohanmu,…biar tidak membuat malu,…..

    5. Bro bro mana suara lhoe kok saya nggak dengar biar orang dengar betapa bodohnya engkau bro… Wakaaaa lucu skali bro di mana mana sesuatu terbentuk dari sejarah bro lhoe bodohnya minta ampun sudah bodoh tambah goblok bro makanya kalau punya otak di gunakan kalau punya hati di pakai bro kok nggak oerlu sejarah nenek moyang lhoe bro saya kasih tahu ya ALLAH sendiri lewat karya KeselamatanNYA itu menggunakan perencanaan dan sejarah yang panjang emang Israel terbentuk begitu saja bro tanpa sejarah wakaaa 😊😊😊 sudah ahhh layani lhoe malah tambah bodoh….. Kalau nggak perlu sejarah lhoe omong ke sekolah sekolah bangsa indonesia nggak perlu oelajaran sejarah… 😊😊😊 Makanya bro goblok dan tolol jangan lhoe pelihara ya belajar dan lhoe harus banyak belajar jangan klaim buta dan goblok bro

      Seperti Firman Tuhan bahwa setiap Roh itu harus di uji apakah itu datang dari ALLAH atau iblis bro ingat islam adalah agama PALSu dan Sesat dan anti kristus sendiri dan itu sdh di nyatakan dalam Alkitab itu sendiri bahwa sesudah Aku akan muncul nabi nabi dan guru guru palsu bro…. Ya itu islam dan muhammad lhoe wakaaa 😊😊😊

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,….
        mencari kebenaran dalam hal agama tidak bisa mengandalkan sejarah,…karena sejarah itu tergatung dari mana sumbernya dan bisa salah bisa benar,….kalau sejarah tersebut domainnya setan sudah pasti terjadi konspirasi penyesatan agar manusia semangkin jauh dari kebenaran yang di kehendaki oleh Allah tuhan semesta alam,….ini bukan berati anti sejarah,…yang jelas akal-fikiran harus berperan,….masuk akal apa tidak,….

    6. Namaste..
      yg membedakan kita dengan kerabat lain dibumi (hewan & tumbuhan) malaikat dan iblis sekalipun adalah akal/pikiran, dan itu hukumnya wajib untuk menuntut/mencari ilmu (muslim).
      Hakikatnya setelah kita mendapat/menemukan/memahami segala sesuatu hal/pelajara/ilmu/skill akan menjadi apa kita nya, apakah menjadikan kita memilikii sifat seperti malaikat atau berkelakuan seperti iblis 🙂
      Gk usah berpikir berat2 deh pak Imam simpel ja sebenarna utk menanggapi komentar lain itu kalau anda setuju. Al-Quran wahyu/ciptaan/pemberian dari TUHAN (Alloh SWT) tentu saja benar bukan hanya karena terkandung ayat yg menyatakan demikian juga karena kita percaya manusia di ciptakan Tuhan, benar? nah Nabi Muhammad SAW = MANUSIA termasuk saya dan anda sekalian 🙂
      gitu aja koq repot!

      Oke tentang fakta2 lain dalam sejarah sebenarnya bukan hal tabu lagi kalo boleh saya bilang, suatu ajaran (Agama) datang/disebarkan ke berbagai wilayah/daerah/negara akan tercampur diserap dengan adat dan tradisi contoh dinegara kita Islam-Wiwitan dan Islam-Kejawen.
      Hakikat Yahudi, Kristen dan Islam adalah ajaran samawi/Ibrahimiyyah dari Nabi Ibrahim AS bisa dibilang Bapak Monoteisme (dan tidak semua Monoteisme adalah samawi). yg salah itu mengerti tp tidak memahami… kardus!
      Permasalahan yg timbul semua percaya Tuhan itu satu/Esa walaupun ada yg lain menggambarkan sifat2 Tuhan yg lain menentang karena bisa mengalihkan, Geleng2 _-_

      1. @Psikologi,…..
        kalau debatnya sama kamu pasti cepat selesai,…tidak repot,..tapi kardus ini yang bikin repot,..sudah mengerti tapi ndak paham-paham,..geleng-geleng terus,…

    7. Siapa bilang saya sdh bilang mempelajari sesuatu harus di lihat dari sejarahnya ya bapa bapak termasuk terakhir koment yang sama bodoh dan gobloknya… Anda psikolog lebih tolol lagi agama samawi itu hanya dua yaitu Yahudi dan Kristen islam itu gado gado dan anda tahu dari mana muhammad belajar kita suci dan itu fakta… Anda mengatakan quran firman allah swt dari. Mana ujungnya sbab sampai sekarang naskah naskah musyaf kuno yang di temukan tidak ada satupun yang cocok dan di gunakan utk quran skarang dan bahkan di dalam hadis anda ada pembakaran ayat ayat quran kok firman allah di bakar 😊😊😊 trus psikolog goblok anda bilang quran firman allah murni quran anda itu sdh melewati tahapan standarisasi 1924 di kairo mesir dibiayai oleh raja fadh bro psikolog… Dan anda tahu banyak skali di quran lagenda dongeng dari yahudi pun masuk dan lucu lagi Raja Daud dan Raja Salomo anda bilang nabi tanpa si kuhammad tahu silsilah raja suku suku 12 israel…
      Satu lagi dari mana si penulis quran mengetahui sepupu Yesus yaitu Yohanes pembabtis yang kalian sebut nabi yahya dan bapak mamaknya Zakharia dan ibunya elisabet yang masih sepupu sekali Maria Magdalena ibu Yesus yang di dalam perjanjian baru… Oke 😊😊😊 jelaskan kok imam yahudi kalian sebut nabi bro… Darimana sejarahnya dan darimana hukumnya kok quran nulis mentah mentah tanpa tahu riwayat hidup dan silsilah suku suku israel bro…
      Makanya harus di lihat apakah benar quran itu firman allah dan pelengkap taurat dan injil seperti klaim kalian ingat naskah naskah kuno Alkitab yang di temukan di laut mati lembah qumran jelas membuktikan naskah naskah teks tersebut tidak ada perpedaan dari septuaginta dan naskah kuno tersebut… Oke bapa bapa dan sesuai dgn teks asli semua 😊😊😊 nah quran mana ada satupun musyaf teks kuno baik itu sanaa, sammarqand, Husseini dan bebarap naskah kuno lainnya tetapi yang lebih tua yaitu naskah musyaf sanaa yang di klaim abd ke 7 M… Sama skali nol besar bro ya… Jadi jelas quran yang kalian pakai itu berdasarkan klaim dan hafalan bodoh dan sudah mengalami distorsi, penghapusan dan perubahan serta penambalan dan hal ini di kalangan theolog islam itu sdh ada dan memalukan…. Jadi bapa jelas sudah ya wong imam yahudi membaca quran kalian ketawa ketawa terbahak bahak kok bisa lagenda 7 penidur dan kitab ginoptik yang mengilhami muhammad israj miraj tanpa ada saksi menyaksikan dia ke sorga dan tawar menawar sholat dari musa padahal contek vara sholat gereja mula mula yang sampai sekarang tetap sama 7 waktu jadi di muhammad kurang jadi 5 waktu sangat jelas khan belum wudhu dan puasa dari yahudi… Darimana kalo bukan copi paste bro semua imam dan psikolog 😊😊😊 jadi jangan bilang islan agama samawi dari. Mana ujung pangkalnya dan lebih heran lagi masa nabi nabi suku isarel kalian cap agama muslim emang mana nabi islam dari suku arab sendiri mana…. Hanya muhammad saja dari suku arab khan yaitu qurais… Malu donk nabi bangsa isarel kalian bilang nabi kalian… Kasihan hanya klaim dan klaim… Jumlah quran kalian itu 6666 sedangkan injil 36. 839 ayat bro jadi beda jauh sudah ahhh dengan kalian yang buta sejarah dan referensi jadi bodoh jadinya belajar lagiya ayat ayat palsu dan kontradiksi quran kalian ingat…
      Hakim yang akan menghakimi manusia Itu ialah Isah Almasih yaitu Yesus Kristus sendiri… Dan nubuatannya akan Dia genapi yaitu kedatanganNya yang ke Dua kali utk menghakimi manusia jadi silahkan tentukan sebelun terlambat Juruselamatmu ingat hidup di dunia sementara kehidupan sebenarnya adalah kehidupan kekal setelah kematian… Satu ayat yang saya akan berikan kenapa Kristen atau orang orang kristen itu mepertahankan imanya…. Sbab Yesus sendiri mengatakan dan memberi janji akan iman kepadaNya akan kedatanganNya yang kedua….
      Matius 10:34-42 (TB) “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
      Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
      dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
      Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
      Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
      Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
      Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
      Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
      Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

      Dan ini yang lebih dasyat lagi kenapa orang orang kristen lebih kuat menghadapi penyiksaan dan pembunuhan….. Akan imamnya karna Yesus memberikan kepastian akan Janji JanjiNya….

      Matius 10:28 (TB) Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

      1. Elvis Sanpara Sanjar,….
        selama kamu tidak bisa membuktikan bahwa ada kitab yang lebih unggul dari pada kitab suci Al-qur’an,….maka itu artinya adalah Al-qur’an merupakan wahyu Allah tuhan pencipta alam,….sedangkan yang kau tulis itu adalah bualan saja,….untukmu saja bualan mu itu,….

      2. Apanya yang nggak bisa buktikan anda sdh baca khan musyaf sanna anda trus hasil standarisasi quran anda anda goblok ya… Makanya sering melihat dan sharing dgn akademis theolog theolog islam timur tengah bro quran lhoe terbuat dari apa… Apa sdh murni 😊😊😊 bodoh bodoh nggak bisa tahu tulisan dan apa tulisan saya simpan aja GOBLOK Dan TOLOL lhoe ya malas ladeni IQ jongkok…

    8. SEJARAH PENYUSUNAN QURAN

      Dalam Islam terdapat pandangan berbeda mengenai keotentikan, keaslian atau tidak berubahnya Quran. Terdapat beberapa ulama, baik Syiah maupun Sunni yang menganggap adanya tahrif Quran (1) (2), bahwa Quran yang ada sekarang telah terkorupsi, tidak original seperti masa Muhammad dulu, sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa Quran yang ada hari ini adalah persis sama seperti yang ada pada masa Muhammad lebih dari seribu empat ratus tahun silam, tidak berubah setitik pun. Berikut beberapa ayat yang seringkali dijadikan dalil mengenai tidak berubahnya Quran;

      Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al Anaam : 115)

      Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS Al Hijr : 9)

      Apakah pendapat mengenai tidak adanya tahrif Quran sesuai dengan fakta atau hanya keyakinan kosong belaka? Quran menyatakan bahwa kitab ini merupakan salinan dari kitab yang ada disurga (Lauh Mahfuzh), sehingga Jibril mewahyukan kepada Muhammad, dan Muhammad mengingat tanpa terlupa sebuah katapun. Jika kita kaji lebih dalam, keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin2 Islam. Hakikat dan sejarah penulisan Quran sendiri sesungguhnya penuh dengan berbagai perdebatan, pertentangan, intrik, dan rekayasa.

      Mayoritas sarjana muslim berpendapat bahwa kata Quran berasal dari kata kerja qara’a (membaca), sehingga Quran diartikan sebagai bacaan. Kata Quran ini adalah derivasi (isytiqâq) dari bahasa Aram, qeryana, yang juga berarti bacaan. Qeryana adalah nama bacaan ibadah umat Nasrani Syria, berdasar hal ini para orientalis berpendapat bahwa nama Quran sebelum diambil menjadi nama kitab suci dalam Islam adalah nama bacaan umat Nasrani Arab pra Islam sebelum lahirnya Muhammad.

      Terlepas dari asal muasalnya, artikel ini akan fokus untuk membahas sejarah kitabah Quran (pencatatan) dan tadwin Quran (pembukuan), hingga menjadi sebuah kitab seperti yang kita pegang sekarang ini. Dimana sebagian golongan dalam Islam mempercayai terdapat perubahan dalam Quran, dan sebagian golongan lainnya meyakini bahwa tidak ada perubahan setitikpun dalam Quran semenjak diturunkan oleh Jibril. Singkatnya, para ulama penentang adanya tahrif Quran memiliki beberapa pendapat mengenai keotentikan Quran;

      • Muhammad secara sempurna menghafal dan mengingat ayat2 Quran yang disampaikan Jibril kepadanya.
      • Quran adalah 100% firman Allah. Muhammad hanya mengucapkan ulang ayat2 Quran kepada para pengikutnya, dari apa yang ia terima tanpa pengaruh pikiran atau pendapat pribadinya
      • Hanya ada satu versi Alquran.
      • Mushaf Utsman adalah kitab yang sempurna, lengkap tanpa bertambah atau berkurang satu ayat pun seperti yang diwahyukan kepada Muhammad
      • Keotentikan mushaf Utsmani dikuatkan dengan sanad, riwayat dari ribuan perawi Quran
      • Quran lebih dijaga keotentikannya oleh Allah daripada kitab suci lainnya

      Apakah pendapat2 tersebut tepat adanya? Jawabannya tentu tergantung subyektifitas masing2. Karenanya kita akan melakukan kajian mengenai bagaimana proses penyusunan Quran berdasar sumber sumber Islam.

      Berikut adalah penjelasan mengenai klaim atau pendapat yang seringkali diungkapkan sebagian ulama penentang adanya tahrif ;

      • Muhammad secara sempurna menghafal Quran yang diwahyukannya kepadanya.

      Dikisahkan Aisha; Nabi mendengar seorang pria membaca Quran di masjid dan beliau berkata, ” Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya pada dirinya , karena ia telah mengingatkan saya ayat-ayat pada sebuah Surah. (3)

      Aisha melaporkan bahwa Rasulullah mendengar seseorang membaca Quran di malam hari. Setelah itu Rasulullah berkata : Semoga Allah menunjukkan belas kasihan kepadanya, ia telah mengingatkan saya ayat tersebut, yang telah ku lewatkan ayat pada surah tersebut. (4)

      Abdullah bin Masud mengatakan ; Rasulullah memimpin kita shalat lima rakaat. Ketika beliau berpaling (selesai shalat), orang-orang saling berbisik. Rasulullah bertanya; ada apa dengan kalian? Mereka berkata: Rasulullah, apakah jumlah rakaat telah bertambah? Engkau telah melakukan lima rakaat shalat. Nabi kemudian berbalik dan melakukan dua sujud, dan setelah memberi salam, beliau kemudian berkata : Aku hanya seorang manusia, aku lupa, karena kamupun juga lupa. (5)

      Tidak ada manusia yang sempurna, demikian pula Muhammad, beberapa hadist menunjukkan bahwa Muhammad seringkali lupa pada ayat Quran yang pernah diucapkannya, itulah mengapa terdapat riwayat Jibril seringkali meninjau hapalan Quran Muhammad.

      • Muhammad hanya mendiktekan Quran kepada para pengikutnya wahyu apa yang ia terima tanpa pengaruh pikiran pribadinya ataupun orang lain.

      Diriwayatkan dari Al Barra Ibn Azib: dia berkata, “Ketika turun ayat ‘Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah ….’ Nabi memanggil Zaid dan memerintahkannya membawa alat tulis, lalu Nabi berkata; Tulislah: ‘Tidaklah sama antara mukmin yang duduk, dengan orang-orang ….’ Saat itu Ibnu Ummi Maktum, orang buta yang duduk dibelakang nabi berkata, “Oh Rasulullah! Apa pendapat anda terhadapku (sehubungan dengan ayat tersebut) sebab aku orang buta? Jadi bukan ayat di atas, lalu ayat berikut diturunkan; Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah ( QS 4.95 ). (6)

      Benarkah Quran adalah salinan kitab di surga (Lauh Mahfuzh), ketika pendapat seorang buta dapat merubah wahyu yang disampaikan Jibril?

      Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 311
      Diceritakan oleh Aisha: Aku memandang rendah wanita2 yang memberikan dirinya kepada Rasulullah dan aku katakan, “Dapatkah seorang wanita memberikan dirinya kepada seorang laki2 ? Tetapi ketika Allah mengungkapkan: “Kamu (Muhammad) dapat menunda giriran kepada saja yang kamu kehendaki atas istrimu, dan kamu boleh menerima siapapun yang kamu inginkan…” (QS 33.51) Aku berkata ( kepada Nabi), ” Aku merasakan bahwa Allahmu bertindak cepat untuk memenuhi nafsu dan keingiananmu” (7)

      Sahih Bukhari Book 60, Number 314:
      Diriwayatkan Anas bin Malik; Ketika Rasulullah menikahi Zainab bint Jash, beliau mengundang orang-orang untuk makan daging. Merekapun makan-makan sambil duduk dan mengobrol. Lalu Nabi memberi tanda bahwa ia telah siap untuk berdiri (dengan tujuan untuk menyuruh mereka pulang), namun mereka tetap saja masih duduk. Ketika Nabi melihat orang-orang tidak merespon tindakannya, ia kemudian bangkit berdiri dan keluar, lalu orang-orang juga beranjak dari duduknya, kecuali 3 orang yang masih tetap duduk. Rasulullah kembali masuk, namun langsung keluar rumah lagi. Melihat itu tiga orang tersebut akhirnya pergi, aku kemudian berkata pada Nabi bahwa orang-orang tadi telah pergi, Nabi lalu melangkah untuk memasuki rumahnya. Aku berniat masuk kerumah bersama Nabi, namun beliau menurunkan tirai diantara aku dan beliau. Kemudian Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi …. (QS 33:53).” (8)

      Hadist diatas menceritakan mengenai menit menit menjelang malam pertama Muhammad dengan Zainab, bekas menantunya.

      • Hanya ada satu versi Quran.

      Sahih Bukhari 41:601,
      Dikisahkan oleh ‘Umar bin Al-Khattab: Aku dengar Hisham bin Hakim bin Hizam melafalkan Surat al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan caraku. Rasulullah telah mengajarkan padaku (dengan cara yang berbeda). Lalu, aku hampir saja bertengkar dengan dia (pada saat shalat) tapi aku tunggu sampai dia selesai, lalu aku ikat bajunya di sekeliling lehernya dan kuseret dan kubawanya menghadap Rasulullah dan berkata, “Aku telah mendengar dia melafalkan Surat al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan yang kau ajarkan padaku.” Sang Rasul menyuruhku melepaskan dia dan meminta Hisham melafalkannya. Ketika dia melakukan itu, Rasulullah berkata, “Itu (Surat al-Furqan ) benar dilafalkan begitu.” Sang Rasul lalu meminta aku melafalkannya. Ketika aku melakukannya, dia berkata, “Itu benar dilafalkan begitu. Qur’an telah dinyatakan dalam tujuh cara yang berbeda, jadi lafalkan dengan cara yang mudah bagimu.” (9)

      Terdapat banyak riwayat dari berbagai perawi tentang hal ini, sehingga hadist-hadist mengenai Quran dalam 7 versi ini derajatnya hampir mutawattir. Umar bin Al-Khattab dan Hisham bin Hakim berasal dari suku yang sama yaitu Quraish, apakah mereka berbeda dialek (lahjah), hingga terjadi perseteruan diantara mereka? Jika tidak lalu seperti apakah Quran dengan 7 cara berbeda itu? Ada berbagai pendapat mengenai kata “Al-Ahruf” yang pada hadist diatas kami terjemahkan dengan kata “cara”. Al-Ahruf adalah bentuk jamak dari huruf. Terdapat banyak penafsiran mengenai Quran diturunkan dengan 7 huruf tersebut, ada yang mengartikan sebagai 7 qiraat (bacaan), adapula yang mengartikan 7 bahasa, tetapi tetap saja tidak ada kesepakatan mengenai arti 7 huruf tersebut, mengingat Muhammad diklaim sebagai orang buta huruf.

      Kaum Sunni meyakini bahwa semasa Muhammad hidup, Quran sudah terdiri dari 7 huruf atau versi, entah versi apakah yang dimaksud, karena dikemudian hari Khalifah Utsman memerintahkan pembakaran berbagai macam versi Quran ini, namun apakah versi versi yang diperintahkan dibakar tersebut benar benar berhasil dibakar? Kita buktikan nanti! Namun dengan membakar beragam versi ini Utsman melawan maksud Muhammad yang meminta Jibril agar Quran diturunkan dalam tujuh huruf? Wallahualam. Perlu dibedakan mengenai 7 versi Quran menurut Muhammad tersebut bukanlah 7 imam yang terkenal sebagai ahli qiraat (imam Qiraat As-Sab’ah) dengan ragam bacaannya.

      • Mushaf Utsman adalah kitab yang sempurna, lengkap tanpa bertambah atau berkurang satu ayat pun seperti yang diwahyukan kepada Muhammad.

      Umat Islam mengimani jika Muhammad adalah seorang yang buta huruf, sehingga penulisan Quran dilakukan oleh para sahabat dan murid Muhammad. Tulisan Quran dalam berbagai media seperti kulit binatang, pelepah pohon, dsb tersebut tersebar diberbagai tempat, sehingga beberapa orang memiliki beberapa bagian ayat, dan orang yang satu juga memiliki bagian tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Dan tentu pada saat tersebut tidak ada satupun orang yang hafal Quran secara lengkap, karena proses turunnya wahyu masih berlangsung hingga kematian Muhammad. Beberapa orang mengingat bagian ayat atau surah tertentu, dan sebagian lainnya tidak, dan selama proses turunnya ayat sebelum kematian Muhammad masih terjadi penyisipan ayat pada surah tertentu, penggantian ayat (nasakh mansuf), dsb.

      Beberapa ulama berpendapat bahwa Quran susunannya sudah ditentukan oleh Allah, bukan ijtihad para sahabat. Namun kepastian seperti apa urutan yang benar hanya Muhammad yang tau. Kita tidak dapat menemukan riwayat yang mengatakan detail bahwa ayat sekian ditempatkan setelah ayat ini, surat sekian setelah atau sebelum surat sekian, dsb. Sedangkan mengenai ayat paling awal dan akhir dalam Quran saja terdapat berbagai perbedaan pendapat, jumhur sunni berbeda dengan jumhur syiah, apalagi urutan surat dan ayat didalamnya.

      Pendapat pertama mengenai ayat yang diturunkan paling awal adalah Iqra (QS Al Alaq: 1-5), pendapat ini dikisahkan Ibnu Ishaq dan beberapa hadist. Pendapat kedua adalah dengan sanad dari Yahya bin Abi Kathir, bahwa yang pertama kali diturunkan adalah surat Al Muddatstsir; Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Pendapat ketiga adalah surat Al-Fatihah menurut pendapat Al-Bayhaqi. Pendapat keempat adalah kalimat Bismillaahirrahmaanir-rahiim menurut pendapat al-Wahidi, dan pendapat kelima adalah ayat yang didukung As-Suyuti, yaitu mengenai surga dan neraka yang sanadnya berasal dari Aisyah. Sedangkan mengenai ayat yang paling akhir diturunkan setidaknya terdapat delapan pendapat berbeda, yang dapat kita temukan dalam kitab-kitab tradisional Islam.

      Perbedaan lain mengenai susunan Quran adalah urutan surat-suratnya, setidaknya terdapat 4 pendapat berbeda mengenai urutan surat Quran sebelum masa standarisasi yang dilakukan Utsman. Berikut urutan 5 surat pertama menurut masing masing sahabat; Pendapat Ali bin Abu Talib, yaitu dari yang pertama hingga surat kelima, Al Baqarah, Yusuf, Al Ankabut, Al Rum, dan Luqman. Pendapat Ibn Abbas, yaitu Al Alaq, Al Qalam, Adh Dhuha, Al Muzammil, dan Al Mudatasir. Pendapat Ubay bin Kaab, yaitu Al Fatihah, Al Baqarah, An Nisa, Ali Imran, dan Al Anam. Pendapat Ibn Mas’ud, yaitu Al Baqarah, An Nisa, Ali Imran, dan Al Anam. Ali dan Ibnu Abbas mengurutkan berdasar kronologi urutan turunnya (tartib nuzul), sedangkan Ubay dan Mas’ud berdasar panjang – pendek surat. Bandingkan dengan Quran masa kini, yaitu cetakan Kairo 1924 yang kita yakini sebagai mushaf Utsman, yaitu Al Fatihah, Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa, dan Al Maidah.

      Menurut riwayat sebuah hadist, Jibril melakukan peninjauan Quran yang telah diturunkan kepada Muhammad setahun sekali, namun seperti apa detail bentuk peninjauan tersebut tidak diceritakan, apakah Jibril mengulang ke 7 versi yang telah diturunkan baik susunan, urutan, bacaan, atau bagaimana? Jika peninjauan Quran tersebut benar terjadi seharusnya tidak terdapat silang pendapat antar para sahabat mengenai susunan Quran, jumlah ayat, dsb.

      Mayoritas golongan dalam Islam menyakini bahwa semasa Muhammad hidup tidak ada upaya pembukuan ayat-ayat Quran dalam sebuah kitab yang utuh. Alasannya wahyu masih turun hingga kematian Muhammad, sehingga ayat-ayat lama masih dimungkinkan untuk disisipi ayat lain atau direvisi (nasakh mansuf). Pembukuan Quran semasa Muhammad hidup sebenarnya bukanlah hal yang tidak mungkin dilakukan, karena jika terdapat sisipan ayat ataupun proses nasakh mansuf Muhammad tinggal melakukan update, seperti yang dilakukan Ali bin Abi Thalib terhadap mushaf Quran versinya. Pembukuan Quran tidak dilakukan karena memang Muhammad tidak ingin melakukannya, karena begitu banyak versi yang telah beredar yang kemungkinan jika disatukan dalam satu buku dapat menyebabkan perpecahan dan fitnah diantara umat.

      Setelah kematian Muhammad, Ali bin Abi Talib sesuai wasiat Muhammad melakukan pengumpulan Quran menurut pengertiannya sesuai yang diajarkan Muhammad. Quran versi Ali, atau sering disebut mushaf Ali atau mushaf Fatimah tersebut berbeda dengan Quran yang beredar sekarang, baik dalam hal urutan surat, ataupun matan ayat didalamnya. Dalam hadist hadist Syiah, riwayat mengenai adanya mushaf Ali telah mencapai derajat mutawatir. Namun mengenai perbedaannya dengan Quran masa kini masih terjadi perselisihan. Al Kulaini misalnya, dalam kitab Al Kafi meriwayatkan bahwa Quran yang dibawa Jibril kepada Muhammad adalah tujuh belas ribu ayat, sehingga jika diperbandingkan, Quran Ali lebih tebal 3 kali lipat daripada Quran yang beredar sekarang. (10). Pendapat lain diungkapkan Ibnu Babawaih, sebagai penentang adanya tahrif Quran ia menyatakan bahwa Jibril memang menurunkan tujuh belas ribu ayat, namun ayat Quran yang diturunkan persis sama dengan Quran masa kini, sedangkan ayat lain yang diturunkan bukanlah Quran melainkan tanzil dan takwil (11).

      Selesai mengumpulkan mushaf-mushaf Quran, Ali meletakkan Quran versinya diatas punggung unta dan membawanya ke masjid. Ketika itu para sahabat sedang mengelilingi Abu Bakar, Ali mengungkapkan kepada mereka bahwa ia telah mengumpulkan Quran seperti yang diwasiatkan Muhammad, namun Abu Bakar dan sahabat yang lain menolaknya, seseorang berkata “kami tidak membutuhkan apa yang kamu bawa. Cukup bagi kami apa yang ada bagi kami.” Mendengar respon seperti itu, Ali berkata ”mulai saat ini kalian tidak akan pernah melihat Quran ini lagi.” (12)

      Apakah alasan orang-orang menolak mushaf Ali? Tidak terdapat jawaban pasti atas hal ini. Apakah terkait kurangnya pengetahuan Ali terhadap Quran dan kandungannya, apakah karena Muhammad saja tidak pernah melakukan perintah pembukuan Quran, ataukah karena sebab politis? Perlu diketahui saat pengumpulan Quran tersebut, Ali belum membaiat Abu Bakar, baik Ali dan Fatimah, putri Muhammad masih bersitegang dengan Abu Bakar dan pendukungnya. Menurut hadist Syiah, Ali dan Fatimah menganggap Abu Bakar telah mengkudeta Ali sebagai pemimpin yang sah yang telah dipilih Allah pasca kematian Muhammad. Sesaat setelah kematian Muhammad, Abu Bakar dan pendukungnya justru sibuk melakukan pemilihan pemimpin disaat Ali dan keluarganya sedang sibuk melakukan prosesi pemakaman Muhammad.

      Setelah peristiwa penolakan tersebut, Ali tidak pernah lagi memperlihatkan Quran versinya. Upaya pembukuan Quran selanjutnya dilakukan di bawah kekuasaan Abu Bakar atas desakan Umar. Pada saat itulah qurra, yakni orang2 yang hafal bagian bagian Quran, terbunuh di Perang Yamama, yaitu perang melawan nabi Arab lainnya, Musailamah. Kumpulan ayat ini disimpan oleh Abu Bakar, dan setelah kematiannya, lalu disimpan oleh Umar dan diserahkan pada anak perempuan Umar, Hafsa, yang juga adalah janda Muhammad.

      Sahih Bukhari 61:509
      Dikisahkan oleh Zaid bin Tsabit: Abu Bakar memanggilku ketika orang-orang Yamama telah dibunuh. (Aku pergi kepadanya) dan menemukan Umar bin Khattab duduk dengannya. Abu Bakar lalu menceritakan (padaku) percakapannya dengan Umar, “Umar telah datang padaku dan berkata: “Banyak yang qurra Quran yang tewas di Perang Yamama dan aku takut akan lebih banyak lagi qurra yang akan tewas di medan perang lain, sehingga sebagian besar Quran bisa hilang. Karena itu aku menganjurkanmu agar memerintahkan ayat-ayat Quran dikumpulkan.” Aku berkata pada Umar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasulullah saja tidak lakukan?” .…

      Lalu Abu Bakar berkata (pada Zaid); “Engkau adalah anak muda yang bijaksana dan kami tidak curiga apapun padamu, dan kau biasa menulis wahyu Ilahi bagi Rasulullah. Maka kau harus mencari (naskah yang terpisah-pisah) Quran dan mengumpulkannya menjadi satu buku.” Demi Allah, jika mereka memerintahkanku untuk menggeser salah satu gunung, ini tidak akan sesukar perintah mengumpulkan ayat-ayat Quran. Lalu aku berkata pada Abu Bakar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasulullah saja tidak lakukan?” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, ini adalah usaha yang baik.” Abu Bakar terus saja membujukku untuk menerima usulnya sampai Allah membuka hatiku seperti Dia telah membuka hati Abu Bakar dan Umar. Lalu aku mulai mencari ayat-ayat Quran dan mengumpulkannya dari (yang ditulis di) tangkai palem, batu-batu tulis dan juga orang-orang yang mengingatnya dalam hati, sampai aku menemukan ayat akhir dari Surat At-Taubah dari Abi Khuzaima Al-Ansari, dan aku tidak menemukan ayat ini pada orang lain.…. Lalu naskah2 lengkap Quran disimpan Abu Bakar sampai dia mati, lalu disimpan Umar sampai akhir hidupnya, dan kemudian disimpan Hafsa, anak perempuan Umar. (13)

      Hadis sahih di atas dan hadis yang lain yang sama pesannya menunjukkan bahwa perlu banyak usaha untuk mengumpulkan ayat2 Quran karena beberapa ayat hanya diingat oleh satu orang dan tidak ada orang lain yang mengingatnya. Apakah Zaid memang orang yang tepat untuk melaksanakan pembukuan Quran melebihi yang telah dilakukan Ali bin Abu Thalib dahulu? Zaid juga bukanlah orang yang dianjurkan Muhammad untuk mengajar Quran pada muslim lain.

      Sahih Bukhari 61:521
      Dikisahkan oleh Masriq: Abdullah bin Amr mengingatkan Abdullah bin Masud dan berkata, “Aku akan mencintai orang itu selamanya, karena aku mendengar sang Nabi berkata, “Belajarlah Quran dari empat orang ini: Abdullah bin Masud, Salim (Mawla Abu Hudhayfa / bin Ma’qil), Mu’adh (bin Jabal) dan Ubai bin Ka’b (14).

      Akhirnya Zaid bin Tsabit berhasil membukukan Quran versinya, Quran versi Zaid jilid pertama ini dikemudian hari disebut sebagai mushaf Hafsa dikarenakan Hafsa sebagai penyimpan terakhir. Quran versi Zaid tersebut tidak disebarkan dikalangan umat, dan pada kenyataannya banyak versi Quran lain yang beredar pada saat itu, selain disebabkan Quran diturunkan dalam tujuh huruf, tiap tiap guru agama juga memiliki versi Qurannya masing masing. Salim ibin Ma‘qil dikisahkan memiliki versi Qurannya sendiri, sayangnya sebagai qurra ternama ia tewas saat perang Yamama. Ubai bin Ka’b, seorang guru lainnya yang direkomendasikan Muhammad, memiliki versi Quran lain, yang susunan dan isinya berbeda dengan Quran masa kini, salah satu perbedaannya adalah terdapat tambahan dua surat, yaitu surat Al-Khal dan Al-Hafd. Guru Quran yang lain seperti Abdullah bin Masud juga memiliki Quran versinya sendiri, dimana 3 surat dalam Quran versi Zaid yang menjadi Quran masa kini, yaitu surat al-Falaq, al-Naass, dan al-Fatihah tidak diakui sebagai surat dalam Quran versi bin Masud. (15)

      Dimasa pemerintahan berikutnya, yaitu Khalifah Utsman, dilakukan standarisasi Quran, mengingat begitu banyak versi Quran yang beredar, yang berbeda baik qiraat, isi dan susunan. Bukhari meriwayatkan bahwa Utsman membentuk panitia untuk menyatukan berbagai versi Quran dengan memakai mushaf hasil pengumpulan Zaid dijaman Abu Bakar dahulu sebagai patokan. Salah satu keputusan kontoversial Utsman adalah menyatukan berbagai macam bacaan Quran menjadi satu bacaan, yaitu dialek Quraish. Karena Zaid bin Tsabit adalah seorang Ansar, bukan kaum Quraish, ia dibantu oleh tiga orang lainnya yang berasal dari suku Quraish. Selesai melakukan penyeragaman dialek pada mushaf Hafsa menjadi dialek Quraish, Utsman mengambil keputusan kontroversial lainnya, yaitu memerintahkan pembakaran seluruh Quran yang berbeda dengan Quran versi Zaid jilid kedua tersebut, atau yang sering disebut sebagai mushaf Utsmani, atau mushaf Al-Imam. Penyeragaman berbagai bacaan dan pembakaran berbagai versi Quran tersebut nampaknya justru bertentangan dengan klaim Quran sendiri yang dikatakan senantiasa terjaga dan terpelihara oleh Allah, padahal disisi lain diriwayatkan bahwa Allah telah menurunkan Quran kedalam tujuh huruf.

      Meskipun mendapat tantangan dari beberapa sahabat, seperti Ibn Mas’ud dan Abu Musa al-Asy’ari, mushaf Utsman yang tidak disahkan oleh para guru Quran terbaik tersebut pada akhirnya berhasil menyingkirkan Quran Quran versi lain. Dengan dukungan otoritas politik bani Umaiyah dan bani Abbasiyah, mushaf Utsman berhasil memantapkan diri sebagai bacaan Quran standar yang disepakati. Walau Utsman memerintahkan penghancuran Quran non Utsmani, namun beberapa bagian dari versi Quran lain ternyata selamat. Quran versi Utsman yang tersebar dan menjadi rujukan bacaan (qiraat) tersebut awalnya ditulis dalam aksara Arab yang primitif, yaitu aksara Arab pra kufic hijazi, yang kemudian mengalami proses evolusi yang panjang, melalui perdebatan dan pertikaian para ulama hingga terbentuk menjadi aksara Arab Quran seperti sekarang ini.

      Quran yang ditulis dalam aksara Arab primitif tersebut kemudian memunculkan masalah lain karena menimbulkan beragam makna yang berbeda akibat tidak adanya titik dan harakat (arab gundul) serta penggunaan huruf yang sama untuk menyebut berbagai kata yang berbeda. Misalnya bentuk present (mudhari’) dari kata a-l-m bisa dibaca yu’allimu, tu’allimu, atau nu’allimu atau juga menjadi na’lamu, ta’lamu atau bi’ilmi. Masalah diperuncing dengan adanya perbedaan kosakata akibat pemahaman makna, dan bukan hanya persoalan absennya titik dan harakat. Misalnya, mushaf Ibn Mas’ud berulangkali menggunakan kata “arsyidna” ketimbang “ihdina” (keduanya berarti “tunjuki kami”) yang biasa didapati dalam mushaf Utsmani. Begitu juga, “man” sebagai ganti “alladhi” (keduanya berarti “siapa”). Daftar ini bisa diperpanjang dengan kata dan arti yang berbeda, seperti “al-talaq” menjadi “al-sarah” (Ibn Abbas), “fas’au” menjadi “famdhu” (Ibn Mas’ud), “linuhyiya” menjadi “linunsyira” (Talhah), dan sebagainya.
      Bagi sebagian orang yang terdidik dan belajar dari guru qiraat, Quran Utsman ini dapat dipahami maknanya dengan benar, namun bagi kebanyakan orang Arab sekalipun, Quran Utsman ini sukar dipahami dan multi tafsir. Karenanya pada pemerintahan Muawiyah, Abu Aswad Al-Duali mencontoh aksara Aram dengan membubuhkan syakal (tanda baca/harakat) pada huruf hijaiah untuk mempermudah membaca Quran dan meminimalisir kesalahan baca. Ia dianggap sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan tata bahasa Arab dan mendapat julukan bapak bahasa Arab.

      Pengembangan aksara Arab berikutnya dilakukan pada masa pemerintahan Abdul Malik Bin Marwan, karena huruf-huruf yang bentuknya sama dan ejaannya berbeda seringkali masih membingungkan. Oleh karena itu Nasr Bin ‘Ashim dan Yahya Bin Ya’mar memberi tanda berupa garis pendek yang diletakkan di atas atau di bawah huruf. Namun penambahan garis juga menimbulkan kesulitan baru, dengan semakin banyaknya titik dan garis. Pengembangan selanjutnya dilakukan oleh al-Khalil Bin Ahmad, yang menyempurnakan tanda hamzah, tasydid, raum, dan isymam. Setelah berkembangnya ilmu tajwid pada masa Khalifah Abbasiyah, barulah tanda tajwid, tanda washal, atau waqaf dibubuhkan dalam Quran.

      Belum sempurnanya aksara Arab pada salinan-salinan mushaf yang disebar ke berbagai daerah mengakibatkan banyaknya versi bacaan pada Quran Utsman tersebut, sehingga pada tahun 322 H, Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid melakukan penertiban. Setelah membandingkan semua mushaf yang ada di tangannya, Ibn Mujahid memilih tujuh varian qiraat dari para tokoh qiraat ternama. Ketujuh mushaf versi Ibn Mujahid tersebut memberikan 14 kemungkinan qiraat karena masing-masing dari ketujuh mushaf itu bisa dilacak kepada dua perawi berbeda. Tapi, sebagian ulama menolak pilihan Ibn Mujahid dan menganggapnya telah semena-mena mengesampingkan versi-versi lain yang dianggap lebih sahih. Nuansa politik dan persaingan antara ulama pada saat itu memang sangat kental. Ini tercermin seperti dalam kasus Ibn Miqsam dan Ibn Shanabudh yang pandangannya dikesampingkan Ibn Mujahid karena adanya rivalitas di antara mereka, sehingga terjadilah inkuisisi (pengadilan agama) terhadap Ibn Miqsam dan Ibn Shanabudh.

      Bagaimanapun, reaksi para ulama tersebut tidak banyak berpengaruh. Sejarah membuktikan pandangan Ibn Mujahid yang didukung penguasa itulah yang kini diterima oleh banyak orang. Pada akhirnya 3 versi bertahan, versinya Warsh (812) milik Nafi dari Medina, Hafs (805) milik Asim dari Kufa, dan al-Duri (860) milik Abu Amr dari Basra. Di jaman sekarang, hanya tinggal 2 versi yang terus digunakan. Yaitu versi Asim dari Kufa lewat Hafs, yang diberikan ijin resmi dengan diadopsi sebagai Quran edisi Mesir tahun 1924, dan milik Nafi lewat Warsh, yang digunakan di bagian bagian benua Afrika selain Mesir.

      Pencetakan Quran di Mesir antara tahun 1923-1924 adalah upaya yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Quran sepanjang masa. Terbukti kemudian, Quran Edisi Mesir itu merupakan versi Quran yang paling banyak beredar dan digunakan oleh kaum Muslim. Keberhasilan penyebarluasan Quran Edisi Mesir tak terlepas dari unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa2 sebelumnya, kodifikasi dan standarisasi Quran versi Zaid jilid dua atau biasa disebut mushaf al-Imam adalah karya institusi yang didukung oleh penguasa politik.

      Apakah pengetahuan Zaid terhadap Quran lebih baik daripada para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib, Ibn Masud, ataupun Ubai bin Ka’b? Pemilihan Zaid bin Tsabit oleh Abu Bakar dan Utsman sebagai pemimpin pembukuan dan standarisasi Quran jelas tak lepas dari unsur politik, suka tidak suka dan loyalitas. Zaid dikenal loyal kepada Utsman, bahkan selepas kematian Utsman, ia tidak mau berbaiat atas kepemimpinan Ali. Sebaliknya, Ubai bin Ka’b sepaham dengan Ali bin Abi Thalib yang pada awalnya menolak berbaiat pada Abu Bakar. Sedangkan Ibn Masud seringkali berselisih dengan Utsman saat Utsman menjabat kekhalifahan.

      Apakah benar Zaid berhasil mengumpulkan seluruh Quran, mengingat Zaid pernah mendapatkan sebuah ayat yang hanya dihafal oleh satu orang? Bukankah kekhawatiran Umar jika ayat – ayat Quran hilang bersama tewasnya para qurra dalam peperangan sangat mungkin terjadi, sedangkan Quran versi Zaid tersebut diklaim hanya sepertiga dari Quran versi Ali bin Abi Thalib. Seperti juga ayat rajam yang diingat Umar dan Ubai bin Ka’b, namun tidak disertakan dalam Quran versi Zaid karena telah dinaskhkan. Atau pandangan sebagian golongan Muktazilah yang meragukan Quran versi Zaid karena bagi mereka, tidak mungkin wahyu yang mulia yang berasal dari “lauh mahfuzh” memuat hal-hal kotor seperti umpatan dan cacian kepada Abu Lahab, dsb.

      Umar bin Khattab pernah mengatakan; “Janganlah ada diantara kalian yang mengatakan bahwa ia mendapatkan seluruh Quran, karena bagamana ia tahu bahwa itu memang keseluruhannya? Banyak dari Quran telah hilang. Oleh karena itu, kalian harus mengatakan “Saya mendapatkan sebagian Quran yang ada” (16)

      • Keotentikan mushaf Utsmani dikuatkan dengan sanad, riwayat dari ribuan perawi Quran

      Apakah klaim Quran masa kini yang dikuatkan ribuan sanad memiliki nilai kebenaran? Sebelumnya harus dipilah, apakah sanad tersebut terkait matan dan susunan ayat dalam proses standarisasi yang dilakukan Zaid ibn Tsabit, atau terkait dengan sanad dari qiraat (bacaan)nya dalam standarisasi yang dilakukan Ibn Mujahid. Jika terkait matan dan susunan ayat, jelas kitab-kitab asbabun nuzul saja tidak mampu menyajikan riwayat semua ayat Quran. Terdapat sejarah yang hilang untuk menjelaskan beberapa ayat atau susunan ayat Quran. Apalagi begitu banyak versi Quran yang diklaim memiliki keotentikannya masing-masing yang justru memiliki isi dan susunan yang berbeda dengan mushaf Utsmani. Kita juga tidak bisa menemukan detail riwayat yang mengatakan bahwa ayat sekian ditempatkan setelah ayat ini dan sebagainya. Bahkan kitab-kitab yang menjelaskan secara rinci sejarah Quran seperti al-Itqan/al-Tahbîr (al-Suyuthi) pun tidak memuat detail penempatan ayat-ayat Quran.

      Hal yang sama juga terjadi pada qiraat mushaf Utsmani yang sanadnya diklaim tersambung hingga Muhammad. Jika matan dan susunan ayatnya saja sukar dibuktikan keotentikannya, apalagi ragam bacaannya. Pada kenyataannya sebelum Ibn Mujahid membakukan ketujuh varian qiraat, terdapat puluhan qiraat versi lain yang mengklaim sebagai versi paling mutawatir, namun lagi-lagi yang menentukan adalah persektif Ibn Mujahid yang didukung oleh penguasa saat itu.

      Pemilihan tujuh qiraat oleh Ibn Mujahid didasari beberapa riwayat bahwa Quran diturunkan dalam tujuh ahruf. Dengan demikian jika dilacak dari dua jalur perawi maka terdapat 14 kemungkinan varian bacaan. Belum lagi bacaan masyhur dari tiga imam qiraat (qiraat al-Thalath) yang juga dapat dilacak dari dua jalur perawi sebagai tambahan versi qiraat oleh para ulama karena kelemahan sanad 7 varian qiraat pilihan Ibn Mujahid. Jadi setidaknya para sarjana qiraat telah memilah 20 kemungkinan varian qiraat mushaf Utsmani dari sepuluh imam qiraat terkenal (qiraat al-Asyr al-Kubra). Dari sisi pelacakan riwayat, standarisasi qiraat ini terjadi kurang lebih 300 tahun setelah pembakuan mushaf jilid kedua oleh Zaid bin Tsabit, sehingga dari begitu banyaknya versi qiraat pada abad kesepuluh, otoritas Islam memilih dua puluh versi yang diperkirakan mendekati tujuh qiraat yang diajarkan Muhammad.

      Jika kita membaca biografi ketujuh imam qiraat tersebut akan terlihat bahwa mata rantai periwayatan yang bersifat mutawatir hanya berawal dari para imam kepada para perawi di bawahnya. Sementara kemutawatiran transmisi dari Muhammad kepada para imam tersebut nampak sangat meragukan dan dikategorikan sebagai periwayatan tunggal. Jadi klaim bahwa bacaan Quran Utsmani yang ada sekarang otentik dengan salah satu bacaan yang diajarkan Jibril kepada Muhammad adalah klaim kosong belaka, karena mata rantai perawinya tidak mencapai jumlah yang dibutuhkan untuk dipandang sebagai mutawatir, disisi lain justru terdapat qiraat qiraat yang rantai perawinya diklaim lebih jelas oleh sebagian ulama namun justru disisihkan oleh otoritas agama saat itu.

      Berbeda dengan kaum Sunni, kaum Syiah tidak mengakui adanya tujuh varian bacaan, melainkan hanya ada satu qiraat yang diajarkan Jibril kepada Muhammad. Jika kaum Sunni konsekwen dengan keyakinan bahwa Quran diturunkan dalam tujuh qiraat bukankah lebih baik jika dilakukan standarisasi ulang terhadap Quran qiraat Asim riwayat Hafs yang dominan beredar dewasa ini dengan menyebar enam versi Quran yang lain, sehingga dengan demikian golongan ini tidak menjadi bagian dari golongan yang ingkar sunnah. Namun apakah ini mungkin, mengingat telah punahnya banyak varian qiraat akibat kesewenang-wenangan otoritas agama dimasa lampau.

      • Penemuan Mushaf kuno (manuskrip) Quran membuktikan bahwa Quran lebih dijaga keotentikannya oleh Allah daripada kitab suci lainnya

      Seperti halnya Quran, kitab suci agama samawi lainnya seperti Yahudi dan Kristen juga memiliki sejarah kodifikasinya sendiri. Terdapat perbedaan perbedaan mendasar antara Quran dan Bible (Alkitab) sebagai sebuah kitab suci. Pertama, jika Quran dalam perspektif Islam dianggap sebagai kalam Allah, salinan dari Lauh Mahfuzh, kata demi kata, tidak demikian dengan Bible. Jika kita membaca buku buku sejarah Kristen, para pakar sependapat bahwa Bible adalah kumpulan kitab yang ditulis oleh berbagai penulis yang diilhami oleh Allah. Bible bukanlah kitab yang jatuh dari langit, sehingga isi, susunan, dan redaksional masing masing kitab tergantung pemikiran si penulis. Disisi lain, menurut perspektif Kristen, Kalam Allah tidak nuzul dalam bentuk bahasa dan tulisan dan menjadi sebuah kitab, namun Kalam Allah atau Firman itu nuzul sebagai seorang manusia, yaitu Isa Almasih. Jadi dalam pandangan orang Kristen Isa tidak pernah sekalipun membawa kitab bernama Injil, karena Isa sendirilah kalam Allah, Injil adalah kabar baik mengenai Isa, Firman Allah yang menjadi manusia.

      Perbedaan kedua adalah jumlah penulis, rentang waktu penulisan, dan jumlah bahasa. Jika Quran hanya berasal dari satu orang yaitu Muhammad, dalam satu jaman, dan hanya satu bahasa, maka Bible ditulis setidaknya oleh 40 orang, dalam rentang penulisan ribuan tahun, dan ditulis dalam 3 bahasa berbeda, Aram, Ibrani, dan Yunani. Besarnya perbedaan ini mengakibatkan kompleksitas penafsiran dari Bible, dibandingkan Quran yang lebih sederhana.

      Dalam Quran terdapat banyak ayat yang ditafsirkan sebagai dalil berubah dan diubahnya Taurat dan Injil (Bible). Meski demikian Quran sendiri tidak memberikan informasi mengenai bagian mana yang diubah dan siapakah yang merubah, sehingga hal ini memberi celah bagi sebagian kalangan untuk berspekulasi mengenai sebab dan siapa yang telah merubah Bible, dan yang paling sering menjadi tertuduh adalah Paulus dan pihak gereja Romawi. Namun ketika tuduhan ini diuji dengan membandingkan salinan salinan Bible Kuno dengan Bible masa kini, meski terdapat perbedaan tekstual namun bukanlah merupakan perbedaan signifikan.

      Dead Sea Scrolls (17) misalnya, atau Naskah Laut Mati, yaitu naskah naskah kuno Bible dari gua Qumran bertarikh 300 tahun sebelum masehi, menunjukkan bahwa hampir 2300 tahun naskah Bible tetap terjaga keotentikannya, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam matan ayatnya. Sebagaimana Quran yang mengandung banyak perbedaan bacaan dalam berbagai mushafnya, Bible sebagai kitab yang lebih kuno juga mengalami hal yang sama. Perbedaan antara beberapa mushaf dalam Bible disebabkan oleh proses penyalinan yang hanya ditulis dengan tangan yang membutuhkan waktu lama dalam prosesnya, dan ongkos yang mahal untuk ukuran dijaman itu.

      Contoh varian bacaan Bible misalnya terdapat dalam Lukas 2:21, disatu naskah ditulis dengan kata “digenapi”, satu naskah lain ditulis dengan “diselesaikan”, dan naskah lainnya ditulis “dilengkapi”. Karena Bible, khususnya Perjanjian Baru adalah dokumen kuno yang paling banyak salinan naskahnya, lebih dari 25.000 salinan yang terdiri dari ratusan ribu lembar dan naskah naskah tulisan tangan tersebut tetap terlestarikan hingga saat ini, sehingga para pakar Bible dapat mengidentifikasi ribuan variasi bacaan antar manuskrip tersebut. Namun dalam prakteknya, perbedaan varian bacaan antar manuskrip Bible tidak memiliki pengaruh apapun dalam dalam doktrin keagamaan (18).

      Dalam konsep yang sedikit berbeda, varian bacaan juga menjadi masalah dalam sejarah standarisasi Quran. Dalam Islam perbedaan qiraat membawa pengaruh dalam praktek keagamaan, misalnya perbedaan qiraat dalam surat al Baqarah 5 tentang sholat, qiraat Ashim riwayat Syu‘bah membacanya wa arjulikum, sedangkan qiraat Ashim riwayat Hafs membacanya wa arjulakum. Bacaan pertama bermakna bahwa dalam berwudhu kaki hanya wajib diusap dengan air, seperti pengusapan pada kepala, yang menjadi pandangan golongan Syiah. Sedangkan bacaan kedua mengharuskan kaki dibasuh, seperti membasuh muka dan tangan, yang merupakan pandangan mayoritas kalangan Sunni.

      Dalam mushaf Utsmani, perbedaan bacaan seperti ini eksis disemua qiraat dari sepuluh imam qiraat terkenal (qiraat al-Asyr al-Kubra), belum lagi varian qiraat lain yang dengan semena-mena disingkirkan oleh otoritas agama pada masa lalu. Pada masa kini tinggal 2 versi Quran yang beredar dimasyarakat umum, yaitu versi Hafs yang diedarkan secara luas dan versi Warsh yang hanya beredar disebagian Afrika Utara. Contoh perbedaan bacaan antara versi Hafs dan Warsh dapat dilihat misalnya di situs qurantext (19).

      Selain perbedaan qiraat antar versi dalam mushaf Utsmani, penemuan Quran lain diluar mushaf Utsmani semakin menambah pengetahuan kita mengenai banyaknya perbedaan dalam berbagai versi Quran. Misalnya penemuan mushaf Quran di masjid Sanaa (20), di Yaman, yang jika diperbandingkan dengan mushaf Utsmani terdapat berbagai perbedaan, bukan hanya perbedaan qiraat, namun juga perbedaan kata, kalimat dan jumlah ayat. Quran Sanaa adalah sebuah palimpsest yaitu mushaf yang dituliskan di atas bahan yang sebelumnya sudah pernah ditulisi tulisan lain kemudian dicuci / dihilangkan tulisan lamanya. Jadi mushaf Sanaa terdiri dari dua tulisan Quran, tulisan bawah, yaitu tulisan Quran yang lama, yang terlihat remang-remang dan tulisan atas, yaitu tulisan baru yang menimpa tulisan lama, yang terlihat jelas dengan mata telanjang. Mushaf ini ditulis menggunakan huruf Arab gundul, tulisan atas menurut beberapa ahli meski tidak identik, serupa dengan mushaf Utsmani, sedangkan tulisan bawah, tulisan yang lebih awal adalah quran versi lain yang berbeda dengan mushaf Utsmani yang seringkali dikaitkan dengan mushaf Abdullah bin Masud atau Ubai bin Ka’b.

      Penelitian radiokarbon terhadap tulisan bawah menunjukkan 75% kemungkinan bahwa mushaf tersebut berasal sebelum masa kekalifahan Utsman, sehingga menurut para ahli, meskipun bukan mushaf yang utuh, Quran Sanaa adalah mushaf pra Utsmani atau manuskrip Quran tertua didunia yang masih eksis, dibandingkan mushaf lain, seperti mushaf Birmingham, Samarkand, atau Topkapi. Sadeghi and Goudarzi dalam penelitiannya memberikan beberapa contoh perbedaan Quran Sanaa dengan Quran Mesir yang beredar dewasa ini, yang dapat kita lihat dalam situs Qurantext (21).

      Elisabeth Puin di tahun 2009 menerbitkan hasil penelitiannya terhadap Quran Sanaa menyatakan bahwa terdapat banyak koreksi teks baik itu pada tulisan atas ataupun tulisan bawah, sehingga jika kita cermati terdapat empat kemungkinan versi Quran dalam mushaf Sanaa, tulisan bawah, sesudah dan sebelum koreksinya, serta tulisan atas dan koreksinya. Koreksi koreksi atas mushaf Sanaa ini bukan sebatas kesalahan penyalinan, namun merupakan penggantian kata atau kalimat. Karenanya Elisabeth menyatakan bahwa Quran adalah teks yang dibentuk melalui beberapa tahap pengembangan, bukan suatu teks final yang sudah terbentuk dijaman Muhammad. Pernyataan Elisabeth tersebut pada dasarnya sesuai dengan pendapat para sarjana muslim mengenai kodifikasi Quran.

      Quran Sanaa adalah bukti fisik terhadap berbagai riwayat yang menyatakan bahwa terdapat beberapa versi Quran pada dekade awal lahirnya Islam. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pernyataan mengenai tradisi lisan dari berbagai perawi dapat dijadikan bukti keotentikan Quran, adalah pernyataan kosong belaka. Contohnya jika hal tersebut ditujukan pada mushaf Sanaa, maka klaim kemutawatiran riwayat tersebut dapat dikenakan baik pada tulisan atas ataupun tulisan bawah. Lalu versi manakah dari Quran Sanaa yang benar benar identik dengan 7 versi Quran yang diturunkan pada Muhammad? Lagi lagi pernyataan mengenai tidak adanya tahrif Quran, adalah self proclaim Quran sendiri, hal yang tidak bisa dibuktikan secara keilmuan, namun wajar dalam doktrinisasi keagamaan.

      Jika ditelaah secara mendalam ungkapan ungkapan mengenai keajaiban dan mujizat Quran, tantangan membuat ayat serupa Quran atau mengenai tidak berubahnya Quran hanya ungkapan sebatas angan angan keagamaan, sebagai bagian dari propaganda agama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahasa Quran identik dengan karya karya sastra Arab pada masa pra Islam, meski Quran seringkali diklaim sebagai kiblat tatabahasa Arab, namun jika dicermati justru terdapat banyak kesalahan tatabahasa didalamnya, hal tersebut akan dibahas diartikel lain di situs ini. Banyak kata dalam Quran yang merupakan serapan dari bahasa asing, khususnya dari bahasa Habasyah dan Yunani, yang akar katanya tidak ditemukan dalam bahasa rumpun semitik.

      Quran bukan hanya produk agama, namun juga adalah produk politik. Sejarah mencatat bahwa peranan penguasa dominan dalam pembentukan Quran, penyusunannya dilakukan saat Islam tengah gencar menaklukkan dan menjajah wilayah disekitar Arabia. Ayat Quran adalah pengobar semangat pasukan muslim untuk rela mati dalam menaklukan kaum ahlul kitab dan membunuh para kafir dengan janji janji harta rampasan dan bidadari surgawi. Dimasa kini, Quran masih saja menjadi landasan kekerasan dengan alasan membela Allah, entah itu terorisme, bom bunuh diri, ataupun separatis Islam. Meski sebagian muslim menyangkal ajaran kekerasan dalam Quran dengan membuat tafsir tafsir baru mengenai damainya Islam, namun kenyataan berkata sebaliknya, dimana para muslim kaffah seperti Amrozi, Imam Samudra atau teroris-teroris Islam lainnya justru menunjukkan ajaran Quran yang sesungguhnya, dengan mengikuti pola yang sama yang dilakukan penguasa Islam dimasa lalu. Dalam hal ini

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,…..
        manusia itu hanya mau menghafal kitab suci Al-qur’an saja yang lain ogah,….karena Al-qur’an itu murni wahyu Allah tuhan pencipta,…..

  13. @Sitikhadijah,….
    seluruh pengetahuan islam harus berdasarkan kitab suci Al-qur’an dan hadis rasul dan semua itu bersumber dari Allah tuhan pencipta alam,….dan jangan dihubungkan dengan sejarah karena sejarah hanya untuk di sekolah saja,…kalau ada kesama’an dengan kitab taurat,..zabur dan injil,…itu karena sumbernya sama-sama berasal dari Allah tuhan alam semesta,….PAHAM,…..?

    1. Bro bro siapa bilang quran hebat wong quran yang anda baca sekarang saja itu sudah palsu terbukti itu hasil standarisasi tahun 1924 oleh para theolog islam yang di biayai oleh pemerintahan arab saudi di mesir waktu itu berdasarkan hafalan klaim… Putar otak donk masak bahasa arab yang sudah ribuan tahun tidak mengalami perubahan bahasa… Trus yang tidak standar atau sesuai di bakar sesuai hadits…. Kok bisa Firman allah swt di bakar bro….
      Bro quran kalian itu mengandung dongeng mana ada hebatnya quran kalian sbab muhammad sendiri belajar Alkutan dari waraqah paman dari siti khadijah yang beragama Kristen yang sesat bro makanya muhammad mu belajarnya saja salah dan sdh pasti nggak ngerti apa apa soal adat budaya Yahudi bro….
      Yang lucu umat muslim nggak bisa bedakan mana nabi mana raja sbab tidak tahu silsilah israel dan suku suku israel yang TUHAN tunjukk utk keturunan suku mana yang akan lahir para nabi dan suku israel mana yang akan lahir para raja…. Lebih menyedihkan kok bisa quran masukkan bapaknya Rasul Yohanes Pembabtis yaitu salah satu imam yahudi yaitu Zakharia yang kalian sebut nabi padahal dia seorang imam yamg mengajar di Bait Allah kalian sebut nabi dari mana sejarahnya tuh bro dan Rasul Yohanes Pembabtis anaknya yang kalian sebut nabi Yahya dari mana tuh asalnya oadahal Rasul itu yang lahir duluan utk membuka jalan buat Tuhan Yesus makanya dia lahir duluan dan dialah yang membabtis Tuhan Yesus bro…. Kasihan
      Yang kedua kalian para muslim goblok nggak bisa bedakan mana raja mana nabi sudah jelas jelas bahwa Raja Daud dan Raja Salomo anaknya itu adalah raja bukan nabi sbab yang menobatkan mereka menjadi raja atas israel itu adalah TUHAN melalui nabiNya…. Karna hukum dan pernyataan ALLAH atas bangsa israel jelas bahwa semua nabi nabi israel akan lahir dari keturunan suku Lewi sama seperti nabi Musa dan nabi nabi besar lainnya seperti juga Yeremia, Elia, Amos dll sedangan utk raja raja akan lahir dari keturunan Yehuda bro jadi mana ada Yehuda akan lahir nabi… Ingat TUHAN YHWE tidak pelupa seperti allah swt…. Oke bro……
      Ini saya tunjukkan ayat Alkitab yang sangat indah bunyinya dan quran kalian tidak ada yang seperti ini bro… 😊😊😊

      Mazmur 23:1-6 (TB). TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
      Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
      Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
      Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
      Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
      Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

      Satu lagi bro yang akan menghakimi umat manusia ialah Yesus Kristus sendiri sbab itu sesuai janjinya Aku akan datang utk menjemput kamu yang percaya dan mengasihi AKU sbab AKU pergi utk menyediakan tempat bagimu di dalam kerjaanKU yaitu kerajaan ALLAH bro makanya Alkitab mengajarkan Keselamatan dan Kerjaan ALLAH bukan quran sorga neraka emang segampang itukah hanya menjalankan kewajiban agama, mengumpulkan pahala dan berbuat baik pasti masuk sorga…. Bukan bro karna hakikat Keselamatan itu lebih melihat Citra manusia di hadapan ALLAH itu sendiri melalui rencana dan karya penyelamatan ALLAH bro… Oke 😊😊😊Satu lagi bro yang akan menghakimi umat manusia ialah Yesus Kristus sendiri sbab itu sesuai janjinya Aku akan datang utk menjemput kamu yang percaya dan mengasihi AKU sbab AKU pergi utk menyediakan tempat bagimu di dalam kerjaanKU yaitu kerajaan ALLAH bro makanya Alkitab mengajarkan Keselamatan dan Kerjaan ALLAH bukan quran sorga neraka emang segampang itukah hanya menjalankan kewajiban agama, mengumpulkan pahala dan berbuat baik pasti masuk sorga…. Bukan bro karna hakikat Keselamatan itu lebih melihat Citra manusia di hadapan ALLAH itu sendiri melalui rencana dan karya penyelamatan ALLAH bro… Oke 😊😊😊

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,….
        percuma saja kalimatmu sepanjang jalan,…buktikan saja kalau ada yang mau menghafal Injil,…seperti halnya menghafal kitab suci Al-qur’an,…..dan nabi Muhamad itu namanya selalu di ingat oleh umatnya di sebut dan di ucapkan setiap hari sepanjang jaman dan tidak ada manusia seperti itu,…walaupun sampai kiamat nanti,….hanya saja kamu mengikuti sejarah yang membuatmu bodoh,…..karena sejarah yang kau pakai merupakan hasil konspirasi yang di buat oleh setan,…..

      2. @Elvis Sanpara Sanjar,….
        kalau mau tau kehebatan Al-qur’an,….coba saja bandingkan dengan semua kitab yang ada di dunia ini pastilah kitab suci Al-qur’an lah yang paling unggul,…mau bukti,…coba ayat yang kamu paling andalkan kamu baca dengan pengeras suara seperti hal nya Al-qur’an biar orang banyak yang menilai,…pasti ayat mu tidak akan lebih unggul,…

  14. KOK PAK IMAM TAK TAHU bhw di seluruh Quran Allah swt tak pernah berkata kpd Muhammad diabad ke-7 di Arabia: “AKULAH ALLAH”. Jadi dari mana datangnya pengetahuan Mhd akan nama Allah-nya? Tentu jiplakan, bukan?
    Dan benarlah, anda telah menunjukkan ayatnya: “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku.”
    (QS. Ta-Ha 20: Ayat 14). HA-HA-HA! Lihat beberapa ayat2 sebelumnya… Itu ayat adalah jiplakan dari Alkitab, yaitu pernyataan Tuhannya nabi Musa tatkala Musa berjumpa dg Tuhannya yang berseru dari semak belukar yang menyala. Disitu Tuhannya Musa berkata dlm
    teks asli Alkitab Ibrani: “YAHWEH…itulah nama-Ku selama-lamanya”. “Aku-lah YAHWEH” (Kel.3:15, 6:1).
    Tapi dalam retelling story-nya di Quran, Mhd ubah menjadi: “Hai Musa…“Aku adalah ALLAH”, maka masuklah nama ALLAH mulus dan ‘SAH’ sbg nama Tuhannya Islam… Faham?
    TOLONG PAK IMAM TANYAKAN SAMA IMAM2 AGUNG KALIAN:
    ” Nama Allah mulai pertamakali muncul di Quran itu di Surat dan ayat berapa, ya?
    Kok tiba2 Muhammad bisa memakai nama tsb tanpa Allah yg perkenalkan nama Nya sendiri kpd nabi-ArabNya? Semuanya hanya jiplakan. Dg mengatas namakan Jibril dan Allah yg fiktif. Paham?

    1. ” Nama Allah mulai pertamakali muncul di Quran itu di Surat dan ayat berapa, ya?
      Kok tiba2 Muhammad bisa memakai nama tsb tanpa Allah yg perkenalkan nama Nya sendiri kpd nabi-ArabNya? Semuanya hanya jiplakan?
      TENTU JIPLAKAN DARI “ALLAH”NYA ORANG2 QURAISY BERHALA (yg sdh ada jauh sebelum Mhd ada), ATAU DARI PLINTIRAN ALKITAB, BUKAN?

  15. Yesus bukanlah Tuhan,…karena Allah telah menjelaskan secara akal-fikiran,….terbukti Dia bisa di salib dan di aniaya dan tidak maha kuasa dalam menjalani takdirnya juga di dalam kitab suci Al-qur’an telah di jelaskan secara terang benderang dalam firman Allah tuhan semesta alam,….

    1. Allah SWT berfirman:

      اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ ۚ
      innahuu laqoulu rosuuling kariim

      “Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,”
      (QS. Al-Haqqah 69: Ayat 40)

      1. Allah SWT berfirman:

        اِنَّنِيْۤ اَنَاۡ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَاعْبُدْنِيْ  ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
        innaniii anallohu laaa ilaaha illaaa ana fa’budnii wa aqimish-sholaata lizikrii

        “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku.”
        (QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)

      2. PERBEDAAN MENDASAR AL KITAB DENGAN AL QURAN
        May 20, 2015
        Tahukah anda perbedaan mendasar antara Al kitab dengan Al quran?

        Pada banyak tulisan tulisan nan islami, salah satu perbedaan mendasar antara Al kitab dengan Al quran: saya kutipkan tulisan yang saya ambil dari salah satu pendapat Islamis sebagai berikut :

        ALKITAB

        Allah tidak pernah menurunkan perintah kepada para Nabi Alkitab untuk menulis hasil pembicaraan diriNya dengan para Nabi Alkitab (ayat Alkitab) di dalam media apapun.
        Oleh karena itu pun para Nabi (baik Nabi-Nabi Perjanjian Lama mau pun Perjanjian Baru) itu tidak pernah menulis ayat-ayat Alkitab.
        Maka dengan demikian, terjadi penulisan Alkitab dilakukan oleh orang-orang yang sampai sekarang pun dunia tidak mengetahuinya. Sampai sekarang, Dunia tidak pernah mengetahui siapa yang menulis ayat-ayat Alkitab tersebut.
        Dan pada akhirnya, penulisan ayat-ayat Alkitab itu pun terjadinya ratusan tahun setelah wafatnya Nabi-Nabi Tuhan.
        Setelah menjadi TERTULIS dan berbentuk kitabsuci, Alkitab mendapat perlakuan yang amat keji, di mana mushaf Alkitab ini di-eksklusif-kan, yaitu bahwa hanya orang tertentu dan sedikit orang yang diijinkan untuk menyentuh mushaf Alkitab ini. Demikian juga, hanya orang-orang dengan ijin khusus saja yang diperbolehkan melantunkan ayat-ayat Alkitab ini. Manusia awam SUNGGUH TERLARANG untuk memegang dan melantunkan ayat-ayat dari Alkitab. Singkat kata, sirkulasi mushaf Alkitab terbatas di kalangan kuil saja. Kenyataan ini, tentunya membawa konsekwensi logis lainnya yaitu munculnya peluang besar untuk terjadinya korupsi atau pun pemelintiran ayat / ajaran. Sempitnya sirkulasi akan selalu berarti telah TERJADI KETIDAK-TRANSPARAN atas suatu objek yang nilainya hanya dilihat dari keotentikannya.
        AL QURAN

        Ketika Allah menurunkan firmanNya kepada Nabi Muhammad Saw, Allah juga menurunkan perintah kepada Nabi Muhammad untuk menuliskan ayat tersebut ke atas media mana saja. Allah sendirilah Yang perintahkan Nabi Muhammad saw untuk menuliskan ayat-ayat Alquran, disaksikan oleh para sahabat. Dunia pun mengakui hal itu.
        Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw sendirilah yang menulis ayat-ayat Alquran. Sejarah pun mengakuinya. Itulah sebabnya Muhammad mempunyai sekretaris untuk menuliskan ayat-ayat Alquran.
        Maka dengan demikian, yang menulis semua ayat Alquran, adalah orang-orang / nama-nama yang kita semua mengetahuinya. Mereka adalah Nabi Muhammad sendiri, dan para sahabatnya.
        Terakhir, jelaslah, bahwa Alquran itu sendiri ditulis pada masa kenabian Muhammad sendiri, bukan ratusan tahun setelah wafatnya sang Nabi Muhammad saw ….
        Dan setelah Alquran menjadi suatu benda visual berbentuk mushaf, Alquran segera memiliki sirkulasi yang luas. Alquran tidak saja dikhususkan untuk satu kelompok sosial saja, melainkan dicairkan kepada semua lapisan masyarakat. Di luar itu, semua umat kala itu memang sudah di-desain untuk menghafal seluruh surah di dalam Alquran.Kenyataan ini, pada akhirnya membuat Alquran tidak dapat dikorupsi atau dipelintir oleh siapa pun, karena ayat demi ayat sudah dihafal oleh ribuan manusia. Artinya, setiap manusia penghafal ini secara alamiah akan bertindak sebagai PENGKOREKSI jika terdapat ayat yang tidak semestinya berada di sana.
        Artikel artikel semacam tersebut di atas memang sangat populer dikalangan Islam. Bagaimana membuat perbandingan dengan ukuran yang telah ditetapkan dahulu sebagai kesimpulan, tentu dengan klaim bahwa AL QURAN PASTI BENAR KARENA AL QURAN MENGATAKAN BAHWA AL QURAN PASTI BENAR.

        Sayangnya, pada kebanyakan artikel Islamis yang menyimpulkan sesuatu berdasarkan klaim malah menjadi peluru makan tuan.

        Mari kita lihat sepintas point point tersebut dengan sudut pandang berdasarkan klaim Islam itu sendiri:

        Ketika Allah menurunkan firmanNya kepada Nabi Muhammad Saw, Allah juga menurunkan perintah kepada Nabi Muhammad untuk menuliskan ayat tersebut ke atas media mana saja. Allah sendirilah Yang perintahkan Nabi Muhammad saw untuk menuliskan ayat-ayat Alquran, disaksikan oleh para sahabat. Dunia pun mengakui hal itu.

        Sayangnya Musa menerima langsung 2 loh batu yang berisi HUKUM TAURAT dari Tuhannya, tentu bukan dari ALLOW SWT, tuhan negeri mekah yang berumah di kahbah, sembahan Abdullah dan nenek moyangnya itu!!!

        Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw sendirilah yang menulis ayat-ayat Alquran. Sejarah pun mengakuinya. Itulah sebabnya Muhammad mempunyai sekretaris untuk menuliskan ayat-ayat Alquran.

        Padahal salah satu bukti bahwa AL QURAN adalah wahyu suci, karena KLAIM bahwa Muhammad buta huruf!!!!

        Dan tahukah anda bahwa sekretaris yang menuliskan ayat ayat Al quran tersebut akhirnya dibunuh karena membuka rahasia ILAHI???!!!!

        Maka dengan demikian, yang menulis semua ayat Alquran, adalah orang-orang / nama-nama yang kita semua mengetahuinya. Mereka adalah Nabi Muhammad sendiri, dan para sahabatnya.

        Tahukah anda sebab timbulnya ayat Hijab?

        Umar sendiri mengatakan bahwa dia berkontribusi dalam menurunkan ayat ayat al quran, termasuk ketika dia selalu memergoki Saodah kalau lagi berak!!!!!!

        Terakhir, jelaslah, bahwa Alquran itu sendiri ditulis pada masa kenabian Muhammad sendiri, bukan ratusan tahun setelah wafatnya sang Nabi Muhammad saw ….

        Hadist sendiri menjelaskan bagaimana Al quran di tulis setelah Muhammad mati dan tahukah anda bahwa hal tersebut juga menjadi salah satu pemicu KETUURNAN MUHAMMAD saling bunuh bunuhan dengan para pengikut sahabat sahabatnya?????!!!!!

        Dan setelah Alquran menjadi suatu benda visual berbentuk mushaf, Alquran segera memiliki sirkulasi yang luas. Alquran tidak saja dikhususkan untuk satu kelompok sosial saja, melainkan dicairkan kepada semua lapisan masyarakat. Di luar itu, semua umat kala itu memang sudah di-desain untuk menghafal seluruh surah di dalam Alquran.Kenyataan ini, pada akhirnya membuat Alquran tidak dapat dikorupsi atau dipelintir oleh siapa pun, karena ayat demi ayat sudah dihafal oleh ribuan manusia. Artinya, setiap manusia penghafal ini secara alamiah akan bertindak sebagai PENGKOREKSI jika terdapat ayat yang tidak semestinya berada di sana.

        Kenyataannya memang Al quran tidak mungkin dipelintir, karena sudah terlanjur basah memasukkan kisah dongeng seperti legenda tujuh penidur, dongeng dongeng targum Ester, terlebih lagi kisah pengembara yang agung, yang juga DIKLAIM sebagai wahyu suci karena kebodohan sang ALLOW SWT yang terindikasi ternyata seorang buta huruf.

        Memang ALKITAB berbeda secara mendasar dengan AL QURAN, karena apa yang disampaikan ALKITAB secara keseluruhan, bertolak belakang dengan apa yang disampaikan AL QURAN secara keseluruhan.

        Tahukah anda bahwa ALKITAB mengatakan BAPA SEGALA DUSTA ADALAH IBLIS?

        Tahukah anda bahwa ALQURAN mengatakan RAJA DUSTA ADALAH ALLOW SWT?

        Kalau anda belum tahu, cari tahulah segera.

        Kalau anda sudah tahu, tentu anda mengerti PERBEDAAN MENDASAR AL KITAB DENGAN AL QURAN

      3. AL QURAN FIRMAN SANG PENCIPTA????!!!!

        Al quran itu sangat HEBAT KLAIMNYA, tapi harap diperhatikan baik baik apa yang diklaimnya, karena pada satu ayat yang sama, KLAIM dan PERNYATAAN bertentangan di dalamnya:

        QS 6 : 101

        بَدِيۡعُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ اَنّٰى يَكُوۡنُ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَمۡ تَكُنۡ لَّهٗ صَاحِبَةٌ‌ ؕ وَخَلَقَ كُلَّ شَىۡءٍ‌ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ‏

        Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

        Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:
        “Al-Qur’an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas”

        Bertolak dari tulisan di atas, dapatkan dikatakan Al-Quran (QS. 6 Al-An’aam:101) itu sebagai firman Allah? 🙄

        Adakah Allah yang berkuasa menciptakan Langit dan Bumi dengan segala isinya tetapi “KEBINGUNGAN” sendiri untuk dapat mempunyai anak tanpa seorang istri?

        Tanya kenapa???

    2. KONYOLNYA AL QURAN< KLAIM DAN TUDUHAN TANPA DASAR

      Pernah dengar total football? Konsep permainan sepakbola yang dikembangkan oleh Rinus Michels, dimana semua pemain dapat berganti posisi untuk menekan posisi lawan.

      Lain total football, lain lagi dengan Al quran. Al quran dikembangkan oleh Muhammad dengan klaim berasal dari surga antah berantah, wahyu suci yang diterimanya dari Jibril yang mencekik dan menindisnya di gua hira, gua gelap gulita tempat setan setan dan hantu hantu selalu berada.

      Al quran selalu berubah posisi, putar sana putar sini, kelit sana kelit sini, tuduh sana tuduh sini, tentu tanpa aturan, tanpa dasar pijakan, kecuali hanya bualan kosong sebagai alat untuk menekan dan bertahan dari kebohongan dan akal licik pengarangnya.

      Tuduhan dan klaim adalah senjata pamungkas Al quran, tidak perduli apakah itu rasional atau tidak, terlebih lagi tanda alasan dan dukungan bukti yang bisa ditunjukkan, kecuali tipu muslihat yang membingungkan sekaligus sihir yang mempesonakan bagi para muslim yang menyakininya.

      5:48 Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

      KEKONYOLAN :

      Apa yang dibenarkan dari kitab kitab sebelumnya?

      Kebenaran apa yang dimaksudkan?

      Apa yang diperselisihkan?

      2:58 Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”.

      2:59 Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu azab dari langit, karena mereka berbuat fasik.

      KEKONYOLAN

      Perintah apa yang diganti?

      Azab apa yang ditimpakan dari langit?

      3:71 Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?

      KEKONYOLAN

      haq dan bathil apa yang dicampur adukkan?

      Kebenaran apa yang disempunyikan?

      Ap ayang diketahui ahli kitsb?”

      2:144 Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

      KEKONYOLAN

      Masjidil haram itu ada tahun berapa?

      2:148 Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

      KEKONYOLAN

      Berapa banyak umat di dunia ini dan dimana saja kiblat kiblatnya?

      6:91 Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

      KEKONYOLAN

      Bagaimana 2 loh batu dijadikan lembaran kertas?

      Ada banyak lagi kekonyolan al quran yang “meminjam istilah” bagaikan laut tak bertepi. Benar benar KONYOL, yang menjadikan para muslim bingung sekaligus terpesona, karena OTAKNYA sudah tidak bisa digunakan untuk berpikir, kecuali terkena mantra mantra sihir AL QURAN.

      1. ANDA KALAU BICARA SILAKAN DIJAGA!!!!!!!!!!! ANDA PIKIR ANDA TAHU SEGALANYA?!!!! BAIK SAYA ATAU ANDA, KETIKA NANTI MENINGGAL DUNIA CUMA AKAN ADA DIDALAM TANAH. SEMOGA ANDA BISA SADAR SEBELUM TERLAMBAT!!!! AL-QUR’AN ADALAH BENAR DAN PALING BENAR. ANDA KALAU MAU PAKAI LOGIKA GAK AKAN SAMPAI KARENA ANDA NGGAK SEPINTAR YANG ANDA KIRA UNTUK MENDEFINISIKAN AL-QURAN. JANGAN SOK PINTAR!! INGAT TANGGUNGAN SETELAH ANDA *MATI*

    3. PERANAN KABAH DALAM AGAMA JIN DI ARAB

      Kutipan tulisan tulisan dari Dr. Rafat Amari akan membawa anda kepada pemahaman bagaimana Muhammad sebagai DUKUN/KAHIN yang sukses menjadi NABI ISLAM, satu satunya manusia yang mengaku NABI KETURUNAN IBLIS, alias nabi para JIN !!!!!!!!

      PERANAN KUIL DI MEKAH DALAM AGAMA JIN DI JAZIRAH ARAB
      By Dr. Rafat Amari

      Kaabah adalah sebuah kuil tempat diletakkannya kedua tugu Asaf dan Naelah, Kuhhan [pendeta/dukun] terkenal agama jin. Ibadah haji dimulai disana dan diteruskan ke tugu2 jin Angin. Tiruan tugu2 Asaf dan Naelah ditempatkan di atas bukit2 Safa dan Marwa. Tidak seorangpun yang tidak mengetahui peranan kuil di Mekah sebagai sebuah tempat pemujaan bagi agama jin, sebagaimana juga menjadi sebuah tempat pemujaan Keluarga Bintang jazirah Arab.

      Elemen lain yang membantu kita memahami peranan kuil Mekah adalah bahwa ia menyatukan kedua agama utama jazirah Arab: agama jin dan agama Keluarga Bintang. Dalam agama Keluarga Bintang, Allah adalah bintang terbesar. Istrinya adalah matahari, dan putri2nya adalah Manat dan al-‘Uzza, masing2 melambangkan sebuah planet. Para Kuhhan yang mewakili agama jin bagi orang2 Arab yang menganut agama2 pagan lainnya, seperti penyembahan Keluarga Bintang jazirah Arab, diterima oleh masyarakat yang menganggap para Kuhhan sebagai dewa2. Suku Quraish menganggap iblis – nama lain setan – dan Allah adalah saling bersaudara. [1] Mereka mengatakan bahwa di antara Allah dan jin, ada suatu hubungan yang agung.[2] Mereka mempercayai bahwa para malaikat adalah putri2 Allah, dan bahwa ibu2 dari para malaikat adalah putri2 dari “Tuhannya jin.” [3] Kaum Jin dilihat sebagai lebih hebat dari para malaikat. Orang2 Arab pagan memberikan posisi yang ditinggikan bagi kaum jin karena mereka percaya kaum jin berada dalam hubungan dan kesamaan dengan Allah. Karena kaum jin menggantikan para malaikat, mereka meninggalkan sidik jari mereka pada Quran.

      Jin-setan menggantikan Para Malaikat dalam Quran, seperti Mereka menggantikan Para Malaikat dalam literatur dan Syair Agama Jin jazirah Arab

      Quran melambangkan sebuah literatur Arab yang dikembangkan sebelum Muhammed; suatu literature pekerjaan2 akreditasi artistic bagi kaum jin.[4] Dalam Quran, kita menemukan kekuatan agama jin jazirah Arab. Kita melihat setan2 sebagai pekerja2 cerdas bagi Sulaiman dalam Surah al-Anbiya’. Dikutip dari Surah 21, ayat 81 dan 82:

      Bagi Sulaiman, angin yang berhembus kencang dengan perintahnya menuju daratan yang Kami berkahi, karena kami sungguh mengetahui segalanya. Dan di antara setan2 ada yang menyelam ke dalam lautan baginya, dan melakukan pekerjaan2 lainnya, dan kami melindungi mereka.

      Ayat 81 merujuk kepada Sulaiman yang mengklaim bahwa dia mempunyai angin sebagai pembantunya. Di bawah perintahnya, angin akan pergi ke daratan yang diberkahi Allah, disebut Harran/Haran, sebagaimana yang kita pahami dari sumber2 lainnya. Sang angin sebagai pembantu dewa2 yang hebat dan raja2 kudus adalah suatu premis umum dalam agama2 kuno Timur Tengah.

      Al-Sabuni, seorang komentator modern di Arab Saudi, memberikan komentar atas ayat 82:

      Kaum setan menyelam bagi Sulaiman, ke dalam lautan untuk mendapatkan permata2 dan mutiara2. Mereka membangunkan bangunan yang hebat bagi Sulaiman, termasuk membangunkan istana2nya.

      Kaum setan digambarkan dalam Quran sebagai agen yang sangat berguna bagi Sulaiman dan para nabi. Mereka digambarkan sebagai agen yang benar yang berasal dari Tuhan, yang Tuhan tempatkan sebagai pelayanan bagi Sulaiman.[5] Ajaran ini berasal dari agama jin yang meninggikan kaum setan di mata orang2 Arab sehingga kam setan akan menjadi dihormati dan disembah. Ayat2 Quran ini menyatakan secara tidak langsung sebuah hubungan antara Tuhan dalam Perjanjian Lama dan setan2, pada suatu titik bahwa Tuhan akan melindungi mereka.

      Ayat2 lain dari Quran juga menunjukkan pengaruh agama jin terhadap Quran. Surah 38, disebut Surat S’ad/Shaad, dalam ayat 37-39, ditujukan bagi Sulaiman: “Kaum setan, yang termasuk setiap jenis pembangun dan penyelam, adalah pemberian kami, maka berterimakasihlah kepada kami, dan tiada penjelasan akan diminta.”

      Kaum setan digambarkan sebagai pemberian Tuhan kepada Sulaiman, yang memerlukan untuk berterimakasih kepada Tuhan karenanya. Pengakuan palsu ini diambil langsung dari agama jin jazirah Arab yang memberikan kaum setan sebuah posisi yang tinggi dan memperlakukan mereka sebagai pemberian berharga bagi para nabi dari Perjanjian Lama. Pengakuan seperti ini bertentangan dengan ajaran Bible. Bible memperingatkan kita mengenai kaum setan, dan menampilkan mereka sebagai suatu kutukan dan sebagai musuh Tuhan dan manusia. Bible memperingatkan kita untuk tidak mempunyai hubungan apapun dengan kaum setan.

      Tidak hanya di dalam Quran kami menemukan ide bahwa kaum setan bekerja bagi Sulaiman, tetapi kami melihatnya dalam syair2 sebelum Islam oleh orang2 yang diketahui mempunyai suatu hubungan dengan jin. Sebagai contoh, kami menemukan syair2 al-Nabighah النابغة bahwa jin bekerja bagi Sulaiman, membangun kota Tadmur di padang pasir Syria baginya[6]. Contoh lainnya ditemukan dalam tulisan2 Al-Aasha’, seorang Arab penyair masa sebelum Islam. Al-Aasha’ menyebut jin-setan yang menginspirasi syairnya. Dia menyebut jin-setan, Musahhal المسحل, dan menggambarkannya sebagai “yang dikasihi”nya. Al-Aasha’ mengatakan: “saudaraku, jin, telah menyalamiku. Jiwaku didedikasikan baginya.”[7] Ini menunjukkan al-Aasha’ adalah salah satu dari banyak penyair yang mendedikasikan diri pada agama jin jazirah Arab. Syair2 ini menganggap jin sebagai saudara2, dan mereka mencoba menyatukan manusia dengan jin. Muhammed juga mengekspresikan pemikiran2 yang sama. Dia mengklaim pergi ke surga di mana dia bertemu dengan Allah yang menugaskannya untuk suatu misi bagi manusia dan bagi kaum jin. Muhammed mendefinisikan masyarakatnya berasal dari jin dan manusia.[8] Dia sering mengklaim bahwa jin menjadi muslim,[9] dan dia merujuk mereka sebagai saudara2.[10]

      Al-Aasha’ menulis di dalam salah satu syairnya bahwa ‘kaum jin bekerja bagi Sulaiman, membangun kurva2.”[11] Muhammed menjiplak ide yang sama ke dalam surah Saba 34, ayat 12-13, Membicarakan Sulaiman, dia menulis:

      Di antara kaum jin yang bekerja dengannya, sepeninggal Tuhannya, mereka bekerja baginya sebagaimana dia kehendaki, membangun kurva2, tugu2 dan
      kolam2 sebesar dam2 dan kawah2 kokoh di tempat2nya. Bekerjalah engkau anak Daud dengan berterimakasih.

      Quran menggambarkan Tuhan sebagai meminta anak2 Daud, seperti Sulaiman, untuk berterimakasih kepada Tuhan karena Dia mengirimkan kaum jin untuk melakukan pekerjaan2 yang begitu artistic. Hal ini merupakan pernyataan palsu melecehkan Tuhan. Ide menempatkan kaum jin ditempat tinggi yang terhormat sebagai pekerja2 yang baik yang dikirimkan oleh Tuhan merupakan sebuah ide yang dipromosikan oleh Kuhhan di jazirah Arab, untuk membuat kaum jin dihargai dan dihormati oleh orang2 Arab. Hal itu dimaksudkan lebih lanjut untuk orang2 Arab supaya mendatangi Kuhhan sebagai perwakilan2 kaum jin dan meminta bimbingan dari mereka.

      Akar2 kuno jin-setan jazirah Arab yang sangat Dirujuk sebagai datang dari Dewa2

      Ajaran2 orang2 Arab mengenai jin-setan yang dihubungkan dengan Allah, dan putri2 mereka menjadi ibu2 para malaikat, mempunyai akar2 kuno di jazirah Arab. Kaum Akkadian, yang datang dari jazirah Arab ke Mesopotamia, mengklaim tujuh setan adalah anak laki2 dari dewa Mesopotamia “An”, yang melambangkan langit dan istrinya “Kai,” yang melambangkan bumi. Menurut orang2 Summeria, An dan Kai telah menikah. Kaum Akkadian memperkenalkan ide bahwa kaum setan berhubungan dengan dewa2 utama Mesopotamia dan membantu mereka dalam penciptaan dan memerintah alam semesta[12]. Kaum Akkadian menyembah setan bernama Girru, yang mereka klaim segaris dengan dewa, “An”, dan dibuat dari api.[13] Dalam Quran kita menemukan jin-setan juga dibuat dari api.

      Akar2 kuno jazirah Arab menunjukkan bahwa ribuan tahun sebelum Muhammed agama jin-setan memberikan mereka posisi yang ditinggikan, membuat mereka menjadi suatu kekuatan luarbiasa dalam penyembahan pagan di kuil2 di jazirah arab, khususnya dalam penyembahan Keluarga Bintang. Para Kuhhan menjadi kelas keagamaan, sebuah hirarki yang bertanggungjawab bagi berbagai kuil di jazirah Arab. Hal ini memudahkan para Kuhhan untuk memperkenalkan ritual2 agama jin jazirah Arab ke dalam kuil2, seperti peribadahan haji Umra yang berputar di sekitar jin dan abdi2 jin terkenal, Asaf dan Naelah. Kita melihat bagaimana peribadahan haji ini menjadi sebuah peribadahan haji resmi yang dimulai pada Kaabah di Mekah. Para Kuhhan membuat figur2 yang dihormati dari agama jin menjadi elemen suci yang difokuskan di dalam kuil. Tugu2 Asaf dan Naelah ditempatkan di atas batu2 utama di kuil Mekah.

      Sejak di awal pembangunan kuil Mekah, para Kuhhan jin adalah pendeta2nya yang resmi. Ini menjelaskan bagaimana mereka membuat peribadahan okultis haji mereka ke dalam sebuah perayaan di kuil.

      Kuil di Mekah dikuasai para Kuhhan jin. Kita melihat ini dari kehadiran dua tugu Kuhhan pada batu2 yang, tanpa keraguan, menjadi suci karena kedua tugu ditempatkan di sana. Fakta bahwa tugu tersebut terus menerus berada di sana untuk suatu periode waktu yang panjang memberitahu kita bahwa hirarki kuil dikontrol dalam barisan Para Kuhhan. Mereka menganggap Asaf dan Naelah sebagai abdi perintis di kuil.

      Kami menyimpulkan bahwa ritual2 di dalam Kaabah Mekah dilakukan oleh Para Kuhhan jin, dan mereka bertanggungjawab dalam fungsi2 keagamaannya. Ada Kuhhan terkenal lainnya yang diketahui bertanggungjawab atas Kaabah di Mekah. Di antara mereka adalah Wake’a Zuhair al-Iyadi. Ibn al-Kalbi, seorang sejarawan Arab dan penulis yang menulis mengenai masa sebelum Islam, mengatakan bahwa Wake’a bertanggungjawab sebagai Kahen di Kaabah pada masa2 itu.[14] Menurut para penulis2 kuno Arab, Wake’a diketahui mempunyai syair prosa seperti dari para Kuhhan.[15] Hal ini mengkonfirmasi hubungannya dengan Kuhhan agama jin. Syair prosanya dianggap sama dengan Quran. Kita juga menemukan banyak frase2nya yang dijiplak Muhammed dan dimasukkan ke dalam Quran. Kumpulan perkataan Wake’a dapat ditemukan dalam literature Arab kuno, seperti Majma’ al-Amthaal yang ditulis oleh al-Maydaani. [16]

      Semua hal ini mengkonfirmasi kuasa para Kuhhan jin di atas kuil di Mekah, membuat mereka kelas agama sesungguhnya dari kuil tersebut. Hal ini juga menjelaskan bagaimana ritual2 mereka, seperti peribadahan haji mereka menjadi elemen utama agama jin dalam kota, menjadi sebuah ritual utama kuil tersebut dan bagi penyembah Keluarga Bintang jazirah Arab.

      Mereka menyembah seekor ULAR di dalam Kuil di Mekah, dan orang2 Arab menganggapnya sebagai jin-setan

      Perayaan2 sesungguhnya di Kaabah, dan hubungan mereka dengan agama jin, ditunjukkan oleh penyembahan seekor ular di dalam Kaabah. Tulisan Tabari, sejarawan Arab terkenal yang menulis mengenai masa sebelum Islam jazirah Arab, memberitahu kita bahwa seekor ular hidup di dalam sumur di Kaabah, di mana para penghuni Mekah melemparkan pemberian2 mereka.[17] Kelihatannya bahwa pemberian2 dipersembahkan bagi sang ular.

      Sejarawan Arab yang menulis mengenai masa sebelum Islam Mekah, mengatakan istilah “Allaha”, dari mana nama Allah berasal, diberikan pada “sang ular besar.”[18] Orang2 Arab menyembah ular2, menganggap mereka sebagai ular-setan. Salah satu title bagi setan di sekitar Mekah adalah “Azab”, yang dipercaya sebagai seekor ular.[19] Sejarawan2 juga mengatakan bahwa jin adalah seekor ular putih,[20] yang mereka percayai mendengarkan dan hebat di antara bahasa2. Syair, seperti al-Nabighah dan yang lain2nya yang diketahui memiliki hubungan dengan jin, seperti Umayya bin Abi al-Salt dan Adi bin Zayd, mempromosikan ide2 demikian.[21]

      Karena ular di dalam sumur kuil disembah, dan karena ia menerima pemberian2 mereka, kita dapat melihat bahwa kuil Mekah adalah sebuah pusat yang penting bagi penyembahan jin. Mereka menyembah jin melalui penyembahan ular di dalam sumur Kaabah, dan mereka menyebutnya “Allaha.” Ingatlah bahwa patung “Kozah” ditempatkan dalam Kaabah. Masyarakat percaya dia membuat hujan dan guntur, tetapi banyak cendekiawan berpikir bahwa dia adalah setan.

      Dalam struktur dan perayaan, Kaabah dalam banyak cara adalah persis sama dengan kuil2 agama jin jazirah Arab.

      Orang2 Arab mempunyai kuil2 yang mereka namakan “Taghut ” طاغوت, sebuah title bagi Marid sang jin مارد الجن, yang berarti jin raksasa. Dalam masa-masa sesudahnya, para Kuhhan jin juga disebut sebagai Taghut, [22] menunjukkan pada kita bahwa Taghut adalah kuil2 agama jin. Para penulis yang menulis mengenai jazirah Arab dalam periode sebelum Islam menyebutkan kesamaan antara Kaabah Mekah dengan Taghut. Taghut memiliki konstruksi yang sama seperti Kaabah dari dalam, dan mereka memiliki perayaan2 yang sama, seperti berjalan mengelilinginya seperti orang2 Arab pagan yang mengelilingi Kaabah.[23] Hal ini memberitahu kita bahwa kuil Mekah adalah sama dengan Taghut yang disatukan dengan berbagai kuil2 agama jin lainnya. Dalam perayaan2 dan struktur, ada suatu kesamaan antara kuil2 yang dibangun bagi Keluarga Bintang jazirah Arab dan yang dibangun bagi agama jin. Hal ini dapat dipahami, sejak Para Kuhhan jin menguasai fungsi2 agama pada hampir semua kuil2 yang dibangun bagi penyembahan Keluarga Bintang. Para Kuhhan mengatur penyembahan di kuil Keluarga Bintang dengan cara yang sama mereka mengatur kuil2 Taghut, yang didedikasikan untuk menyembah jin. Kuil di Mekah adalah salah satu dari kuil2 di jazirah Arab yang melaksanakan penyembahan kepada kedua agama pagan utama jazirah Arab.

      Kedua pendeta jin, Asaf dan Naelah, diasumsikan dimakamkan dalam Kaabah di Mekah. Kaabah adalah sebuah tempat bagi perayaan2 tidak bermoral, yang mendukung ide bahwa itu adalah sebuah tempat perlindungan bagi agama jin. Dalam masa sebelum Islam, makam2 beberapa Kuhhan menjadi tempat2 suci di mana orang2 Arab datang berkunjung untuk mendapatkan berkah. Orang2 Arab pagan membuat perlindungan mereka menjadi suatu tempat2 yang aman dan untuk berlindung. Jika seseorang masuk ke dalam tempat2 perlindungan, dia akan menjadi tidak tersentuh, dan tidak seorangpun dapat membahayakannya.[24] Hal ini juga dilakukan pada kuil di Mekah. Hal ini dapat menjelaskan bahwa Kaabah aslinya merupakan sebuah tempat di mana kedua Kuhhan, Asaf dan Naelah, dimakamkan. Kemudian suku2 dari Yaman membangun sebuah kuil di sana, berbagi tujuan yang sama untuk Kaabah di antara agama jin dan penyembahan Keluarga Bintang jazirah Arab yang dianut orang2 Yaman.

      Juga, para penulis tentang Mekah pra-Islam berbicara mengenai perayaan2 yang terjadi dalam Kaabah yang bisa dibandingkan dengan upacara2 masa kini dalam kuil2 aliran setan. Sebagai contoh, menurut Bukhari, ketika mereka mengelilingi Kaabah, para peserta ibadah berada dalam keadaan telanjang bulat, termasuk para wanita.[25] Juga menurut kitab Halabiyah/Halabieh, Kaabah merupakan sebuah tempat perzinahan. Jika seseorang hendak melakukan perzinahan, dia dapat melakukannya di Kaabah.[26] Hal ini mengingatkan kita bahwa perzinahan yang terjadi di dalam kuil2 milik penyembahan setan, dan yang mendukung hubungan Kaabah dengan agama jin jazirah Arab. Penulis2 Arab yang memberitahu kita mengenai Mekah menggambarkan perzinahan para wanita dalam kota tersebut.[27] Kelihatannya ketidakbermoralan dalam Kaabah ini telah mempengaruhi kota tersebut.

      Sejarah praktek2 okultis dalam Kaabah Mekah mendiskualifikasinya sebagai sebuah kuil yang benar, Tuhan yang Kudus, karena Dia menentang aliran setan dan setiap bentuk okultisme. Semua perayaan dan mereka yang mengatur perayaan2, termasuk patung2 yang disembah dan batu2an yang dihormati, mengkonfirmasi Kaabah adalah sebuah ekpresi pagan local dan penyembahan okultis di Mekah. Penajisan ini lebih buruk daripada apa yang terjadi di kuil2 pagan manapun yang dikenal di seluruh dunia kuno, apakah yang berada di Timur Tengah ataupun di Asia. Di dalam kuil Mekah kita hanya melihat okultisme dan tradisi pagan Keluarga Bintang. Bagaimana bisa Islam mengaku kuil Mekah sebagai pusat sejarah monotheisme untuk segala jaman ?

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,…
        tulisan anda bagaikan seorang ilmuwan yang hebat dan anda terlihat yakin bisa menyesatkan orang,….tapi kalau di cermati anda itu sangat bodoh,…..anda tidak mengerti kalau kitab suci Al-qur’an itu adalah wahyu dari Allah tuhan semesta alam,….

  16. Dalam buku The 100, a Ranking of the Most Influental Persons in History, karya Michael Hart, Nabi Muhammad saw, menempati peringkat pertama

    Sebagai nabi dan Rasul, Muhammad saw banyak mukjizat dan mukjizat terbesar adalah Al Qur’an.

    Al Qur’an adalah kitab Wahyu yang tak lekang oleh zaman berbeda dengan Bible yang harus berkali-kali di revisi demi menguatkan dogma n doktrin yang dibangun guna melestarikan penyembahan berhala ala dewa Zeus 😀

    1. Quran Pun Membantah Kerasulan Muhamad
      1. SETIAP RASUL SELALU MEMBERIKAN BUKTI MUKJIZAT

      QS AL ANBIYAA
      [21:5] Bahkan mereka berkata (pula): “(Al Qur’an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus”.

      QS ALI IMRAN
      [3:184] Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

      QS FATHIR
      [35:25] Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

      2. SETIAP RASUL SUDAH PASTI SEORANG PEMBERI PERINGATAN

      QS AL AN’AAM
      [6:48] Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

      QS AL KAHFI
      [18:56] Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokkan.

      3. MUHAMAD ADALAH SEORANG PEMBERI PERINGATAN TANPA MUKJIZAT

      QS AL MULK
      [11:12] Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.

      QS AR RA’D
      [13:7] Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

      KESIMPULAN:

      Quran menyatakan:

      Setiap Rasul sudah pasti seorang pemberi peringatan yang diberikan bukti Mukjizat [BACA NO 1 DAN 2], artinya tanda Kerasulan adalah membawa pesan kepada umat juga memberikan bukti Mukjizat.

      Namun tidak demikian halnya para seorang pemberi peringatan, seorang pemberi peringatan tidak bisa langsung dikatakan seorang Rasul bila ia tidak dapat memberikan bukti Mukjizat

      Quran secara jelas menyatakan bahwa Muhamad adalah seorang pemberi peringatan yang TANPA bukti Mukjizat apapun [BACA NO 3], ini artinya Muhamad BUKANLAH seorang Rasul, sebab kriteria melakukan Mukjizat tidak pernah terbukti didalam diri Muhamad sendiri

  17. Keaslian Al Qur’an diakui oleh mayoritas Muslim (kec Syiah) bahkan diakui dunia, sedangkan kepalsuan Bible hanya di ketahui sarjana2 Kristen berhubung orang awam dari kalangan Kristen sudah terdoktrin dengan dogma teologis yang faktanya diadopsi dari teologi Romawi.

    sebelum Yesus lahir sudah ada sekitar 300 Gereja Katolik. Katolik sebenarnya berawal di Roma oleh Alexander the Great (Alexander Agung). Sedangkan arti kata Katolik bermakna Universal, itu berarti Gereja Katolik adalah Gereja Universal untuk kekaisaran Roma, dan yang tidak tergabung didalamnya tidak boleh menjadi warga Roma.

    Ajaran tersebut bertentangan dengan Yahudi dan juga bertentangan dengan Kristen awal selama lebih dari 200 tahun. Karena itulah, orang-orang Roma membunuh para pengikut Kristen awal. Fakta sejarah menunjukkan Roma mengadopsi Kristen pada tahun 325.

    😀

    1. AL QURAN dan HADIST, MEMPERTIMBANGKAN HIDAYAH dan AKAL SEHAT

      Saya kutipkan salah satu pragraf dari artikel Hadits dan Hubungannya dengan Al-Qur’an oleh M Junaidi Sahal sebagai berikut:

      ………hanya satu jalan saja untuk mencapai keridhaan Allah SWT dan mendapatkan kecintaan-Nya, yaitu mengikuti jejak Muhammad Saw dan berjalan di atas sunnah beliau. Sebagaimana difirmankan Allah SWT : Ketahuilah, jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad). Niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian .… (Q.S. Ali-‘Imran : 31)

      Hadits (ejaan KBBI: hadis, bahasa Arab: الحديث transliterasi: Al-Hadîts), adalah perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan landasan syariat Islam.

      Hadits dijadikan sumber hukum Islam selain al-Qur’an, dalam hal ini kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an.

      Kata hadits yang mengalami perluasan makna disinonimkan dengan sunnah, artinya segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan ketetapan ataupun hukum.

      Apabila dihubungkan dengan akal sehat, pengertian umum akal sehat adalah kemampuan manusia untuk membedakan yang benar dan yang salah….. secara husus, akal sehat tentunya dipengaruhi dan tergantung dari tingkatan ilmu pengetahuan, pengalaman, bisa jadi umur, budaya, agama dan banyak variabel lainnya.

      Mereka mereka yang mendapatkan HIDAYAH, berarti mereka adalah manusia manusia yang BERAKAL SEHAT sesuai dengan agama dan atau ajaran islam, tidak peduli berapa IQ nya, pintar atau bodoh, tua atau muda, berpengalaman atau tidak….. selama mereka mendapatkan HIDAYAH, maka AKAL SEHAT mereka akan mengatakan :

      ALLOW SWT MAHA TAHU —-> AL QURAN —> SUMBER PERTAMA
      MUHAMMAD MEMBERI TAHU —-> HADIST/SUNNAH —-> SUMBER KEDUA
      Mari kita lihat contoh berikut ini:

      Sumber pertama : AL QURAN – QS 36 : 38

      dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
      Sumber kedua : HADIST – Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomer 421
      Dikisahkan Abu Dhar:

      Nabi bertanya kepadaku saat matahari terbenam, “Tahukah engkau kemana matahari pergi (pada waktu terbenam)?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui hal itu”. Ia berkata, “Matahari pergi (melakukan perjalanan) sampai ia sujud di bawah Tahta dan meminta ijin untuk terbit kembali, dan setelah diijinkan kemudian (tibalah saatnya) ia akan bersujud lagi tetapi sujudnya tidak akan diterima, dan ia akan meminta ijin untuk pergi sesuai tujuannya tetapi juga tidak diijinkan, tetapi ia kemudian akan diperintahkan untuk kembali ketika ia datang maka ia akan terbit di barat.

      Coba perhatikan kalimat ini dan cernalah baik baik, kemudian tentukan apakah anda MANUSIA YANG BERAKAL SEHAT secara umum atau anda adalah MANUSIA YANG MENDAPATKAN HIDAYAH:

      “Matahari pergi (melakukan perjalanan) sampai ia sujud di bawah Tahta dan meminta ijin untuk terbit kembali, dan setelah diijinkan kemudian (tibalah saatnya) ia akan bersujud lagi tetapi sujudnya tidak akan diterima, dan ia akan meminta ijin untuk pergi sesuai tujuannya tetapi juga tidak diijinkan, tetapi ia kemudian akan diperintahkan untuk kembali ketika ia datang maka ia akan terbit di barat.

      Mereka mereka yang sudah mendapatkan HIDAYAH ISLAM, tentunya akan tahu bahwa SEMUT BISA BICARA seperti yang dikatakan ALLOW SWT di AL QURAN, kemudian dari hadist, mereka akan tahu bahwa KELEDAI NGOBROL dengan sang NABI…. lebih jauh lagi, bahkan ada BATU YANG BISA BERLARI MENYEMBUNYIKAN BAJU??????????!!!!!!

      Orang yang berakal sehat tentu sangat takjub dengan ASTRONOT yang sudah menginjakkan kakinya ke bulan, tetapi yang mendapatkan hidayah, lebih percaya ada orang pulang pergi ke surga yang jaraknya 50000 tahun perjalanan, membelah bulan dan lain sebagainya, tapi BUTA HURUF alias tidak bisa membaca?????!!!!!!

      Coba kamu baca HADIST ini:

      Sahih Bukhari Volume 1, Buku 6, Nomer 315
      Dikisahkan Anas bin Malik:

      Nabi berkata, “Di setiap rahim Allah menunjuk seorang malaikat yang berkata, ‘Ya Tuhan! Setetes mani, Ya Tuhan! Sebercak darah. Ya Tuhan! Sepotong daging”. Lalu jika Allah berkehendak (untuk menyelesaikan penciptaannya, malaikat itu bertanya, (Ya Tuhan!) apakah laki-laki atau perempuan, celaka atau diberkati, dan berapa banyak yang akan dibutuhkannya? Dan sampai umur berapa ia kelak?’ Jadi semua telah ditulis sementara anak itu masih berada dalam rahim ibunya”.

      Bayangkanlah ada MALAIKAT yang langsung bersiap siap di BAGINA WANITA , yang setiap kali seorang PRIA menggauli seorang WANITA, harap harap cemas terkena SEMPROTAN MANI lalu memohon kepada ALLOW SWT ….dst……..

      Terserah anda, apakah anda berakal sehat atau anda benar benar sudah mendapat HIDAYAH, yang pasti AL QURAN BENAR karena AL QURAN MENGATAKAN BAHWA AL QURAN BENAR dan SANG NABI ADALAH KEBENARAN karena SANG NABI MENGATAKAN BAHWA AL QURAN MENGATAKAN SANG NABI ADALAH KEBENARAN…………………..

      Apapun yang disampikan oleh ALLOW SWT melalui AL QURAN dan apapun SUNNAH NABI, sudah dituliskan :

      QS 12 : 111 Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman

      QS 31 : 6 Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

      SELAMAT BAGI ANDA YANG SUDAH MENDAPATKAN HIDAYAH, berarti anda BERAKAL SEHAT ALA ISLAM!!!!!!

      Semut bisa bicara
      Batu bisa berlari
      Cicak meniup api
      Bulan dibelah dua
      Keledai ngobrol dengan sang nabi
      Allow swt menyamar jadi Aristoteles
      Si kafir nabi islam
      Ibu Yusuf adalah kuntilanak
      Burung jadi mata mata
      Bintang bintang untuk menimpuk setan
      Petir adalah suara malaikat yang lagi bertasbih
      Sayap lalat penawar racun
      Cebok dengan batu ganjil
      Kencing onta obat mujarab
      MENIPU istri sendiri dan MENCABULI perempuan lain di ranjang istrinya adalah contoh berbudi agung dan berahklak mulia.
      Penggal leher suaminya, sodok istrinya pada hari yang sama adalah suri teladan sempurna
      Dll…. anda bisa menambahkan daftar AKAL SEHAT karena mendapat HIDAYAH ISLAM

      1. Jika Injil telah Dipalsukan, dimanakah Injil yang Asli?
        Admin Sabtu, Januari 02, 2016
        Masalah keaslian Injil merupakan salah satu topik utama perdebatan Kristen & Islam selain masalah keilahian Yesus. Namun jika dicermati gugatan terhadap keaslian Injil lebih banyak mengangkat persoalan penafsiran tekstual & ayat-ayat yang dianggap bermasalah atau kontradiktif. Namun sangat jarang yang membahasnya melalui kajian sejarah.

        Jika memang benar Injil telah dipalsukan, konsekuensi logisnya telah terjadi peristiwa pemalsuan Injil yang dilakukan oleh orang-orang tertentu pada waktu & tempat tertentu. Dan seharusnya bisa ditunjukan Injil yang masih asli dari ribuan manuscript Injil yang ada. Saat ini terdapat sekitar 5.800 manuscript Injil dalam bahasa Yunani yang telah dikatalogkan belum termasuk yang berbahasa Latin, Mesir, Armenia dll. Selain itu ada banyak Injil apokriph (non kanonik) seperti Injil Petrus, Injil Thomas dsb terutama dari dari dokumen-dokumen Nag Hammadi, dimanakah diantaranya Injil yang asli.

        Dalam artikel ini, penulis menuliskan salah satu upaya muslim untuk menjawab hal ini dengan merujuk pada Injil apokriph tertentu yang dianggap selaras dengan Quran. Upaya sebelumnya yang cukup populer dari pihak muslim yaitu mengajukan Injil Barnabas yang ternyata adalah produk abad pertengahan. Tulisan singkat penulis mendapat tanggapan dari rekan-rekan muslim: Amir Al Qodry, Febri Ardian Pangestu & Arda Chandra yang pada intinya mencoba mengelak menjawab pertanyaan tentang dimanakah Injil yang asli? Dialog dengan rekan-rekan muslim mungkin bisa berlanjut terutama dengan rekan Arda Chandra.

        TULISAN AWAL: JIMMY JEFFRY

        Jika para penuduh mengenai kepalsuan Bible, ditanyakan mana injil yang asli? maka ada yang mencoba merujuk pada injil apokrif yang dianggap kalah bersaing dengan injil kanonik, salah satu alasannya injil kanonik sudah tidak murni karena telah diubah gereja dengan menambahkan ayat-ayat keilahian Yesus. Maka logikanya injil apokrif dianggap masih murni karena tidak ditambahi “pengajaran Gereja” tsb.

        Padahal sebaliknya, justru dalam injil-injil apokrif, Yesus umumnya digambarkan sebagai figur ilahi (khas gnosticism) dan menyangkal hakekat kemanusiaannya, sangat bertolakbelakang dengan Quran yang mengingkari keilahian Yesus dan menekankan kemanusiannya. Sebagai contoh The Apocalypse of Peter, salah satu dokumen gnostik abad 2 M (Nag Hammadi, Kodeks VII). Dokumen ini malah menjadi salah satu rujukan muslim pendukung “Substitution theory” dalam kisah Penyaliban Yesus, yaitu orang lain yang disalibkan bukan Yesus. Padahal The Apocalypse of Peter menyuarakan pemahaman docetism yang menganggap Yesus sebagai figur ilahi dan kehadirannya di dunia bersifat semu (tidak real). Sehingga mereka menolak Yesus bisa menderita/mati dan yang disalibkan bukan Yesus yang sesungguhnya. Hal yang sama mengenai konsep “penyaliban semu” ini bisa dijumpai dalam dokumen gnostik lainnya seperti Treatise of the Great Seth, Basilides dll.

        So.. point tentang injil apokrif sebagai injil alternatif yang dianggap lebih “murni” dari injil kanonik, justru bertentangan dengan Quran & konsep teologi Islam. Injil asli yang selaras dengan quran hanyalah sebuah imajinasi iman yang ahistoris dan konsep ini semata-mata dibangun di atas dasar argument from silence.

        TANGGAPAN 1: AMIR AL QODRY

        Pak Jimmy Jeffry, Bible tidak dipalsukan, tapi pada titik tertentu mengalami pentahrifan (perubahan) yang disengaja sehingga merubah arti dan makna yang dilakukan justru oleh kalangan gereja itu sendiri. Contohnya sederhana saja: Dalam konteks Indonesia, anda akan menemukan perbedaan the proper name sesembahan di Bibel. Manakah yang benar, Yahweh? YHWH? TUHAN? Atau justru Yesus?

        Perbedaan the proper name sesembahan dalam Bibel adalah sebuah fakta pak Jimmy. Kekristenan tidak bisa mengelak dari itu semua. Sola Scriptura dalam kekristenan hanya berlaku dalam praktek keimanan, tapi tidak dalam konteks tekstual dan intelektual.

        Jimmy Jeffry:
        Pak Amir Al Qodry dari pernyataan anda bahwa Bible tidak dipalsukan tetapi pada titik tertentu mengalami tahrif sehingga merubah arti & makna, kelihatannya posisi anda memandang tahrif bible dalam pengertian tahrif al-mana (perubahaan makna) bukan tahrif al-nass/al-lafs (perubahan tekstual), koreksi jika saya keliru terhadap posisi anda. Lalu bagaimana anda menjelaskan berbagai perbedaan tekstual dalam Bible dan Quran, misalnya dalam narasi kelahiran Yesus, yang kelihatannya Quran cenderung mirip dengan injil apokriph? Serta banyak perbedaan lainnya antara Bible & Quran, yang pada prinsipnya bukan hanya sekedar perubahan makna semata.

        Mengenai contoh anda tentang perbedaan penulisan Divine Name dalam Bible, saya kira bukan hal yang relevan berkaitan perbedaan mendasar antara Bible & Quran. Dalam Perjanjian Lama (PL) yang berbahasa Ibrani untuk Divine Name tertulis YHWH yang merupakan the proper name, namun dalam PL juga pada beberapa ayat digunakan nama pengganti untuk YHWH yaitu Adonai. Dalam LXX/Septuagint versi Yunani dari PL Ibrani terdapat variasi penggunaan nama pengganti untuk YHWH seperti IAO & KURIOS. Demikian pula dalam PB yang ditulis dalam bahasa Yunani digunakan nama pengganti KURIOS, selanjutnya dalam bahasa lain; LORD (Inggris), TUHAN (Indonesia) dll. Karena YHWH hanya terdiri konsonan, maka ditambahkan vokal menjadi Yahweh, Yehovah, Yehuwah dan beberapa variasi lainnya. Untuk Divine Name lainnya seperti Elohim (Ibrani), Alaha (Aramaik), Allah (Arab) dll.

        Bagi Islam, justru Allah adalah the proper name yang berbeda dengan PL/Tanakh. Kalau masalah ini dibawa ke ranah polemik Kristen-Islam, justru Quran yang telah berbeda dengan PL/Tanakh berbahasa Ibrani itu, karena menurut PL/Tanakh, the proper name adalah YWHH bukan Allah, sedangkan kata Allah yang telah digunakan umat Kristen di Arab pra Islam sejajar dengan kata Elohim (Ibrani) & Alaha (Aramaik).

        Saya kira pembahasan detail untuk masalah ini, sebaiknya pada topik tersendiri. Sekali lagi, ada begitu banyak perbedaan antara Bible & Quran, jika dalam Bible ada yang berbeda dengan Quran, maka bagian itu akan dianggap palsu atau mengalami “tahrif”, bukankah seperti itu pak Amir? smile emoticon. Nah.. dapatkan anda menunjuk manuscript Bible yang “asli” sesuai dengan Quran dan yang belum mengalami tahrif tsb? Atau setidak-tidaknya rujukan tidak langsung dari catatan sejarah /dokumen extrabiblikal yang mendukung tesis tsb.

        TANGGAPAN 2: FEBRI ARDIAN PANGESTU

        Mengenai merujuk pada tulisan apokrifa bisa jadi memang salah alamat jika menganggap itu adalah firman tuhan. Jika “penuduh” yang dimaksud adalah Islam, maka sebenarnya yang dinyatakan adalah bahwa bible tidak sepenuhnya firman Allah, melainkan tercampur dengan perkataan-perkataan manusia, sejarah dll yang kemudian diklaim sebagai firman Allah. Dan ternyata tidak banyak disanggah karena definisi “firman” antara keduanya berbeda. Begitu kan … Dan juga pertanyaan sia-sia menanyakan dimana injil “asli” karena memang menurut akidah islam, yang namanya injil itu adalah firman tuhan yang turun melalui lisan Isa alayhissalam. Dan karena Isa tidak menuliskannya dalam sebuah “buku” dan Isa as. tidak bersama kita di dunia ini, bagaimana bisa muncul pertanyaan dimana injil (yang asli)?
        Saya hanya berusaha menjembatani 2 sudut pandang yang berbeda.

        Jimmy Jeffry
        Point tanggapan saya ke pak Amir, saya kira relevan dengan tanggapan anda. saya menyatakan ada pihak Islam yang mencoba merujuk pada injil apokrif tanpa mengerti isi dari injil Apokrif, tentu tidak semua muslim berpendapat demikian.

        Anda memberikan definisi apa itu firman Tuhan yang menurut anda hanya sebatas apa yang difirmankan/dikatakan oleh Tuhan, jelas anda merujuk pada Quran. Namun dalam pengertian yang lebih luas, menurut versi kekristenan, ini berkaitan dgn “pengilhaman” dari Tuhan. Sehingga secara tidak langsung Bible yang berisi juga narasi2 sejarah bisa disebutkan sebagai firman Allah dalam pengertian ditulis oleh penulis yang diilhami Tuhan. Dalam konteks Kristen-Islam, mungkin analoginya, Bible = Quran+hadist. Dengan adanya firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi-nabi atau perkataan Yesus yang menurut teologi kristen adalah Firman yang menjadi manusia, yang tercatat dalam sebuah kerangka narasi yang jelas, maka akan memudahkan dalam memahami konteks dari ayat-ayat pengajaran tsb. Berbeda dengan Quran yang perlu mencari rujukan hadist untuk memahami asbabun nuzul-nya dari teks Quran yang dimaksud.

        Persoalan sebenarnya dalam kaitan hubungan Krisen-Islam, yaitu klaim dari Islam bahwa Quran sebagai al-furqan (pembeda) atau hakim atas bagian Bible yang mana masih “asli” atau telah mengalami “tahrif”. Karena adanya klaim tahrif inilah, maka logikanya ada Bible atau injil yang tidak mengalami tahrif. Ini bisa berarti ada kitab injil lain di luar injil anonik atau injil kanonik itu sendiri yang belum ada penambahan, pengurangan atau perubahan. Maka pertanyaan pihak Kristen terhadap Islam untuk menunjuk injil yang asli itu, saya kira masih relevan.

        Maka silahkan menunjukan manuscript2 injil kanonik yang masih “asli” tsb yang belum mengalami perubahan? atau menunjukan injil non kanonik yang selaras dengan Quran? saya kira anda tentu tidak akan mengajukan “injil Barnabas” smile emoticon

        Febri A. Pangestu
        Pertama, firman Allah dalam definisi kami tidak terbatas pada quran melainkan juga meliputi hadits qudsi dan yang terkandung pada kitab2 yang diturunkan sebelumnya. Hadits qudsi pun pengilhaman. Secara maknawi dari Allah, secara lafzhi (redaksi) dari Muhammad pbuh. Tapi tidak semua ilham dianggap firman. Bahkan ada bedanya antara hadits qudsi dan hadits nabawi meskipun sama-sama dari Muhammad pbuh.

        Kedua, mungkin kurang tepat anda merefer quran sebagai furqan (pembeda) terkait kitab sebelumnya. Quran sebagai furqan lebih kepada pembeda antara haq dan batil, pemutus hukum dan yang semakna. Adapun terkait kitab-kitab sebelumnya, quran sebagai mushaddiqan (pembenar), membenarkan kitab2 yang diturunkan kepada Musa, Daud, Isa dst, dan muhayminan (penguji), memverifikasi terhadap kitab2 tersebut yang telah berlalu apa2 yang datang dari Allah dan mana yang bukan. Terkait tahrif, saya tetap menganggap pertanyaan “mana yang asli” kurang relevan. Seharusnya pertanyaan yang pertama diajukan (dan mungkin sudah anda antisipasi) adalah apakah terjadi tahrif.

        Sebenarnya tanpa saya harus bersusah payah berargumen, saya yakin anda mungkin akan setuju sejarah penulisan alkitab itu mengandung tahrif. Meskipun menurut pak shem tov, dari diskusi terdahulu dan juga mungkin anda amini, tahrif alkitab merujuk ke sebagian ulama hanya terjadi tahrif ma’na bukan lafzhi. Dan pendapat tahrif lafzhi dianggap hanya pendapat ulama belakangan. Saya sebenarnya bisa menyanggah mispersepsi tersebut, hanya saja saya pandang tidak perlu karena saya yakin anda juga akan membenarkan bahwa dalam pewarisan teks alkitab ada sejarah tahrif secara redaksi meskipun nanti akan kita lihat ada pemakluman bahwa, misalnya, itu human error, faktor eksternal (alam, bahan manuskrip dsb). Apakah tahrif alkitab hanya sebatas itu? Tentu saja tidak. Kalau kita menelaah studi alkitab tentang hal ini tentu kita juga akan menemukan tahrif secara sengaja dengan motif teologi.

        Jimmy Jeffry
        Tanggapan saya sebelumnya merujuk pada pernyataan anda sebelumnya “…sebenarnya yang dinyatakan adalah bahwa bible tidak sepenuhnya firman Allah, melainkan tercampur dengan perkataan2 manusia, sejarah dll yang kemudian di klaim sebagai firman Allah…”. Saya lalu mengangkat point tentang “pengilhaman” sehingga narasi yang ada dalam Bible bisa dikatakan firman Allah dalam arti luas karena ditulis oleh penulis Bible yang diilhamkan Allah. Berbeda dengan anda yang mengartikannya secara sempit yaitu apa yang disabdakan Allah itulah firman Allah, makanya saya menyebut Quran sesuai dengan konsep anda tsb. Hadist qudsi yang juga berisi sabda Allah menurut teologi Islam, itu juga dikategorikan firman Allah. Saya kira titik persoalan bukan di sini, perlu pembahasan tersendiri tentang konsep firman Allah & pengilhaman menurut Bible & Quran

        Titik persoalan sebenarnya yaitu terdapat perbedaan signifikan antara Bible & Quran, baik dalam bangunan teologis maupun detail sejarah. Penyebutan saya bahwa Quran sebagai furqan (pembeda) bagi Islam, saya kira tidak perlu dipersoalkan dengan term muhaymin (penguji) & mushaddiqan (pembenar), bukankah juga dalam surah al-Furqan mengajarkan tentangg keesaan Allah yang dikontraskan dengan pihak musyrik, misalnya kekristenan smile emoticon. Lepas dari term yang mana tepat, hal yang substansi yaitu adanya perbedaan signifikan antara Bible & Quran, dan dalam perspektif Islam, Bible yang dianggap salah, sehingga logikanya hal yang “salah” dalam Bible itu, menurut Islam adalah “tahrif”.

        Anda mencoba menggeser persoalan ke masalah internal dalam Bible. Namun perbandingan yang anda ajukan ini tidak apple to apple dengan Bible vs Quran. Dalam Bible terdapat Tanakh/PL yang diterima oleh Yudaisme & Kekristenan serta PB yang hanya diterima kekristenan. Seperti yang anda tebak, bahwa pihak kristen akan berapologi dengan mengajukan point human error, bahan manuscript dll. Ini sudah masuk ranah kajian Textual Criticism, kita bisa saja membahasnya termasuk menerapkan Textual Criticism terhadap Quran. Misalnya teks-teks tentang keilahian Yesus dalam manuscript Injil, apakah original atau sisipan pihak Kristen pasca Nicea.

        Namun jika kita mencermati masalah “tahrif” yang terjadi dalam Bible baik itu tahrif manaa atau an nass/lafs sangat berbeda secara substantial jika dibandingkan antara Bible vs Quran. Kekristenan & Yudaisme begitu keras memperdebatkan ayat-ayat nubuatan mesianik dalam Tanakh/PL yang oleh kekristenan dianggap merujuk pada Yesus sebagai Sang Mesias. Namun secara textual tidak ada perbedaan signifikan antara Tanakh & PL, karena memang sumber rujukannya sama pada naskah Masoret dan sebagai pembandingnya naskah LXX/Septuagint, bahkan akurasi tekstual dikoroborasi dengan dokumen Qumran (Dead Sea Scrolls). Namun berbeda antara Bible & Quran yang bukan saja berbeda dalam maknanya (manaa) tetapi dalam narasi sejarah yang ada. Banyak contoh, salah satunya tidak ada nubuatan yang merujuk pada Muhammad dalam PL/Tanakh atau tidak ada keterangan yang bisa menghubungkan antara sejarah Israel connect dengan sejarah Arab. Terjadi sebuah lompatan alur sejarah pewahyuan dari Israel ke Arab yang tidak didukung data secara biblikal.

        Maka teologi Islam mencoba menulis kembali sejarah dengan menjadikan Quran/hadist sebagai pijakannya. Klaim logis yang muncul dari pihak Islam bahwa sejarah Israel & ayat-ayat dalam Tanakh/PL telah dimanipulasi (tahrif). Demikian pula dalam PB, yang bangunan teologisnya bertolak belakang dengan Islam. Bukan saja dalam hal keilahian Yesus, tetapi berbagai acuan sejarah seperti kisah penyaliban, kebangkitan & penampakan Yesus setelah bangkit yang berbeda dengan Quran. Serta tidak ada sebuah konsep yang bisa ditarik dari Injil bahwa akan muncul sebuah ajaran baru dari luar bangsa Israel yang memiliki kesinambungan dengan Yesus. Acuan pada janji datangnya “Parakletos” jelas sebuah upaya eisegese dari pihak muslim untuk mencari “missing link” tsb. Karena hal-hal ini terlalu berbeda dengan Quran, tuduhan dari pihak Islam bahwa Bible telah dipalsukan adalah konsekuensi logis yang terjadi, tentu saja berdasarkan perspektif Islam bahwa Quran adalah firman Allah yang benar.

        Berdasarkan uraian ini, saya kira anda tidak bisa lagi menghindar terhadap pertanyaan untuk menunjukan “injil yang asli”? smile emoticon

        TANGGAPAN 3: ARDA CHANDRA

        Kalau dilihat isi ayat Al-Qur’an tentang penyangkalan keilahian Isa Almasih semuanya mengarahkan kita untuk berpikir bahwa beliau hanyalah manusia biasa, rasul utusan Allah yang diberikan beberapa mukjizat, sama kedudukannya dengan nabi dan rasul yang lain. Sumber-sumber Islam baik Al-Qur’an maupun hadits tidak ada yang merujuk kepada kitab sebelumnya, baik Injil kanonik maupun apokripa, maka saya agak heran kalau dalam status ini pak Jimmy Jeffry berusaha untuk mengkaitkan kedua sumber tersebut.

        Memang ada beberapa pemikir Islam yang mencoba mencari rujukan pernyataan Al-Qur’an dan hadits tentang Isa Almasih, namun itu bukanlah dalil-dalil yang wajib untuk dipakai dan diterima, misalnya tentang teori substitusi penyaliban, isinya bisa saja diabaikan atau dilihat bagaimana perkembangan pembuktiannya layaknya suatu kajian ilmiah biasa.

        Keberadaan sumber apokripa merupakan masalah internal ajaran Kristen sendiri yang merupakan bukti, bahwa sepeninggal Yesus ajaran tersebut bersifat cair dan memiliki banyak penafsiran, termasuk tentang keilahian Yesus. Terdapat puluhan catatan tentang Yesus sebagai hasil penafsiran penulisnya dan pada akhirnya sejarah menunjukkan yang memenangkan pertarungan teologis dan dipakai secara mayoritas adalah menyatakan Yesus sebagai Tuhan dan kesatuan trinitas. Pernyataan bahwa Yesus baru dilantik sebagai Tuhan dalam konsili Nicea tidak diartikan bahwa sebelum itu konsep keilahiannya belum terwujud, namun konsili tersebut merupakan tonggak tertinggi dari kemenangan konsep yang memeangkan pertarungan teologis tersebut, termasuk karena adanya dukungan kekuasaan Romawi waktu itu.

        600 tahun kemudian Islam datang untuk memberian pernyataan yang sederhana tanpa harus repot-repot memuat alasan mengapa menyatakan Isa Almasih bukan Tuhan, bahwa kelahirannya tidak ada bedanya dengan kelahiran Adam, mukjizat yang dilakukan semata-mata atas kekuasaan Allah seperti halnya mukjizat nabi dan rasul yang lain, dll. Dalam penolakan soal kematian Isa Almasih pada persitiwa penyalibanpun Al-Qur’an hanya memberikan pernyataan bahwa beliau tidak mati disalib tanpa harus memberikan penjelasan bagaimana detail cara Allah menyelamatkannya. Umat Islam sudah cukup ‘enjoy’ dengan berita tersebut karena sudah sejalan dengan konsep ketuhanan mereka yang sangat konsisten menyatakan ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’.

        Jimmy Jeffry
        Justru saya heran mengapa Quran/hadist tidak merujuk pada kitab-kitab sebelumnya. Bukankah dalam Quran bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab sebelumnya yang juga firman Allah. Bukankah Islam mencoba membangun sebuah kesinambungan antara nabi-nabi sebelumnya seperti Abraham, Musa, Isa (Yesus) yang kemudian puncaknya pada Muhammad. Karena tidak ada rujukan pada kitab-kitab sebelumnya dalam Quran/hadist, maka konsekuensi logis kitab-kitab sebelumnya dianggap tidak “murni” lagi atau telah dipalsukan. smile emoticon

        Saya kira semua muslim punya pemahaman bahwa kitab-kitab sebelumnya itu ada bagian “dipalsukan”, berarti ada bagian2 yang masih asli menurut Quran bukan? Lalu mengapa tidak ada rujukan dalam Quran/hadist mengenai kitab atau bagian yang masih asli tsb?. Bukankah pada sekitar abad ke-7 ada begitu banyak kitab-kitab yang beredar bahkan naskah PB yang lengkap telah dibukukan seperti dalam Codex Sinaiticus dllc. Dokumen gnostik telah ada sejak abad kedua seperti yang ditunjukan dalam naskah-naskah Nag Hammadi..

        [[[Arda: Memang ada beberapa pemikir Islam yang mencoba mencari rujukan pernyataan Al-Qur’an dan hadits tentang Isa Almasih, namun itu bukanlah dalil-dalil yang wajib untuk dipakai dan diterima, misalnya tentang teori substitusi penyaliban, isinya bisa saja diabaikan atau dilihat bagaimana perkembangan pembuktiannya layaknya suatu kajian ilmiah biasa]]]]

        Maka tidak heran banyak moslem scholars yang mencoba membangun “missing link” antara Yudaisme/kekristenan dengan Islam. Seperti mengajukan teori tentang kekristenan yang “asli” misalnya kelompok Nazarene (Nasrani) & Ebionit, merujuk kitab apokrif yang pada detail tertentu yang selaras dengan Quran, bahkan sampai memunculkan “injil Barnabas”. Anda menolak upaya pendekatan seperti ini, namun justru anda menciptakan kondisi bangunan Islam yang terisolasi atau disconnected dengan ajaran sebelumnya, padahal Islam mengklaim sebagai pelanjut ajaran sebelumnya.

        [[[Arda: Keberadaan sumber apokripa merupakan masalah internal ajaran Kristen sendiri yang merupakan bukti, bahwa sepeninggal Yesus ajaran tersebut bersifat cair dan memiliki banyak penafsiran, termasuk tentang keilahian Yesus. Terdapat puluhan catatan tentang Yesus sebagai hasil penafsiran penulisnya dan pada akhirnya sejarah menunjukkan yang memenangkan pertarungan teologis dan dipakai secara mayoritas adalah menyatakan Yesus sebagai Tuhan dan kesatuan trinitas. Pernyataan bahwa Yesus baru dilantik sebagai Tuhan dalam konsili Nicea tidak diartikan bahwa sebelum itu konsep keilahiannya belum terwujud, namun konsili tersebut merupakan tonggak tertinggi dari kemenangan konsep yang memeangkan pertarungan teologis tersebut, termasuk karena adanya dukungan kekuasaan Romawi waktu itu]]]]]]

        Saya kira pernyataan anda bertentangan dengan data sejarah yang ada. Sesudah Yesus, para rasul telah meneruskan pengajaran Yesus ke murid-murid para rasul dan seterusnya. Hal yang prinsip seperti keilahian Yesus telah dipahami & diterima oleh jemaat mula-mula, sebagaimana bisa terlihat dalam catatan bapa gereja awal seperti Ignatius, Justin Martyr, Ireneus dll. Demikian pula dengan penyembahan yang dilakukan mereka terhadap Yesus sebagai Tuhan. Bahkan catatan dari tulisan/pernyataan musuh kekristenan (Trypho, Celsus, Lucian of Samosata, Pliny the younger dll) yang menyajikan fakta bahwa jemaat mula-mula memang telah menyembah & mengimani Yesus sebagai Tuhan. Bahkan injil apokrif (non kanonik) yang anda anggap kalah dalam pertarungan teologis justru memahami Yesus sebagai figur yang ilahi tetapi menolak hakekat kemanusiaan Yesus. Nanti abad belakangan baru muncul penolakan yang cukup signifikan terhadap keilahian Yesus yaitu melalui Arius. Tetapi jika anda mempelajari tulisan Arius, dia tetap memberlakukan Yesus sebagai figur yang ilahi, hanya bedanya dia menganggap Yesus sebagai makhluk. Ajaran Arius ini juga bertentangan dengan Quran, lalu dimana model pengajaran tentag “keesaan Tuhan” (Tauhid) yang sesuai dengan versi Islam pada masa pra Islam yang juga membawa risalah nubuatan kenabian Muhammad?

        Pemahaman anda terhadap konsili Nicea jelas hanya klaim yang ahistoris, karena pada kenyataannya konsili Nicea hanya bersifat peneguhan secara formal saja apa yang telah diimani oleh kekristenan awal. Rumusan formal ini diperlukan agar jemaat memiliki pegangan yang jelas menghadapi berbagai bidat yang ada. Posisi Konstantin sebagai kaisar Romawi hanyalah memfasilitasi pertemuan para uskup itu saja, tetapi tidak ada campur tangan kekuasaan yang bisa mendikte para uskup itu mengambil keputusan.

        [[[Arda: 600 tahun kemudian Islam datang untuk memberian pernyataan yang sederhana tanpa harus repot-repot memuat alasan mengapa menyatakan Isa Almasih bukan Tuhan, bahwa kelahirannya tidak ada bedanya dengan kelahiran Adam, mukjizat yang dilakukan semata-mata atas kekuasaan Allah seperti halnya mukjizat nabi dan rasul yang lain, dll. Dalam penolakan soal kematian Isa Almasih pada peritiwa penyaliban pun Al-Qur’an hanya memberikan pernyataan bahwa beliau tidak mati disalib tanpa harus memberikan penjelasan bagaimana detail cara Allah menyelamatkannya. Umat Islam sudah cukup ‘enjoy’ dengan berita tersebut karena sudah sejalan dengan konsep ketuhanan mereka yang sangat konsisten menyatakan ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’]]]]

        Dalam sistem teologi Islam, bahwa Islam datang untuk meluruskan ajaran kekristenan yang salah & jika ditarik lagi ke belakang mengacu pada konsep ini, kekristenan datang untuk meluruskan ajaran Musa/Taurat yang telah diselewangkan oleh orang Farisi/Sadiki. Ini tesis yang diajukan Sanihu Munir yang mungkin sejalan dgn konsep anda. Tetapi bagi kekristenan, Yesus datang bukan meluruskan ajaran Musa yang diselewangkan tetapi justru Yesus menggenapi inti dari ajaran Musa & para nabi yaitu tentang janji akan datangnya Sang Mesias. Yesus meneguhkan kitab PL/Tanakh misalnya dengan mengutip atau merujuk pada ayat dalam PL/Tanakh dan Yesus memberi makna baru pada hal-hal sifatnya bayangan (type) dalam PL/Tanakh menjadi jelas makna sesungguhnya (anti-type). Lalu dimana kutipan atau rujukan dari Muhammad pada kitab sebelumnya?

        Demikian pula tidak ada ajaran Yesus yang diselewangkan oleh Paulus seperti yang sering dituduhkan pihak muslim. Pengajaran Yesus telah diteruskan oleh para rasul dan berlanjut ke generasi berikutnya (paradosis katakete). Sehingga bagi kekristenan, klaim tentang akan datang nabi yang akan meluruskan ajaran kekristenan, jelas tidak lagi relevan, karena memang secara prinsip tidak ada hal yang perlu diluruskan.

        SELESAI

    2. Itulah bodohnya dan gobloknya anda, anda mengatakan sebelum Yesus lahir sudah ada gereja khatolik bu… Dapat dari mana tuh sumber sejarahnya kok bisa tuh sebelum Yesus lahir sdh ada gereja khatolik sedangkan ke kristenan muncul setelah kenaikan Yesus ke sorga dan waktu itu Rasul petruslah yang menjadi pemimpin para Rasul bu dan di anthokialah warga kristen yahudi berkumpul dan menyebut mereka nasrani artinya pengikut Kristus…. 😊😊😊 jadi bu belajar lagi ya tentang sejarah gereja timur yaitu gereja mula mula para rasul bu 😊😊😊 bu bu tolol itu jangan di pelihara sbab malu bu agama romawi waktu itu adalah penyembah berhala seperti dewa dewa bukan katholik bu… 😊😊😊 kasihan deh ibu… Wakaaakaaa😊😊😊

      1. Itulah fakta sejarah nya dan jangan lupa kitab PB di tulis bukan dengan bahasa Yahudi tapi bahasa Yunani.

        Fakta lain yang membuktikan bahwa perjanjian baru bukan firman/Wahyu tuhan bahwa dari ribuan manuskrip tidak ada satupun yang identik, semua manuskrip berbeda satu dengan yang lain.

        Seiring berjalannya waktu PB sudah berkali-kali di revisi. Wahyu / firman tuhan kok di revisi manusia.

        Terlalu banyak fakta yang membuktikan bahwa PB bukan firman/Wahyu tuhan. Jadi karena kitabnya bikinan manusia tentu agama nya pun tidak beda dengan agama penyembah berhala , tentu wajar mengingat agama Kristen sejatinya adalah agama penyembah dewa yang tuhan nya beringkarnasi jadi manusia (Zeus) lalu menghamili wanita dari golongan manusia kudian lahirlah Hercules eh Yesus 😀

    3. PENYEBAB KESALAHAN AL QURAN (5)
      5. TERLANJUR SALAH DAN TIDAK MUNGKIN DIRUBAH
      Konsep nasakh mansukh Al quran sebenarnya hanya terjadi SATU KALI SAJA, yaitu tentang ayat ayat setan yang menyebabkan Salman Rusdhi di vonis mati oleh para muslim.
      Kesalahan kesalahan Al quran lainnya tidak mungkin untuk dirubah, karena akan menjatuhkan kredibilitas Muhammmad yang mengklaim dirinya sebagai NABI dan klaim bahwa semua isi Al quran berasal dari SURGA ANTAH BERANTAH.
      Al quran pasti benar karena Al quran mengatakan bahwa Al Quran pasti benar karena Al quran mengatakan Al quran pasti benar karena…… dst, walaupun Al quran yang carut marut tanpa time line dan berisi dongeng dongeng dengan ayat ayat yang diulang ulang dipenuhi dengan kesalahan kesalahan FATAL.
      Sesungguhnya, dengan klaim klaim kenabian Muhammad dan pernyataan bahwa Al quran 100% berasal dari surga, menjadikan SETIAP MUSLIM IDIOT dan GAGAL PIKIR, karena KESALAHAN AL QURAN adalah KEBENARAN HAKIKI bagi setiap muslim.
      Semenjak Muhammad berkuasa di Madinah, beberapa kali Muhammad melakukan pengecekan akan wahyu wahyunya baik dengan para Yahudi maupun para pengikut Kristus. Setiap kali pula, ketika para Yahudi dan pengikut Kristus mengatakan bahwa ini salah dan itu salah…. Muhammad akan mengatakan: “Andalah yang salah, karena ini wahyu dari Surga dan sayalah pemilik wahyu yang sebenarnya.”
      Muhammad tidak mungkin mau untuk dikoreksi, karena kalau dia mengakui kesalahannya berulang kali, maka tidak akan ada seorangpun yang percaya dia sebagai nabi.
      Muhammad di dalam Al quran mengatakan bahwa Taurat, Zabur dan Injil adalah wahyu yang turun dari langit. Logika yang paling sederhana adalah mengetahui arti Zabur atau Mazmur yang ditulis Daud, Mazmur Daud artinya PUJI PUJIAN DAUD.
      Demi kenabiannya dan klaim klaimnya bahwa Al quran adalah wahyu langsung dari surga, dia tidak segan segan menyerang siapapun yang mengatakan Al quran salah, terlebih setelah dia berkuasa.
      Muhammad tidak bisa membedakan antara kebenaran dengan dongeng. Kesalahan serius seperti legenda tujuh penidur, kisah Dzulkarnaen, burung yang jadi mata mata dan banyak lagi kesalahan kesalahan fatal lainnya.
      Semua isi Al kitab yang tidak sesuai dengan Al quran pastilah salah dan telah dirubah rubah.
      Logika jungkir balik para Muslim mengikuti logika jungkir balik Muhammad. Beban pembuktian terbalik bahwa Al quran SALAH TOTAL diklaim sebagai kebenaran dengan menyalahkan dokumen sumber.
      Al quran sendiri sudah MENGKULTUSKAN Muhammad sebagai contoh berbudi agung dan berahklak mulia, suri teladan sempurna yang berkontradiksi mati dengan kelakuan Muhammad yang direkam dalam Hadist Hadist yang bermaksud mengagung agungkannya dalam pola masyarakat BADUI ABAD ke 7.
      IDIOT dan GAGAL PIKIR setiap muslim bersumber dari Al quran yang disebabkan Muhammad terlanjur salah dan tidak mungkin di rubah.
      Kalau Al quran diklaim sebagai wahyu dari surga yang disampaikan oleh malaikat kepada Muhammad, maka jelaslah bahwa TERLANJUR SALAH dan TIDAK MUGKIN DI RUBAH yang menjadi sumber cerita Al quran telah membuat ALLOW SWT BUTA SEJARAH DAN PEMBUAL!!!!! Karena sesungguhnya ALLOW SWT MAHA TAHU = BEBAL DAN TOLOL!!!!

    4. PENYEBAB KESALAHAN AL QURAN (2)
      2. MITOS MITOS dan CERITA PALSU KRISTEN YANG BERASAL DARI SYRIA
      Syria pada abad ke 7 cukup dikenal sebagai sumber cerita berupa legenda, mitos, dongeng dan cerita apa saja yang kemudian menyebar ke daerah daerah lainnya, terutama di area Timur Tengah.
      Muhammad sering mendengarkan kisah kisah yang berasal dari Suriah, termasuk cerita cerita palsu tentang Maria dan Yesus yang sudah dihiporbolikkan dengan menambahkan bumbu bumbu cerita untuk membuat orang tertarik.
      Orang orang Kristen Syria misalnya mempunyai cerita cerita fantastis tentang masa kanak kanak Yesus. Pada masa itu, Injil Palsu, Buku Palsu dan Cerita-cerita Palsu menjadi sumber dongeng yang kemudian diceritakan kembali pada hari hari pasar.
      Ketika Muhammad mendengar cerita tersebut, dia terkesima dan tidak bisa membedakan antara kebenaran dang dongeng. Kenyataannya, cerita cerita tersebut dijadikan sebagai dongeng anak anak sebelum tidur.
      Hari ini kita mengetahui bahwa dongeng dongeng tentang Maria dan Yesus sudah ditulis di beberapa buku oleh orang orang Kristen Syria jauh sebelum Muhammad dan Al quran ada.
      Muhammad tertipu dengan dongeng dongeng yang diklaimnya berasal dari surga. dongeng dongeng tersebut sudah dituliskan di lauh mahfuzh, sama seperti kisah Dzulkarnaen dan The seven sleeper yang menghiasi Al Quran.
      Contoh :
      QS 5 : 110
      إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ
      ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan diwaktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan diwaktu kamu membentuk dari tanah yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari kuburdengan seizin-Ku, dan di waktu Aku menghalangi Bani Israil di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.
      Konyol ngga tuh si ALLOW aka Muhammad, karena buku buku dongeng tersebut sampai sekarang pun masih ada. Katanya ALLOW SWT maha tahu…. ternyata oh ternyata, di surga islam ada juga pusat dongeng sebagai sumber wahyu!!!!
      Ada juga DONGENG tentang Yesus yang bisa bicara begitu lahir.
      QS 3 : 43
      وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ
      dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh”.
      ——————
      Di Timur Tengah pada masa itu, orang orang Kristen sangat menghormati Maria, bahkan menjadikan maria sebagai Dewi. Muhammad berpikiran, tentulah Tritunggal yang dimaksudkan adalah Ayah, Ibu dan Anak.
      QS 5 : 116
      وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
      Dan ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.
      Dalam konteks yang berbeda, bandingkan ayat tersebut dengan pernyatan Al quran QS 6 : 110 yang mengatakan “Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri”
      Konyol ngga tuh si ALLOW aka Muhammad, dia menolak Trinitas Kristen Bapa Ibu dan Anak, tetapi dia tidak tahu apa yang ditolaknya. Katanya ALLOW SWT maha tahu…. ternyata oh ternyata, di surga islam ada juga pusat dongeng sebagai sumber wahyu!!!!
      Kalau Al quran diklaim sebagai wahyu dari surga yang disampaikan oleh malaikat kepada Muhammad, maka jelaslah bahwa dongeng dongen yang berasal dari Kristen Syria yang menjadi sumber cerita Al quran telah membuat ALLOW SWT PEWARTA DONGENG!!!!! Karena sesungguhnya ALLOW SWT MAHA TAHU = TUKANG DONGENG!!!!

    5. PENYEBAB KESALAHAN AL QURAN (1)
      Artikel ini saya sajikan untuk memperlihatkan apa saja penyebab KESALAHAN KESALAHAN FATAL AL QURAN.
      Secara terpisah pisah, di blog ini sudah ada ratusan tulisan/artikel yang memuat tentang Islam, Quran dan Hadist, termasuk didalamnya kesalahan kesalahan fatal Al Quran yang menjadikan setiap MUSLIM mendadak TOLOL, tidak lagi bisa menggunakan akal pikiran, logika, penalaran secara normal, kecuali pembelaan membabi buta diluar kontekstual, paradoks, fallacy, adhominem dan segala macam tafsir serta tipu tipu hanya untuk pembenaran.
      Tulisan tentang penyebab kesalahan Al quran saya buatkan beberapa seri agar artikel tidak terlalu panjang dan menjemukan dan mudah untuk dimengerti (tentunya bagi mereka yang masih memiliki otak untuk berpikir) dan dapat ditelusuri kebenaran alasan penyebab kesalahan fatal Al quran.
      1. ORANG YAHUDI DI LINGKUNGANNYA
      Kita mengenal pembagian Al quran menjadi 1) Ayat ayat Makiyah dan 2) Madinah.
      Pada masa awal Muhammad mengklaim dirinya sebagai nabi, dia mempresentasikan Islam sebagai penerus agama Yahudi. Penegasan bahwa Islam adalah penerus agama Yahudi, yang sampai sekarang dikenal dengan agama samawi, dapat dilihat dari isi Al quran yang banyak memposisikan sembahan Yahudi adalah sama dengan sembahan Islam. Kemudian klaim klaim nabi nabi Yahudi adalah nabi nabi Islam, menggambarkan bertapa Muhammad berharap bahwa orang orang Yahudi akan masuk Islam.
      Muhammad menyesuaikan semua cerita cerita orang orang Yahudi yang berinteraksi dengannya, mulai dari Adam, Abraham, Musa dan seterusnya dalam kontekstual Islam dan memasukkannya di dalam cerita Al Quran.
      KESALAHAN FATAL AL QURAN terjadi karena apa yang diceritakan orang orang Yahudi kepada Muhammad adalah cerita cerita mitos, dongeng, legenda yang disengaja maupun tidak disengaja, kemudian diserap mentah mentah oleh Muhammad dan diklaim sebagai wahyu dari surga.
      Hal tersebut terjadi karena apa apa yang diceritakan oleh orang Yahudi kepada Muhammad tidaklah berdasarkan teks, melainkan secara lisan yang banyak bersumber dari Mishna dan Talmud. Misalnya tentang Iblis yang yang dikutuk karena tidak mau menyembah/sujud kepada Adam. Cerita tersebut jelas jelas bukan berasal dari Muhammad (dari surga Islam)tetapi sesuai dengan cerita yang dia dengar yang bersumber dari Talmud.
      Apakah orang Yahudi menipu Muhammad?
      Berdasarkan hadist sahih, beberapa rabi rabi Yahudi yang berinteraksi dengan Muhammad, jelas jelas mempermainkannya bahkan mengolok oloknya, tetapi Muhammad berpikir apa yang didengarkannya dari rahib rahib Yahudi tersebut adalah hal yang benar.
      Mereka mentertawakan Muhammad, dan sampai saat ini pun, tidak ada orang Yahudi yang protes tentang isi Al Quran yang jelas jelas bertentangan dengan sejarah yahudi yang sudah dituliskan ribuan tahun sebelum Muhammad ada, yang bahkan menjadi budaya turun temurun Yahudi yang terjaga sampai saat ini.
      Muhammad bagaikan spon kering yang menghisap semua cerita cerita Yahudi yang sangat luar biasa, padahal mereka mentertawakannya dengan olok olok dan menganggab Muhammad penipu gila yang terobsesi menjadi nabi penerus nabi nabi Yahudi.
      Semua muslim sepakat bahwa Al quran diimlakan Muhammad dan dihafalkan oleh pengikut pengikutnya. Apa yang sudah diklaim sebagai wahyu suci dari surga antah berantah, sudah tidak mungkin dihapus dan dirubah lagi.
      Setelah di Madinah, Muhammad mulai menyadari kesalahan kesalahan fatal di Al quran dan tidak mungkin untuk di revisi. Kenyataan tersebut menjadikan Muhammad sangat benci kepada Yahudi. Dengan kekuasaannya, Muhammad menghabisi para Yahudi, memperbudak wanita dan anak anak untuk menyalurkan dendam kesumatnya karena diolok olok dan menjadi bahan tertawaan orang Yahudi.
      Salah satu cara terbaik untuk memperlihatkan bahwa Al quranlah yang benar, maka Muhammad membuat KLAIM di AL QURAN bahwa Al Kitab dipalsukan.
      Setiap muslim yang membaca penjelasan di atas, akan langsung HANG, padahal segala sesuatu tentang KESALAHAN FATAL AL QURAN dapat di trace berdasarkan bukti bukti dan FAKTA SEJARAH serta BUDAYA yang masih ada hingga saat ini.
      Contoh : QS 9 : 30
      Waqaalatil yahuudu ‘uzairun abnullahi waqaalatin
      “Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah”
      Konyol ngga tuh si ALLOW aka Muhammad, karena ngga ada nabi Yahudi yang namanya Uzairun. Tapi ya harus diada adakan, biar Al quran benar sebagai pembenaran.
      QS 87 : 19
      صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى Shuhufi ibraahiima wamuus
      “kitab-kitab Ibrahim dan Musa.”
      Konyol ngga tuh si ALLOW aka Muhammad, karena 4000 tahun lalu Abraham hidup Nomad dan dapat dipastikan belum melek huruf.
      Muhammad tentunya pernah mendengar kisah tentang Harun, Musa, Miryam, yaitu anak anak Imran dari rabi rabi Yahudi sebelum dia mengklaim dirinya sebagai nabi. Ketika Muhammad menuliskan kisah Miryam/Maryam yang diklaim sebagai ibu dari Isa, Muhammad tanpa ragu ragu menyematkan Maria sebagai saudara perempuan Harun, anak Imran. Penegasan tersebut diperjelas di dalam Alquran, bahwa Ibu Maryam adalah istri Imran.
      Ada seribu satu macam penjelasan dari para muslim untuk membenarkan kesalahan kesalahan sejarah, yang kemudian penjelasan penjelasan tersebut akan bertentangan pula dengan isi Al quran yang lainnya, kemudian mereka akan menjelaskan lagi kesalahan kesalahan apapun sebagai pembenaran, bahwa Al quran pasti benar, karena Al quran mengatakan bahwa Al quran pasti benar, meskipun Al quran JELAS JELAS SALAH, karena sesungguhnya, di dalam Al quran, kesalahan adalah kebenaran hakiki.
      Banyak sekali cerita cerita tentang Yahudi yang masuk ke dalam Al quran yang JELAS JELAS SALAH berdasarkan catatan sejarah yang sudah dituliskan ratusan bahkan ribuan tahun sebelum Al quran/Muhammad ada.
      Kalau Al quran diklaim sebagai wahyu dari surga yang disampaikan oleh malaikat kepada Muhammad, maka jelaslah bahwa orang orang Yahudi yang menjadi sumber cerita Al quran telah membuat ALLOW SWT BUTA SEJARAH!!!!! Karena sesungguhnya ALLOW SWT MAHA TAHU = BUTA SEJARAH!!!!

    6. Bu bu belajar sejarah geraja rasul mula mula darimana internet sdh lansung check ke sumbernya 😊😊😊 soalnya ibu mulai asal comot dan cocokmologi sama seperti muhammad baru secuil dan dongeng sdh lansung masukkan quran 😊😊😊 kalau mau melihat aslinya naskah LAUT MATI atau Naskah Qumran silahkan lihat sendiri di museum Alkitab di Israel dan sebagian dalam vatikan Roma tersimpan di dalam ruangan kedap udara karna umurnya yang sdh tua ibu 😊😊😊 dan ada di inggris serta israel dan mesir bu kalau mau di lihat dan di teliti baik dari segi umur dan tulisan silahkan pemerintah terbuka utk itu ibu 😊😊😊 jadi bu kanonisasi Alkitab berbeda standar dari quran yang lansung mengklaim wahyu Allah lansung, tidak berubah dan komplit 😊😊😊 oke bu belajar ya kalau di indonesia ada hub saja DR Bambang Noorsena dia punya museum kecil di rumah di semarang bu 😊😊😊 bu bu kasihan mau menyerang tapi nggak bisa ya bu 😊😊😊

    7. SURAH ALI IMRAN, KEBENARAN QURAN YANG MEMALUKAN

      Siapa saja yang bisa membaca bahan bacaan dan paham apa yang dibacanya akan sakit perut menahan lucu bila membaca Surah Ali Imran. (QS 3, 1-200).

      Surah Ali Imran termasuk surah yang sangat panjang, memuat 200 ayat, hampir 70 x lipat dibandingkan dengan surah Al Asr atau QS 103 yang memuat hanya 3 ayat.

      QS 3 dibuka dengan ayat yang tidak memiliki arti, Alif laam miim.

      Saya hanya membuat catatan catatan saja pada bagian bagian tertentu saja mengomentari isi surah iini, karena sebagaimana Al quran yang LENGKAP, RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA, surah ini LOMPAT SANA SINI dan TIDAK ADA TIME LINE untuk memahami apa apa pesan yang hendak disampaikan….!!!!

      QS 3 : 3

      Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,

      – Dalam ajaran Islam ada 4 kitab, yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al quran. Dimanakah posisi Zabur, apakah yang dimaksutkan kitab yang telah dirutunkan sebelum Taurat dan Injil????!!!!!!

      QS 3 : 7

      Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

      – Kitab yang JELAS, RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA ternyata pakai perangkap tikus???!!!!!!

      QS 3 : 10

      Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

      – Abdullah dan Aminah serta nenek moyangnya adalah KAFIR. ANAK Abdullah pastilah menjadi BAHAN BAKAR API NERAKA. Kalau Abdullah tidak Kafir, pastilah ALLOW SWT adalah ALLOW yang sama yang disembah Abdullah dan nenek moyangnya, maka ANAK ABDULLAH bukan bahan bakar neraka!!!!!!!

      QS 3 : 13

      Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.

      – Lompatan cerita yang tidak jelas juntrungnya dan tidak ada kaitannya dengan ayat ayat sebelumnya.

      QS 3 : 19

      Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

      – Klaim yang justru bertentangan dengan pernyataannya sendiri pada ayat ayat sebelumnya dan ayat ayat selanjutnya.

      QS 3 : 27

      Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

      – Hanya orang orang berilmu yang bisa memahaminya!!!!!! Engkau masukkan malam ke dalam siang, bisa jadi gerhana matahari, tetapi bagaimana Engkau masukkan siang ke dalam malam??????!!!!! Tebak sendiri deh, apakah kamu condong sesat atau kamu orang yang tak berilmu.. hahahhahaha….

      QS 3 : 28

      Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).

      – Dalam ajaran islam, ayat ayat munafikun selalu ada… tidak boleh tetapi boleh jika…. Tidak boleh membunuh tetapi boleh membunuh jika ….. tidak boleh berzina tetapi boleh berzinah jika …. dst.

      QS 3 : 35

      (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

      – Lompatan cerita yang tidak jelas juntrungnya.

      QS 3 : 37

      Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

      – Siapakah Imran? Siapakah Zakariya? Apa hubungannya? Kitab yang JELAS, RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA sama sekali TIDAK JELAS, TIDAK RINCI dan NGAWUR AUZUBILLAH..hahahhahaha!!!!!!

      QS 3 : 45

      (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

      – Lompatan cerita yang ngga jelas juntrungnya

      QS 3 : 50

      Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

      – Apakah sebahagian yang sudah dihalalkan tersebut????? Ngga jelas dan ngawur!!!!!!!!!!

      QS 3 : 54

      Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

      – Pengakuan jujur SANG PENYESAT, IBLIS, bapa segala dusta!!!!!!

      QS 3 : 60

      Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

      – Bersumpah kepada SANG PENYESAT agar laknat SANG PENYESAT kepada orang orang yang berdusta????!!! Ngaco banget. Isa putra Maryam yang lahir di bawah pohon kurma di tengah hari siang bolong, entah kapan dan enatah dimana kok dijadikan bahan sumpah di hadapan SANG PENYESAT???!!!!! Tentang Isa putra Maryam Bin Imran, pastilah para MUSLIM tidak pernah berdusta!!!!

      QS 3 : 65

      Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?

      QS 3 : 66

      Beginilah kamu, kamu ini bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

      QS 3 : 67

      Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

      ——————————————————————————————————————-

      Silahkan anda teruskan membaca KITAB YANG JELAS, RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA tersebut.

      Kalau anda puyeng dengan penjelasan yang lompat sana sini dan tidak jelas juntrungnya, berarti anda masih manusia normal, minimal IQ anda standar lah….

      Silahkan dibaca perlahan lahan QS 3 ayat 65 – 67 dan pahami lah dengan baik apa yang sedang anda baca dari sebuah KITAB YANG JELAS, RINCI DAN TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA yang yang kesemuanya berisi klaim klaim DUNGU TIDAK KETULUNGAN, lompat sana lompat sini, kacau balau dan berkontradiksi mati karena PENGARANGNYA IDIOT!!!!

      Pun sampai anda membaca ke ayat 200, anda akan tetap sakit perut menahan lucu memahami SURAH/SURAT ini dikirimkan dari LANGIT ANTAH BERANTAH kepada UMAT MANUSIA dan UMAT JIN, turunan adam dan turunan IBLIS yang beragama ISLAM.

  18. Fakta menarik ni.
    Menurut hasil penelitian 72 profesor dan pakar Bibel kaliber internasional yang tergabung dalam “The Jesus Seminar,” disimpulkan bahwa 82 persen kalimat yang redaksinya diucapkan Yesus di dalam kitab-kitab Injil, sebenarnya tidak pernah disabdakan oleh Yesus:

    “Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the Gospels were not actually spoken by him.” (Robert W Funk, Roy W Hoover, and The Jesus Seminar, The Five Gospels, What did Jesus Really Say?, hal. 5).

    😁

    1. FAKTA SEJARAH BAHWA QURAN, WAHYU PALSU
      November 11, 2016
      Ada tidak pembaca muslim yang benar benar akademisi dan bisa menggunakan otaknya untuk berpikir, bernalar dan atau berlogika sehingga mampu berdiskusi, berdebat dan atau mengkoreksi serta membenarkan artikel yang akan saya tulis sesuai dengan judul di atas?

      Setiap muslim dengan bangganya selalu mengklaim bahwa Al quran adalah asli, karena tidak pernah berubah.

      Berdasarkan al quran yang diakui sekarang ini, bahwa Al quran dituliskan dengan bahasa Arab yang jelas, sehingga kalau ada Al quran yang bukan bahasa Arab yang jelas, maka itu bukan Al quran (misalnya terjemahan Al quran).

      Al quran oral yang asli, berdasarkan catatan catatan sejarah Islam, dikenal dengan 7 qiraat atau 7 macam pengucapan.

      Tulisan bahasa Arab asli ketika didiktekan Muhammad untuk dituliskan, tidak mengenal tanda baca dan huruf vocal.

      Al quran yang sekarang ini bersumber dari mushaf Ustmani, penguasa Islam yang memerintahkan semua mushaf dan atau tulisan tulisan lain yang berkaitan dengan Al quran dimusnahkan dengan cara dibakar, kemudian Hajjaj bin Yusuf, gubernur Irak (694 – 714) memasukan lebih dari 1.000. huruf alif ke dalamnya.

      Point point di atas akan saya rangkaikan dalam artikel berikutnya, bahwa berdasarkan fakta fakta sejarah yang didapatkan dari bukti bukti yang bersumber dari kalangan Islam, Al quran sekarang ini adalah WAHYU PALSU.
      The Hidden Origins of Islam: New Research into Its Early History

      Product details
      Hardcover: 406 pages
      Publisher: Prometheus Books (10 Sep 2008)
      Language English
      ISBN-10: 1591026342
      ISBN-13: 978-1591026341

      Penemuan penemuan arkeologi dan penelitian sejarah menyebutkan bahwa pada tahun 660 M, di mesopotamia Timur didapati koin logam dua bahasa dicap dengan huruf MHMT di tengah dan kata Muhammad dalam tulisan Arab di bagian pinggir. Uang² logam ini mengandung simbol² Kristen, misalnya selalu lambang salib,sehingga nama Muhammad sudah jelas dimengerti sebagai predikat Yesus, sama seperti Sanctus of the mass (pujian baginya yang datang…).

      Berbeda dengan kisah-kisah tradisi Islam, bahwa Islam lahir di jantung kota Mekkah bersama dengan kehadiran seorang nabi Arab, Muhamad bin Abdullah. Para ahli, khususnya Volker Popp memberi fakta-fakta berdasarkan koin-koin kuno dan sejarah kemunculannya, bahwa Muhammad bukanlah sebuah nama diri (proper name) melainkan gelar dan sebutan bagi Yesus oleh kaum Arab kristen dari Mesopotamia selatan yang oleh Cristoph Luxenberg disebut kaum Arabo-Sasanian Christian. Koin-koin bertuliskan Muhammad /MHMT dan bergambar seorang laki-laki membawa Salib, atau juga koin dengan inisial M dan bergambar salib yang menyebar dari Barat Ke Timur (Mesopotamia ke Damaskus & Yerusalem) pada masa pemerintahan Abdul Malik membuktikan bahwa kata Muhammad adalah gelar atau sebutan bagi Yesus, sebagai tandingan bagi kristen Byzantium yang mempercayai Yesus sebagai anak allah. Sementara kaum kristen di wilayah Barat seperti koptik, Byzantium dan Ortodoks Syria memposisikan Yesus sebagai theos uios/anak allah, kaum kristen Arab sassanian ini memposisikan Yesus sebagai abd’ allah dan rasulullah.

      Hal ini ditegaskan dalam temuan Cristoph Luxenberg yang memberi tafsiran baru dalam membaca Prasasti di Kubah Batu dimana tertulis
      ”Muhammad(un) ‘abd(u) llah(i) wa-rasuluh(u) “ yang seringkali dibaca sebagai Muhammad Abdullah rasul allah, seharusnya ini dibaca : Terpujilah (muhmmadun) abdi / hamba allah dan rasulnya, dan dalam konteks ini yang dirujuk sebagai hamba dan rasul allah adalah Isa anak Mariam. Pembacaan selama ini telah mengabaikan bahwa kata muhamad(un) bukanlah nama pribadi, melainkan gerundival partisipal yang berarti “Terpujilah”.

      Tulisan Muhammad berarti “yang disebutkan” dan “terpuji” atau “Dia yang disebutkan” dan “Dia yang terpuji juga sama dengan tulisan yang terdapat di mesjid Dome of the Rock di Yerusalem, di mana gelar Muhammad diartikan sebagai Messiah, Yesus, putra Maryam, dan pelayan Tuhan. Hal ini cocok dengan polemik John dari Damascus yang menentang pernyataan² seperti itu yang dianggapnya sebagai bid’ah (sesat).

      Setelah itu, tampaknya predikat keKristenan ini lalu hilang sedemikian rupa sehingga di Qur’an muncul Nabi tanpa nama yang kemudian dikenal sebagai Nabi Arab. Sumber terawal sejarah ini ditemukan dalam tulisan² John dari Damascus, yang menyebut tentang Nabi Palsu bernama Mamed. Hanya di waktu kemudian saja mulai ada catatan sejarah tentang Muhammad.

      Sejarah pada umumnya ttg Muhammad dan perkembangan dini Islam didasarkan pada literatur Islam abad 9 & 10 – dua abad setelah mampusnya Muhammad di thn 632. Tidak ada materi Islamic di abad 7 & 8, jaman hidupnya Muhammad dan penerus2nya. Satu2nya hal yg berasal dari jaman ini adalah beberapa inskripsi di gedung2 penting dan uang2 logam. Sejarah hanya didasarkan pada sumber2 jaman ybs, dan oleh karena itulah para penulis buku ini melakukan penelitian mendalam yg membuktikan asal usul Islam secara berbeda total. Spt ditunjukkan riset penulis, nama ‘Muhammad’ timbul pada uang2
      keping Syria BERSAMA IKONOGRAFI KRISTEN. Dlm konteks ini, ‘Muhammad’ berarti ‘yang terpuji’, ‘terhormat’ dan HANYA BISA MENGACU kpd YESUS KRISTUS, krn agama Kristen waktu itu adalah agama yg dominan. Hal yg sama juga eksis dlm inskripsi gedung the Dome of the Rock di Jerusalem, yg didirikan kalif ‘Abd al-Malik.

      Jadi, ini bukti bahwa penguasa2 Arab terdahulu adalah pengikut sebuah sekte Kristen. Bahkan, bukti dari Quran, yg difinalisasi pada waktu lama kemudian, menunjukkan bahwa prinsip2 teologinya dipengaruhi oleh agama Kristen versi yg ada di Syria, dijaman pra-Nicea (Nicea adalah tempat konferensi bapak2 pendiri agama Kristen yg kita kenal sekarang).
      Analisa linguistik juga menunjukkan bahwa Aramaik, bahasa TImur Tengah dulu selama berabad2 dan Kristen Syria sangat MEMPENGARUHI HURUF2 ARAB DAN PERBENDAHARAAN KATA DLM QURAN.

      Hanya di akhir abad 8 & 9, Islam menjadi agama terpisah.

      Tulisan tulisan sejarah yang dicatat di Al quran maupun hadist yang bersumber dari Muhammad, sama sekali tidak memiliki kronologis, hanya pencampuran berbagai macam kisah tokoh tokoh yang ada di Alkitab dengan “waktu sejarah” yang bisa berbeda ratusan bahkan ribuan tahun dengan catatan yang sudah ada sebelumnya.

      Qur’an Mengisahkan Haman dan Menara Mesopotamia di Mesir di Jaman Musa

      Contohnya nih, Muhammad mengatakan bahwa Haman, perdana menteri Raja Persia Ahasuerus dan menara Mesopotamia di Mesir, berada di jaman yang sama dengan jaman Musa. Ahasuerus itu dikenal oleh berbagai ahli sejarah sebagai Xerxes, yang jadi Raja di tahun 486 SM, dan bukan di jaman Musa yang hidup di abad ke 15 SM. Muhammad mengatakan Firaun meminta Haman membakar batu bata dan membangun menara sehingga dia bisa naik surga dan melihat tuhannya Musa. Ini keterangan Muhamad di Qur’an, Sura al-Qasas (28), ayat 38:

      Dan berkata Firaun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”.

      Muhammad mencontek kisah ini dari Kejadian 11:3,4. Setelah bencana air bah:

      Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
      Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

      Kita tahu bahwa para Firaun tidak pernah membangun menara apapun yang serupa dengan menara Mesopotamia. Masyarakat Mesir kuno tidak pernah membakar batu batu sampai di jaman Romawi menjajah Mesir. Sebelum jaman Romawi, orang² Mesir menggunakan batu untuk membangun piramida dan bangunan² ibadahnya. Untuk membangun rumah, mereka menggunakan batu bata yang dibuat dikeringkan oleh sinar matahari.

      Muhammad Menyebut “Orang² Samiri” di jaman Musa, Meskipun Orang² Samiri (Samaria) Baru Muncul di Abad 6 SM

      Contoh lain kesalahan judul terdapat di cerita Muhammad tentang anak sapi emas. Di kitab Keluaran tertulis bahwa Harun membuat patung ini di gurun. Kejadian ini berlangsung saat Musa naik ke gunung untuk menerima Sepuluh Perintah Tuhan. Karena tekanan bani Israel yang tidak sabar lagi setelah menunggu Musa selama 40 hari, Harun tunduk pada permintaan bani Israel dan membuat patung anak lembu emas untuk disembah mereka. Muhammad melaporkan kejadian ini di Qur’an, Sura Ta Ha (20), ayat 85-97 sebagai berikut:

      85. Allah berfirman: “Maka sesungguhnya kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.
      86. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?”
      87. Mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya”,
      88. kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”.
      89. Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?
      90. Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku”.
      91. Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.
      92. Berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,
      93. (sehingga kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?” 94. Harun menjawab: “Hai putra ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israel dan kamu tidak memelihara amanahku”.
      95. Berkata Musa: “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?”
      96. Samiri menjawab: “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku”.
      97. Berkata Musa: “Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: “Janganlah menyentuh (aku)”. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).

      Ketika Muhammad menyebut nama “orang² Samir”, dia berpikir tentang Simon, tukang tenung Samiri (Samaria) yang disebut di kitab Kisah Para Rasul (KPR). Simon meniup orang² di kota Samaria dengan sihirnya dan dicela oleh Rasul Petrus. Persamaan akan celaan Musa pada orang² Samiri di Qur’an dan celaan Petrus pada orang² Samiri di KPR menunjukkan bahwa Muhammad menempatkan orang² Samaria (di KPR) di jaman Musa, padahal dua kejadian ini terpisah sebanyak 1500 tahun.

      Kota Samiri dibangun oleh Omri, Raja Israel, di sekitar tahun 880 SM, tapi nama “orang² Samaria” baru tercatat di uang logam setelah abad ke SM, saat masyarakat Assyria dibawa ke Samaria setelah Sargon II menguasai kota itu di tahun 721 SM. Muhammad tidak tahu sejarah masyarakat Samaria, sehingga dia melakukan kesalahan sejarah yang fatal.

      Banyak lagi kesalahan kesalahan sejarah yang dituliskan di Al quran maupun hadist, padahal semua hal tersebut sudah dicatat di Al kitab.

      Alkitab ditulis dalam rangkaian kronlogis dan kejadian yang empirik berdasarkan pengilhaman oleh Allah dari waktu ke waktu, hingga akhirnya dikanonkan kembali hingga menjadi satu “perpustakaan” yang kita sebut Alkitab.
      Lalu bagaimana bisa Quran pun turut mencatat peristiwa-peristiwa yang dicatat Alkitab? Apakah redaktur Alquran yang hidup dimasa penulisan Alkitab? Apakah Alquran ditulis bersama-sama dengan Alkitab?

      Sedemikian banyaknya fakta fakta sejarah yang bila dikonfrontir dengan apa yang dituliskan di Al quran dan Hadist bertolak belakang, tidak bersesuaian, keliru, berbeda waktu dan lain sebagainya.

      Sementara itu, setiap muslim percaya bahwa Quran diturunkan oleh Allah SWT secara langsung pada Muhammad. Oleh karena itu Quran tidak boleh dikritik oleh manusia. Padahal secara historis, kental sekali dan dapat dipastikan bahwa Al quran ditulis berdasarkan apa yang dipikirkan Muhammad dan sama persis serta sesuai dengan kebutuhan atau apa yang dibutuhkannya.

      Bila Al-Quran diwahyukan secara mekanis maka semua salinan yang diterima, atau ditulis tidak akan beda bahkan sampai tanda bacanya.

      Kenyataannya, Ustman memerintahkan untuk memusnahkan dan membakar semua al quran yang beredar, kecuali versi yang dibuatnya.

      FAKTA dari BUKTI BUKTI SEJARAH menyimpulkan bahwa apa yang diklaim oleh Al quran itu sendiri adalah WAHYU PALSU!!!!!!

      Artikel ini saya buka dengan bentuk pertanyaan:

      Ada tidak pembaca muslim yang benar benar akademisi dan bisa menggunakan otaknya untuk berpikir, bernalar dan atau berlogika sehingga mampu berdiskusi, berdebat dan atau mengkoreksi serta membenarkan artikel yang akan saya tulis sesuai dengan judul di atas?

    2. Al-Qur’an, Antara Ali, Abu Bakar, Umar dan Ustman
      June 23, 2013
      Bagi para ahli sejarah Islam, tentulah tahu bahwa Ali, salah satu sahabat Muhammad yang sekaligus adalah menantunya tidak menghadiri pelantikan Abu Bakar sebagai Khalifah pertama.

      Terlepas dari kontroversi bahwa Ali tidak senang melihat Abu Bakar menjadi Khalifah pertama, tetapi sumber sumber islam mencatat sumpah Ali yang menjadi alasannya tidak menghadiri pelantikan Abu Bakar:

      “Aku melihat bahwa Al-qur’an telah ditambahkan, sehingga aku bernasar : “Aku tidak akan menggunakan jubahku kecuali untuk sembahyang, hingga aku bisa mengumpulkan Al-Qur’an.”

      Setelah berhasil menyusun mushafnya, Ali menunjukkannya kepada sahabat-sahabat nabi, namun mereka menolaknya sehingga Ali harus membawanya pulang kembali.

      Itulah pertama kali Al quran disusun yang dikenal dengan Mushaf Ali atau Mushaf Fatimah (istrinya).

      Sumber :

      Ibn Sa’d, Kitab al Tabaqat al Kabir, vol 2 p 338
      Ibn Abi Shayba, vol 6 p 148
      Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135
      Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 10
      Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
      Abu Hilal al Askari, vol 1 p 219-20
      Abu Buaym, vol 1 p 67
      Ibn Abd al Barr, al Istiab, p 333-34
      Ibn Juzay, vol 1 p 4
      Ibn Abi al Hadid, vol 1 p 27
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204, 248
      Kulayni, al Kafi, vol 8 p 18
      Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 72, 108
      Basair al Darajat, p 193
      Kulayni, al Kafi, vol 2 p 633
      Abu Mansur al Tabrisi, vol 1 p 107, 255-28
      Ibn Shahrashub, Manaqib Al Abi Talib, vol 2 p 42
      Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135-6
      Al Quran sekarang ini adalah Al Quran yang dicetak dengan percetakan modern dan menggunakan STANDAR EDISI MESIR PADA TAHUN 1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam bentuk tulisan tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan (diacritical marks) dan otografi yang BERVARIASI.

      Sejarah penulisan Quran yang sesuai dengan edisi Mesir dikenal dengan Al quran versi Ustmant.

      Sejarah pengumpulan Al quran versi Ustmant dimulai oleh Umar yang mengusulkan kepada Abu Bakar, yang menolak Mushaf Al quran yang telah disusun Ali dengan alasan banyaknya penghafal quran yang mati ketika perang Yamamah.

      Bukhari, Volume 006, Buku 061, Hadis nomor 509

      Kemudian Abu Bakar sebagai Khalifah memerintahkan sahabat sahabat dan penghafal quran untuk melakukan pengumpulan Quran.

      Bukhari, Sahih, vol 3 p 392-93
      Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 346-47
      Abu Bakr al Marwazi, Musnad Abi Bakr al Siddiq, p 97-99, 102-4
      Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 6-7, 9, 20
      Ibn al Nadim, Fihrist, p 27
      al Khatib al Baghdadi, Mudih awham al jam wa l tafrig, vol 1 p 276
      Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 149-50
      Mushaf tersebut dikenal dengan Mushaf Abu Bakar atau Mushaf Hafsah (anaknya Umar)

      Terpisah dari dua Mushaf di Atas, Al quran dikumpulkan oleh Ustman, Khalifah ke tiga

      Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 170
      Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 241
      Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol1 p 211
      Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 243-46
      Penulisan Mushaf Ustman didasarkan pada mushab Abu Bakar yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit.

      Sayangnya, Mushaf tersebut sebagai sumber penulisan Mushaf Ustman dimusnahkan setelah Hafsah meninggal dunia oleh Marwan ibn Al-Hakam dengan mengatakan

      “Saya lakukan hal ini karena khawatir, ketika zaman berlalu atau dikemudian hari, manusia akan meragukan keadaan ini.”

      Hal tersebut dikarenakan

      1. Mushaf Abu Bakar/Hafsah tidak lengkap.

      2. Perubahan susunan penulisan dilakukan Zaid anatara Mushab Abu Bakar dengan Mushab Ustman.

      Muslim senantiasa menyatakan bahwa :

      Al-Qur’an yang sekarang adalah sama persis dengan apa yang diterima oleh nabi SAW.
      Telah dihafalkan dengan sempurna oleh sangat banyak sahabat-sahabat nabi SAW.
      Tidak pernah ada kesalahan dalam penulisannya
      sangat cermat dalam penyusunannya
      Pada kenyataannya berdasarkan sumber sumber Islam sendiri bahwa:

      Al Quran memiliki 3 versi, Mushaf Ali, Mushaf Abu Bakar, Mushaf Ustman.
      Antara ketiga versi tersebut, dipastikan terdapat perbedaan pengurangan Mushaf Ali oleh Mushaf Abu bakar dan penambahan Mushaf Abu Bakar oleh Mushaf Ustman sehingga dapat dipastikan antara Mushaf Ali dengan Mushaf Ustman sangat jauh perbedaannya.
      Apa yang hendak disampaikan adalah, bobroknya moralitas pemimpin pemimpin Islam sehingga untuk kitab sucinya pun, harus saling meniadakan. Moralitas bobrok tersebut terus dijaga demi klaim sesat kesempurnaan Al Quran yang jelas jelas banyak salahnya.

      Syiah, yang menyakini Mushaf Ali mengatakan:

      Setidaknya tercatat ada 219 ayat-ayat spesifik Quran yang dinyatakan palsu oleh Syi’ah. Bahkan kaum Syi’ah percaya bahwa “Al-Quran yang dibawa oleh Jibril as. kepada Nabi Muhammad saw adalah 17.000 ayat”.

      Ini hampir 3 x lebih tebal ketimbang Quran sekarang.
      (re: Tinjauan Ahlus Sunnah Terhadap Faham Syi’ah Tentang Al-Quran dan Hadits, Nabhan Husein; dan hadis Hisyam bin Salim, diriwayatkan dari Abi Abdillah as.)

      Sementara Mushaf Ustman sendiri seperti tulisan Taufik A.Amal dalam bukunya Rekonstruksi Sejarah al-Quran, p.204, mengatakan:

      “Salinan-salinan mushaf utsmani yang diedarkan di sejumlah kota, dalam kenyataannya, tidak sempurna secara absolut.

      Bahwa QS 15:9

      إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

      Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

      Telah terbantahkan, ditambah lagi kesaksian kesaksian Umar, Khalifah ke dua yang mengucapkan inna li-llahi wa inna ilayhi raji un, karena ayat ayat quran yang tidak diingatnya lagi dan penghafal quran sudah mati.

      Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204
      Mabani, p 99
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
      Ibn Abi Shayba, vol 14 p 564, ekspresi yang digunakan adalah Faqadnah, artinya “kita kehilangan ayat tersebut”
      Abd al Razzaq, vol 9 p 50
      Ahmad b. Hanbal, vol 1 p 47, 55
      Ibn Abi Shayba, vol 7 p 431
      Bukhari, vol 4 p 306
      Ibn Salama, al Nasikh wal Mansukh, p 22
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
      Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 39 (mengacu pada Abu Bakar)
      Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 403
      Mabani, p 99
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
      Malik b. Anas, Muwatta, vol 2 p 824
      Ahmad b. Hanbal, vol 1 p 47, 55
      Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 398, 455
      Bukhari, vol 4 p 305
      Muslim, Sahih, vol 2 p 1317
      Ibn Maja, Sunan, vol 2 p 853
      Tirmidhi, Sunan, vol 2 p 442-3
      Abu Dawud, Sunan, vol 4 p 145
      Ibn Qutayba, Tawil mukhtalif al hadith, p 313
      Ibn Salama, al Nasikh wal Mansukh, p 22
      Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211, 213
      Juga kesaksian Aisah istri kesayangan Muhammad tentang ayat ayat rajam

      Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 183 (mengutip Zayd b. Thabit dan Said al-As Abd al Razzaq
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82, 86
      Suyuthi, al Durr al Manthur, vol 5 p 180 (mengutip Ubayy b. Ka’b dan Ikrima)
      Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba
      Zamakshari, al Kashaf, vol 3 p 518, footnote
      Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
      Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p 211
      Abd al Jalil al Qazwini, p 133
      Ahmad b. Hanbal, vol 4 p 269
      Ibn Maja, Sunan, vol 1 p 626
      Ibn Qutayba, Tawil, p 310
      Shafi’i, Kitab al Umm, vol 5 p 23, vol 7 p 208
      Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434
      Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226
      dan sejumlah laporan laporan tentang ketidak lengkapan quran:

      Laporan Anas bin Malik

      Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 399
      Tabari, Jami al Bayan, vol 2 p 479
      Laporan Abdullah Bin Umar

      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 81-82
      Laporan Ubay bin Ka’ab

      Ahmad b. HAnbal, vol 5 p 132
      Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405
      Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211
      Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 415
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82 (klaim yang sama tentang jumlah ayat sura 33 dan keberadaan ayat-ayat rajam diutarakan oleh Umar dan Ikrima dalam Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180)
      Zarkasi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35, dimana ayat dikatakan seharusnya berada di Sura 25 (al Nur)
      Mabani, p 83 dan 86, menyatakan ayat seharusnya berada di Sura al Ahzab
      Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400-1
      Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
      Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 433
      Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 37
      Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 157
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226, 227
      Laporan Hudhayfa b. al-Yaman

      Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180, mengutip dari Bukhari, Kitab at Tarikh
      Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 331
      Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 28-29
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
      Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 263
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226
      Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
      Abu Mansur al Tabrisi, al Intijaj, vol 1 p 222, 286
      Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35
      Laporan Abu Musa al-Ash’ari

      Muslim, vol 2 p 726
      Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405
      Abu Nuaym, Hilyat al Awliya, vol 1 p 257
      Bayhaqi, Dalai, vol 7 p 156
      Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 83
      Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 131-32
      Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400-01
      Tirmidhi, Sunan, vol 5 p 370
      Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 224
      Laporan Ibn ‘Abbas, Maslama b. Mukhallad al-Ansari, Ibn Mas’ud, Ali bin Abi Thalib, Ibn Al Nadim dan lainnya.

      Namun yang paling ironis adalah kesalahan mushaf ternyata diketahui juga oleh Usman, laporannya adalah sbb :

      Biographical Dictionary
      Ibn Khallikan, p. 401 :
      Abu Amr menyatakan bahwa dia mendengar kisah ini dari Katada as Sadusi :
      “Ketika mushaf Usman ditulis dan diserahkan kepada Usman bin Affan, dia berkata, ‘Ada kesalahan-kesalahan bahasa didalam mushaf, tetapi biarkan orang-orang Arab di padang pasir memperbaikinya dengan pengucapan mereka.

      QS 15:9 : Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

      Sampai sekarang tidak diketahui siapa sebenarnya oknum “KAMI” yang telah lalai melakukan tugasnya…!!!!

      1. Usman bin afan tidak mengumpulkan ayat2 Al Qur’an sebagaimana abu bakar RA tapi menyeragamkan bacaan/dialek menjadi 1 dialek yaitu dialek Quraisy.

        Komentar anda menunjukkan kebodohan anda 😀

    3. Ibu ibu sudah baca tentang sejarah quran ibu sendiri walaupun kebenaran di bukakan di depan ibu, tetap saja menyangkalnya makanya bu gunakan pikiran jangan memutar balikkan fakta sejarah dgn klaim konyol ibu sendiri… Belajar sejarah lagi ya bu…. Kasihan…. 😊😊😊

    4. SEJARAH PENYUSUNAN QURAN
      Dalam Islam terdapat pandangan berbeda mengenai keotentikan, keaslian atau tidak berubahnya Quran. Terdapat beberapa ulama, baik Syiah maupun Sunni yang menganggap adanya tahrif Quran (1) (2), bahwa Quran yang ada sekarang telah terkorupsi, tidak original seperti masa Muhammad dulu, sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa Quran yang ada hari ini adalah persis sama seperti yang ada pada masa Muhammad lebih dari seribu empat ratus tahun silam, tidak berubah setitik pun. Berikut beberapa ayat yang seringkali dijadikan dalil mengenai tidak berubahnya Quran;

      Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al Anaam : 115)

      Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS Al Hijr : 9)

      Apakah pendapat mengenai tidak adanya tahrif Quran sesuai dengan fakta atau hanya keyakinan kosong belaka? Quran menyatakan bahwa kitab ini merupakan salinan dari kitab yang ada disurga (Lauh Mahfuzh), sehingga Jibril mewahyukan kepada Muhammad, dan Muhammad mengingat tanpa terlupa sebuah katapun. Jika kita kaji lebih dalam, keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin2 Islam. Hakikat dan sejarah penulisan Quran sendiri sesungguhnya penuh dengan berbagai perdebatan, pertentangan, intrik, dan rekayasa.

      Mayoritas sarjana muslim berpendapat bahwa kata Quran berasal dari kata kerja qara’a (membaca), sehingga Quran diartikan sebagai bacaan. Kata Quran ini adalah derivasi (isytiqâq) dari bahasa Aram, qeryana, yang juga berarti bacaan. Qeryana adalah nama bacaan ibadah umat Nasrani Syria, berdasar hal ini para orientalis berpendapat bahwa nama Quran sebelum diambil menjadi nama kitab suci dalam Islam adalah nama bacaan umat Nasrani Arab pra Islam sebelum lahirnya Muhammad.

      Terlepas dari asal muasalnya, artikel ini akan fokus untuk membahas sejarah kitabah Quran (pencatatan) dan tadwin Quran (pembukuan), hingga menjadi sebuah kitab seperti yang kita pegang sekarang ini. Dimana sebagian golongan dalam Islam mempercayai terdapat perubahan dalam Quran, dan sebagian golongan lainnya meyakini bahwa tidak ada perubahan setitikpun dalam Quran semenjak diturunkan oleh Jibril. Singkatnya, para ulama penentang adanya tahrif Quran memiliki beberapa pendapat mengenai keotentikan Quran;

      • Muhammad secara sempurna menghafal dan mengingat ayat2 Quran yang disampaikan Jibril kepadanya.
      • Quran adalah 100% firman Allah. Muhammad hanya mengucapkan ulang ayat2 Quran kepada para pengikutnya, dari apa yang ia terima tanpa pengaruh pikiran atau pendapat pribadinya
      • Hanya ada satu versi Alquran.
      • Mushaf Utsman adalah kitab yang sempurna, lengkap tanpa bertambah atau berkurang satu ayat pun seperti yang diwahyukan kepada Muhammad
      • Keotentikan mushaf Utsmani dikuatkan dengan sanad, riwayat dari ribuan perawi Quran
      • Quran lebih dijaga keotentikannya oleh Allah daripada kitab suci lainnya

      Apakah pendapat2 tersebut tepat adanya? Jawabannya tentu tergantung subyektifitas masing2. Karenanya kita akan melakukan kajian mengenai bagaimana proses penyusunan Quran berdasar sumber sumber Islam.

      Berikut adalah penjelasan mengenai klaim atau pendapat yang seringkali diungkapkan sebagian ulama penentang adanya tahrif ;

      • Muhammad secara sempurna menghafal Quran yang diwahyukannya kepadanya.

      Dikisahkan Aisha; Nabi mendengar seorang pria membaca Quran di masjid dan beliau berkata, ” Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya pada dirinya , karena ia telah mengingatkan saya ayat-ayat pada sebuah Surah. (3)

      Aisha melaporkan bahwa Rasulullah mendengar seseorang membaca Quran di malam hari. Setelah itu Rasulullah berkata : Semoga Allah menunjukkan belas kasihan kepadanya, ia telah mengingatkan saya ayat tersebut, yang telah ku lewatkan ayat pada surah tersebut. (4)

      Abdullah bin Masud mengatakan ; Rasulullah memimpin kita shalat lima rakaat. Ketika beliau berpaling (selesai shalat), orang-orang saling berbisik. Rasulullah bertanya; ada apa dengan kalian? Mereka berkata: Rasulullah, apakah jumlah rakaat telah bertambah? Engkau telah melakukan lima rakaat shalat. Nabi kemudian berbalik dan melakukan dua sujud, dan setelah memberi salam, beliau kemudian berkata : Aku hanya seorang manusia, aku lupa, karena kamupun juga lupa. (5)

      Tidak ada manusia yang sempurna, demikian pula Muhammad, beberapa hadist menunjukkan bahwa Muhammad seringkali lupa pada ayat Quran yang pernah diucapkannya, itulah mengapa terdapat riwayat Jibril seringkali meninjau hapalan Quran Muhammad.

      • Muhammad hanya mendiktekan Quran kepada para pengikutnya wahyu apa yang ia terima tanpa pengaruh pikiran pribadinya ataupun orang lain.

      Diriwayatkan dari Al Barra Ibn Azib: dia berkata, “Ketika turun ayat ‘Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah ….’ Nabi memanggil Zaid dan memerintahkannya membawa alat tulis, lalu Nabi berkata; Tulislah: ‘Tidaklah sama antara mukmin yang duduk, dengan orang-orang ….’ Saat itu Ibnu Ummi Maktum, orang buta yang duduk dibelakang nabi berkata, “Oh Rasulullah! Apa pendapat anda terhadapku (sehubungan dengan ayat tersebut) sebab aku orang buta? Jadi bukan ayat di atas, lalu ayat berikut diturunkan; Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah ( QS 4.95 ). (6)

      Benarkah Quran adalah salinan kitab di surga (Lauh Mahfuzh), ketika pendapat seorang buta dapat merubah wahyu yang disampaikan Jibril?

      Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 311
      Diceritakan oleh Aisha: Aku memandang rendah wanita2 yang memberikan dirinya kepada Rasulullah dan aku katakan, “Dapatkah seorang wanita memberikan dirinya kepada seorang laki2 ? Tetapi ketika Allah mengungkapkan: “Kamu (Muhammad) dapat menunda giriran kepada saja yang kamu kehendaki atas istrimu, dan kamu boleh menerima siapapun yang kamu inginkan…” (QS 33.51) Aku berkata ( kepada Nabi), ” Aku merasakan bahwa Allahmu bertindak cepat untuk memenuhi nafsu dan keingiananmu” (7)

      Sahih Bukhari Book 60, Number 314:
      Diriwayatkan Anas bin Malik; Ketika Rasulullah menikahi Zainab bint Jash, beliau mengundang orang-orang untuk makan daging. Merekapun makan-makan sambil duduk dan mengobrol. Lalu Nabi memberi tanda bahwa ia telah siap untuk berdiri (dengan tujuan untuk menyuruh mereka pulang), namun mereka tetap saja masih duduk. Ketika Nabi melihat orang-orang tidak merespon tindakannya, ia kemudian bangkit berdiri dan keluar, lalu orang-orang juga beranjak dari duduknya, kecuali 3 orang yang masih tetap duduk. Rasulullah kembali masuk, namun langsung keluar rumah lagi. Melihat itu tiga orang tersebut akhirnya pergi, aku kemudian berkata pada Nabi bahwa orang-orang tadi telah pergi, Nabi lalu melangkah untuk memasuki rumahnya. Aku berniat masuk kerumah bersama Nabi, namun beliau menurunkan tirai diantara aku dan beliau. Kemudian Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi …. (QS 33:53).” (8)

      Hadist diatas menceritakan mengenai menit menit menjelang malam pertama Muhammad dengan Zainab, bekas menantunya.

      • Hanya ada satu versi Quran.

      Sahih Bukhari 41:601,
      Dikisahkan oleh ‘Umar bin Al-Khattab: Aku dengar Hisham bin Hakim bin Hizam melafalkan Surat al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan caraku. Rasulullah telah mengajarkan padaku (dengan cara yang berbeda). Lalu, aku hampir saja bertengkar dengan dia (pada saat shalat) tapi aku tunggu sampai dia selesai, lalu aku ikat bajunya di sekeliling lehernya dan kuseret dan kubawanya menghadap Rasulullah dan berkata, “Aku telah mendengar dia melafalkan Surat al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan yang kau ajarkan padaku.” Sang Rasul menyuruhku melepaskan dia dan meminta Hisham melafalkannya. Ketika dia melakukan itu, Rasulullah berkata, “Itu (Surat al-Furqan ) benar dilafalkan begitu.” Sang Rasul lalu meminta aku melafalkannya. Ketika aku melakukannya, dia berkata, “Itu benar dilafalkan begitu. Qur’an telah dinyatakan dalam tujuh cara yang berbeda, jadi lafalkan dengan cara yang mudah bagimu.” (9)

      Terdapat banyak riwayat dari berbagai perawi tentang hal ini, sehingga hadist-hadist mengenai Quran dalam 7 versi ini derajatnya hampir mutawattir. Umar bin Al-Khattab dan Hisham bin Hakim berasal dari suku yang sama yaitu Quraish, apakah mereka berbeda dialek (lahjah), hingga terjadi perseteruan diantara mereka? Jika tidak lalu seperti apakah Quran dengan 7 cara berbeda itu? Ada berbagai pendapat mengenai kata “Al-Ahruf” yang pada hadist diatas kami terjemahkan dengan kata “cara”. Al-Ahruf adalah bentuk jamak dari huruf. Terdapat banyak penafsiran mengenai Quran diturunkan dengan 7 huruf tersebut, ada yang mengartikan sebagai 7 qiraat (bacaan), adapula yang mengartikan 7 bahasa, tetapi tetap saja tidak ada kesepakatan mengenai arti 7 huruf tersebut, mengingat Muhammad diklaim sebagai orang buta huruf.

      Kaum Sunni meyakini bahwa semasa Muhammad hidup, Quran sudah terdiri dari 7 huruf atau versi, entah versi apakah yang dimaksud, karena dikemudian hari Khalifah Utsman memerintahkan pembakaran berbagai macam versi Quran ini, namun apakah versi versi yang diperintahkan dibakar tersebut benar benar berhasil dibakar? Kita buktikan nanti! Namun dengan membakar beragam versi ini Utsman melawan maksud Muhammad yang meminta Jibril agar Quran diturunkan dalam tujuh huruf? Wallahualam. Perlu dibedakan mengenai 7 versi Quran menurut Muhammad tersebut bukanlah 7 imam yang terkenal sebagai ahli qiraat (imam Qiraat As-Sab’ah) dengan ragam bacaannya.

      • Mushaf Utsman adalah kitab yang sempurna, lengkap tanpa bertambah atau berkurang satu ayat pun seperti yang diwahyukan kepada Muhammad.

      Umat Islam mengimani jika Muhammad adalah seorang yang buta huruf, sehingga penulisan Quran dilakukan oleh para sahabat dan murid Muhammad. Tulisan Quran dalam berbagai media seperti kulit binatang, pelepah pohon, dsb tersebut tersebar diberbagai tempat, sehingga beberapa orang memiliki beberapa bagian ayat, dan orang yang satu juga memiliki bagian tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Dan tentu pada saat tersebut tidak ada satupun orang yang hafal Quran secara lengkap, karena proses turunnya wahyu masih berlangsung hingga kematian Muhammad. Beberapa orang mengingat bagian ayat atau surah tertentu, dan sebagian lainnya tidak, dan selama proses turunnya ayat sebelum kematian Muhammad masih terjadi penyisipan ayat pada surah tertentu, penggantian ayat (nasakh mansuf), dsb.

      Beberapa ulama berpendapat bahwa Quran susunannya sudah ditentukan oleh Allah, bukan ijtihad para sahabat. Namun kepastian seperti apa urutan yang benar hanya Muhammad yang tau. Kita tidak dapat menemukan riwayat yang mengatakan detail bahwa ayat sekian ditempatkan setelah ayat ini, surat sekian setelah atau sebelum surat sekian, dsb. Sedangkan mengenai ayat paling awal dan akhir dalam Quran saja terdapat berbagai perbedaan pendapat, jumhur sunni berbeda dengan jumhur syiah, apalagi urutan surat dan ayat didalamnya.

      Pendapat pertama mengenai ayat yang diturunkan paling awal adalah Iqra (QS Al Alaq: 1-5), pendapat ini dikisahkan Ibnu Ishaq dan beberapa hadist. Pendapat kedua adalah dengan sanad dari Yahya bin Abi Kathir, bahwa yang pertama kali diturunkan adalah surat Al Muddatstsir; Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Pendapat ketiga adalah surat Al-Fatihah menurut pendapat Al-Bayhaqi. Pendapat keempat adalah kalimat Bismillaahirrahmaanir-rahiim menurut pendapat al-Wahidi, dan pendapat kelima adalah ayat yang didukung As-Suyuti, yaitu mengenai surga dan neraka yang sanadnya berasal dari Aisyah. Sedangkan mengenai ayat yang paling akhir diturunkan setidaknya terdapat delapan pendapat berbeda, yang dapat kita temukan dalam kitab-kitab tradisional Islam.

      Perbedaan lain mengenai susunan Quran adalah urutan surat-suratnya, setidaknya terdapat 4 pendapat berbeda mengenai urutan surat Quran sebelum masa standarisasi yang dilakukan Utsman. Berikut urutan 5 surat pertama menurut masing masing sahabat; Pendapat Ali bin Abu Talib, yaitu dari yang pertama hingga surat kelima, Al Baqarah, Yusuf, Al Ankabut, Al Rum, dan Luqman. Pendapat Ibn Abbas, yaitu Al Alaq, Al Qalam, Adh Dhuha, Al Muzammil, dan Al Mudatasir. Pendapat Ubay bin Kaab, yaitu Al Fatihah, Al Baqarah, An Nisa, Ali Imran, dan Al Anam. Pendapat Ibn Mas’ud, yaitu Al Baqarah, An Nisa, Ali Imran, dan Al Anam. Ali dan Ibnu Abbas mengurutkan berdasar kronologi urutan turunnya (tartib nuzul), sedangkan Ubay dan Mas’ud berdasar panjang – pendek surat. Bandingkan dengan Quran masa kini, yaitu cetakan Kairo 1924 yang kita yakini sebagai mushaf Utsman, yaitu Al Fatihah, Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa, dan Al Maidah.

      Menurut riwayat sebuah hadist, Jibril melakukan peninjauan Quran yang telah diturunkan kepada Muhammad setahun sekali, namun seperti apa detail bentuk peninjauan tersebut tidak diceritakan, apakah Jibril mengulang ke 7 versi yang telah diturunkan baik susunan, urutan, bacaan, atau bagaimana? Jika peninjauan Quran tersebut benar terjadi seharusnya tidak terdapat silang pendapat antar para sahabat mengenai susunan Quran, jumlah ayat, dsb.

      Mayoritas golongan dalam Islam menyakini bahwa semasa Muhammad hidup tidak ada upaya pembukuan ayat-ayat Quran dalam sebuah kitab yang utuh. Alasannya wahyu masih turun hingga kematian Muhammad, sehingga ayat-ayat lama masih dimungkinkan untuk disisipi ayat lain atau direvisi (nasakh mansuf). Pembukuan Quran semasa Muhammad hidup sebenarnya bukanlah hal yang tidak mungkin dilakukan, karena jika terdapat sisipan ayat ataupun proses nasakh mansuf Muhammad tinggal melakukan update, seperti yang dilakukan Ali bin Abi Thalib terhadap mushaf Quran versinya. Pembukuan Quran tidak dilakukan karena memang Muhammad tidak ingin melakukannya, karena begitu banyak versi yang telah beredar yang kemungkinan jika disatukan dalam satu buku dapat menyebabkan perpecahan dan fitnah diantara umat.

      Setelah kematian Muhammad, Ali bin Abi Talib sesuai wasiat Muhammad melakukan pengumpulan Quran menurut pengertiannya sesuai yang diajarkan Muhammad. Quran versi Ali, atau sering disebut mushaf Ali atau mushaf Fatimah tersebut berbeda dengan Quran yang beredar sekarang, baik dalam hal urutan surat, ataupun matan ayat didalamnya. Dalam hadist hadist Syiah, riwayat mengenai adanya mushaf Ali telah mencapai derajat mutawatir. Namun mengenai perbedaannya dengan Quran masa kini masih terjadi perselisihan. Al Kulaini misalnya, dalam kitab Al Kafi meriwayatkan bahwa Quran yang dibawa Jibril kepada Muhammad adalah tujuh belas ribu ayat, sehingga jika diperbandingkan, Quran Ali lebih tebal 3 kali lipat daripada Quran yang beredar sekarang. (10). Pendapat lain diungkapkan Ibnu Babawaih, sebagai penentang adanya tahrif Quran ia menyatakan bahwa Jibril memang menurunkan tujuh belas ribu ayat, namun ayat Quran yang diturunkan persis sama dengan Quran masa kini, sedangkan ayat lain yang diturunkan bukanlah Quran melainkan tanzil dan takwil (11).

      Selesai mengumpulkan mushaf-mushaf Quran, Ali meletakkan Quran versinya diatas punggung unta dan membawanya ke masjid. Ketika itu para sahabat sedang mengelilingi Abu Bakar, Ali mengungkapkan kepada mereka bahwa ia telah mengumpulkan Quran seperti yang diwasiatkan Muhammad, namun Abu Bakar dan sahabat yang lain menolaknya, seseorang berkata “kami tidak membutuhkan apa yang kamu bawa. Cukup bagi kami apa yang ada bagi kami.” Mendengar respon seperti itu, Ali berkata ”mulai saat ini kalian tidak akan pernah melihat Quran ini lagi.” (12)

      Apakah alasan orang-orang menolak mushaf Ali? Tidak terdapat jawaban pasti atas hal ini. Apakah terkait kurangnya pengetahuan Ali terhadap Quran dan kandungannya, apakah karena Muhammad saja tidak pernah melakukan perintah pembukuan Quran, ataukah karena sebab politis? Perlu diketahui saat pengumpulan Quran tersebut, Ali belum membaiat Abu Bakar, baik Ali dan Fatimah, putri Muhammad masih bersitegang dengan Abu Bakar dan pendukungnya. Menurut hadist Syiah, Ali dan Fatimah menganggap Abu Bakar telah mengkudeta Ali sebagai pemimpin yang sah yang telah dipilih Allah pasca kematian Muhammad. Sesaat setelah kematian Muhammad, Abu Bakar dan pendukungnya justru sibuk melakukan pemilihan pemimpin disaat Ali dan keluarganya sedang sibuk melakukan prosesi pemakaman Muhammad.

      Setelah peristiwa penolakan tersebut, Ali tidak pernah lagi memperlihatkan Quran versinya. Upaya pembukuan Quran selanjutnya dilakukan di bawah kekuasaan Abu Bakar atas desakan Umar. Pada saat itulah qurra, yakni orang2 yang hafal bagian bagian Quran, terbunuh di Perang Yamama, yaitu perang melawan nabi Arab lainnya, Musailamah. Kumpulan ayat ini disimpan oleh Abu Bakar, dan setelah kematiannya, lalu disimpan oleh Umar dan diserahkan pada anak perempuan Umar, Hafsa, yang juga adalah janda Muhammad.

      Sahih Bukhari 61:509
      Dikisahkan oleh Zaid bin Tsabit: Abu Bakar memanggilku ketika orang-orang Yamama telah dibunuh. (Aku pergi kepadanya) dan menemukan Umar bin Khattab duduk dengannya. Abu Bakar lalu menceritakan (padaku) percakapannya dengan Umar, “Umar telah datang padaku dan berkata: “Banyak yang qurra Quran yang tewas di Perang Yamama dan aku takut akan lebih banyak lagi qurra yang akan tewas di medan perang lain, sehingga sebagian besar Quran bisa hilang. Karena itu aku menganjurkanmu agar memerintahkan ayat-ayat Quran dikumpulkan.” Aku berkata pada Umar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasulullah saja tidak lakukan?” .…

      Lalu Abu Bakar berkata (pada Zaid); “Engkau adalah anak muda yang bijaksana dan kami tidak curiga apapun padamu, dan kau biasa menulis wahyu Ilahi bagi Rasulullah. Maka kau harus mencari (naskah yang terpisah-pisah) Quran dan mengumpulkannya menjadi satu buku.” Demi Allah, jika mereka memerintahkanku untuk menggeser salah satu gunung, ini tidak akan sesukar perintah mengumpulkan ayat-ayat Quran. Lalu aku berkata pada Abu Bakar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasulullah saja tidak lakukan?” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, ini adalah usaha yang baik.” Abu Bakar terus saja membujukku untuk menerima usulnya sampai Allah membuka hatiku seperti Dia telah membuka hati Abu Bakar dan Umar. Lalu aku mulai mencari ayat-ayat Quran dan mengumpulkannya dari (yang ditulis di) tangkai palem, batu-batu tulis dan juga orang-orang yang mengingatnya dalam hati, sampai aku menemukan ayat akhir dari Surat At-Taubah dari Abi Khuzaima Al-Ansari, dan aku tidak menemukan ayat ini pada orang lain.…. Lalu naskah2 lengkap Quran disimpan Abu Bakar sampai dia mati, lalu disimpan Umar sampai akhir hidupnya, dan kemudian disimpan Hafsa, anak perempuan Umar. (13)

      Hadis sahih di atas dan hadis yang lain yang sama pesannya menunjukkan bahwa perlu banyak usaha untuk mengumpulkan ayat2 Quran karena beberapa ayat hanya diingat oleh satu orang dan tidak ada orang lain yang mengingatnya. Apakah Zaid memang orang yang tepat untuk melaksanakan pembukuan Quran melebihi yang telah dilakukan Ali bin Abu Thalib dahulu? Zaid juga bukanlah orang yang dianjurkan Muhammad untuk mengajar Quran pada muslim lain.

      Sahih Bukhari 61:521
      Dikisahkan oleh Masriq: Abdullah bin Amr mengingatkan Abdullah bin Masud dan berkata, “Aku akan mencintai orang itu selamanya, karena aku mendengar sang Nabi berkata, “Belajarlah Quran dari empat orang ini: Abdullah bin Masud, Salim (Mawla Abu Hudhayfa / bin Ma’qil), Mu’adh (bin Jabal) dan Ubai bin Ka’b (14).

      Akhirnya Zaid bin Tsabit berhasil membukukan Quran versinya, Quran versi Zaid jilid pertama ini dikemudian hari disebut sebagai mushaf Hafsa dikarenakan Hafsa sebagai penyimpan terakhir. Quran versi Zaid tersebut tidak disebarkan dikalangan umat, dan pada kenyataannya banyak versi Quran lain yang beredar pada saat itu, selain disebabkan Quran diturunkan dalam tujuh huruf, tiap tiap guru agama juga memiliki versi Qurannya masing masing. Salim ibin Ma‘qil dikisahkan memiliki versi Qurannya sendiri, sayangnya sebagai qurra ternama ia tewas saat perang Yamama. Ubai bin Ka’b, seorang guru lainnya yang direkomendasikan Muhammad, memiliki versi Quran lain, yang susunan dan isinya berbeda dengan Quran masa kini, salah satu perbedaannya adalah terdapat tambahan dua surat, yaitu surat Al-Khal dan Al-Hafd. Guru Quran yang lain seperti Abdullah bin Masud juga memiliki Quran versinya sendiri, dimana 3 surat dalam Quran versi Zaid yang menjadi Quran masa kini, yaitu surat al-Falaq, al-Naass, dan al-Fatihah tidak diakui sebagai surat dalam Quran versi bin Masud. (15)

      Dimasa pemerintahan berikutnya, yaitu Khalifah Utsman, dilakukan standarisasi Quran, mengingat begitu banyak versi Quran yang beredar, yang berbeda baik qiraat, isi dan susunan. Bukhari meriwayatkan bahwa Utsman membentuk panitia untuk menyatukan berbagai versi Quran dengan memakai mushaf hasil pengumpulan Zaid dijaman Abu Bakar dahulu sebagai patokan. Salah satu keputusan kontoversial Utsman adalah menyatukan berbagai macam bacaan Quran menjadi satu bacaan, yaitu dialek Quraish. Karena Zaid bin Tsabit adalah seorang Ansar, bukan kaum Quraish, ia dibantu oleh tiga orang lainnya yang berasal dari suku Quraish. Selesai melakukan penyeragaman dialek pada mushaf Hafsa menjadi dialek Quraish, Utsman mengambil keputusan kontroversial lainnya, yaitu memerintahkan pembakaran seluruh Quran yang berbeda dengan Quran versi Zaid jilid kedua tersebut, atau yang sering disebut sebagai mushaf Utsmani, atau mushaf Al-Imam. Penyeragaman berbagai bacaan dan pembakaran berbagai versi Quran tersebut nampaknya justru bertentangan dengan klaim Quran sendiri yang dikatakan senantiasa terjaga dan terpelihara oleh Allah, padahal disisi lain diriwayatkan bahwa Allah telah menurunkan Quran kedalam tujuh huruf.

      Meskipun mendapat tantangan dari beberapa sahabat, seperti Ibn Mas’ud dan Abu Musa al-Asy’ari, mushaf Utsman yang tidak disahkan oleh para guru Quran terbaik tersebut pada akhirnya berhasil menyingkirkan Quran Quran versi lain. Dengan dukungan otoritas politik bani Umaiyah dan bani Abbasiyah, mushaf Utsman berhasil memantapkan diri sebagai bacaan Quran standar yang disepakati. Walau Utsman memerintahkan penghancuran Quran non Utsmani, namun beberapa bagian dari versi Quran lain ternyata selamat. Quran versi Utsman yang tersebar dan menjadi rujukan bacaan (qiraat) tersebut awalnya ditulis dalam aksara Arab yang primitif, yaitu aksara Arab pra kufic hijazi, yang kemudian mengalami proses evolusi yang panjang, melalui perdebatan dan pertikaian para ulama hingga terbentuk menjadi aksara Arab Quran seperti sekarang ini.

      Quran yang ditulis dalam aksara Arab primitif tersebut kemudian memunculkan masalah lain karena menimbulkan beragam makna yang berbeda akibat tidak adanya titik dan harakat (arab gundul) serta penggunaan huruf yang sama untuk menyebut berbagai kata yang berbeda. Misalnya bentuk present (mudhari’) dari kata a-l-m bisa dibaca yu’allimu, tu’allimu, atau nu’allimu atau juga menjadi na’lamu, ta’lamu atau bi’ilmi. Masalah diperuncing dengan adanya perbedaan kosakata akibat pemahaman makna, dan bukan hanya persoalan absennya titik dan harakat. Misalnya, mushaf Ibn Mas’ud berulangkali menggunakan kata “arsyidna” ketimbang “ihdina” (keduanya berarti “tunjuki kami”) yang biasa didapati dalam mushaf Utsmani. Begitu juga, “man” sebagai ganti “alladhi” (keduanya berarti “siapa”). Daftar ini bisa diperpanjang dengan kata dan arti yang berbeda, seperti “al-talaq” menjadi “al-sarah” (Ibn Abbas), “fas’au” menjadi “famdhu” (Ibn Mas’ud), “linuhyiya” menjadi “linunsyira” (Talhah), dan sebagainya.
      Bagi sebagian orang yang terdidik dan belajar dari guru qiraat, Quran Utsman ini dapat dipahami maknanya dengan benar, namun bagi kebanyakan orang Arab sekalipun, Quran Utsman ini sukar dipahami dan multi tafsir. Karenanya pada pemerintahan Muawiyah, Abu Aswad Al-Duali mencontoh aksara Aram dengan membubuhkan syakal (tanda baca/harakat) pada huruf hijaiah untuk mempermudah membaca Quran dan meminimalisir kesalahan baca. Ia dianggap sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan tata bahasa Arab dan mendapat julukan bapak bahasa Arab.

      Pengembangan aksara Arab berikutnya dilakukan pada masa pemerintahan Abdul Malik Bin Marwan, karena huruf-huruf yang bentuknya sama dan ejaannya berbeda seringkali masih membingungkan. Oleh karena itu Nasr Bin ‘Ashim dan Yahya Bin Ya’mar memberi tanda berupa garis pendek yang diletakkan di atas atau di bawah huruf. Namun penambahan garis juga menimbulkan kesulitan baru, dengan semakin banyaknya titik dan garis. Pengembangan selanjutnya dilakukan oleh al-Khalil Bin Ahmad, yang menyempurnakan tanda hamzah, tasydid, raum, dan isymam. Setelah berkembangnya ilmu tajwid pada masa Khalifah Abbasiyah, barulah tanda tajwid, tanda washal, atau waqaf dibubuhkan dalam Quran.

      Belum sempurnanya aksara Arab pada salinan-salinan mushaf yang disebar ke berbagai daerah mengakibatkan banyaknya versi bacaan pada Quran Utsman tersebut, sehingga pada tahun 322 H, Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid melakukan penertiban. Setelah membandingkan semua mushaf yang ada di tangannya, Ibn Mujahid memilih tujuh varian qiraat dari para tokoh qiraat ternama. Ketujuh mushaf versi Ibn Mujahid tersebut memberikan 14 kemungkinan qiraat karena masing-masing dari ketujuh mushaf itu bisa dilacak kepada dua perawi berbeda. Tapi, sebagian ulama menolak pilihan Ibn Mujahid dan menganggapnya telah semena-mena mengesampingkan versi-versi lain yang dianggap lebih sahih. Nuansa politik dan persaingan antara ulama pada saat itu memang sangat kental. Ini tercermin seperti dalam kasus Ibn Miqsam dan Ibn Shanabudh yang pandangannya dikesampingkan Ibn Mujahid karena adanya rivalitas di antara mereka, sehingga terjadilah inkuisisi (pengadilan agama) terhadap Ibn Miqsam dan Ibn Shanabudh.

      Bagaimanapun, reaksi para ulama tersebut tidak banyak berpengaruh. Sejarah membuktikan pandangan Ibn Mujahid yang didukung penguasa itulah yang kini diterima oleh banyak orang. Pada akhirnya 3 versi bertahan, versinya Warsh (812) milik Nafi dari Medina, Hafs (805) milik Asim dari Kufa, dan al-Duri (860) milik Abu Amr dari Basra. Di jaman sekarang, hanya tinggal 2 versi yang terus digunakan. Yaitu versi Asim dari Kufa lewat Hafs, yang diberikan ijin resmi dengan diadopsi sebagai Quran edisi Mesir tahun 1924, dan milik Nafi lewat Warsh, yang digunakan di bagian bagian benua Afrika selain Mesir.

      Pencetakan Quran di Mesir antara tahun 1923-1924 adalah upaya yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Quran sepanjang masa. Terbukti kemudian, Quran Edisi Mesir itu merupakan versi Quran yang paling banyak beredar dan digunakan oleh kaum Muslim. Keberhasilan penyebarluasan Quran Edisi Mesir tak terlepas dari unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa2 sebelumnya, kodifikasi dan standarisasi Quran versi Zaid jilid dua atau biasa disebut mushaf al-Imam adalah karya institusi yang didukung oleh penguasa politik.

      Apakah pengetahuan Zaid terhadap Quran lebih baik daripada para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib, Ibn Masud, ataupun Ubai bin Ka’b? Pemilihan Zaid bin Tsabit oleh Abu Bakar dan Utsman sebagai pemimpin pembukuan dan standarisasi Quran jelas tak lepas dari unsur politik, suka tidak suka dan loyalitas. Zaid dikenal loyal kepada Utsman, bahkan selepas kematian Utsman, ia tidak mau berbaiat atas kepemimpinan Ali. Sebaliknya, Ubai bin Ka’b sepaham dengan Ali bin Abi Thalib yang pada awalnya menolak berbaiat pada Abu Bakar. Sedangkan Ibn Masud seringkali berselisih dengan Utsman saat Utsman menjabat kekhalifahan.

      Apakah benar Zaid berhasil mengumpulkan seluruh Quran, mengingat Zaid pernah mendapatkan sebuah ayat yang hanya dihafal oleh satu orang? Bukankah kekhawatiran Umar jika ayat – ayat Quran hilang bersama tewasnya para qurra dalam peperangan sangat mungkin terjadi, sedangkan Quran versi Zaid tersebut diklaim hanya sepertiga dari Quran versi Ali bin Abi Thalib. Seperti juga ayat rajam yang diingat Umar dan Ubai bin Ka’b, namun tidak disertakan dalam Quran versi Zaid karena telah dinaskhkan. Atau pandangan sebagian golongan Muktazilah yang meragukan Quran versi Zaid karena bagi mereka, tidak mungkin wahyu yang mulia yang berasal dari “lauh mahfuzh” memuat hal-hal kotor seperti umpatan dan cacian kepada Abu Lahab, dsb.

      Umar bin Khattab pernah mengatakan; “Janganlah ada diantara kalian yang mengatakan bahwa ia mendapatkan seluruh Quran, karena bagamana ia tahu bahwa itu memang keseluruhannya? Banyak dari Quran telah hilang. Oleh karena itu, kalian harus mengatakan “Saya mendapatkan sebagian Quran yang ada” (16)

      • Keotentikan mushaf Utsmani dikuatkan dengan sanad, riwayat dari ribuan perawi Quran

      Apakah klaim Quran masa kini yang dikuatkan ribuan sanad memiliki nilai kebenaran? Sebelumnya harus dipilah, apakah sanad tersebut terkait matan dan susunan ayat dalam proses standarisasi yang dilakukan Zaid ibn Tsabit, atau terkait dengan sanad dari qiraat (bacaan)nya dalam standarisasi yang dilakukan Ibn Mujahid. Jika terkait matan dan susunan ayat, jelas kitab-kitab asbabun nuzul saja tidak mampu menyajikan riwayat semua ayat Quran. Terdapat sejarah yang hilang untuk menjelaskan beberapa ayat atau susunan ayat Quran. Apalagi begitu banyak versi Quran yang diklaim memiliki keotentikannya masing-masing yang justru memiliki isi dan susunan yang berbeda dengan mushaf Utsmani. Kita juga tidak bisa menemukan detail riwayat yang mengatakan bahwa ayat sekian ditempatkan setelah ayat ini dan sebagainya. Bahkan kitab-kitab yang menjelaskan secara rinci sejarah Quran seperti al-Itqan/al-Tahbîr (al-Suyuthi) pun tidak memuat detail penempatan ayat-ayat Quran.

      Hal yang sama juga terjadi pada qiraat mushaf Utsmani yang sanadnya diklaim tersambung hingga Muhammad. Jika matan dan susunan ayatnya saja sukar dibuktikan keotentikannya, apalagi ragam bacaannya. Pada kenyataannya sebelum Ibn Mujahid membakukan ketujuh varian qiraat, terdapat puluhan qiraat versi lain yang mengklaim sebagai versi paling mutawatir, namun lagi-lagi yang menentukan adalah persektif Ibn Mujahid yang didukung oleh penguasa saat itu.

      Pemilihan tujuh qiraat oleh Ibn Mujahid didasari beberapa riwayat bahwa Quran diturunkan dalam tujuh ahruf. Dengan demikian jika dilacak dari dua jalur perawi maka terdapat 14 kemungkinan varian bacaan. Belum lagi bacaan masyhur dari tiga imam qiraat (qiraat al-Thalath) yang juga dapat dilacak dari dua jalur perawi sebagai tambahan versi qiraat oleh para ulama karena kelemahan sanad 7 varian qiraat pilihan Ibn Mujahid. Jadi setidaknya para sarjana qiraat telah memilah 20 kemungkinan varian qiraat mushaf Utsmani dari sepuluh imam qiraat terkenal (qiraat al-Asyr al-Kubra). Dari sisi pelacakan riwayat, standarisasi qiraat ini terjadi kurang lebih 300 tahun setelah pembakuan mushaf jilid kedua oleh Zaid bin Tsabit, sehingga dari begitu banyaknya versi qiraat pada abad kesepuluh, otoritas Islam memilih dua puluh versi yang diperkirakan mendekati tujuh qiraat yang diajarkan Muhammad.

      Jika kita membaca biografi ketujuh imam qiraat tersebut akan terlihat bahwa mata rantai periwayatan yang bersifat mutawatir hanya berawal dari para imam kepada para perawi di bawahnya. Sementara kemutawatiran transmisi dari Muhammad kepada para imam tersebut nampak sangat meragukan dan dikategorikan sebagai periwayatan tunggal. Jadi klaim bahwa bacaan Quran Utsmani yang ada sekarang otentik dengan salah satu bacaan yang diajarkan Jibril kepada Muhammad adalah klaim kosong belaka, karena mata rantai perawinya tidak mencapai jumlah yang dibutuhkan untuk dipandang sebagai mutawatir, disisi lain justru terdapat qiraat qiraat yang rantai perawinya diklaim lebih jelas oleh sebagian ulama namun justru disisihkan oleh otoritas agama saat itu.

      Berbeda dengan kaum Sunni, kaum Syiah tidak mengakui adanya tujuh varian bacaan, melainkan hanya ada satu qiraat yang diajarkan Jibril kepada Muhammad. Jika kaum Sunni konsekwen dengan keyakinan bahwa Quran diturunkan dalam tujuh qiraat bukankah lebih baik jika dilakukan standarisasi ulang terhadap Quran qiraat Asim riwayat Hafs yang dominan beredar dewasa ini dengan menyebar enam versi Quran yang lain, sehingga dengan demikian golongan ini tidak menjadi bagian dari golongan yang ingkar sunnah. Namun apakah ini mungkin, mengingat telah punahnya banyak varian qiraat akibat kesewenang-wenangan otoritas agama dimasa lampau.

      • Penemuan Mushaf kuno (manuskrip) Quran membuktikan bahwa Quran lebih dijaga keotentikannya oleh Allah daripada kitab suci lainnya

      Seperti halnya Quran, kitab suci agama samawi lainnya seperti Yahudi dan Kristen juga memiliki sejarah kodifikasinya sendiri. Terdapat perbedaan perbedaan mendasar antara Quran dan Bible (Alkitab) sebagai sebuah kitab suci. Pertama, jika Quran dalam perspektif Islam dianggap sebagai kalam Allah, salinan dari Lauh Mahfuzh, kata demi kata, tidak demikian dengan Bible. Jika kita membaca buku buku sejarah Kristen, para pakar sependapat bahwa Bible adalah kumpulan kitab yang ditulis oleh berbagai penulis yang diilhami oleh Allah. Bible bukanlah kitab yang jatuh dari langit, sehingga isi, susunan, dan redaksional masing masing kitab tergantung pemikiran si penulis. Disisi lain, menurut perspektif Kristen, Kalam Allah tidak nuzul dalam bentuk bahasa dan tulisan dan menjadi sebuah kitab, namun Kalam Allah atau Firman itu nuzul sebagai seorang manusia, yaitu Isa Almasih. Jadi dalam pandangan orang Kristen Isa tidak pernah sekalipun membawa kitab bernama Injil, karena Isa sendirilah kalam Allah, Injil adalah kabar baik mengenai Isa, Firman Allah yang menjadi manusia.

      Perbedaan kedua adalah jumlah penulis, rentang waktu penulisan, dan jumlah bahasa. Jika Quran hanya berasal dari satu orang yaitu Muhammad, dalam satu jaman, dan hanya satu bahasa, maka Bible ditulis setidaknya oleh 40 orang, dalam rentang penulisan ribuan tahun, dan ditulis dalam 3 bahasa berbeda, Aram, Ibrani, dan Yunani. Besarnya perbedaan ini mengakibatkan kompleksitas penafsiran dari Bible, dibandingkan Quran yang lebih sederhana.

      Dalam Quran terdapat banyak ayat yang ditafsirkan sebagai dalil berubah dan diubahnya Taurat dan Injil (Bible). Meski demikian Quran sendiri tidak memberikan informasi mengenai bagian mana yang diubah dan siapakah yang merubah, sehingga hal ini memberi celah bagi sebagian kalangan untuk berspekulasi mengenai sebab dan siapa yang telah merubah Bible, dan yang paling sering menjadi tertuduh adalah Paulus dan pihak gereja Romawi. Namun ketika tuduhan ini diuji dengan membandingkan salinan salinan Bible Kuno dengan Bible masa kini, meski terdapat perbedaan tekstual namun bukanlah merupakan perbedaan signifikan.

      Dead Sea Scrolls (17) misalnya, atau Naskah Laut Mati, yaitu naskah naskah kuno Bible dari gua Qumran bertarikh 300 tahun sebelum masehi, menunjukkan bahwa hampir 2300 tahun naskah Bible tetap terjaga keotentikannya, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam matan ayatnya. Sebagaimana Quran yang mengandung banyak perbedaan bacaan dalam berbagai mushafnya, Bible sebagai kitab yang lebih kuno juga mengalami hal yang sama. Perbedaan antara beberapa mushaf dalam Bible disebabkan oleh proses penyalinan yang hanya ditulis dengan tangan yang membutuhkan waktu lama dalam prosesnya, dan ongkos yang mahal untuk ukuran dijaman itu.

      Contoh varian bacaan Bible misalnya terdapat dalam Lukas 2:21, disatu naskah ditulis dengan kata “digenapi”, satu naskah lain ditulis dengan “diselesaikan”, dan naskah lainnya ditulis “dilengkapi”. Karena Bible, khususnya Perjanjian Baru adalah dokumen kuno yang paling banyak salinan naskahnya, lebih dari 25.000 salinan yang terdiri dari ratusan ribu lembar dan naskah naskah tulisan tangan tersebut tetap terlestarikan hingga saat ini, sehingga para pakar Bible dapat mengidentifikasi ribuan variasi bacaan antar manuskrip tersebut. Namun dalam prakteknya, perbedaan varian bacaan antar manuskrip Bible tidak memiliki pengaruh apapun dalam dalam doktrin keagamaan (18).

      Dalam konsep yang sedikit berbeda, varian bacaan juga menjadi masalah dalam sejarah standarisasi Quran. Dalam Islam perbedaan qiraat membawa pengaruh dalam praktek keagamaan, misalnya perbedaan qiraat dalam surat al Baqarah 5 tentang sholat, qiraat Ashim riwayat Syu‘bah membacanya wa arjulikum, sedangkan qiraat Ashim riwayat Hafs membacanya wa arjulakum. Bacaan pertama bermakna bahwa dalam berwudhu kaki hanya wajib diusap dengan air, seperti pengusapan pada kepala, yang menjadi pandangan golongan Syiah. Sedangkan bacaan kedua mengharuskan kaki dibasuh, seperti membasuh muka dan tangan, yang merupakan pandangan mayoritas kalangan Sunni.

      Dalam mushaf Utsmani, perbedaan bacaan seperti ini eksis disemua qiraat dari sepuluh imam qiraat terkenal (qiraat al-Asyr al-Kubra), belum lagi varian qiraat lain yang dengan semena-mena disingkirkan oleh otoritas agama pada masa lalu. Pada masa kini tinggal 2 versi Quran yang beredar dimasyarakat umum, yaitu versi Hafs yang diedarkan secara luas dan versi Warsh yang hanya beredar disebagian Afrika Utara. Contoh perbedaan bacaan antara versi Hafs dan Warsh dapat dilihat misalnya di situs qurantext (19).

      Selain perbedaan qiraat antar versi dalam mushaf Utsmani, penemuan Quran lain diluar mushaf Utsmani semakin menambah pengetahuan kita mengenai banyaknya perbedaan dalam berbagai versi Quran. Misalnya penemuan mushaf Quran di masjid Sanaa (20), di Yaman, yang jika diperbandingkan dengan mushaf Utsmani terdapat berbagai perbedaan, bukan hanya perbedaan qiraat, namun juga perbedaan kata, kalimat dan jumlah ayat. Quran Sanaa adalah sebuah palimpsest yaitu mushaf yang dituliskan di atas bahan yang sebelumnya sudah pernah ditulisi tulisan lain kemudian dicuci / dihilangkan tulisan lamanya. Jadi mushaf Sanaa terdiri dari dua tulisan Quran, tulisan bawah, yaitu tulisan Quran yang lama, yang terlihat remang-remang dan tulisan atas, yaitu tulisan baru yang menimpa tulisan lama, yang terlihat jelas dengan mata telanjang. Mushaf ini ditulis menggunakan huruf Arab gundul, tulisan atas menurut beberapa ahli meski tidak identik, serupa dengan mushaf Utsmani, sedangkan tulisan bawah, tulisan yang lebih awal adalah quran versi lain yang berbeda dengan mushaf Utsmani yang seringkali dikaitkan dengan mushaf Abdullah bin Masud atau Ubai bin Ka’b.

      Penelitian radiokarbon terhadap tulisan bawah menunjukkan 75% kemungkinan bahwa mushaf tersebut berasal sebelum masa kekalifahan Utsman, sehingga menurut para ahli, meskipun bukan mushaf yang utuh, Quran Sanaa adalah mushaf pra Utsmani atau manuskrip Quran tertua didunia yang masih eksis, dibandingkan mushaf lain, seperti mushaf Birmingham, Samarkand, atau Topkapi. Sadeghi and Goudarzi dalam penelitiannya memberikan beberapa contoh perbedaan Quran Sanaa dengan Quran Mesir yang beredar dewasa ini, yang dapat kita lihat dalam situs Qurantext (21).

      Elisabeth Puin di tahun 2009 menerbitkan hasil penelitiannya terhadap Quran Sanaa menyatakan bahwa terdapat banyak koreksi teks baik itu pada tulisan atas ataupun tulisan bawah, sehingga jika kita cermati terdapat empat kemungkinan versi Quran dalam mushaf Sanaa, tulisan bawah, sesudah dan sebelum koreksinya, serta tulisan atas dan koreksinya. Koreksi koreksi atas mushaf Sanaa ini bukan sebatas kesalahan penyalinan, namun merupakan penggantian kata atau kalimat. Karenanya Elisabeth menyatakan bahwa Quran adalah teks yang dibentuk melalui beberapa tahap pengembangan, bukan suatu teks final yang sudah terbentuk dijaman Muhammad. Pernyataan Elisabeth tersebut pada dasarnya sesuai dengan pendapat para sarjana muslim mengenai kodifikasi Quran.

      Quran Sanaa adalah bukti fisik terhadap berbagai riwayat yang menyatakan bahwa terdapat beberapa versi Quran pada dekade awal lahirnya Islam. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pernyataan mengenai tradisi lisan dari berbagai perawi dapat dijadikan bukti keotentikan Quran, adalah pernyataan kosong belaka. Contohnya jika hal tersebut ditujukan pada mushaf Sanaa, maka klaim kemutawatiran riwayat tersebut dapat dikenakan baik pada tulisan atas ataupun tulisan bawah. Lalu versi manakah dari Quran Sanaa yang benar benar identik dengan 7 versi Quran yang diturunkan pada Muhammad? Lagi lagi pernyataan mengenai tidak adanya tahrif Quran, adalah self proclaim Quran sendiri, hal yang tidak bisa dibuktikan secara keilmuan, namun wajar dalam doktrinisasi keagamaan.

      Jika ditelaah secara mendalam ungkapan ungkapan mengenai keajaiban dan mujizat Quran, tantangan membuat ayat serupa Quran atau mengenai tidak berubahnya Quran hanya ungkapan sebatas angan angan keagamaan, sebagai bagian dari propaganda agama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahasa Quran identik dengan karya karya sastra Arab pada masa pra Islam, meski Quran seringkali diklaim sebagai kiblat tatabahasa Arab, namun jika dicermati justru terdapat banyak kesalahan tatabahasa didalamnya, hal tersebut akan dibahas diartikel lain di situs ini. Banyak kata dalam Quran yang merupakan serapan dari bahasa asing, khususnya dari bahasa Habasyah dan Yunani, yang akar katanya tidak ditemukan dalam bahasa rumpun semitik.

      Quran bukan hanya produk agama, namun juga adalah produk politik. Sejarah mencatat bahwa peranan penguasa dominan dalam pembentukan Quran, penyusunannya dilakukan saat Islam tengah gencar menaklukkan dan menjajah wilayah disekitar Arabia. Ayat Quran adalah pengobar semangat pasukan muslim untuk rela mati dalam menaklukan kaum ahlul kitab dan membunuh para kafir dengan janji janji harta rampasan dan bidadari surgawi. Dimasa kini, Quran masih saja menjadi landasan kekerasan dengan alasan membela Allah, entah itu terorisme, bom bunuh diri, ataupun separatis Islam. Meski sebagian muslim menyangkal ajaran kekerasan dalam Quran dengan membuat tafsir tafsir baru mengenai damainya Islam, namun kenyataan berkata sebaliknya, dimana para muslim kaffah seperti Amrozi, Imam Samudra atau teroris-teroris Islam lainnya justru menunjukkan ajaran Quran yang sesungguhnya, dengan mengikuti pola yang sama yang dilakukan penguasa Islam dimasa lalu. Dalam hal ini benar kata peribahasa, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.

      SELAIN ITU :

      Ada sejumlah besar NASKAH 2 kuno Quran yang berasal dari abad I Hijriah ditemukan di mesjid Agung di Sana’a (Yaman) yang secara signifikan BERBEDA dengan Quran standart yang ada sekarang.
      Naskah2 ini ditemukan oleh orang2 Muslim sendiri, bukan oleh agama lain. Ini salah satu mesjid tertua dalam sejarah Islam. Sampai saat ini, hanya ada 3 copi kuno Quran yang ditemukan :

      1.Perpustakaan Inggeris di London, yang berasal dari akhir abad ke 7 (yang paling tua).Tapi naskah Sana’a lebih tua lagi dan ditulis dengan huruf2 yang sama dengan yang dipakai di zaman Muhammad. Kenyataannya naskah ini SANGAT BERBEDA dengan Quran yang ada saat ini.

      2.Mushaf lama : -Di Topkapi, Istanbul, Turki -Di Tashkent, Uzbekistan Kedua mushaf ini di tarikh kan oleh para ilmuwan dan ahli sejarah, dokumen2 ini tidak lebih awal daripada tahun 900 M.
      Sebaliknya ahli2 sejarah lain sudah menganalisis naskah Quran yang tertua, yang paling awal, yang berhuruf Al-Ma’il justru disimpan di British Museum London, yang ber tarikh 770 M. Jadi yang mana yang paling benar ?

      Versi Utsman, Ibn Mas’ud , Ubai atau Ali (Syiah) ?

      Dengan ditemukannya Naskah TERTUA di Sana’a ini, berarti TERBUKTILAH bahwa Quran TELAH DIDISTORSI, DINODAI, DIREVISI, DIMODIFIKASI, DIKOREKSI DAN TELAH ADA PERUBAHAN2 tekstual selama ber-tahun2 oleh tangan2 manusia.

      Klaim bahwa Quran adalah kitab yang sempurna TIDAK DAPAT DIPERTAHANKAN lagi. Begitu juga klaim bahwa Quran tidak bisa di-ubah2 oleh tangan manusia, ternyata sebuah KEBOHONGAN besar.
      NASKAH2 ITU MEMPERLIHATKAN ADANYA BEKAS TULISAN2 YANG DIHAPUS. TETAPI DENGAN PERALATAN MODERN ( FOTOGRAFI ULTRA VIOLET) TULISAN2 YANG TELAH DIHAPUS ITU, MASIH DAPAT DIBACA.
      HAL INI BERARTI KLAIM ALLAH DALAM QS.56:77-78 DAN QS.85:21-22, BAHWA QURAN ADALAH BACAAN YANG SANGAT MULIA YANG TERPELIHARA SEMPURNA DISURGA, YANG TEKS ASLI NYA (QURAN) DISIMPAN DISURGA PADA LEMBARAN2 EMAS HANYALAH DONGENG BELAKA ALIAS DUSTA BESAR

      1. Semakin kelihatan ni orang gak paham. Tahrif, takwil bahkan tafsir bukan lah teks asli Al Qur’an.

        Belajar dari iqro jangan loncat2 gak jelas 😀

  19. Yesus bukanlah Tuhan,…karena Allah telah menjelaskan secara akal-fikiran,….terbukti Dia bisa di salib dan di aniaya dan tidak maha kuasa dalam menjalani takdirnya juga di dalam kitab suci Al-qur’an telah di jelaskan secara terang benderang dalam firman Allah tuhan semesta alam,….

    1. Selisih pendapat itu terjadi dalam Islam sendiri dalam menentukan penyaliban Isa Almasih
      Quran menyatakan bahwa orang Yahudi saling selisih pendapat mengenai Penyaliban

      “Dan karena ucapan mereka: “Seseungguhnya kami telah membunuh Al Masih Isa putra Maryam, utusan Allah.” Padahal mereka tidak membunuhnya dan menyalibnya, tetapi hanya diserupakan saja bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentangnya benar-benar dalam keragu-raguan tentang itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang itu kecuali mengkuti prasangka belaka, mereka tidak pula yakin telah membunuhnya” (Q.S. An Nisa 157).

      NAMUN SESUNGGUHNYA MUSLIM SENDIRI LAH YANG BIMBANG SEHINGGA MEMBUAT BERBAGAI MACAM TEORI MENYANGKUT PENYALIBAN ISA ALMASIH

      Pendapat pertama:
      Syaikh Thanthawi Jauhari dalam tafsirnya menerangkan, bahwa yang ditangkap adalah Yudas Iskariot, begitu pula pendapat Sayyid Qutb. (Tafsir Jawahir, Mesir, 1343 H, Juz II hal 115 dan 117)

      Syaikh Muhammad Abduh condong pada pendapat di atas dengan mengatakan, memang Yudas mirip wajah Isa al Masih [teori kemiripan wajah asli], seperti pendapat George Sale dalam terjemah dan komentar Al Quran edisi Inggrisnya. (Tafsir Al Manar, Kairo, 1367 & 1374 H, Juz VI hal. 41)

      Asy Syaukani hanya mengatakan yang ditangkap dan disalib itu adalah orang yang serupa dengan Nabi Isa, dengan tidak menyebut namanya. (Tafsir Asy Syaukani, Cet.1 1349 H, Juz VI hal 495)

      Syaikh Ahmad Mustafa Al Maraghi menerangkan: “Terjadilah keserupaan pada mereka[teori pengubahan wajah] dan mereka menduga telah menyalib Isa, padahal orang lain. Maka keluarlah beliau dari kepungan mereka itu, sedangkan mereka tidak mengetahui. Dan Allah menyelamatkan Isa dari musuh-musuhnya. Dan kita tahu bahwa sesungguhnya tentara Romawi itu tidak mengenal Nabi Isa. (Tafsir Al Maraghi, cet III tahun 1963 M/1382 H. Juz VI hal. 14)

      Az-Zamakhasari menerangkan, yang ditangkap dan yang disalib itu adalah seorang yang mengkhianati Nabi Isa, yang wajahnya diserupakan beliau [teori-pengubahan wajah]. Sehingga tentaar Romawi mengira bahwa orang itu adalah Nabi Isa. (Al-Kasyasyaf, Al-Intisyarat Aftab, Teheran, 1948M/166 H. Juz 1 hal. 436).

      Prof Buya Hamka menyatakan, “Syubbiha artinya disamarkan. Yaitu diadakan orang lain, lalu ditimbulkan sangka dalam hati [teori Hipnotis] orang yang hendak membunuh itu bahwa orang lain itulah Isa” (Tafsir Al-Azhar Juz 6 hlm. 21).

      Prof Dr H Mahmud Yunus menerjemahkan, “Sebenarnya Isa itu bukan mereka bunuh atau mereka salibkan, tetapi yang mereka salib itu, adalah orang yang serupa dengan Isa [teori kemiripan wajah], yang telah dibuat samar” (Tafsir Al-Qur’anul Karim hlm. 94).

      Para penafsir ini menerangkan arti “syubbiha lahum” ialah “khuyyilah ilaihi” dikhayalkan kepadanya. Ibnu Katsir menerangkan beberapa riwayat perihal hal ini:

      Hadis ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas: “Mereka mengambil pemuda yang persis al Masih[teori kemiripan wajah] yang mereka kira al Masih sendiri, padahal ia naik ke langit.

      Hadis An Nasai meriwayatkan: yang ditangkap itu seorang murid yang paling muda umurnya.
      Ibnu Jarir mengatakan, Allah mengubah wajah murid Nabi Isa serupa dengan beliau [teori pengubahan wajah]. Maka murid itu maju mengganti gurunya yang dijanjikan sorga baginya, dan dialah yang ditangkap dan disalib itu.

      Riwayat Ibnu Ishak mengatakan, orang yang serupa dengan nabi Isa itu namanya Sergius (Tafsir Ibn Katsir, Darul Andalusi Beirut, cet I, 1966 M/1385 H, hal 429-432)

      Pendapat kedua mengatakan bahwa Yesus memang di salib, tetapi tidak sampai mati disalib, karena yang disebut menyalib adalah membetangkan di seseorang di kayu salib sebagai hukuman sampai kematiannya di kayu tersebut. Jadi apabila tidak mati, maka tidak dapat di sebut menyalib:

      Prof. Dr. Hasbullah Bakry, SH: Nabi Isa memang benar telah ditangkap di taman Getsemani dan di bawa ke istana Pilatus dan juga langsung di bawa ke bukit Golgota dan disalibkan di sana tetapi penyaliban ini telah di gagalkan Tuhan, artinya tidak sampai mati. Diserupakan saja kepada mereka seakan-akan Isa sudah mati. Padahal hanya pingsan saja. Kemudian Isa di kuburkan didalam pemakaman Yusuf Arimatea oleh Yusuf sendiri ditemani oleh Nikodemus. Setelah Nabi Isa sadar dari pingsannya, beliau keluar sendiri atau dikeluarkan dari pekuburan itu dengan tidak di ketahui atau dilihat oleh pengawal makam itu. Tipudaya itu ialah syubbiha lahum diserupakan seakan-akan Isa benar-benar sudah mati disalib oleh mereka.

      Maulana Muhammad Ali: Kalimat ma shalabuhu ini, tak sekali-kali mendustakan disalibnya Nabi Isa pada kayu palang. Kalimat ini hanya mendustakan wafatnya Nabi Isa pada kayu palang sebagai akibat penyaliban…nabi Isa bukan mati pada kayu palang dan bukan pula dibunuh seperti dua penjahat lainnya, melainkan ditampakkan kepada kaum Yahudi, seakan-akan beliau sudah wafat disalib.

      Mirza Ghulam Ahmad: Karena itu tidak bisa diragukan bahwa Yesus tidak disalibkan dengan pengertian tidak wafat di kayu salib, karena kepribadian beliau tidak patut memikul konsekwensi yang tersirat dari kematian di atas salib. Karena tidak wafat di kayu salib maka beliau terbebas dari implikasi kotor suatu kutukan, serta membuktikan bahwa beliau tidak terangkat ke langit. Kepergian beliau ke langit merupakan bagian dari keseluruhan skema yang merupakan konsekwensi dari konsep pemikiran bahwa beliau wafat di kayu salib. Jasad Nabi Isa diselamatkan oleh para muridnya kemudian hidup wajar lalu hijrah, meninggal dan dikuburkan di Srinagar, Kashmir.

      Itulah tadi perbedaan dari umat Islam dalam menyikapi penyaliban. Banyaknya versi tersebut mengindikasikan bahwa tidaklah mudah untuk mengklarifikasi perihal sebuah kejadian yang berlangsung ribuan tahun yang lalu.

      YAHUDI SEPAKAT BAHWA ORANG YANG DISALIBKAN ADALAH BENAR-BENAR ISA ALMASIH SENDIRI
      Setelah kita membahas beberapa tafsir, mari kita sekarang menengok kepada beberapa dokumen kesejarahan yang ditulis abad-abad awal mengenai hal itu. Beberapa dokumen kesejarahan memang memuat fakta telah terjadi penyaliban terhadap diri Isa al Masih:

      1. Dokumen Jewish Antiquities yang ditulis oleh Flavius Josephus (37/38 M-100M) Di dalam dokumen Jewish Antiquities, khususnya Testimonium Flavianum, disebutkan perihal kejadian tersebut: Kira-kira pada waktu ini, hiduplah Yesus, seorang yang bijaksana. Sebab dia adalah seorang yang telah melakukan tindakan-tindakan luar biasa, dan seorang guru bagi orang-orang yang telah dengan senang menerima kebenaran darinya. Ia telah memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. Setelah mendengar dia dituduh oleh orang orang-orang terkemuka dari antara kita, maka Pilatus menjatuhkan hukuman penyaliban atas dirinya. Tetapi orang-orang yang mula-mula telah mengasihinya itu tidak melepaskan kasih mereka kepadanya. Dan bangsa Kristen ini, disebut demikian dengan mengikuti namanya, sampai pada hari ini tidak lenyap

      2. Dokumen Mara bar Sarapion (ditulis kira-kira setelah tahun 73 M) Perbuatan baik apa yang dilakukan orang-orang Athena ketika ia membunuh Sokrates, yang mengakibatkan mereka dihukum dengan bahaya kelaparan dan penyakit menular? Manfaat apa yang diperoleh orang-orang Samian ketika mereka membakar Phytagoras, karena kemudian negeri mereka seluruhnya dikubur pasir dalam sekejap saja? Atau apa keuntungannya ketika orang-orang Yahudi membunuh raja mereka yang arif, karena kerajaan mereka setelah itu direnggut dari mereka Allah telah dengan adil membalas perbuatan-perbuatan jahat yang telah dilakukan kepada tiga orang bijaksana ini. Orang-orang Athena mati kelaparan; bangsa Samian dilanda banjir dari laut; orang-orang Yahudi dibunuh dan diusir dari kerajaan mereka, lalu tinggal di tempat-tempat lain dalam perserakan. Sokrates itu tidak mati; tetapi tetap hidup melalui Plato; begitu juga Phytagoras, karena patung Hera. Begitu juga raja yang bijak itu tidak mati, karena setelah dia tidak ada muncul hukum baru yang ia telah berikan

      3. The Passing Pereginus oleh Lucian dari Samosata(115 M-200 M) “sesungguhnya, selain dia, juga orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan kultus baru ini ke dalam dunia, kini masih mereka sembah”

      4. Dokumen Tactitus Annals 15: 38-44: Karena itu, untuk menepis kabar angin itu, Nero menciptakan kambing-kambing hitam dan menganiaya orang-orang yang disebut ‘orang-orang Kristen, yaitu sekelompok orang yang dibenci karena tindakan-tindakan kriminal mereka yang memuakkan. Kristus, dari mana nama itu berasal, telah dihukum mati dalam masa pemerintahan Tiberius di tangan salah seorang prokurator kita, Pontius Pilatus, dan tahyul yang paling merusak itu karenanya untuk sementara dapat dikendalikan, tetapi kembali pecah bukan saja di Yudea, sumber pertama dari kejahatan ini, tetapi juga di Roma, di mana segala sesuatu yang buruk, menjengkelkan dan yang menimbukkan kebencian dari segala tempat di dunia ini bertemu dan menjadi populer

      1. Ketika Ali RA menjadi Khalifah, beliau tidak merombak mushaf yang telah di tulis pada zaman Usman jadi komentar anda tentang mushaf versi Ali tidak terbukti 😀

      2. Ni orang gagal faham sebenernya..
        Nyari pembenaran apa kebeneran si bapa ini? Debat sono sama Dzakir Naik, yang di vatikan ajah mikir2 ketemu Dzakir, lah ini lagi yg hapalannya boleh nyontek berisik.. Cari kebenaran jengan pembenaran jadi ga sesat yak bapa

    2. saya beri tahu anda dan anda pahami serta renungkan tulisan saya… mengapa Isah Almasih di sebut Tuhan…

      1. Siapakah Yang Awal danTerakhir…?

      QS 57:3… Mengacu pada Tuhan sebagai Awal dan Terakhir yang juga merupakan bagian dari 99 gelar Tuhan…

      Yesaya 44:6 (PL)… Beginilah Firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam. Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian tidak ada Allah selain daripada-KU…

      anda setuju bahwa Allah adalah Awal dan Akhir, tetapi itu juga merupakan salah satu gelar Tuhan, Apakah seorang Nabi biasa bisa memanggil dirinya yang Awal dan yang terakhir….??

      Itulah yang Yesus lakukan dalam:

      Wahyu 1:17-18:Jangan Takut, Aku adalah yang Awal dan yang Akhir, dan yang hidup. Aku telah mati, Namun hidup sampai selama lamanya dan aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

      Pertanyaan: Coba jelaskan apa arti dari kata2 Yesus ketika Dia menggunakan gelar yang hanya bisa di gunakan Tuhan dan memakainya utk Dirinya sendiri…

      2. Siapa yang dapat Mengampuni Dosa…?

      Manusia berbuat dosa pada satu dan yang lainnya, tetapi ada satu dosa di mana semua orang berdosa, yaitu pemberontakan. melawan Tuhan, demikian pula anda dan saya dpt saling memaafkan utk kesalahan yang kita buat… Tetapi hanya Tuhan yg dpt menawarkan Pengampunan yg sebenarnya…

      Mazmur 51:4… Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat.

      QS 3:135… Dan siapa yang mengampuni dosa selain Allah…

      Pertanyaan: Apakah Nabi biasa bisa mengklaim bahwa dia bisa mengampuni dosa…??

      Markus 2:5-12…
      Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
      Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
      “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
      Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
      Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
      Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu —:
      “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
      Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

      3. Siapakah Hakim Terakhir…?

      PL (Bab 3 Nabi Yoel)… Tuhan menyatakan bahwa Ia akan mengumpulkan bangsa dan Ia akan duduk menghakimi bangsa2 tersebut.

      Mazmur 9:7-9… Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama2nya tahtaNya didirikan untuk menjalankan penghakiman, Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan…

      QS 22:56-57… Bahwa Allah akan menghakimi dunia dan memberi hadiah pada orang percaya dan menghukum yang tidak percaya. kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan diantara mereka, maka orang 2 beriman dan beramal soleh adalah di dalam sorga yang penuh kenikmatan dan orang2 yang kafir dan mendustakan ayat ayat kami maka bagi mereka azab yang menghinakan.

      Pertanyaan: Apakah seorang Nabi biasa, bisa mengklaim jadi hakim bagi semua orang…???

      Tentu saja tidak Tapi itu di Klaim oleh Yesus:

      Matius 25:31-32… Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama sama dengan Dia, Maka Ia akan bersemayam di atas tahta kemuliaanNya, lalu semua bangsa akan di kumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang. Sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.

      Hadist Shahih Muslim 127 dan Hadist Shahih Bukhari 1090 dan Hadis Ibnu Majah.

      4. Siapakah Kebenaran itu…???

      Mazmur 31:5… Daud merujuk Tuhan sebagai Kebenaran
      QS 22:6… Allah adalah Kebenaran (kebenaran/Al haq seperti awal dan akhir adalah salah satu dari 99 nama Allah)

      Pertanyaan… Apakah seorang Nabi boleh memanggil dirinya Kebenaran

      Yohanes 14:5… AkulahJalan, Kebenaran dan Hidup, Tidak seorang pun yang sampaikepada Bapa (Allah) kalau tidak melalui Aku…

      Pertanyaan II… Apakah anda muslim tidak merasa aneh kalau Yesus terus menggunakan nama Tuhan pada diriNya sendiri…

      5. Siapakah Yang dapat Membangkitkan Orang Mati…???

      1 Samuel 2:6… Tuhan mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.

      QS 22:7… Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

      Pertanyaan… Apakah mungkin kita berharap seorang nabi biasa mengatakan pada pengikutnya bahwa Ia akan membangkitkan orang mati…???

      Yohanes 5:25-29…Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
      Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
      Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
      Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
      dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

      Yohanes 11:25… Yesus bahkan memanggil diriNya Kebanfkitan dan Hidup.
      Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.

      Pertanyaan II… Jika Yesus hanya nabi biasa,Bukankah ini artinya… PENGHUJATAN….

      7. Apakah Tuhan membagi Kemuliaan-NYA…???

      QS Surah 57:1… Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (Menyatakan kebesaran Allah)…

      Yesaya 42:8… (Tuhan tidak membagikan kemuliaan)…
      Aku ini Tuhan,itulah nama-KU; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-KU kepada yang lain.

      Jelas sekali bahwa tidak ada Nabi yang berkata bahwa dia akan di muliakan bersama Tuhan.apalagi bila dia memiliki kemuliaan bersama Tuhan sebelun dunia di jadikan…

      Namun:

      Yohanes 17:5… Dan sekarang,ya Bapa,Permuliakanlah Aku di hadirat-MU sendiri dengan kemuliaan yang sudah ada pada-KU di hadirat-MU sebelum ada dunia ini.

      Apakah seperti ini kata kata Nabi…???

      Bukti lebih Lanjut…

      Markus 2:28… Yesus Memanggil dirinya Tuhan hari sabat

      Matius 22:41-45… Yesus membuktikan bahwa Dia adalah TuhanNya Daud.

      Yohanes 8:39-58… Yesus berkata Dia telah bertemu Abraham.

      Matius 12:6… Yesus berkata bahwa Dia melebihi bait Allah.

      Matius 11:27… Yesus mengatakan bahwa Dia memiliki hub yang unik dengan Bapa (Tuhan).

      Yohanes 14:13-14… Dan Dia bisa menjawab Doa dan Dia hadir dimanapun pengikutNYA berada.

      Matius 28:18 Dia mempunyai Kuasa di Sorga dan Dunia dan Dia bersama pengikutNya selamanya.

      Yohanes 16:15… Semua yang di miliki Bapa (Tuhan) adalah milikNYA

      Jadi jelas kenapa Yesus menghendaki agar menyembah Dia…

      Yohanes 5:21-23… Sebab sama sepeeti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkannya,demikian juga Anak menghidupkan barang siapa yang di kehendakiNya.
      Bapa tidak menghakimi siapapun,melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,Supaya semua orang
      menghormati Anak,sama sepeeti mereka menghormati Bapa.
      Barang siapa tidak menghormati Anak,ia juga tidak menghormati Bapa,yang mengutus Dia…

      Salah satu cara kita menghormati Bapa (Tuhan) adalah dengan menyembahnya dan karena Yesus mengatakan bahwa kita harus menghormati Anak seperti menghormati Bapa (Tuhan) Yesus pun menyuruh menyembahNya.

      Injil mengatakan bahwa Yesus di sembah setelah lahir,selama masa pelayananNya.

      Matius 2:11, Matius 14:33, Yohanes 9:38 Matius 28:17, Lukas 24:52

      Setelah kebangkitanNya,sebelum kenaikanNya ke sorga dan sesudah kenaikanNya ke sorga…

      Thomas memanggil Dia dalam Yohanes 20:28… Sebagai Tuhanku dan Allahku…

      Jadi di mana Yesus berkata,Saya Tuhan,Sembahlah saya…???

      Seperti kita lihat…

      * Yesus Mengklaim sebagai Awal dan Terakhir.
      * Yesus Mengklaim Pengampunan.
      * Yesus Hakim Yang Terakhir bagi manusia.
      * Yesus Kebenaran dan Kebangkitan.
      * Yesus dapat menjawab Doa.
      * Yesus lebih besar daei Bait Allah.
      * Yesus telah bertemu Abraham

      Jadi jelas sudah Klain Yesus sendiri atas diriNya sendiri… jadi bukankah Klaim itu hanya bisa di Buat oleh Allah sendiri dan bukan Nabi biasa atau pun Nabi besar…

      jadi seperti ada tertulis dalam QS 46 Al Ahqaaf 30… Qaalu yaa qamanaa inna sami’na kitaban unzila mimba’di musa musaddiqal lima baina yadaihi yahdi ilal-haqqi wa ila tariqim mustaqim(in)…

      Mereka berkata ‘Hai kaum kami,sesungguhnya kami telah mendengarkan Kita (Injil) yang telah di turunkan sesudah musa yang membenarkan kitab kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus……

      jelas sudah penjelasan saya dan renungkanlah apa yang menjadi acuan dalam quran anda ingan jangan menjadi kafir dengan menutup kebenaran itu sendiri dan menyangkalnya..

      1. Yesus bukan Tuhan karena dalam taurat disebut Allah bukan manusia. Itulah sebabnya Yahudi mengingkari trinitas terlebih dalam ajaran Yahudi bahwa manusia yang mati disalib adl manusia yang terkutuk. 🙂

    3. Yesus diangkat jadi tuhan ratusan tahun setelah Yesus disalib (menurut persangkaan mereka).

      Yesus diangkat jadi tuhan melalui voting dlm konsili nicea (tuhan kok diangkat oleh manusia) 🙂

      1. Salah Paham Orang Islam Tentang Konsili Nicea

        pertemuanDalam satu agama perbedaan pendapat tentang hal-hal teologia biasa terjadi. Misalnya dalam agama Islam, ada Shia dan Sunni. Sampai sekarang masih ada pertentangan tentang khalifah yang syah, kedatangan Imam Mahdi, cara Sholat dll. Sufi dan Ahmadiyah juga mempunyai kepercayaan yang berbeda dengan Sunni.
        Demikian juga dengan umat Kristen, baik sekarang maupun dulu – ada beberapa aliran kepercayaan, bidat, dan sekte dengan bermacam-macam pandangan tentang teologia.
        Umat Muslim Kurang Mengerti Tujuan Konsili Nicea

        Umumnya umat Muslim memahami bahwa Konsili Nicea bertujuan untuk mengangkat Yesus sebagai Tuhan. Jelas pemahaman ini sangat salah.
        Tahun 325, Kaisar Romawi Constantine menyelenggarakan Konsili Nicea di Bitania (Iznik, Turkey). Dihadiri oleh para uskup yang mewakili orang Kristen dari bermacam aliran di Kerajaan Romawi.

        Tujuannya, untuk membahas beberapa pandangan tentang Pribadi Isa Al-Masih, dan berharap merumuskan satu Pernyataan Pengakuan. Pokok-pokok yang dibahas antara lain: Apakah Isa Al-Masih hanya seorang nabi? Atau apakah Ia Tuhan atau hanya manusia saja? Ataukah Tuhan dalam tubuh manusia?
        Untuk mengetahui jawabannya, para uskup berusaha menemukan apa yang diajarkan Isa Al-Masih di Injil mengenai diri-Nya. Juga mereka mempelajari secara mendalam wahyu-wahyu Roh Allah kepada rasul-rasul Isa Al-Masih. Intinya, dasar dari diskusi mereka adalah wahyu Allah dalam Kitab Allah!

        Konsili Nicea Merumuskan Ajaran Kitab Allah

        Konsili Nicea tidak membentuk atau menentukan doktrin dan dogma. Mereka berkumpul untuk merumuskan Pernyataan Pengakuan berdasarkan isi Injil, yaitu Kitab Allah, Buku Allah! Sayangnya, sering pakar Islam mengajarkan bahwa doktrin kepercayaan orang Kristen dibentuk pada Konsili Nicea, tahun 325. Jelas ajaran ini salah!
        Mereka yang percaya pada Isa Al-Masih bersandar sepenuhnya pada ajaran Alkitab, bukan pada Konsili atau dewan apapun. “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman” (Kitab Mazmur 19:7-8).
        Ketetapan Konsili Nicea akan diterima bila ketetapan tersebut sejalan dengan ajaran Kitab Allah. Bila tidak, maka ketetapan tersebut akan ditolak.

        konsil-nicea Tantangan Buat Orang Islam
        Kitab umat Islam mendorong orang Kristen mendasarkan kepercayaan pada isi Kitab Allah. “Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik” (Qs 5:47).

        Isi Pernyataan Konsili Nicea berdasarkan pada Kitab Allah. Atau, adakah umat Muslim yang menemukan Pernyataan Konsili Nicea yang tidak terdapat dalam Kitab Allah? Untuk menolong Pembaca, berikut kami mengutip isi Pernyataan Konsili Nicea:
        Aku percaya kepada satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, segala kelihatan dan yang tak kelihatan.
        Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah Yang Tunggal, lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman.Allah dari Allah, Terang dari Terang.Allah Yang Sejati dari Allah Yang Sejati, diperanakkan, bukan dibuat; sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat.
        Ia telah turun dari sorga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita; dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria; dan menjadi manusia.
        Ia disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus; menderita dan dikuburkan; yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan isi kitab-kitab, dan naik ke sorga.
        Ia duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir.
        Aku percaya kepada Roh Kudus, Tuhan yang menguasai dan menghidupkan, yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Anak, yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan; yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi.
        Aku percaya satu gereja yang kudus dan am dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang. AMIN.

        Tujuan Konsili Nicea Tahun 325

        Intisari dari Pernyataan Nicea adalah, Isa Al-Masih “disalibkan bagi kita.” Kenyataan ini diulang terus-menerus dalam Kitab Allah, “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah . . .” (Injil, Surat I Petrus 3:18).
        Demikianlah Konsili Nicea tidak menentukan doktrin orang Kristen. Dewan itu hanya merumuskannya!

      2. PENYEBAB KESALAHAN AL QURAN (3)
        3. PERMUSUHAN YAHUDI VS KRISTEN

        Setelah masa Yesus, kepercayaan Yahudi terbagi menjadi Yahudi ortodoks dan Yahudi pengikut Yesus. Yahudi ortodoks tetap terdiri dari Yahudi saja sedangkan pengikut Yesus meluas dan berkembang ke bangsa bangsa lain di luar Yahudi, yang kemudian disebut Kristen atau pengikut Kristus.
        Sementara itu, pengikut Kristus terbagi lagi, yang mempercayai Yesus sebagai Tuhan (jiwa dan raga) dan tidak mungkin mati seperti yang dianut Kristen Koptik dan yang mempercayai Yesus sebagai firman yang hidup (Roh).

        Orang orang Yahudi mengatakan bahwa Kristus bukanlah Mesias dan Kristus bukanlah Tuhan.
        Orang orang Kristen mengatakan mereka tidak mengenal Roh Tuhan dan tidak tahu perjanjian baru dari Tuhan.

        Pertentangan antara Yahudi VS Kristen membuat Muhammad bingung dalam pencariannya tentang Tuhan. Muhammad mengadopsi semua hal yang ingin diadopsinya sekaligus menolak semua hal yang tidak diinginkannya, sementara itu, pengadopsian dan penolakannya menghasilkan kontradiksi yang tidak dipahaminya.

        Muhammad ingin tahu kebenaran sesungguhnya dan di dalam kebingungannya, dia seperti tukang roti yang membuat adonan dari bahan bahan orang lain dan membakar adonannya sendiri yang menghasilkan rotinya sendiri.

        QS 2 : 113
        وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصَارَىٰ عَلَىٰ شَيْءٍ وَقَالَتِ النَّصَارَىٰ لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۚ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

        Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.

        Kebingungan Muhammad memperlihatkan KEBODOHANNYA tergambar jelas dalam isi Al quran. Pernyataan Yahudi bahwa Kristus bukanlah Tuhan dituliskan jelas jelas di dalam Al quran, sementara itu, pernyataan Yesus sebagai Mesias juga dituliskan jelas jelas di dalam Al quran dan keyakinan Koptik bahwa Yesus sebagai Tuhan tidak mungkin mati, pun dituliskan jelas jelas di dalam Al quran.

        Konyol ngga tuh si ALLOW aka Muhammad, comot sana comot sini, alhasil kacau balau dan bertentangan satu dengan yang lainnya. Katanya ALLOW SWT maha tahu…. ternyata oh ternyata, kebingunagan dan kebodohan Muhammad dijadikan sebagai sumber wahyu!!!!

        QS 5 : 72
        لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
        Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

        QS 4 : 171
        يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
        Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “tiga”, berhentilah . Lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

        QS 4 : 157
        وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
        dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

        Sebagai catatan, QS 4 :157, ALLOW SWT aka Muhammad pun bingung karena KEBODOHANNYA dengan mengatakan Isa/Yesus sebagai rasul???!!!!!!!!

        Kalau Al quran diklaim sebagai wahyu dari surga yang disampaikan oleh malaikat kepada Muhammad, maka jelaslah bahwa pertentangan Yahudi dengan Kristen tentang Yesus yang menyebabkan Muhammad KEBINGUNGAN dan memperlihatkan KEBODOHAN nya yang menjadi sumber cerita Al quran telah membuat ALLOW SWT BINGUNG dan BODOH!!!!! Karena sesungguhnya ALLOW SWT MAHA TAHU = BINGUNG dan BODOH alias BAHLUL!!!!

  20. Intinya : kami muslim wajib meyakini 3kitab sebelumnya, dengan syarat harus asli.
    1. Kitab taurat dan zabur sdh di ubah oleh bani israel.
    2. Kitab injil sdh di ubah2 menjadi 2000an bentuk injil, di awali oleh kekaisaran romawi.
    3. Natal kok di musim dingin, sdh jelas isa almasih lahirnya di musim panas, keyakinan penganut dewa romawi agar musim dingin di selamatkan, baca sejarah.
    3. Nama Yesus tidak ada, karena ciptaan dr kaisar romawi agar membuyarkan keyakinan kaum nasrani. Baca sejarah.
    4. Sdh jelas nabi ISA AS dan Maryam adalah keajaiban tuhan. Masih dianggap anak Tuhan… Mang dewa Zeus yg tukang kawin. Sm manusia.. Ngak ada tuh trinitas, Pake lah logika.
    5. Salib lah loe sembah, patung bunda maria loe sembah… Agama loe ke Allah SWT atw loe kayak kaum pagan atw kaum berhala. Pake logika.
    6. Gue mau tanya sama loe, loe sayang banget kan sama agama loe, pernah ngak loe baca kitab injil pertama, karya langsung dr nabi Isa AS. Kaloe belum berarti loe kayak kerbau dungu yg tidak pernah tahu kebenaran. Pake logika.

    Salam… Semoga loe belajar pake logika dan dr hati.

    1. KEISTIMEWAAN ISA YANG TERSEMBUNYI DLM QURAN , SIAPAKAH DIA SESUNGGUHNYA ?
      1. ISA ADALAH SATU2-NYA NABI YANG DIPERKUAT OLEH ROHUL QUDUS, DAN DIBERIKAN BUKTI2 KEBENARAN ( MUKJIZAT) ? ( baca di QS 2: 87,253 dan QS 5:110 ). Tetapi kepada muhamad TIDAK !
      2. ISA SATU-2NYA NABI / MANUSIA YANG MENGETAHUI tentang Hari Kiamat ( QS 43: 61 )
      PADAHAL menurut : QS 7: 187 dan 31: 34 dan dlm QS. 67 : 26 “ Sesungguhnya ilmu ( ttg hari kiamat itu) HANYA PADA SISI ALLAH, dan sesungguhnya aku ( Muh. ) hanyalah seorang pemberi peringatan”.
      3. ISA, SATU-2NYA NABI YANG MENGETAHUI HAL2 YANG GAIB, dan apa yang kamu makan dan simpan dirumahmu ( QS 3: 49 ) dan juga satu2-nya Nabi yang bisa menghidupkan benda atau orang mati setiap saat Dia menghendakinya. ( QS 5 : 110 ). Jadi siapakah Isa sebenarnya ? Mana lebih tinggi dengan Muhammad atau nabi lain ?
      Janganlah menipu diri sendiri. Sadarlah dan jujurlah dan Renungkanlah !
      4. ISA, SATU2NYA NABI YANG LAHIRNYA OLEH BENIH ILAHI (= Rohulqudus , BUKAN Malaikat ! ) yang ditiupkan ke dalam rahim Maryam, sehingga Ia dapat disebut Anak Rohulqudus = Anak Allah ( QS 66: 12 )
      5. ISA, SATU2-NYA NABI YANG DI “ISI” DENGAN ROH ALLAH, dengan cara ditiupkan kedalam tubuh Maryam, supaya menjadi Tanda ( Kekuasaan Allah ) yang BESAR bagi Semesta Alam (QS 21:91 ) Tidak ada nabi2 lain yang seperti itu.
      6. ISA , JUGA SATU2NYA NABI yang TELAH DITETAPKAN ( diputuskan ) oleh Allah menjadi TANDA bagi manusia dan RAHMAT dari Allah ( Qs. 19: 19- 21) Tidak ada nabi lain yang seperti itu.
      7. QS 95: 8 ” Allah dapat menjadikan makhluk hidup ”, bandingkan dgn QS 3: 49 ” ISA JUGA DAPAT MEMBUAT BURUNG ( HIDUP ) DARI TANAH LIAT ”
      8. QS 5:110 Yesus SANGGUP MEMBANGKITKAN orang mati dan JUGA SANGGUP BANGKIT SENDIRI DARI KEMATIANNYA DAN NAIK KE SURGA DGN KEKUATAN NYA SENDIRI ,MANA ADAORANG SEPERI DIA ?
      9. SEMUA AHLI KITAB AKAN BERIMAN KEPADA ISA MENJELANG KEMATIANNYA DAN DI HARI KIAMAT NANTI ISA AKAN MENJADI SAKSI TERHADAP MEREKA. ( QS 4: 159) . Bukan sbg nabi, sebab kan kamu sudah percaya pada saat ini ! Kenapa harus menunggu hari kematian ?
      10. Hadits Sahih Muslim, rujukan 127 dan Hadits Bukhari 34 : 425 dan Kis 10: 42-43
      “ Kelak di hari Kiamat ISA ( YESUS ) AKAN MENJADI HAKIM BAGI SEMUA MANUSIA”
      11. QS.4:171…”SESUNGGUHNYA ALMASIH , ISA PUTRA MARYAM ITU, ADALAH UTUSAN ALLAH dan KALIMAT-NYA ( FIRMANNYA ), yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ROH dari pada-NYA……” Sengaja kami tidak salin : kata2 SISIPAN dalam kurung dan catatan-2 kaki, karena “penjelasan” itu BUKAN menjelaskan, sebaliknya malahan meng-UBAH arti dan MENYESATKAN ARTI sebenarnya; MEMUTARBALIKKAN ARTI sebenarnya. Bandingkan dengan Alkitab ( Jangan lupa bahwa Quran mengakui dan memerintahkan untuk menegakkan ajaran Alkitab, sebaliknya TIDAK ).
      BACA HADIS ANAS BIN MALIK HAL 72 : ”ISA ITU SESUNGGUHNYA ROH ALLAH DAN FIRMANNYA ” = Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu ”
      12. Ya ISA SATU2 NYA NABI YANG BERGELAR : ALMASIH, artinya : Yang Diurapi Menjadi Raja diatas segala Raja, Penguasa Alam Semesta, Juruselamat Manusia
      13. QS 3 :45 ( TANPA kata2 dalam kurung yang “disisipi ” sehingga MENYESATKAN / MENGUBAH arti )
      “ Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan ”KALIMAT” dari pada Nya, nama-Nya Al Masih Isa putera Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat…… Tidak ada nabi lain yang dikatakan begitu, Muhammad pun tidak
      Jadi ISA ADALAH KALIMAT ALLAH = FIRMAN ALLAH , dan juga menurut Al Kitab di Yoh 1: 1 FIRMAN ALLAH = ALLAH
      Jadi , tariklah kesimpulan, siapakah Yesus sesungguhnya ? Jujurlah terhadap hati nurani anda
      14. PERINTAH DALAM kitab anda supaya TAAT KEPADA YESUS : Qs 3: 50 dan Qs 43: 63
      15. Isa berkuasa mengubah hukum, menghalalkan sebagian apa yang diharamkan ( QS 3: 50 )
      16. Hanya Isa, satu2 nya nabi yang diangkat kepada Allah setelah ajal Nya ( QS.3: 55 dan 4: 158 ) nabi2 lain tidak ada, Muhammad pun tidak.
      17. Firaun pun dalam (QS 10: 90 ) mengakui, bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang dipercayai bani Israel. Jadi, bukan awloh, melainkan TUHAN , Allah Israel. Dalam kitab para nabi, pada awalnya, di : Kej. 33: 20…” TUHAN YAHWEH adalah ELOHIM Israel”….dan juga di : Kel. 5: 1 ; 24 :10 ; 32: 27 ; 34: 23 ; Yos 7:13, 19, 20 “ TUHAN YAHWEH , ELOHIM Israel “ yg diterjemahkan menjadi TUHAN , ALLAH ISREL Kemudian setelah Tuhan turun kedunia, Dia ( Allah Israel) memperkenalkan diri dalam nama Tuhan Yesus Kristus ( Kis 10: 36 ; 15:11 ;16: 31; 28: 31 ; Rom 1: 4; 5: 21 ; I Kor 1: 8 ; I Kor 8: 6 ; I Kor 15: 7 ; Fil 2:11 ; Fil 3: 20; I Pet 1: 3 ; Yud 1: 4, 21; I Tes 5: 9, 23 .
      18. Pada akhir zaman, ISA AKAN DATANG KEMBALI (Hadits Muslim 6931 ) untuk menjemput orang2 ( yang masih hidup) yang percaya kepadaNya, dan yang sudah mati dalam iman kepadaNya akan dibangkitkan terlebih dahulu ( yang tidak beriman kepadaNya belum dibangkitkan )
      Mereka semua akan diubahkan menjadi Manusia Abadi dengan tubuh Kemuliaan dan diangkat naik kesurga. Di Alkitab : I Kor 15: 50-58 dan I Tes 4 : 13-18.
      Tapi hati2, iblis tidak mau anda tahu hal ini, sehingga ia MEMUTARBALIKKAN nubuat ini, dengan mengatakan DUSTA, bahwa: Isa akan me-nangkap2-i orang yang memanggil Nya Tuhan dan menghancurkan Salib dan membunuh babi2. Ini tidak mungkin; sangat tidak masuk akal waras kebenaran, sebab SALIB adalah LAMBANG dan BUKTI KASIH ALLAH kepada umat manusia.
      Yesus mati di salib, untuk MENEBUS DOSA manusia ( yang percaya kepadaNya ) Inilah yang iblis tidak mau diketahui dan dimengerti manusia, sehingga ia selalu memutar balik kannya, supaya manusia tidak selamat. Bacalah kitab Kol.1 :15- 20 dan Kol 2:6- 15 dan Fil 2: 5- 11
      TETAPI MUSLIM HARUS MENGERTI JUGA , YESUS YANG SEBENARNYA ( Menurut Alkitab)
      Muslim harus percaya apa kata Alkitab, sesuai dgn perintah QS 5: 46 & 68 ; 32:23 dan 10: 94 dan TIDAK ADA ayat Quran yang mengatakan ayat Alkitab sudah dipalsukan !
      1. Nabi Yesaya telah menubuatkan ratusan tahun sebelum kedatangan Yesus dalam kitabnya di Yes 9: 6-7 “ Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita, dan namanya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, ELOHIM YANG PERKASA, BAPA YANG KEKAL, RAJA DAMAI, Besar Kekuasaannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan diatas tahta Daud dan didalam Kerajaannya.
      2. Menurut Kol 1 : 15 ” Ia adalah GAMBAR ELOHIM yang tidak kelihatan…..”
      ayat 16:…” karena DIDALAM DIALAH TELAH DICIPTAKAN segala sesuatu, yang ada disorga dan yang ada dibumi………..SEGALA SESUATU DICIPTAKAN oleh DIA ( YESUS ) dan untuk DIA
      Ayat 17 : “IA ADA TERLEBIH DAHULU dari segala sesuatu dan SEGALA SESUATU ADA DIDALAM DIA ”
      Ayat 19 : Karena SELURUH KEPENUHAN KUASA TUHAN YAHWEH berkenan
      ” diam” DIDALAM DIA
      3. Kol 2: 9 ” Sebab DALAM DIALAH BERDIAM SECARA JASMANIAH SELURUH KEPENUHAN KE-ILLAHIAN SECARA LAHIRIAH ,…
      4. Fil 2 : 5-10…….. KRISTUS YESUS, yang walaupun DALAM RUPA ELOHIM, tidak menganggap KESETARAAN dengan ELOHIM itu, sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri Nya sendiri, dan mengambil RUPA seorang Hamba dan menjadi sama dengan manusia
      5. Ibr 1: 2 (end) – 3 …….“ Oleh Dia (Yesus), ELOHIM telah menjadikan alam semesta.
      Ia ( YESUS ) adalah CAHAYA KEMULIAAN ELOHIM dan GAMBAR WUJUD ELOHIM dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh Kekuasaan…..”
      6. Gal 3:13 “ KRISTUS TELAH MENEBUS kita ( umatNya ) dari kutuk hukum Taurat dengan jalan MENJADI KUTUK KARENA KITA ( umatNya), sebab ada tertulis :” Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib “
      7. Ef.1 : 7 Sebab DIDALAM DIA ( YESUS ) dan oleh DARAHNYA kita beroleh PENEBUSAN, yaitu PENGAMPUNAN DOSA, menurut Kekayaan Kasih KaruniaNya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian
      8. Yoh 1: 1-14 ” Pada mulanya adalah FIRMAN ; FIRMAN itu ada ber- sama2 dengan ELOHIM dan FIRMAN itu adalah ELOHIM
      ayat 10 : ” Ia telah ada didalam dunia dan dunia DIJADIKAN OLEH NYA, tetapi dunia tidak mengenal NYA
      Ayat 12 : Tetapi semua orang yang menerimaNya , diberiNya KUASA supaya menjadi anak2 ALLAH ( ELOHIM ). Ayat 14 : FIRMAN itu telah menjadi manusia dan ” diam” diantara kita……..”
      Ayat 18 : “Tidak seorangpun yang pernah melihat ELOHIM, tetapi Anak Tunggal ELOHIM, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang me- NYATA–kan Nya ( membuat jadi nyata )
      9. I Yoh 5: 7 “ Sebab ada tiga yang memberi kesaksian ( disorga ) : Bapa , Firman dan Roh Kudus ; dan ketigaNya adalah SATU ( bukan tiga )”
      [Sama seperti : tubuh , jiwa dan roh mu , semuanya ada tiga, tetapi manusianya, kamu adalah SATU. Ya atau tidak ? ]
      HANYA ORANG2 YANG MENDAPAT KARUNIA HIKMAT DARI TUHAN SAJA YANG MAMPU MENGERTI HAL INI. ORANG2 YANG TELAH DIBUTAKAN IBLIS TIDAK AKAN MAMPU MENGERTI
      10. I Tim3:16…. AGUNGlah rahasia ibadah kita : “ DIA, ALLAH YANG TELAH MENYATAKAN DIRI NYA DALAM RUPA MANUSIA,………”
      11. Yoh 14: 6 Yesus berkata :” Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
      Ayat 9-11 : …..Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa……
      ….tetapi Bapa yang “diam” didalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan Nya…..
      …. bahwa Aku didalam Bapa dan Bapa didalam Aku”. Yesus mengulangi kata2 ini di Yoh 10:38
      12. Yohanes menulis dalam I Yoh 5: 20 ………..“Yesus Kristus, Dia adalah Elohim yang benar dan HIDUP yang kekal “

      1. Semua nabi di perkuat oleh Ruhul Kudus yaitu Jibril AS.

        Penulis ngaku sbg mantan ustadz tapi gk tau Jibril 😁

    2. Quran Memanipulasi Kisah Alkitab
      1. MUSA DAN MATA AIR

      QS 2: 60 Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

      KELUARAN 15:27
      Sesudah itu sampailah mereka DI ELIM; di sana ada DUA BELAS MATA AIR dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

      KELUARAN 17:6
      Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu DI HOREB; haruslah KAUPUKUL GUNUNG BATU ITU DAN DARI DALAMNYA AKAN KELUAR AIRr, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

      Tidak ada kisah didalam Alkitab mengenai 12 mata air yang dimiliki oleh masing-masing suku Israel seperti yang dikonfirmasi ayat Quran diatas. Kisah Musa memukul gunung batu terjadi di HOREB [Keluaran 17:6], sedangkan 12 mata air yang dimaksud terdapat di ELIM [Keluaran 15:7] ….

      2. ABRAHAM DAN MEKAH

      QS AL BAQARAH [2]:125
      Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”.

      Kisah Quran ini fiksi dan dilatari oleh Mitos, dikarnakan tidak adanya bukti Arkeologis yang membenarkan tanda-tanda/kemungkinan Ibrahim melakukan perjalanan kesana.

      KEJADIAN 21:9
      Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

      KEJADIAN 21:14
      Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

      Abraham sama sekali tidak turut menemani Ismail dan Hagar saat mereka diusir keluar rumah Abraham….r

      3. SAUL DAN GIDEON DAN GOLIATH

      Quran Bingung membedakan Kisah SAUL dengan Kisah Gideon didalam Alkitab.

      QS AL BAQARAH [2]:249
      Maka tatkala Thalut [SAUL] keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut [GOLIATH] dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

      Tidak ada dalam 1 Samuel 17-18 diinformasikan Alkitab bahwa SAUL pernah mengalami hal yang diceritakan surah Quran diatas ‘menguji pengikutnya yang layak diajak berperang dengan melihat cara mereka mengambil air dari sungai’, Namun kisah ini amat dekat dengan Kisa Gideon saat memilih pasukan yang ikut berperang dengannya dengan melihat cara mereka mengambil air dari sungai.

      HAKIM-HAKIM 7:5
      Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.”

      5. ZAKHARIAH DAN KEBISUAN

      Quran bingung menghitung berapa lama Zakharia mengalami Kebisuan saat merendahkan informasi yang diberikan Malaikat mengenai kelahiran Yohanes Pembaptis.

      QS ALI IMRAN [3]: 41
      Berkata Zakaria: “Berilah aku suatu tanda (bahwa istriku telah mengandung)”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”.

      Alkitab mencatat Kebisuan Zakharia adalah selama 9 bulan sebagai pemberitaan peristiwa kelahiran, dan bukan 3 hari seperti yang dikisahkan Alquran.

      LUKAS 1:62-65
      Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
      AKHARIA

      6. YESUS MENERIMA HIDANGAN DARI SURGA

      Quran membedakan mana kisah yang dialami Yesus dan mana yang dialami Petrus

      QS AL MAIDAH [5]:114-116
      Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama”. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia”. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.

      satu-satunya kisah yang mirip dengan yang dialami Yesus sesuai penceritaan Quran adalah terdapat didalam Lukas 22:30 di mana Yesus memberitahu murid-muridNya bahwa mereka akan makan semenja dengan Yesus didalam kerajaan sorga. Kisah turunnya hidangan dari langit adalah pengalaman Petrus saat mendapatkan pengelihatan diberikan makanan haram dan halal yang artinya adalah keselamatan bagi segala bangsa termasuk orang non Yahudi, kisah ini terdapat di dalam Kisah Para Rasul l0 :9-15.

      LUKAS 22:30
      bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

      KISAH PARA RASUL 10
      (9) Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
      (10) Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.
      (11) Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.
      (12) Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
      (13) Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: “Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!”
      (14) Tetapi Petrus menjawab: “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.” (15) Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

      7. MUSA – FIRAUN DENGAN HAMAN DAN MENARA BABEL

      QS AL QASHASH [28]: 38
      Dan berkata Firaun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”.

      Alquran mencampur adukan Kisah Haman yang sesungguhnya adalah Pembesar raja Ahasyweros dijaman Ester pada masa pembuangan, yang saat itu hendak membinasakan orang Israel oleh karna mereka tidak mau tunduk kepada aturan yang diberikan raja, [Ester 3]. dengan Kisah Firaun-Musa yang jaraknya ratusan tahun lamanya ditambah kisah pembangunan menara Babel yang tingginya menjulang ke langit dengan maksud menjumpai Tuhan semesta alam.

      Ester 3:1
      Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

      Kejadian 11
      (2) Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
      (3) Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
      (4) Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

      8. MUSA – ANAK LEMBU EMAS – SAMARIA – HOSEA

      QS THAAHAA [20]
      [85] Allah berfirman: “Maka sesungguhnya kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.
      [86] Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?”
      [88] kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”.
      [90] Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku”.
      [91] Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.
      [92] Berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,
      [93] (sehingga kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?”
      [94] Harun menjawab: “Hai putra ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israel dan kamu tidak memelihara amanahku”.
      [95] Berkata Musa: “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?”
      [96] Samiri menjawab: “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku”.
      [97] Berkata Musa: “Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: “Janganlah menyentuh (aku)”. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).

      Tampaknya Quran mengalami kebingungan dalam memahami kisah Musa dengan menyamakan begitu saja kisah jatuhnya bangsa Israel kedalam penyembahan berhala Lembu emas, dengan Kisah orang samaria didalam kitab Hosea.

      Alquran menyatakan bahwa kejatuhan orang Israel kedalam penyembahan kepada Anak Lembu Emas oleh karna mendengar orang Samaria Qs 20:85-97 [Samiri], sedangkan bangsa Samaria belum ada saat jaman Musa keluar dari tanah perbudakan Mesir. Kerajaan Samaria baru muncul ratusan tahun setelah berakhirnya kisah Musa. Raja Yerobeam adalah Raja dari kerajaan Israel Utara yang sering dikenal dengan kerajaan Samaria juga mendirikan 2 patung anak lembu emas sebagai sesembahan [Hosea 8]. tampaknya Muhamad mencampur-adukan 2 peristiwa yang berbeda masa ini antara kejatuhan pertama kali orang Israel kepada penyembahan berhala [Anak Lembu Emas pada Keluaran 32:24-25] dengan kisah yang dialami Hosea dijaman raja Yerobeam.

      HOSEA 8
      (1) Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah TUHAN! Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Ku dan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku.
      (2) Kepada-Ku mereka berseru-seru: “Ya Allahku, kami, Israel mengenal Engkau!”
      (3) Israel telah menolak yang baik–biarlah musuh mengejar dia!
      (4) Mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku; mereka mengangkat pemuka, tetapi dengan tidak setahu-Ku. Dari emas dan peraknya mereka membuat berhala-berhala bagi dirinya sendiri, sehingga mereka dilenyapkan.
      (5) Aku menolak anak lembumu, hai Samaria; murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama tidak dapat disucikan,
      (6) orang-orang Israel itu? Itu dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan menjadi serpih anak lembu Samaria itu!

      Keluaran 32
      (24) Lalu aku berkata kepada mereka: Siapa yang empunya emas haruslah menanggalkannya. Mereka memberikannya kepadaku dan aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini.”
      (25) Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang–sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka–

      9. MIRYAM – MARYAM SAUDARA PEREMPUAN HARUN – ISTRI FIRAUN

      QS MARYAM [19]: 27-28
      Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

      QS ATH TAHRIM [66]: 11-12
      Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”, dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

      Alquran mengalami kebingungan membedakan antara Miryam, saudari perempuan Harun-Musa anak Imran [Qs 19:28] dengan Maria anak Eli [Lukas 3:23], yang memperanakan Yesus Kristus [Lukas 1:31]. nampaknya Muhamad tidak menyadari kekeliruan dikarnakan kemiripan nama antara Miryam-Maryam yang jelas terpisah ratusan tahun lamanya. hal ini terjadi dikarnakan nama Maria didalam bahasa arab memang divokalisasikan sama dengan nama saudari perempuan Harun, yaitu Miryam. namun tetap saja hal ini keliru karna Maryam yang memperanakan Yesus BUKANLAH saudari dari Harun-Musa, anak Imran, seorang nabiah itu.dan lebih kacaunya lagi Quran menganggap Maryam, Ibu Yesus sebagai Isteri dari Firaun, mungkin Muhamad mencampur adukan kisah historis ini dikarenakan Istri Firaun dalam Quran dikatakan orang yang saleh oleh karna telah menyelamatkan Musa. namun hal ini lagi-lagi sebuah kekeliruan historis yang terjadi didalam Quran. bagaimana pun juga Kisah Yesus dan Maryam terjadi ratusan tahun setelah kisah Musa masih kecil dan diasuh didalam keluarga kerajaan Mesir.

      KELUARAN 15:20
      Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.

      LUKAS 1
      (27) kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
      (28) Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
      (29) Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
      (30) Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
      (31) Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

      LUKAS 3
      (23) Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

      10. SALOMO – KUDA – BERHALA

      QS SHAAD [38]: 30
      Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). (ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore. Maka ia berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan”. “Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku”. Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu. Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.

      Quran sangat abstrak menggambarkan hal yang membuat murka adalah dengan memalingkan wajahnya sendiri kepada kuda-kuda kesenangannya, padahal didalam Islam perbuatan demikian bukanlah sebuah perbuatan dosa besar dan mendatangkan masalah serius sehingga harus memotong kaki-kaki kuda tsb. didalam Islam hal yang dianggap dosa besar adalah dosa syirik/menyekutukan.

      sepertinya Quran mengalami kebingungan kisah historis yang diberikan didalam Alkitab, Alkitab dengan jelas menyattakan bahwa Kuda-kuda itu adalah dewa-dewa bangsa lain oleh karna Salomo terpikat kepada wanita penyembah berhala sehingga membuat Salomo pun turut jatuh kedalam penyembahan kepada berhala-berhala yang semakin memalingkan hati Salomo kepada kejahatan.

      1 RAJA-RAJA 11
      (1) Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,
      (2) padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.
      (3) Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.
      (4) Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
      (5) Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
      (6) dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

      hingga akhirnya di akhir hidupnya Salomo mengalami pertobatan dengan kembali kepada TUHAN semesta alam.

      PENGKOTBAH 2:10-11
      “Aku tidak merintangi mataku dari apapun yang di kehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apapun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segalanya jerih payahku. Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin, memang tak ada keuntungan di bawah matahari”

      PENGKOTBAH 12
      (13) Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
      (14) Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

      11. DAUD – KAMBING – KEADILAN ABSURB

      QS SHAAD [38]:21-25
      Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat lalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: “Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan”. Daud berkata: “Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

      Aneh sekali kisah historis bila coba untuk dipahami, sesuatu kisah yang tidak mengandung unsur Theologis apapun untuk diceritakan kembali, bagaimana mungkin Daud bisa dikatakan Adil bila hanya mendengarkan pembelaan dari satu pihak saja? seandainya keadilan yang diberikan Daud adalah benar, lantas mengapa Allah menjadi mempersalahkan keadilan yang sudah diperbuat Daud dan Daud meminta ampunan ?

      Mari kita melihat kisah sesungguhnya didalam Alkitab, sebenarnya apa yang sedang dialami Daud saat itu supaya kita bisa melihat ke absurban kisah yang diceritakan Alquran.

      2 SAMUEL 12
      (1) TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.
      (2) Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
      (3) si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.
      (4) Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”
      (5) Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
      (6) Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.”
      (7) Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
      (8) Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
      (9) Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

      Kisah sesungguhnya adalah Kemarahan TUHAN atas Daud yang mengambil istri Uria, Batsyeba dengan berbuat yang buruk terhadap Uria sendiri [membiarkan uria mati ditangan bani Amon] supaya Daud bisa memiliki Batsyeba secara penuh padahal sebelumnya Daud sudah memiliki isteri-isterinya sendiri.

      Dari sini kita bisa melihat dengan jelas mengapa Alquran memarahi keadilan yang diperbuat Daud, sesungguhnya itu bukanlah kisah dimana Daud memberikan keadilan kepada seseorang namun kisah penyelewengan Daud, perbuatan Jahat yang dilakukan Daud sehingga membangkitkan amarah Tuhan terhadap Daud.

      12. ADAM – SETAN – ALLAH

      QS AL BAQARAH [2]

      (31) Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”
      (32) Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
      (33) Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
      (34) Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
      (35) Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai,

      Kisah ini agak Janggal bila kita telusuri, bagaimana mungkin Adam ditempatkan didalam surga kalau Allah menciptakan segalanya termasuk bahan makanan yang mungkin dibutuhkan adam adalah didalam bumi.

      QS FUSH SHILAT [41]:10
      Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

      Alkitab pun menegaskan hal yang sama bahwa Penciptaan Adam adalah ditaman Eden [bumi]

      KEJADIAN 2
      (8) Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

      CIRI-CIRI LOKASI TAMAN ITU DIALIRI SUNGAI, YANG DAPAT KITA KENAL DIDUNIA

      (10) Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
      (11) Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
      (13) Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
      (14) Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

      Selain itu juga Kisah sujudnya Malaikat kepada Adam jelas-jelas menentang Aturan didalam Islam sendiri yang tidak memperbolehkan sujud barang kepada siapapun juga selain Allah [QS 7:206], kekeliruan ini diperparah dengan disalahkannya Iblis/Setan yang tidak mau sujud kepada Adam padahal perintah tsb diberikan khusus kepada Malaikat. bukankah ini suatu hal yang aneh dan agak rancu….

      QS AL A’ARAAF 7:206
      Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan HANYA kepada-nyalah mereka bersujud.

      sepertinya Muhamad mengalami kebingungan membedakan Kisah Kejatuhan Malaikat [yang terjadi didalam surga] oleh karna mereka Menentang Tuhan semesta Alam dengan hendak menyamai Yang Maha Tinggi sehingga Tuhan harus membuang mereka dari dalam surga kedalam dunia sehingga mereka kini dikenal dengan sebutan Iblis/Satan.

      YESAYA 14
      (13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
      (14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
      (15) Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

      dari sini kita lihat bahwa Muhamad tertukar antara kisah kejatuhan Malaikat dari surga dengan Kisah jatuhnya Adam kedalam dosa yang sama-sama diusir [Malaikat yang jatuh di usir kedunia, Adam diusir keluar taman Eden] namun Muhamad mengubahnya sesuka hati dengan menceritakan hal yang sama sekali salah menurut alkitab.

      1. Al Qur’an disebut sebagai Al Furqon yaitu pembeda antara yang Haq dan yang bathil.

        Karena Al Qur’an terpelihara dan terjaga dari perubahan sedang Al kitab terbukti bukan Wahyu maka yang bertentangan dengan Al Qur’an pasti bathil karena cuma Al Qur’an yang Haq 😁

    3. YESUS ADALAH TUHAN MENURUT ISLAM DAN ALQURAN/ HADIST.

      ” Sesungguhnya Isa Al Masih Putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya” [An Nisa 171]
      ” Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya” (Hadits Anas bin Malik hal.72)
      “…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka Ia menjelma dihadapannya menjadi manusia yang sempurna.” [Maryam 17]
      Pengertian kata “Kalimah/4 Allah” yang terdapat pada kitab suci AlQuran atau Hadits mempunyai beberapa arti, antara lain :
      Ujian = – mengutip QS. 2:124
      Ketetapan = – mengutip QS. 39:71
      Ucapan, Omongan atau Kalam
      Jadi Sebentar kita akan lihat apa arti sesungguhnya dari Kalimatullah yang disandang oleh Isa. Apakah Isa itu hanya sekedar “ujian” bagi Maria, atau hanya sekedar “ketetapan” dari Allah, atau Ia adalah satu Pribadi – Ilahi yang BERASAL DARI / ADA DI DALAM / MELEKAT PADA [QODIM] : Allah !!
      Kata “KALIMAH” dengan arti “Ucapan, Omongan atau Kalam” ada 2 macam pengertian, yaitu :
      1. Ucapan yang dimiliki oleh manusia disebut Kalimat Hawadis, artinya Ucapan Makhluk yang bersifat fana atau rusak.
      2. Ucapan yang berasal dari Allah disebut Firman atau Kalam yang bersifat QODIM, kekal selamanya dan tidak akan rusak.
      Berdasarkan isi kitab diatas Kalimatullah inilah yang menjadi Manusia Isa.
      KEKAL ! SUDAH ADA DARI KEKAL SAMPAI KEKAL ! TIDAK DICIPTAKAN ! BERSAMA-SAMA ALLAH !ADA DI DALAM ALLAH ! BERASAL DARI ALLAH ! KELUAR DARI ALLAH (QODIM)
      karena: Kalimatullah dan Roh Allah tidak diciptakan tetapi ada bersama-sama dengan Allah itu.
      Kalau diciptakan maka Allah itu menjadi tidak punya kalimatullah dan tidak punya Roh sebelum penciptaan, lagipula tidak perlu bagi Allah untuk menciptakan kalimah dan Rohullah bagi dirinya sendiri.
      Begitupun Rohullah [Roh Kudus], bahasa Ibraninya jelas:
      Ruach HaKodesh [harafiah: Roh Sang Kudus], siapa Yang Kudus? ALLAH
      Allah yang ESA itu bersama-sama dengan FirmanNya [Kalimatullah] dan RohNya [Rohullah].
      Isa adalah Kalimatullah [Firman Allah].
      KeIlahian Yesus tidaklah menjadikan Allah DUA – karena KeIlahianNya ADA DIDALAM Allah [God], TIDAK TERPISAHKAN !!
      Rohullah [Roh Kudus] memang bukan Allah [dalam pengertian God!].
      KeIlahian Roh Kudus tidaklah menjadikan Allah TIGA – karena KeIlahianNya ADA DIDALAM Allah [God], TIDAK TERPISAHKAN !!
      Inilah inti dari Tauhid atau Keesaan Allah yang sejati dan benar, yaitu: TRITUNGGAL ALLAH yang ESA !!
      perhatikan :
      4:171
      – Utusan Allah
      – Firman Allah
      – Roh Allah.
      Untuk lebih jelas, mari kita lihat langsung pada konteks ayat yang mengatakan bagaimana Isa dijadikan Allah, kita ambil Surah An-Nisa 171 yang berbunyi :
      “Hai Ahli Kitab ! Janganlah kamu melampaui batas dlm agamamu, dan janganlah kamu berkata atas Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan KalimahNya yang Ia BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADANYA. (ROHULLAH)
      Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasulNya dan jangan kamu berkata: “(Tuhan itu) tiga”, Hentikanlah ! Baik bagimu. Allah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari mempunyai anak, kepunyaanNya-lah semua yang dilangit dan semua yang dibumi; Cukuplah Allah sebagai Pelindung.” (QS. 4:171)
      Perhatikan penggalan kalimat Quran di atas:
      ” …. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan KALIMAHNYA yang Ia [Allah] BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADA-NYA [Allah].”
      Apakah tersirat bahwa Isa diciptakan dalam kandungan Maria ? Tidak!! Tapi Kalimatullah itu dikandung oleh Maria dengan Kuasa Rohullah.
      Kata “Al Qoha Ila Maryam” yang diartikan dengan Meniupkannya ke dalam rahim Maryam susunan kalimatnya berbentuk kata kerja transitif (fi’il muta’addi), yaitu kata kerja yang membutuhkan obyek penderita.
      Pada ayat ini, subyeknya adalah “Allah”.Kata kerjanya ialah “alqo” (melemparkan). Obyek penderitanya ialah “ha” (Kalimah).
      Tepatnya: Allah [God] adalah Subject – Alqo adalah Verb – Kalimatullah adalah Object. Kalimatullah itu dijelmakan dalam Kemanusiaan Yesus, tapi Kalimatullah itu tetap melekat [Qodim] dalam diri Allah. Inilah KeMaha-Hadiran dan KeMaha-Kuasaan Allah. Umat Kristen menamakan Bayi Mesias itu Immanuel [Allah beserta kita].
      bandingkan dengan konteks penciptaan Adam, siapapun dengan mudah akan mengerti bahwa ini adalah penciptaan, BUKAN inkarnasi. yg dibuat dari bahan tanah (debu) dan dihembuskan (diberikan) nafas.
      Sedangkan An-Nisa 171:
      ” …. KalimahNya yang Ia BERIKAN KEPADA MARYAM DENGAN TIUPAN RUH DARIPADANYA …. ”
      Kalau Anda mau jujur, nats An-Nisa 171 adalah INKARNASI Kalimatullah dalam Kemanusiaan Isa Al Masih, sama sekali BUKAN penciptaan!
      1) Kalimatullah [An Nisaa 171, Ali Imran 39, 45],
      2) Rohullah [Hadits Anas bin Malik hal.72]
      Menurut Al-Qur’an, Isa itu Roh Allah dan FirmanNya. Sebagaimana yang disabdakan sendiri oleh nabi Muhammad yang berbunyi :
      “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya.” (H.R. Anas Bin Malik)
      Siapakah Kalimatullah dan Rohullah itu?
      Ini ada beberapa pandangan jujur dari Theolog-Theolog Islam:
      ” Kalimatullah adalah Allah dlm HakekatNya [EsensiNya, NaturNya [ZatNya], dan Ia adalah tidak lain dari satu Pribadi Ilahi.” [Al Syaikh Muhyi Al Din Al Arabi – dalam bukunya: Fusus Al Huqm jilid II halaman 35].
      ” Roh ‘ulQudus adalah Roh Allah sendiri.” [Al Syaikh Muhammad Al Hariri Al Bayunni -dalam buku Al Ruh Wa Mahiyyatuha, halaman 53]
      ” Roh Suci artinya Roh yang dimuliakan, Roh Allah sendiri, bukan Malaikat ataupun mahluk ciptaan lainnya.” [Al Imam Al Nasafi – dalam buku Al Nasafi, Tafsir, jilid I, halaman 56]
      ” Roh Suci itu tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal tidak lain adalah Allah sendiri.” [Al Sayyid Abdul Karim Al Jabali – dalam buku Majalat Kuliyyat Al Adab].
      Itu sudah sesuai dengan Surah 4:158
      Bahkan Allah mengangkat Isa itu kepada-Nya, Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
      Ayat tsb dengan jelas menyatakan bahawa Isa Al-Masih tidak diangkat ke langit kedua, ketujuh atau surga ketiga, seperti yang biasa dianggap, tetapi bahwa Allah telah mengambil Isa Al-Masih kepada diri-Nya (dikembalikan). Ini bermaksud, Dia mengambil Isa Al-Masih ke dalam RohNya yang mulia di dalam surga yang tertinggi.
      3) Suci [Maryam 19]
      4) Besar di dunia dan besar di akhirat [Ali Imran 45]
      5) Hakim yang Adil [Hadits Muslim Jilid I hal.76]
      6) Mengetahui tentang Hari Penghakiman [Ali Imran 49, Zukruf 57, 61]
      7) Al Masih [Az Zumar 44]
      Mengenai kata ”Kalimat” atau Firman Allah yang menjadi jasad Isa ini, Drs. Hasbullah Bakry dalam bukunya yang berjudul-“Nabi Isa dalam Al-Quran enz” halaman 109 mengatakan: “Nabl Isa disebut sebagai Kalimah Allah (Firman Yang Hidup–pen), disebabkan dia adalah penjelmaan dari pada Firman Allah yang ditujukan kepada Maryam untuk mengandung Nabi Isa”.
      oleh Muhammad sendiri yang mengatakan: “Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu’- (Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya). (Hadits Anas bin Malik–Mutiara Hadits halaman 353).
      Quran s.An Nisaa 171 mengatakan: “Innamal Masihu ‘Isa bnu Maryam~ Rasululahi wa Kalimatuhu alqahaa ila Maryama wa Rohu, minhu..-‘ (Sesungguhnya Almasih Isa ibnu Maryam itu, adalah utusan Allah dan Firman-Nya yang ditumpahkanNya kepada Maryam dan Roh daripada Nya)-
      Sarjana theologia Al Shaikh Muhammad al Hariri al Bayyuni berkata, “Roh Kudus, adalah Roh Allah” (“Kitab al Ruh wa Mahiyyatuha,” hal.53).
      Al-Quran s.Al Ikhlas yang mengatakan: ” …Dialah Allah Yang Esa …tidak beranak dan tidak diperanakkan ..” yang sering dikemukakan oleh para mubaligh Islam dikala itu, sebagai dalil untuk menolak bahwa Allah itu mempunyai anak sebagaimana halnya iman Kristen dengan penyebutan ”Yesus Anak Allah”.Sebenarnya ajaran Kristen sendiri dapat menerima sepenuhnya mengaminkan sepenuhnya ayat Quran ini, karena ajaran Kristen sendiri sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa “Allah itu punya anak” dalam pengertian secara biologis, yang oleh Quran itu disebut- dengan Istilah “walad
      Seperti yang baru saja dibahas, Roh Kudus adalah Roh Allah dan disebut dalam Al Qur’an dalam banyak tempat.
      Surat Yusuf 87 – “Sesungguhnya tiadalah yang berputus-asa daripada rahmat Allah, melainkan kaum kafir.”
      Terjemahan dalam bahasa Inggeris nampaknya lebih tepat. “Do not despair of Allah”s spirit; none but unbelievers despair of Allah”s spirit”, yang dapat diterjemahkan sebagai “Janganlah mendukakan roh Allah, melainkan kaum kafir yang mendukakan roh Allah”.
      Surat Al Bakara,87 dan 253 – “Kami berikan kepada Isa anak Maryam beberapa keterangan, ..dan kami kuatkan dia dengan ruh suci..”
      Al Imam al Nasafi berkata “dengan Roh Kudus artinya, roh yang dikuduskan …..atau nama Allah yang akbar” (Al Nasafi, Tafsir bagian I, hal.56).
      Surat Al Maidah 110 – “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan ruh suci.”
      Al Sayyid “Abdul Karim al Djabali ber- kata tentang Roh Kudus bahwa Roh Kudus itu tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal dan yang kekal hanyalah Allah sendiri (Madjallat Kulliyyat al Adab (Magazine of the Colledge of Arts) 1934.
      Al Shaikh Muhammad al Harira al Bayyumi berkata, “Roh Kudus adalah Roh Allah dan Roh Allah tidak diciptakan (“Al Ruhwa Mahiyyatuha” – The Spirit and Its Nature – hal.53)
      Al Masih adalah ungkapan Arab, yang sepadan dengan ungkapan Ibrani: HaMasiakh. Artinya: Perantara, Pembela, Hakim yang Membe- narkan umatNya [setelah Ia menghakimi dengan Adil], Juruselamat, Yang diurapi Allah.
      Maka jangan heran jika dalam Doa Nabi Muhammad sebelum beliau wafat:
      “Wahai TUHAN ! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah dengan TEMAN YANG MAHA TINGGI” (Hadits Shahih Bukhari 1573)
      Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan:
      “TEMAN YANG MAHA TINGGI” Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau.
      (Hadits Shahih Bukhari 1574)
      SIAPAKAH “TEMAN YANG MAHA TINGGI” ITU?
      Nabi-nabi lain yaitu:
      “Adam Shafiyulah” = Adam disucikan Allah
      “Nuh najiyullah” = Nuh diselamatkan Allah
      “Ibrahim khalilullah” = Ibrohim dikasihi Allah
      “Isma’il dzabiihullah” = Ismail dikurbankan Allah
      “Musa kaliimullah” = Musa difirmankan Allah
      “Dawud khalifatullah” = Dawud dipimpin Allah
      Namun beliau telah bersabda:
      “Saya yang lebih dekat ISA ANAK MARYAM di dunia dan di akhirat. Semua Nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu.” (Hadits Shahih Bukhari 1501)
      “Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya ISA ANAK MARYAM akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil.” (Hadits Shahih Muslim 127)
      Maka “Teman Yang Maha Tinggi” itu adalah Isa Almasih anak Maryam.
      Quran dimulai dengan “ayat doa” : “Tunjukilah kami JALAN yang lurus” (Qs. 1 Al Faatihah 6)
      Dan Isa menjawab: “….ikutilah Aku, inilah JALAN yang lurus.” (Qs. 43 Az Zukhruf 61)

    4. SEJARAH PENYUSUNAN QURAN
      Dalam Islam terdapat pandangan berbeda mengenai keotentikan, keaslian atau tidak berubahnya Quran. Terdapat beberapa ulama, baik Syiah maupun Sunni yang menganggap adanya tahrif Quran (1) (2), bahwa Quran yang ada sekarang telah terkorupsi, tidak original seperti masa Muhammad dulu, sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa Quran yang ada hari ini adalah persis sama seperti yang ada pada masa Muhammad lebih dari seribu empat ratus tahun silam, tidak berubah setitik pun. Berikut beberapa ayat yang seringkali dijadikan dalil mengenai tidak berubahnya Quran;

      Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al Anaam : 115)

      Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS Al Hijr : 9)

      Apakah pendapat mengenai tidak adanya tahrif Quran sesuai dengan fakta atau hanya keyakinan kosong belaka? Quran menyatakan bahwa kitab ini merupakan salinan dari kitab yang ada disurga (Lauh Mahfuzh), sehingga Jibril mewahyukan kepada Muhammad, dan Muhammad mengingat tanpa terlupa sebuah katapun. Jika kita kaji lebih dalam, keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin2 Islam. Hakikat dan sejarah penulisan Quran sendiri sesungguhnya penuh dengan berbagai perdebatan, pertentangan, intrik, dan rekayasa.

      Mayoritas sarjana muslim berpendapat bahwa kata Quran berasal dari kata kerja qara’a (membaca), sehingga Quran diartikan sebagai bacaan. Kata Quran ini adalah derivasi (isytiqâq) dari bahasa Aram, qeryana, yang juga berarti bacaan. Qeryana adalah nama bacaan ibadah umat Nasrani Syria, berdasar hal ini para orientalis berpendapat bahwa nama Quran sebelum diambil menjadi nama kitab suci dalam Islam adalah nama bacaan umat Nasrani Arab pra Islam sebelum lahirnya Muhammad.

      Terlepas dari asal muasalnya, artikel ini akan fokus untuk membahas sejarah kitabah Quran (pencatatan) dan tadwin Quran (pembukuan), hingga menjadi sebuah kitab seperti yang kita pegang sekarang ini. Dimana sebagian golongan dalam Islam mempercayai terdapat perubahan dalam Quran, dan sebagian golongan lainnya meyakini bahwa tidak ada perubahan setitikpun dalam Quran semenjak diturunkan oleh Jibril. Singkatnya, para ulama penentang adanya tahrif Quran memiliki beberapa pendapat mengenai keotentikan Quran;

      • Muhammad secara sempurna menghafal dan mengingat ayat2 Quran yang disampaikan Jibril kepadanya.
      • Quran adalah 100% firman Allah. Muhammad hanya mengucapkan ulang ayat2 Quran kepada para pengikutnya, dari apa yang ia terima tanpa pengaruh pikiran atau pendapat pribadinya
      • Hanya ada satu versi Alquran.
      • Mushaf Utsman adalah kitab yang sempurna, lengkap tanpa bertambah atau berkurang satu ayat pun seperti yang diwahyukan kepada Muhammad
      • Keotentikan mushaf Utsmani dikuatkan dengan sanad, riwayat dari ribuan perawi Quran
      • Quran lebih dijaga keotentikannya oleh Allah daripada kitab suci lainnya

      Apakah pendapat2 tersebut tepat adanya? Jawabannya tentu tergantung subyektifitas masing2. Karenanya kita akan melakukan kajian mengenai bagaimana proses penyusunan Quran berdasar sumber sumber Islam.

      Berikut adalah penjelasan mengenai klaim atau pendapat yang seringkali diungkapkan sebagian ulama penentang adanya tahrif ;

      • Muhammad secara sempurna menghafal Quran yang diwahyukannya kepadanya.

      Dikisahkan Aisha; Nabi mendengar seorang pria membaca Quran di masjid dan beliau berkata, ” Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya pada dirinya , karena ia telah mengingatkan saya ayat-ayat pada sebuah Surah. (3)

      Aisha melaporkan bahwa Rasulullah mendengar seseorang membaca Quran di malam hari. Setelah itu Rasulullah berkata : Semoga Allah menunjukkan belas kasihan kepadanya, ia telah mengingatkan saya ayat tersebut, yang telah ku lewatkan ayat pada surah tersebut. (4)

      Abdullah bin Masud mengatakan ; Rasulullah memimpin kita shalat lima rakaat. Ketika beliau berpaling (selesai shalat), orang-orang saling berbisik. Rasulullah bertanya; ada apa dengan kalian? Mereka berkata: Rasulullah, apakah jumlah rakaat telah bertambah? Engkau telah melakukan lima rakaat shalat. Nabi kemudian berbalik dan melakukan dua sujud, dan setelah memberi salam, beliau kemudian berkata : Aku hanya seorang manusia, aku lupa, karena kamupun juga lupa. (5)

      Tidak ada manusia yang sempurna, demikian pula Muhammad, beberapa hadist menunjukkan bahwa Muhammad seringkali lupa pada ayat Quran yang pernah diucapkannya, itulah mengapa terdapat riwayat Jibril seringkali meninjau hapalan Quran Muhammad.

      • Muhammad hanya mendiktekan Quran kepada para pengikutnya wahyu apa yang ia terima tanpa pengaruh pikiran pribadinya ataupun orang lain.

      Diriwayatkan dari Al Barra Ibn Azib: dia berkata, “Ketika turun ayat ‘Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah ….’ Nabi memanggil Zaid dan memerintahkannya membawa alat tulis, lalu Nabi berkata; Tulislah: ‘Tidaklah sama antara mukmin yang duduk, dengan orang-orang ….’ Saat itu Ibnu Ummi Maktum, orang buta yang duduk dibelakang nabi berkata, “Oh Rasulullah! Apa pendapat anda terhadapku (sehubungan dengan ayat tersebut) sebab aku orang buta? Jadi bukan ayat di atas, lalu ayat berikut diturunkan; Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah ( QS 4.95 ). (6)

      Benarkah Quran adalah salinan kitab di surga (Lauh Mahfuzh), ketika pendapat seorang buta dapat merubah wahyu yang disampaikan Jibril?

      Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 311
      Diceritakan oleh Aisha: Aku memandang rendah wanita2 yang memberikan dirinya kepada Rasulullah dan aku katakan, “Dapatkah seorang wanita memberikan dirinya kepada seorang laki2 ? Tetapi ketika Allah mengungkapkan: “Kamu (Muhammad) dapat menunda giriran kepada saja yang kamu kehendaki atas istrimu, dan kamu boleh menerima siapapun yang kamu inginkan…” (QS 33.51) Aku berkata ( kepada Nabi), ” Aku merasakan bahwa Allahmu bertindak cepat untuk memenuhi nafsu dan keingiananmu” (7)

      Sahih Bukhari Book 60, Number 314:
      Diriwayatkan Anas bin Malik; Ketika Rasulullah menikahi Zainab bint Jash, beliau mengundang orang-orang untuk makan daging. Merekapun makan-makan sambil duduk dan mengobrol. Lalu Nabi memberi tanda bahwa ia telah siap untuk berdiri (dengan tujuan untuk menyuruh mereka pulang), namun mereka tetap saja masih duduk. Ketika Nabi melihat orang-orang tidak merespon tindakannya, ia kemudian bangkit berdiri dan keluar, lalu orang-orang juga beranjak dari duduknya, kecuali 3 orang yang masih tetap duduk. Rasulullah kembali masuk, namun langsung keluar rumah lagi. Melihat itu tiga orang tersebut akhirnya pergi, aku kemudian berkata pada Nabi bahwa orang-orang tadi telah pergi, Nabi lalu melangkah untuk memasuki rumahnya. Aku berniat masuk kerumah bersama Nabi, namun beliau menurunkan tirai diantara aku dan beliau. Kemudian Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi …. (QS 33:53).” (8)

      Hadist diatas menceritakan mengenai menit menit menjelang malam pertama Muhammad dengan Zainab, bekas menantunya.

      • Hanya ada satu versi Quran.

      Sahih Bukhari 41:601,
      Dikisahkan oleh ‘Umar bin Al-Khattab: Aku dengar Hisham bin Hakim bin Hizam melafalkan Surat al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan caraku. Rasulullah telah mengajarkan padaku (dengan cara yang berbeda). Lalu, aku hampir saja bertengkar dengan dia (pada saat shalat) tapi aku tunggu sampai dia selesai, lalu aku ikat bajunya di sekeliling lehernya dan kuseret dan kubawanya menghadap Rasulullah dan berkata, “Aku telah mendengar dia melafalkan Surat al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan yang kau ajarkan padaku.” Sang Rasul menyuruhku melepaskan dia dan meminta Hisham melafalkannya. Ketika dia melakukan itu, Rasulullah berkata, “Itu (Surat al-Furqan ) benar dilafalkan begitu.” Sang Rasul lalu meminta aku melafalkannya. Ketika aku melakukannya, dia berkata, “Itu benar dilafalkan begitu. Qur’an telah dinyatakan dalam tujuh cara yang berbeda, jadi lafalkan dengan cara yang mudah bagimu.” (9)

      Terdapat banyak riwayat dari berbagai perawi tentang hal ini, sehingga hadist-hadist mengenai Quran dalam 7 versi ini derajatnya hampir mutawattir. Umar bin Al-Khattab dan Hisham bin Hakim berasal dari suku yang sama yaitu Quraish, apakah mereka berbeda dialek (lahjah), hingga terjadi perseteruan diantara mereka? Jika tidak lalu seperti apakah Quran dengan 7 cara berbeda itu? Ada berbagai pendapat mengenai kata “Al-Ahruf” yang pada hadist diatas kami terjemahkan dengan kata “cara”. Al-Ahruf adalah bentuk jamak dari huruf. Terdapat banyak penafsiran mengenai Quran diturunkan dengan 7 huruf tersebut, ada yang mengartikan sebagai 7 qiraat (bacaan), adapula yang mengartikan 7 bahasa, tetapi tetap saja tidak ada kesepakatan mengenai arti 7 huruf tersebut, mengingat Muhammad diklaim sebagai orang buta huruf.

      Kaum Sunni meyakini bahwa semasa Muhammad hidup, Quran sudah terdiri dari 7 huruf atau versi, entah versi apakah yang dimaksud, karena dikemudian hari Khalifah Utsman memerintahkan pembakaran berbagai macam versi Quran ini, namun apakah versi versi yang diperintahkan dibakar tersebut benar benar berhasil dibakar? Kita buktikan nanti! Namun dengan membakar beragam versi ini Utsman melawan maksud Muhammad yang meminta Jibril agar Quran diturunkan dalam tujuh huruf? Wallahualam. Perlu dibedakan mengenai 7 versi Quran menurut Muhammad tersebut bukanlah 7 imam yang terkenal sebagai ahli qiraat (imam Qiraat As-Sab’ah) dengan ragam bacaannya.

      • Mushaf Utsman adalah kitab yang sempurna, lengkap tanpa bertambah atau berkurang satu ayat pun seperti yang diwahyukan kepada Muhammad.

      Umat Islam mengimani jika Muhammad adalah seorang yang buta huruf, sehingga penulisan Quran dilakukan oleh para sahabat dan murid Muhammad. Tulisan Quran dalam berbagai media seperti kulit binatang, pelepah pohon, dsb tersebut tersebar diberbagai tempat, sehingga beberapa orang memiliki beberapa bagian ayat, dan orang yang satu juga memiliki bagian tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Dan tentu pada saat tersebut tidak ada satupun orang yang hafal Quran secara lengkap, karena proses turunnya wahyu masih berlangsung hingga kematian Muhammad. Beberapa orang mengingat bagian ayat atau surah tertentu, dan sebagian lainnya tidak, dan selama proses turunnya ayat sebelum kematian Muhammad masih terjadi penyisipan ayat pada surah tertentu, penggantian ayat (nasakh mansuf), dsb.

      Beberapa ulama berpendapat bahwa Quran susunannya sudah ditentukan oleh Allah, bukan ijtihad para sahabat. Namun kepastian seperti apa urutan yang benar hanya Muhammad yang tau. Kita tidak dapat menemukan riwayat yang mengatakan detail bahwa ayat sekian ditempatkan setelah ayat ini, surat sekian setelah atau sebelum surat sekian, dsb. Sedangkan mengenai ayat paling awal dan akhir dalam Quran saja terdapat berbagai perbedaan pendapat, jumhur sunni berbeda dengan jumhur syiah, apalagi urutan surat dan ayat didalamnya.

      Pendapat pertama mengenai ayat yang diturunkan paling awal adalah Iqra (QS Al Alaq: 1-5), pendapat ini dikisahkan Ibnu Ishaq dan beberapa hadist. Pendapat kedua adalah dengan sanad dari Yahya bin Abi Kathir, bahwa yang pertama kali diturunkan adalah surat Al Muddatstsir; Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Pendapat ketiga adalah surat Al-Fatihah menurut pendapat Al-Bayhaqi. Pendapat keempat adalah kalimat Bismillaahirrahmaanir-rahiim menurut pendapat al-Wahidi, dan pendapat kelima adalah ayat yang didukung As-Suyuti, yaitu mengenai surga dan neraka yang sanadnya berasal dari Aisyah. Sedangkan mengenai ayat yang paling akhir diturunkan setidaknya terdapat delapan pendapat berbeda, yang dapat kita temukan dalam kitab-kitab tradisional Islam.

      Perbedaan lain mengenai susunan Quran adalah urutan surat-suratnya, setidaknya terdapat 4 pendapat berbeda mengenai urutan surat Quran sebelum masa standarisasi yang dilakukan Utsman. Berikut urutan 5 surat pertama menurut masing masing sahabat; Pendapat Ali bin Abu Talib, yaitu dari yang pertama hingga surat kelima, Al Baqarah, Yusuf, Al Ankabut, Al Rum, dan Luqman. Pendapat Ibn Abbas, yaitu Al Alaq, Al Qalam, Adh Dhuha, Al Muzammil, dan Al Mudatasir. Pendapat Ubay bin Kaab, yaitu Al Fatihah, Al Baqarah, An Nisa, Ali Imran, dan Al Anam. Pendapat Ibn Mas’ud, yaitu Al Baqarah, An Nisa, Ali Imran, dan Al Anam. Ali dan Ibnu Abbas mengurutkan berdasar kronologi urutan turunnya (tartib nuzul), sedangkan Ubay dan Mas’ud berdasar panjang – pendek surat. Bandingkan dengan Quran masa kini, yaitu cetakan Kairo 1924 yang kita yakini sebagai mushaf Utsman, yaitu Al Fatihah, Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa, dan Al Maidah.

      Menurut riwayat sebuah hadist, Jibril melakukan peninjauan Quran yang telah diturunkan kepada Muhammad setahun sekali, namun seperti apa detail bentuk peninjauan tersebut tidak diceritakan, apakah Jibril mengulang ke 7 versi yang telah diturunkan baik susunan, urutan, bacaan, atau bagaimana? Jika peninjauan Quran tersebut benar terjadi seharusnya tidak terdapat silang pendapat antar para sahabat mengenai susunan Quran, jumlah ayat, dsb.

      Mayoritas golongan dalam Islam menyakini bahwa semasa Muhammad hidup tidak ada upaya pembukuan ayat-ayat Quran dalam sebuah kitab yang utuh. Alasannya wahyu masih turun hingga kematian Muhammad, sehingga ayat-ayat lama masih dimungkinkan untuk disisipi ayat lain atau direvisi (nasakh mansuf). Pembukuan Quran semasa Muhammad hidup sebenarnya bukanlah hal yang tidak mungkin dilakukan, karena jika terdapat sisipan ayat ataupun proses nasakh mansuf Muhammad tinggal melakukan update, seperti yang dilakukan Ali bin Abi Thalib terhadap mushaf Quran versinya. Pembukuan Quran tidak dilakukan karena memang Muhammad tidak ingin melakukannya, karena begitu banyak versi yang telah beredar yang kemungkinan jika disatukan dalam satu buku dapat menyebabkan perpecahan dan fitnah diantara umat.

      Setelah kematian Muhammad, Ali bin Abi Talib sesuai wasiat Muhammad melakukan pengumpulan Quran menurut pengertiannya sesuai yang diajarkan Muhammad. Quran versi Ali, atau sering disebut mushaf Ali atau mushaf Fatimah tersebut berbeda dengan Quran yang beredar sekarang, baik dalam hal urutan surat, ataupun matan ayat didalamnya. Dalam hadist hadist Syiah, riwayat mengenai adanya mushaf Ali telah mencapai derajat mutawatir. Namun mengenai perbedaannya dengan Quran masa kini masih terjadi perselisihan. Al Kulaini misalnya, dalam kitab Al Kafi meriwayatkan bahwa Quran yang dibawa Jibril kepada Muhammad adalah tujuh belas ribu ayat, sehingga jika diperbandingkan, Quran Ali lebih tebal 3 kali lipat daripada Quran yang beredar sekarang. (10). Pendapat lain diungkapkan Ibnu Babawaih, sebagai penentang adanya tahrif Quran ia menyatakan bahwa Jibril memang menurunkan tujuh belas ribu ayat, namun ayat Quran yang diturunkan persis sama dengan Quran masa kini, sedangkan ayat lain yang diturunkan bukanlah Quran melainkan tanzil dan takwil (11).

      Selesai mengumpulkan mushaf-mushaf Quran, Ali meletakkan Quran versinya diatas punggung unta dan membawanya ke masjid. Ketika itu para sahabat sedang mengelilingi Abu Bakar, Ali mengungkapkan kepada mereka bahwa ia telah mengumpulkan Quran seperti yang diwasiatkan Muhammad, namun Abu Bakar dan sahabat yang lain menolaknya, seseorang berkata “kami tidak membutuhkan apa yang kamu bawa. Cukup bagi kami apa yang ada bagi kami.” Mendengar respon seperti itu, Ali berkata ”mulai saat ini kalian tidak akan pernah melihat Quran ini lagi.” (12)

      Apakah alasan orang-orang menolak mushaf Ali? Tidak terdapat jawaban pasti atas hal ini. Apakah terkait kurangnya pengetahuan Ali terhadap Quran dan kandungannya, apakah karena Muhammad saja tidak pernah melakukan perintah pembukuan Quran, ataukah karena sebab politis? Perlu diketahui saat pengumpulan Quran tersebut, Ali belum membaiat Abu Bakar, baik Ali dan Fatimah, putri Muhammad masih bersitegang dengan Abu Bakar dan pendukungnya. Menurut hadist Syiah, Ali dan Fatimah menganggap Abu Bakar telah mengkudeta Ali sebagai pemimpin yang sah yang telah dipilih Allah pasca kematian Muhammad. Sesaat setelah kematian Muhammad, Abu Bakar dan pendukungnya justru sibuk melakukan pemilihan pemimpin disaat Ali dan keluarganya sedang sibuk melakukan prosesi pemakaman Muhammad.

      Setelah peristiwa penolakan tersebut, Ali tidak pernah lagi memperlihatkan Quran versinya. Upaya pembukuan Quran selanjutnya dilakukan di bawah kekuasaan Abu Bakar atas desakan Umar. Pada saat itulah qurra, yakni orang2 yang hafal bagian bagian Quran, terbunuh di Perang Yamama, yaitu perang melawan nabi Arab lainnya, Musailamah. Kumpulan ayat ini disimpan oleh Abu Bakar, dan setelah kematiannya, lalu disimpan oleh Umar dan diserahkan pada anak perempuan Umar, Hafsa, yang juga adalah janda Muhammad.

      Sahih Bukhari 61:509
      Dikisahkan oleh Zaid bin Tsabit: Abu Bakar memanggilku ketika orang-orang Yamama telah dibunuh. (Aku pergi kepadanya) dan menemukan Umar bin Khattab duduk dengannya. Abu Bakar lalu menceritakan (padaku) percakapannya dengan Umar, “Umar telah datang padaku dan berkata: “Banyak yang qurra Quran yang tewas di Perang Yamama dan aku takut akan lebih banyak lagi qurra yang akan tewas di medan perang lain, sehingga sebagian besar Quran bisa hilang. Karena itu aku menganjurkanmu agar memerintahkan ayat-ayat Quran dikumpulkan.” Aku berkata pada Umar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasulullah saja tidak lakukan?” .…

      Lalu Abu Bakar berkata (pada Zaid); “Engkau adalah anak muda yang bijaksana dan kami tidak curiga apapun padamu, dan kau biasa menulis wahyu Ilahi bagi Rasulullah. Maka kau harus mencari (naskah yang terpisah-pisah) Quran dan mengumpulkannya menjadi satu buku.” Demi Allah, jika mereka memerintahkanku untuk menggeser salah satu gunung, ini tidak akan sesukar perintah mengumpulkan ayat-ayat Quran. Lalu aku berkata pada Abu Bakar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasulullah saja tidak lakukan?” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, ini adalah usaha yang baik.” Abu Bakar terus saja membujukku untuk menerima usulnya sampai Allah membuka hatiku seperti Dia telah membuka hati Abu Bakar dan Umar. Lalu aku mulai mencari ayat-ayat Quran dan mengumpulkannya dari (yang ditulis di) tangkai palem, batu-batu tulis dan juga orang-orang yang mengingatnya dalam hati, sampai aku menemukan ayat akhir dari Surat At-Taubah dari Abi Khuzaima Al-Ansari, dan aku tidak menemukan ayat ini pada orang lain.…. Lalu naskah2 lengkap Quran disimpan Abu Bakar sampai dia mati, lalu disimpan Umar sampai akhir hidupnya, dan kemudian disimpan Hafsa, anak perempuan Umar. (13)

      Hadis sahih di atas dan hadis yang lain yang sama pesannya menunjukkan bahwa perlu banyak usaha untuk mengumpulkan ayat2 Quran karena beberapa ayat hanya diingat oleh satu orang dan tidak ada orang lain yang mengingatnya. Apakah Zaid memang orang yang tepat untuk melaksanakan pembukuan Quran melebihi yang telah dilakukan Ali bin Abu Thalib dahulu? Zaid juga bukanlah orang yang dianjurkan Muhammad untuk mengajar Quran pada muslim lain.

      Sahih Bukhari 61:521
      Dikisahkan oleh Masriq: Abdullah bin Amr mengingatkan Abdullah bin Masud dan berkata, “Aku akan mencintai orang itu selamanya, karena aku mendengar sang Nabi berkata, “Belajarlah Quran dari empat orang ini: Abdullah bin Masud, Salim (Mawla Abu Hudhayfa / bin Ma’qil), Mu’adh (bin Jabal) dan Ubai bin Ka’b (14).

      Akhirnya Zaid bin Tsabit berhasil membukukan Quran versinya, Quran versi Zaid jilid pertama ini dikemudian hari disebut sebagai mushaf Hafsa dikarenakan Hafsa sebagai penyimpan terakhir. Quran versi Zaid tersebut tidak disebarkan dikalangan umat, dan pada kenyataannya banyak versi Quran lain yang beredar pada saat itu, selain disebabkan Quran diturunkan dalam tujuh huruf, tiap tiap guru agama juga memiliki versi Qurannya masing masing. Salim ibin Ma‘qil dikisahkan memiliki versi Qurannya sendiri, sayangnya sebagai qurra ternama ia tewas saat perang Yamama. Ubai bin Ka’b, seorang guru lainnya yang direkomendasikan Muhammad, memiliki versi Quran lain, yang susunan dan isinya berbeda dengan Quran masa kini, salah satu perbedaannya adalah terdapat tambahan dua surat, yaitu surat Al-Khal dan Al-Hafd. Guru Quran yang lain seperti Abdullah bin Masud juga memiliki Quran versinya sendiri, dimana 3 surat dalam Quran versi Zaid yang menjadi Quran masa kini, yaitu surat al-Falaq, al-Naass, dan al-Fatihah tidak diakui sebagai surat dalam Quran versi bin Masud. (15)

      Dimasa pemerintahan berikutnya, yaitu Khalifah Utsman, dilakukan standarisasi Quran, mengingat begitu banyak versi Quran yang beredar, yang berbeda baik qiraat, isi dan susunan. Bukhari meriwayatkan bahwa Utsman membentuk panitia untuk menyatukan berbagai versi Quran dengan memakai mushaf hasil pengumpulan Zaid dijaman Abu Bakar dahulu sebagai patokan. Salah satu keputusan kontoversial Utsman adalah menyatukan berbagai macam bacaan Quran menjadi satu bacaan, yaitu dialek Quraish. Karena Zaid bin Tsabit adalah seorang Ansar, bukan kaum Quraish, ia dibantu oleh tiga orang lainnya yang berasal dari suku Quraish. Selesai melakukan penyeragaman dialek pada mushaf Hafsa menjadi dialek Quraish, Utsman mengambil keputusan kontroversial lainnya, yaitu memerintahkan pembakaran seluruh Quran yang berbeda dengan Quran versi Zaid jilid kedua tersebut, atau yang sering disebut sebagai mushaf Utsmani, atau mushaf Al-Imam. Penyeragaman berbagai bacaan dan pembakaran berbagai versi Quran tersebut nampaknya justru bertentangan dengan klaim Quran sendiri yang dikatakan senantiasa terjaga dan terpelihara oleh Allah, padahal disisi lain diriwayatkan bahwa Allah telah menurunkan Quran kedalam tujuh huruf.

      Meskipun mendapat tantangan dari beberapa sahabat, seperti Ibn Mas’ud dan Abu Musa al-Asy’ari, mushaf Utsman yang tidak disahkan oleh para guru Quran terbaik tersebut pada akhirnya berhasil menyingkirkan Quran Quran versi lain. Dengan dukungan otoritas politik bani Umaiyah dan bani Abbasiyah, mushaf Utsman berhasil memantapkan diri sebagai bacaan Quran standar yang disepakati. Walau Utsman memerintahkan penghancuran Quran non Utsmani, namun beberapa bagian dari versi Quran lain ternyata selamat. Quran versi Utsman yang tersebar dan menjadi rujukan bacaan (qiraat) tersebut awalnya ditulis dalam aksara Arab yang primitif, yaitu aksara Arab pra kufic hijazi, yang kemudian mengalami proses evolusi yang panjang, melalui perdebatan dan pertikaian para ulama hingga terbentuk menjadi aksara Arab Quran seperti sekarang ini.

      Quran yang ditulis dalam aksara Arab primitif tersebut kemudian memunculkan masalah lain karena menimbulkan beragam makna yang berbeda akibat tidak adanya titik dan harakat (arab gundul) serta penggunaan huruf yang sama untuk menyebut berbagai kata yang berbeda. Misalnya bentuk present (mudhari’) dari kata a-l-m bisa dibaca yu’allimu, tu’allimu, atau nu’allimu atau juga menjadi na’lamu, ta’lamu atau bi’ilmi. Masalah diperuncing dengan adanya perbedaan kosakata akibat pemahaman makna, dan bukan hanya persoalan absennya titik dan harakat. Misalnya, mushaf Ibn Mas’ud berulangkali menggunakan kata “arsyidna” ketimbang “ihdina” (keduanya berarti “tunjuki kami”) yang biasa didapati dalam mushaf Utsmani. Begitu juga, “man” sebagai ganti “alladhi” (keduanya berarti “siapa”). Daftar ini bisa diperpanjang dengan kata dan arti yang berbeda, seperti “al-talaq” menjadi “al-sarah” (Ibn Abbas), “fas’au” menjadi “famdhu” (Ibn Mas’ud), “linuhyiya” menjadi “linunsyira” (Talhah), dan sebagainya.
      Bagi sebagian orang yang terdidik dan belajar dari guru qiraat, Quran Utsman ini dapat dipahami maknanya dengan benar, namun bagi kebanyakan orang Arab sekalipun, Quran Utsman ini sukar dipahami dan multi tafsir. Karenanya pada pemerintahan Muawiyah, Abu Aswad Al-Duali mencontoh aksara Aram dengan membubuhkan syakal (tanda baca/harakat) pada huruf hijaiah untuk mempermudah membaca Quran dan meminimalisir kesalahan baca. Ia dianggap sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan tata bahasa Arab dan mendapat julukan bapak bahasa Arab.

      Pengembangan aksara Arab berikutnya dilakukan pada masa pemerintahan Abdul Malik Bin Marwan, karena huruf-huruf yang bentuknya sama dan ejaannya berbeda seringkali masih membingungkan. Oleh karena itu Nasr Bin ‘Ashim dan Yahya Bin Ya’mar memberi tanda berupa garis pendek yang diletakkan di atas atau di bawah huruf. Namun penambahan garis juga menimbulkan kesulitan baru, dengan semakin banyaknya titik dan garis. Pengembangan selanjutnya dilakukan oleh al-Khalil Bin Ahmad, yang menyempurnakan tanda hamzah, tasydid, raum, dan isymam. Setelah berkembangnya ilmu tajwid pada masa Khalifah Abbasiyah, barulah tanda tajwid, tanda washal, atau waqaf dibubuhkan dalam Quran.

      Belum sempurnanya aksara Arab pada salinan-salinan mushaf yang disebar ke berbagai daerah mengakibatkan banyaknya versi bacaan pada Quran Utsman tersebut, sehingga pada tahun 322 H, Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid melakukan penertiban. Setelah membandingkan semua mushaf yang ada di tangannya, Ibn Mujahid memilih tujuh varian qiraat dari para tokoh qiraat ternama. Ketujuh mushaf versi Ibn Mujahid tersebut memberikan 14 kemungkinan qiraat karena masing-masing dari ketujuh mushaf itu bisa dilacak kepada dua perawi berbeda. Tapi, sebagian ulama menolak pilihan Ibn Mujahid dan menganggapnya telah semena-mena mengesampingkan versi-versi lain yang dianggap lebih sahih. Nuansa politik dan persaingan antara ulama pada saat itu memang sangat kental. Ini tercermin seperti dalam kasus Ibn Miqsam dan Ibn Shanabudh yang pandangannya dikesampingkan Ibn Mujahid karena adanya rivalitas di antara mereka, sehingga terjadilah inkuisisi (pengadilan agama) terhadap Ibn Miqsam dan Ibn Shanabudh.

      Bagaimanapun, reaksi para ulama tersebut tidak banyak berpengaruh. Sejarah membuktikan pandangan Ibn Mujahid yang didukung penguasa itulah yang kini diterima oleh banyak orang. Pada akhirnya 3 versi bertahan, versinya Warsh (812) milik Nafi dari Medina, Hafs (805) milik Asim dari Kufa, dan al-Duri (860) milik Abu Amr dari Basra. Di jaman sekarang, hanya tinggal 2 versi yang terus digunakan. Yaitu versi Asim dari Kufa lewat Hafs, yang diberikan ijin resmi dengan diadopsi sebagai Quran edisi Mesir tahun 1924, dan milik Nafi lewat Warsh, yang digunakan di bagian bagian benua Afrika selain Mesir.

      Pencetakan Quran di Mesir antara tahun 1923-1924 adalah upaya yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Quran sepanjang masa. Terbukti kemudian, Quran Edisi Mesir itu merupakan versi Quran yang paling banyak beredar dan digunakan oleh kaum Muslim. Keberhasilan penyebarluasan Quran Edisi Mesir tak terlepas dari unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa2 sebelumnya, kodifikasi dan standarisasi Quran versi Zaid jilid dua atau biasa disebut mushaf al-Imam adalah karya institusi yang didukung oleh penguasa politik.

      Apakah pengetahuan Zaid terhadap Quran lebih baik daripada para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib, Ibn Masud, ataupun Ubai bin Ka’b? Pemilihan Zaid bin Tsabit oleh Abu Bakar dan Utsman sebagai pemimpin pembukuan dan standarisasi Quran jelas tak lepas dari unsur politik, suka tidak suka dan loyalitas. Zaid dikenal loyal kepada Utsman, bahkan selepas kematian Utsman, ia tidak mau berbaiat atas kepemimpinan Ali. Sebaliknya, Ubai bin Ka’b sepaham dengan Ali bin Abi Thalib yang pada awalnya menolak berbaiat pada Abu Bakar. Sedangkan Ibn Masud seringkali berselisih dengan Utsman saat Utsman menjabat kekhalifahan.

      Apakah benar Zaid berhasil mengumpulkan seluruh Quran, mengingat Zaid pernah mendapatkan sebuah ayat yang hanya dihafal oleh satu orang? Bukankah kekhawatiran Umar jika ayat – ayat Quran hilang bersama tewasnya para qurra dalam peperangan sangat mungkin terjadi, sedangkan Quran versi Zaid tersebut diklaim hanya sepertiga dari Quran versi Ali bin Abi Thalib. Seperti juga ayat rajam yang diingat Umar dan Ubai bin Ka’b, namun tidak disertakan dalam Quran versi Zaid karena telah dinaskhkan. Atau pandangan sebagian golongan Muktazilah yang meragukan Quran versi Zaid karena bagi mereka, tidak mungkin wahyu yang mulia yang berasal dari “lauh mahfuzh” memuat hal-hal kotor seperti umpatan dan cacian kepada Abu Lahab, dsb.

      Umar bin Khattab pernah mengatakan; “Janganlah ada diantara kalian yang mengatakan bahwa ia mendapatkan seluruh Quran, karena bagamana ia tahu bahwa itu memang keseluruhannya? Banyak dari Quran telah hilang. Oleh karena itu, kalian harus mengatakan “Saya mendapatkan sebagian Quran yang ada” (16)

      • Keotentikan mushaf Utsmani dikuatkan dengan sanad, riwayat dari ribuan perawi Quran

      Apakah klaim Quran masa kini yang dikuatkan ribuan sanad memiliki nilai kebenaran? Sebelumnya harus dipilah, apakah sanad tersebut terkait matan dan susunan ayat dalam proses standarisasi yang dilakukan Zaid ibn Tsabit, atau terkait dengan sanad dari qiraat (bacaan)nya dalam standarisasi yang dilakukan Ibn Mujahid. Jika terkait matan dan susunan ayat, jelas kitab-kitab asbabun nuzul saja tidak mampu menyajikan riwayat semua ayat Quran. Terdapat sejarah yang hilang untuk menjelaskan beberapa ayat atau susunan ayat Quran. Apalagi begitu banyak versi Quran yang diklaim memiliki keotentikannya masing-masing yang justru memiliki isi dan susunan yang berbeda dengan mushaf Utsmani. Kita juga tidak bisa menemukan detail riwayat yang mengatakan bahwa ayat sekian ditempatkan setelah ayat ini dan sebagainya. Bahkan kitab-kitab yang menjelaskan secara rinci sejarah Quran seperti al-Itqan/al-Tahbîr (al-Suyuthi) pun tidak memuat detail penempatan ayat-ayat Quran.

      Hal yang sama juga terjadi pada qiraat mushaf Utsmani yang sanadnya diklaim tersambung hingga Muhammad. Jika matan dan susunan ayatnya saja sukar dibuktikan keotentikannya, apalagi ragam bacaannya. Pada kenyataannya sebelum Ibn Mujahid membakukan ketujuh varian qiraat, terdapat puluhan qiraat versi lain yang mengklaim sebagai versi paling mutawatir, namun lagi-lagi yang menentukan adalah persektif Ibn Mujahid yang didukung oleh penguasa saat itu.

      Pemilihan tujuh qiraat oleh Ibn Mujahid didasari beberapa riwayat bahwa Quran diturunkan dalam tujuh ahruf. Dengan demikian jika dilacak dari dua jalur perawi maka terdapat 14 kemungkinan varian bacaan. Belum lagi bacaan masyhur dari tiga imam qiraat (qiraat al-Thalath) yang juga dapat dilacak dari dua jalur perawi sebagai tambahan versi qiraat oleh para ulama karena kelemahan sanad 7 varian qiraat pilihan Ibn Mujahid. Jadi setidaknya para sarjana qiraat telah memilah 20 kemungkinan varian qiraat mushaf Utsmani dari sepuluh imam qiraat terkenal (qiraat al-Asyr al-Kubra). Dari sisi pelacakan riwayat, standarisasi qiraat ini terjadi kurang lebih 300 tahun setelah pembakuan mushaf jilid kedua oleh Zaid bin Tsabit, sehingga dari begitu banyaknya versi qiraat pada abad kesepuluh, otoritas Islam memilih dua puluh versi yang diperkirakan mendekati tujuh qiraat yang diajarkan Muhammad.

      Jika kita membaca biografi ketujuh imam qiraat tersebut akan terlihat bahwa mata rantai periwayatan yang bersifat mutawatir hanya berawal dari para imam kepada para perawi di bawahnya. Sementara kemutawatiran transmisi dari Muhammad kepada para imam tersebut nampak sangat meragukan dan dikategorikan sebagai periwayatan tunggal. Jadi klaim bahwa bacaan Quran Utsmani yang ada sekarang otentik dengan salah satu bacaan yang diajarkan Jibril kepada Muhammad adalah klaim kosong belaka, karena mata rantai perawinya tidak mencapai jumlah yang dibutuhkan untuk dipandang sebagai mutawatir, disisi lain justru terdapat qiraat qiraat yang rantai perawinya diklaim lebih jelas oleh sebagian ulama namun justru disisihkan oleh otoritas agama saat itu.

      Berbeda dengan kaum Sunni, kaum Syiah tidak mengakui adanya tujuh varian bacaan, melainkan hanya ada satu qiraat yang diajarkan Jibril kepada Muhammad. Jika kaum Sunni konsekwen dengan keyakinan bahwa Quran diturunkan dalam tujuh qiraat bukankah lebih baik jika dilakukan standarisasi ulang terhadap Quran qiraat Asim riwayat Hafs yang dominan beredar dewasa ini dengan menyebar enam versi Quran yang lain, sehingga dengan demikian golongan ini tidak menjadi bagian dari golongan yang ingkar sunnah. Namun apakah ini mungkin, mengingat telah punahnya banyak varian qiraat akibat kesewenang-wenangan otoritas agama dimasa lampau.

      • Penemuan Mushaf kuno (manuskrip) Quran membuktikan bahwa Quran lebih dijaga keotentikannya oleh Allah daripada kitab suci lainnya

      Seperti halnya Quran, kitab suci agama samawi lainnya seperti Yahudi dan Kristen juga memiliki sejarah kodifikasinya sendiri. Terdapat perbedaan perbedaan mendasar antara Quran dan Bible (Alkitab) sebagai sebuah kitab suci. Pertama, jika Quran dalam perspektif Islam dianggap sebagai kalam Allah, salinan dari Lauh Mahfuzh, kata demi kata, tidak demikian dengan Bible. Jika kita membaca buku buku sejarah Kristen, para pakar sependapat bahwa Bible adalah kumpulan kitab yang ditulis oleh berbagai penulis yang diilhami oleh Allah. Bible bukanlah kitab yang jatuh dari langit, sehingga isi, susunan, dan redaksional masing masing kitab tergantung pemikiran si penulis. Disisi lain, menurut perspektif Kristen, Kalam Allah tidak nuzul dalam bentuk bahasa dan tulisan dan menjadi sebuah kitab, namun Kalam Allah atau Firman itu nuzul sebagai seorang manusia, yaitu Isa Almasih. Jadi dalam pandangan orang Kristen Isa tidak pernah sekalipun membawa kitab bernama Injil, karena Isa sendirilah kalam Allah, Injil adalah kabar baik mengenai Isa, Firman Allah yang menjadi manusia.

      Perbedaan kedua adalah jumlah penulis, rentang waktu penulisan, dan jumlah bahasa. Jika Quran hanya berasal dari satu orang yaitu Muhammad, dalam satu jaman, dan hanya satu bahasa, maka Bible ditulis setidaknya oleh 40 orang, dalam rentang penulisan ribuan tahun, dan ditulis dalam 3 bahasa berbeda, Aram, Ibrani, dan Yunani. Besarnya perbedaan ini mengakibatkan kompleksitas penafsiran dari Bible, dibandingkan Quran yang lebih sederhana.

      Dalam Quran terdapat banyak ayat yang ditafsirkan sebagai dalil berubah dan diubahnya Taurat dan Injil (Bible). Meski demikian Quran sendiri tidak memberikan informasi mengenai bagian mana yang diubah dan siapakah yang merubah, sehingga hal ini memberi celah bagi sebagian kalangan untuk berspekulasi mengenai sebab dan siapa yang telah merubah Bible, dan yang paling sering menjadi tertuduh adalah Paulus dan pihak gereja Romawi. Namun ketika tuduhan ini diuji dengan membandingkan salinan salinan Bible Kuno dengan Bible masa kini, meski terdapat perbedaan tekstual namun bukanlah merupakan perbedaan signifikan.

      Dead Sea Scrolls (17) misalnya, atau Naskah Laut Mati, yaitu naskah naskah kuno Bible dari gua Qumran bertarikh 300 tahun sebelum masehi, menunjukkan bahwa hampir 2300 tahun naskah Bible tetap terjaga keotentikannya, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam matan ayatnya. Sebagaimana Quran yang mengandung banyak perbedaan bacaan dalam berbagai mushafnya, Bible sebagai kitab yang lebih kuno juga mengalami hal yang sama. Perbedaan antara beberapa mushaf dalam Bible disebabkan oleh proses penyalinan yang hanya ditulis dengan tangan yang membutuhkan waktu lama dalam prosesnya, dan ongkos yang mahal untuk ukuran dijaman itu.

      Contoh varian bacaan Bible misalnya terdapat dalam Lukas 2:21, disatu naskah ditulis dengan kata “digenapi”, satu naskah lain ditulis dengan “diselesaikan”, dan naskah lainnya ditulis “dilengkapi”. Karena Bible, khususnya Perjanjian Baru adalah dokumen kuno yang paling banyak salinan naskahnya, lebih dari 25.000 salinan yang terdiri dari ratusan ribu lembar dan naskah naskah tulisan tangan tersebut tetap terlestarikan hingga saat ini, sehingga para pakar Bible dapat mengidentifikasi ribuan variasi bacaan antar manuskrip tersebut. Namun dalam prakteknya, perbedaan varian bacaan antar manuskrip Bible tidak memiliki pengaruh apapun dalam dalam doktrin keagamaan (18).

      Dalam konsep yang sedikit berbeda, varian bacaan juga menjadi masalah dalam sejarah standarisasi Quran. Dalam Islam perbedaan qiraat membawa pengaruh dalam praktek keagamaan, misalnya perbedaan qiraat dalam surat al Baqarah 5 tentang sholat, qiraat Ashim riwayat Syu‘bah membacanya wa arjulikum, sedangkan qiraat Ashim riwayat Hafs membacanya wa arjulakum. Bacaan pertama bermakna bahwa dalam berwudhu kaki hanya wajib diusap dengan air, seperti pengusapan pada kepala, yang menjadi pandangan golongan Syiah. Sedangkan bacaan kedua mengharuskan kaki dibasuh, seperti membasuh muka dan tangan, yang merupakan pandangan mayoritas kalangan Sunni.

      Dalam mushaf Utsmani, perbedaan bacaan seperti ini eksis disemua qiraat dari sepuluh imam qiraat terkenal (qiraat al-Asyr al-Kubra), belum lagi varian qiraat lain yang dengan semena-mena disingkirkan oleh otoritas agama pada masa lalu. Pada masa kini tinggal 2 versi Quran yang beredar dimasyarakat umum, yaitu versi Hafs yang diedarkan secara luas dan versi Warsh yang hanya beredar disebagian Afrika Utara. Contoh perbedaan bacaan antara versi Hafs dan Warsh dapat dilihat misalnya di situs qurantext (19).

      Selain perbedaan qiraat antar versi dalam mushaf Utsmani, penemuan Quran lain diluar mushaf Utsmani semakin menambah pengetahuan kita mengenai banyaknya perbedaan dalam berbagai versi Quran. Misalnya penemuan mushaf Quran di masjid Sanaa (20), di Yaman, yang jika diperbandingkan dengan mushaf Utsmani terdapat berbagai perbedaan, bukan hanya perbedaan qiraat, namun juga perbedaan kata, kalimat dan jumlah ayat. Quran Sanaa adalah sebuah palimpsest yaitu mushaf yang dituliskan di atas bahan yang sebelumnya sudah pernah ditulisi tulisan lain kemudian dicuci / dihilangkan tulisan lamanya. Jadi mushaf Sanaa terdiri dari dua tulisan Quran, tulisan bawah, yaitu tulisan Quran yang lama, yang terlihat remang-remang dan tulisan atas, yaitu tulisan baru yang menimpa tulisan lama, yang terlihat jelas dengan mata telanjang. Mushaf ini ditulis menggunakan huruf Arab gundul, tulisan atas menurut beberapa ahli meski tidak identik, serupa dengan mushaf Utsmani, sedangkan tulisan bawah, tulisan yang lebih awal adalah quran versi lain yang berbeda dengan mushaf Utsmani yang seringkali dikaitkan dengan mushaf Abdullah bin Masud atau Ubai bin Ka’b.

      Penelitian radiokarbon terhadap tulisan bawah menunjukkan 75% kemungkinan bahwa mushaf tersebut berasal sebelum masa kekalifahan Utsman, sehingga menurut para ahli, meskipun bukan mushaf yang utuh, Quran Sanaa adalah mushaf pra Utsmani atau manuskrip Quran tertua didunia yang masih eksis, dibandingkan mushaf lain, seperti mushaf Birmingham, Samarkand, atau Topkapi. Sadeghi and Goudarzi dalam penelitiannya memberikan beberapa contoh perbedaan Quran Sanaa dengan Quran Mesir yang beredar dewasa ini, yang dapat kita lihat dalam situs Qurantext (21).

      Elisabeth Puin di tahun 2009 menerbitkan hasil penelitiannya terhadap Quran Sanaa menyatakan bahwa terdapat banyak koreksi teks baik itu pada tulisan atas ataupun tulisan bawah, sehingga jika kita cermati terdapat empat kemungkinan versi Quran dalam mushaf Sanaa, tulisan bawah, sesudah dan sebelum koreksinya, serta tulisan atas dan koreksinya. Koreksi koreksi atas mushaf Sanaa ini bukan sebatas kesalahan penyalinan, namun merupakan penggantian kata atau kalimat. Karenanya Elisabeth menyatakan bahwa Quran adalah teks yang dibentuk melalui beberapa tahap pengembangan, bukan suatu teks final yang sudah terbentuk dijaman Muhammad. Pernyataan Elisabeth tersebut pada dasarnya sesuai dengan pendapat para sarjana muslim mengenai kodifikasi Quran.

      Quran Sanaa adalah bukti fisik terhadap berbagai riwayat yang menyatakan bahwa terdapat beberapa versi Quran pada dekade awal lahirnya Islam. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pernyataan mengenai tradisi lisan dari berbagai perawi dapat dijadikan bukti keotentikan Quran, adalah pernyataan kosong belaka. Contohnya jika hal tersebut ditujukan pada mushaf Sanaa, maka klaim kemutawatiran riwayat tersebut dapat dikenakan baik pada tulisan atas ataupun tulisan bawah. Lalu versi manakah dari Quran Sanaa yang benar benar identik dengan 7 versi Quran yang diturunkan pada Muhammad? Lagi lagi pernyataan mengenai tidak adanya tahrif Quran, adalah self proclaim Quran sendiri, hal yang tidak bisa dibuktikan secara keilmuan, namun wajar dalam doktrinisasi keagamaan.

      Jika ditelaah secara mendalam ungkapan ungkapan mengenai keajaiban dan mujizat Quran, tantangan membuat ayat serupa Quran atau mengenai tidak berubahnya Quran hanya ungkapan sebatas angan angan keagamaan, sebagai bagian dari propaganda agama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahasa Quran identik dengan karya karya sastra Arab pada masa pra Islam, meski Quran seringkali diklaim sebagai kiblat tatabahasa Arab, namun jika dicermati justru terdapat banyak kesalahan tatabahasa didalamnya, hal tersebut akan dibahas diartikel lain di situs ini. Banyak kata dalam Quran yang merupakan serapan dari bahasa asing, khususnya dari bahasa Habasyah dan Yunani, yang akar katanya tidak ditemukan dalam bahasa rumpun semitik.

      Quran bukan hanya produk agama, namun juga adalah produk politik. Sejarah mencatat bahwa peranan penguasa dominan dalam pembentukan Quran, penyusunannya dilakukan saat Islam tengah gencar menaklukkan dan menjajah wilayah disekitar Arabia. Ayat Quran adalah pengobar semangat pasukan muslim untuk rela mati dalam menaklukan kaum ahlul kitab dan membunuh para kafir dengan janji janji harta rampasan dan bidadari surgawi. Dimasa kini, Quran masih saja menjadi landasan kekerasan dengan alasan membela Allah, entah itu terorisme, bom bunuh diri, ataupun separatis Islam. Meski sebagian muslim menyangkal ajaran kekerasan dalam Quran dengan membuat tafsir tafsir baru mengenai damainya Islam, namun kenyataan berkata sebaliknya, dimana para muslim kaffah seperti Amrozi, Imam Samudra atau teroris-teroris Islam lainnya justru menunjukkan ajaran Quran yang sesungguhnya, dengan mengikuti pola yang sama yang dilakukan penguasa Islam dimasa lalu. Dalam hal ini benar kata peribahasa, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.

      SELAIN ITU :

      Ada sejumlah besar NASKAH 2 kuno Quran yang berasal dari abad I Hijriah ditemukan di mesjid Agung di Sana’a (Yaman) yang secara signifikan BERBEDA dengan Quran standart yang ada sekarang.
      Naskah2 ini ditemukan oleh orang2 Muslim sendiri, bukan oleh agama lain. Ini salah satu mesjid tertua dalam sejarah Islam. Sampai saat ini, hanya ada 3 copi kuno Quran yang ditemukan :

      1.Perpustakaan Inggeris di London, yang berasal dari akhir abad ke 7 (yang paling tua).Tapi naskah Sana’a lebih tua lagi dan ditulis dengan huruf2 yang sama dengan yang dipakai di zaman Muhammad. Kenyataannya naskah ini SANGAT BERBEDA dengan Quran yang ada saat ini.

      2.Mushaf lama : -Di Topkapi, Istanbul, Turki -Di Tashkent, Uzbekistan Kedua mushaf ini di tarikh kan oleh para ilmuwan dan ahli sejarah, dokumen2 ini tidak lebih awal daripada tahun 900 M.
      Sebaliknya ahli2 sejarah lain sudah menganalisis naskah Quran yang tertua, yang paling awal, yang berhuruf Al-Ma’il justru disimpan di British Museum London, yang ber tarikh 770 M. Jadi yang mana yang paling benar ?

      Versi Utsman, Ibn Mas’ud , Ubai atau Ali (Syiah) ?

      Dengan ditemukannya Naskah TERTUA di Sana’a ini, berarti TERBUKTILAH bahwa Quran TELAH DIDISTORSI, DINODAI, DIREVISI, DIMODIFIKASI, DIKOREKSI DAN TELAH ADA PERUBAHAN2 tekstual selama ber-tahun2 oleh tangan2 manusia.

      Klaim bahwa Quran adalah kitab yang sempurna TIDAK DAPAT DIPERTAHANKAN lagi. Begitu juga klaim bahwa Quran tidak bisa di-ubah2 oleh tangan manusia, ternyata sebuah KEBOHONGAN besar.
      NASKAH2 ITU MEMPERLIHATKAN ADANYA BEKAS TULISAN2 YANG DIHAPUS. TETAPI DENGAN PERALATAN MODERN ( FOTOGRAFI ULTRA VIOLET) TULISAN2 YANG TELAH DIHAPUS ITU, MASIH DAPAT DIBACA.
      HAL INI BERARTI KLAIM ALLAH DALAM QS.56:77-78 DAN QS.85:21-22, BAHWA QURAN ADALAH BACAAN YANG SANGAT MULIA YANG TERPELIHARA SEMPURNA DISURGA, YANG TEKS ASLI NYA (QURAN) DISIMPAN DISURGA PADA LEMBARAN2 EMAS HANYALAH DONGENG BELAKA ALIAS DUSTA BESAR

      1. Naskah tertua ada di Birmingham dan terbukti tidak ada perbedaan kata dengan yg ada sekarang 🙂

  21. Artikel yang menarik..
    Tapi saya heran!
    Penulis berdebat menggunakan ayat” Al-quran untuk membenarkan kitab dan agamanya
    Sedangkan penulis tidak mengakui kebenaran Al -quran
    Menurut saya ini aneh?
    Buat penulis..
    Coba pelajari dlu al-quran.
    Ingat!! Pelajari bukan imani..
    Dan pelajari dlu kitab yg anda imani ..
    Mungkin setelah itu anda akan tahu kebenarannya 🙂
    Buat semua komentator …
    Sungguh iblis dan syaitan sangat menyukai apa yg kalian debatkan…

    Dalam islam di ajarkan untuk mengimani rasul” Allah. Isa/yesus juga rasul Allah, tak perlu menghinanya. Kalian sudah tahu siapa itu Isa dan siapa yg di salib biarkan penulis mencaritahu siapa itu yesus.. Itupun kalau dia mau mencari tahu:)
    Dan salib saya rasa tidak cocok menjadi lambang suci kalau di dasarkan karna yesus di salib, coba fikir yg di salib siapa yg menginginkan yesus di salib siapa yg buat salib siapa, kan bukan keinginan yesus. Tanpa sengaja anda menykai karya si penyalib yesus. Dan seakan anda menyetujui kalau yesus itu di salib:)

    Kitab suci itu turun sesuai pada kelas zamannya:)
    Dan agar mudah di mengerti bahasanya di sesuikan dengan tempat di turunkannya, Allah maha mengetahui.
    Asli atau palsunya sebuah kitab coba anda nilai sendiri apakah mungkin anda/org yg lebih pintar dari anda yg mempunyai jiwa puitis yg amat tinggi mampu membuat kata” seperti dalam kitab tsb.

    Pesan saya.. Jika anda tidak mempercayai org lain…
    Lebih bijaksana jika anda mencaritahunya sendiri:)

    Salam pencari tuhan:)

  22. QS. Maryam’ 19:66-72

    وَيَقُولُ الإنْسَانُ أَئِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا أَوَلا يَذْكُرُ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيًّا ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَ هُمْ أَوْلَى بِهَا صِلِيًّا وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

    Terjemahan:

    66. Dan berkata manusia: “Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?”
    67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
    68. Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.
    69. Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
    70. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
    71. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
    72. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

    Jika kita membaca konteks ayat diatas secara keseluruhan, ada beberapa pembagian ‘manusia’ yang mesti ditekankan disini. Dalam kalimat, “Dan tidak ada seorangpun dari padamu” (Ayat 71), kata ‘padamu’ yang dimaksud tersebut secara umum adalah manusia ciptaan Allah yang mempertanyakan kehendak dan kuasa Allah (Ayat 66-67), tapi secara khusus ‘padamu’ yang dimaksud adalah manusia yang sangat durhaka kepada Allah (Ayat 69) dan manusia yang sudah seharusnya dimasukkan kedalam neraka dalam Pengetahuan Allah (Ayat 69)
    .

    Sekarang kita cermati QS. Maryam’ 9:71 yang merupakan sumber ketidak pahaman dan bukti kekosongan Kristiani.

    وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا
    “wa-in minkum illaa waariduhaa kaana ‘alaa rabbika hatman maqdhiyyaan”
    “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

    Dalam ayat diatas Allah memakai kata ‘waariduhaa’ yang berarti ‘mendatanginya’ atau ‘melewatinya’ (pass over it). Allah tidak memakai kata ‘khaaliduhaa’ yang berarti ‘memasukinya’ (enter). Perhatikan Terjemahan Yusuf Ali:

    “Not one of you but will pass over it: this is, with thy Lord, a decree which must be accomplished.” (T-QS. Maryam’ 9:71)

    Perlu diketahui bahwa setiap orang kelak di akhirat akan meniti sirath (jalan atau jembatan) yang berada di atas neraka. Yang selamat dan tidak akan jatuh ke dalam neraka hanyalah orang-orang yang bertakwa, orang yang bertakwa akan diselamatkan dan tidak akan menyentuh api neraka tersebut.

    Jadi jelasnya, Allah memakai kata ‘waariduhaa’ yang berarti ‘mendatangi’ atau ‘melewati’ untuk semua manusia karena semua manusia akan mendatangi neraka dalam arti menitih jembatan atau sirath yang berada diatas neraka, tapi bukan berarti semua manusia akan memasukinya atau berdiam diri dalam neraka tersebut. Ayat berikutnya sudah sangat menjelaskan:

    ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

    “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam’ 19:72)

  23. Hebat ya, postan kaya gini nih yang SESAT … Hey penulis, jangan asal! Nabi Muhammad SAW itu nabi dan manusia yang mulia, nabi sangat perhatian thd umatnya. Bukan cuma itu maaf” nih ya, Allah SWT juga memberi amanat kpd nabi supaya umat nabi Muhammad melaksanakan ibadah Shalat wajib dg jumlah rakaat fantastis dan dilakukan nonstop tapi nabi yang saking sayang kpd umatnya ia mohon kpd Allah SWT agar memberi keringanan sampai pada akhirnya menjadi Shalat 5 waktu dg jumlah rakaat yang ada sampai saat kini dalam peristiwa ISRA MI’RAJ ketika nabi diangkat Allah SWT bersama Malaikat Jibril dg mengendarai Buroq’ naik ke Sidrathal Munthaha begitu juga perintah berpuasa ia tetap minta keringanan kenapa ? Saking perhatiannya beliau kpd kita umatnya, beliau tahu bahwa pada masa” nabi terdahulu sblm beliau saja umat” manusia diberi perintah oleh nabi” untuk beriman saja sudah masa bodoh apalagi kalau disuruh puasa 40 hari 40 malam dan shalat (sembahyang) nonstop. Makanya mikirrrrr sebelum berpendapat! Bukan karena beliau tidak mampu, dan satu lagi kata siapa nabi hanya diangan” mengenal Nabi” sblmnya? Beliau diberi mukjizat oleh Allah SWT untuk naik ke langit saat ISRA MIRAJ bersamaan dg dipertemukannya beliau pada seluruh nabi” sblm beliau. Dan Islam itu adalah agama rahmatan lil alamin, agama yang lurus dan sungguh rugi jika orang” mengingkari Islam tidak akan ada baginya penolong diakhirat nanti! Wallahu Alam. Allah SWT berfirman:

    لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ ۙ ۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى ۙ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
    laaa ikrooha fid-diin, qot tabayyanar-rusydu minal-ghoyy, fa may yakfur bith-thooghuuti wa yu`mim billaahi fa qodistamsaka bil-‘urwatil-wusqoo lanfishooma lahaa, wallohu samii’un ‘aliim

    “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
    (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 256)
    Allah SWT berfirman:

    اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
    innad-diina ‘indallohil-islaam, wa makhtalafallaziina uutul-kitaaba illaa mim ba’di maa jaaa`ahumul-‘ilmu baghyam bainahum, wa may yakfur bi`aayaatillaahi fa innalloha sarii’ul-hisaab

    “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”
    (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 19)

  24. @Elvis Sanpara Sanjar,…..
    kalau menurut mu ayat-ayat yang kamu tulis itu lebih hebat,…coba baca dengan pengeras suara agar semua orang bisa dengar,….kan kitab suci Al-qur’an di perdengarkan dan di dengar semua orang dan kamu tentu pernah mendengar nya,….bisakah ayat-ayat mu itu menjadi pemenang,….?….?….?

    1. lae jangan banyak bacot lhoe…lae kira quran wahyu allah banyak bicarakau jawa… kau jawa ya… sini kau datang saya baca keras keras di mesjid riau… mana sura kau lae.. pidong aja kau besarin….

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,….
        nah sekarang kamu kelihatan goblok nya kalau marah-marah gitu,…ndak tau apa-apa aja sok tau dasar dungu,….

  25. @Davidaldi,
    Apakah kamu berfikir si Alloh Arab adalah Tuhan Sang Pencipta??

    MAAF KAMU TERSESAT

    Alloh Arab adalah : Dewa Hubal lambangnya: Bulan Sabit nama Islamnya: Hilal.

    Baca firman Alloh Arab : Qs 19:71
    “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Alloh Arabmu suatu kemestian yang sudah ditetapkan”.
    Dari Qs 19:71 ada 2 kalimat:

    Kalimat ke-1 sudah sangat jelas artinya : semua umat Islam pasti ke Neraka.

    Kalimat ke-2 samar tapi masih dapat diartikan:
    Memasuki neraka kemestian yang sudah ditetapkan bagi Alloh Arabmu.
    Alloh Arabmupun ternyata juga akan memasuki neraka.

    Bacalah Qs 19:71 keras-keras, biar tahu Alloh Arab akan ke Neraka.

    Jangan pernah menganggap Tuhan Sang Pencipta dan Alloh Arab itu sama.

    Karena Tuhan adalah Kasih dan bukan tukang bunuh kafir dan Yahudi ajaran Alloh Arab.
    Karena Tuhan toleran dan tidak rasis seperti ajaran Alloh Arab. DiberikanNya Matahari kepada orang yg baik dan orang yg jahat.
    Karena Tuhan adalah Suci, tidak membenarkan nabi yg suka poligami dan pedofilia seperti kesukaan Alloh Arab.
    Beberapa point di atas jelas sekali menunjukkan bahwa Tuhan BEDA dengan Alloh Arabmu.

    Kamu berfikir Muhammad yang pertama masuk Surga, atau kamu berfikir Muhammad yang membuat Surga, jadi dia dijamin masuk surga?? dijamin umatnya atau kamu yang jamin atau siapa??
    Nabi cabul dan pengidap pedofilia mau ngarapi Surga?? mimpi kali yee…
    Jelas-jelas
    Al-Quran Qs. 46:9
    mencatat Muhammad ragu akan rohnya kelak diakhirat tidak tahu mau ke mana Surga atau neraka.
    Pada akhir hidupnya dia meratap kepada Tuhan dan bukan kepada Alloh Arab.
    Surah Ali-Imron 96 yang disusun Utsman Cs. yang kamu kutip. Berdasarkan fakta sejarah Kabbah dibuat oleh orang-orang Hindu untuk menyembah Dewa Siwa, kamu mau katakan Islam dari agama Hindu?? Jangan asbun, mas bro.
    Pertanyaan kamu berbelit, tak karuan ke mana arahnya tak jelas,
    Tuhan Israel adalah Tuhan Kristen tapi bukan Alloh Arab si Dewa Hubal.
    Lihat bukti Israel dan Kristen tidak pernah nyembah Istana Dewa Hubal dan cipok Batu Hitam.
    Tidak ada Kitab untuk satu kaum, itu hanya fikiran sesatmu saja, Firman Tuhan untuk seluruh umat manusia.
    GBU

    1. ( QS.19:72 maryam – Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
      Ayat selanjutnya jelas tidak samar2.
      (QS. 46:1 sampai 14) Bukit-bukit pasir (Al-‘Aĥqāf):
      1 – Haa Miim.
      2 – Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
      3 – Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.
      4 – Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Quran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar”
      5 – Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?
      6 – Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.
      7 – Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka: “Ini adalah sihir yang nyata”.
      8 – Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al Quran)”. Katakanlah: “Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al Quran itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
      9 – Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.
      10 – Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.
      11 – Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama”.
      12 – Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
      13 – Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
      14 – Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

  26. Allah SWT berfirman:

    اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ ۚ
    “Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,”
    (QS. Al-Haqqah 69: Ayat 40)

    1. Siapa bilang kamu lihatnya di musyaf mana bro, kamu bisa tunjukkan dan buktikan bahwa quranmu benar benar wahyu allah bro…. mana manuskrip musyaf yang aslinya… ada di mana dan yakin isinya sdh benar bro… yakin quranmu tidak di rubah rubah… satu satunya hukum Allah yang tulisan tanggan YAHWE ialah 10 hukum Taurat… tahu nggak isinya, ingat islam tidak pernah melihat asli manuskrip kitab Mazmur Daud… ia ada di museum Alkitab di israel tulisan asli Raja Daud… bukan Nabi Daud karna israel mengalami masa jaya di masa Raja Daud dan Raja Salomo yang mendirikan bait Allah selama 40 tahun… bukan mesjid yang didirikan… dan raja Daud dan Raja Salomo dari suku Yehuda yaitu salah satu dari 12 suku di israel… oke bro… makanya tulisannya berisi puji pujian Daud yang waktu itu di kejar kejar oleh raja Saul dan berisi nubuatan Yesus yang akan datang… oke makanya kitab tersebut lengkap di israel di museum Alkitab dgn tulisan asli Ibrani Kuno bro…. dan terlengkap hanya di Alkitab bukan di quran….

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,……
        kumpulkan para profesor dan ilmuwan seluruh dunia suruh mereka buat yang seperti kitab suci Al-qur’an dan pasti mereka tidak bisa buat,…itulah buktinya bahwa kitab suci Al-qur’an adalah murni wahyu dari Allah tuhan pencipta alam semesta.

      2. Bro nggak usah bohonglah saya tunjjukkan satu [email protected] yang cantik jika quranmu bisa tunjjukkan ayat seperti ini… wong bahasa quran saja nggak beres skarang musyaf mana engkau pakai dan tunjjukkan buktinya nggak usah kumpulkan professor sbab profefor kalian sendiri yang bilang baca tulisan saya ya bro… kamu. bilang quranmu hebat ada nggak bunyonya yang bisa seperti ayat ini dalam quranmu….
        Mazmur 23:1-6 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
        Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
        Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
        Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
        Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
        Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

        tunjukkan ustman jika ada suramu yang cantik seperti itu dan sura seperti ini ada bisa yang menyaingi dari quranmu….
        atau ada ayat sura di quranmu yang bunyonya seperti ini…

        Matius 5:3-12… “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
        Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
        Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
        Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
        Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
        Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
        Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
        Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
        Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
        Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.
        atau perkataan muhammad yang baik yang mencerminkan wahyu Allah bro…

        Matius 5:17-48… “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
        Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
        Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
        Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
        Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
        Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
        Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
        tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
        Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
        Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
        Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
        Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
        Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
        Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
        Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
        Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.
        Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
        Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
        maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
        janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.
        Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
        Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
        Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
        Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
        Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
        Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
        Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
        Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
        Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
        Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
        Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
        Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

      3. oleh sebab itu ustman saya tantang kau tunjjukkan sura mu yang bunyinya indah… itu belum kita nubuatan Yesus dari nabi yeremia yang menunjjukkan penderitaan di atas kayu salib bro… ada…. nggak ada quran mu itu tidak utuh dan tidakkomplit bro itu fakta sejarah jangan kau kira saya asbun ingat standarisasi yang ingin dilakukan utk menyamakan semua quran itu baru terlaksana 1985 jaman raja fadh sesuda mesir kairo 1924… bro… tapi itu pun berbeda antara quran afrika selatan dan indonesia… 😊😊😊 bingo…. oke bro… makanya belajar dan membaca itu yang penting bro… ini saya tunjukkakn kata kata nubuatan nabi Yeremia 750 tahun SM sebelum kedatangan Yesus…

        Yesaya 53:1-12
        1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?, 2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. 3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup i mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya , dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita , dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh . 6 Kita sekalian sesat seperti domba , masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.7 tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba y yang dibawa ke pembantaian seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulutnya.10 Tetapi TUHAN berkehendak h meremukkan i dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, k ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana m olehnya. 11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. 12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

      4. Elvis Sanpara Sanjar,…..
        kalau menurut mu ayat-ayat yang kamu tulis itu lebih hebat,…coba baca dengan pengeras suara agar semua orang bisa dengar,….kan kitab suci Al-qur’an di perdengarkan dan di dengar semua orang dan kamu tentu pernah mendengar nya,….bisakah ayat-ayat mu itu menjadi pemenang,….?….?….?

  27. @setia budi,…..
    Baiklah kalau begitu,…ikuti saja apa yang kamu yakini,….dan inilah ke yakinan ku,….
    Allah SWT berfirman:

    اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ ۚ
    “Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,”
    (QS. Al-Haqqah 69: Ayat 40)

    1. @Hubal, Subhanallah.. sudah hubal.. jangan kau debat orang-orang ini, sudah cukup banyak ayat ayat quran yang mulia yang sudah kau sampaikan ke mereka, tidak ada gunanya semua bagi mereka kecuali hanya menjadi bahan olokan mereka.. sudah hubal.. cukup agar doakan mereka mendapatkan hidayah dari Allah SWT..
      Terima Kasih @Hubal

      1. sama soalnya memang beda TUHAN hanya bisa di sembah dalam Roh dan Kebenaran bukan dzat… jadi jelas YAHWE ALLAH israel dan Kristen bukan Allah… jadi. memang beda konsep TUHAN dalam islam dan Kristen dan ALLAH punya nama ialah YAHWE… oke bro… memang beda

    2. @setiabudi . Pernyataan tentang allah dalam neraka? Yang benar saja menurut logika mungkin tidak presiden atau pembuat penjara berada di penjara saat ini? Mungkin tidak penjara itu isinya nabi2? Nabi muhammad saw tidak tahu ia kemana (sorga atau neraka) ? Halo anda dalam keadaan sehat bukan? Logikanya presiden buat penjara , lantas siapa yg menegakan hukum atas prrbuatan yg salah dinegaranya?aparat penegak hukum bukan? Disitu peran nabi2, apakah mungkin jika nabi2 yg menjalankan perintah tuhan akan ke neraka? Mikirnya gimana pak?. Illah arab yang terbesar di ka’bah? Picik sekali, dari td anda petik Ayat Al-quran sesuka hati, Quran Surat Ali – Imran: 96

      إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

      “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia ialah baitullah di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” . Sudah jelas di atas dikatakan ka’bah sebagai petunjuk/arah. Bukan buat disembah!!! Jadi kalau tuhan yg disembah nabi musa itu bukan tuhan orang arab, lantas mengapa anda saat ini masih menyembahnya? Bukankah jika begitu tuhan tersebut hanya di israel? Dalam islam,( taurat zabur dan injil) diturunkan hanya untuk suatu kaum, karna hakikatnya manusia berkaum2 maka turunlah Al-Quran untuk seluruh manusia. Dalam injil atau taurat sering disebutkan YA JAMAAH ISRAIL/YA PUTRA/putri israel, dapat disimpulkan bahwa hanya untuk israel, apakah anda orang israel? Sementara dalam islam selalu dengan kata2 YA MUSLIMIN/MUSLIMAT ( muslimin dan muslimat disini berarti orang2 yang percaya tuhan satu, tidak beranak dan tidak pula diperanakan) tidak pernah YA JAMAAH ARAB/PUTRA PUTRI ARAB!!!dapat disimpulkan bahwa tidak hanya untuk suatu kaum. Yang anda sebutkan itu perubahan kata terhadap panggilan terhadap tuhan.jadi yesus itu mati? Mengapa masih di anggap tuhan kalau begitu, bahwa kita sama2 sepakat tuhan tidak akan mati, karna jika tuhan mati (tidak layak disebut tuhan) begitu juga dengan nabi muhammad saw, kami mengimani ajarannya bukan berarti menjadikan tuhan!!!tuhan sendiri datanng mengajarkan hukumnya? Berarti tuhan anda tidak hebat, knp? Krn yg layak di panggil tuhan itu tidak perlu bersusah2 , krna tuhan maha besar, dan pemilik bumi dan isinya. Jika benar anda mengenal tuhan anda, apakah anda bersunat/khitanan? Apakah anda meninggalkan miras? Apakah anda tidak memakan babi dan menjauhi segala larangannya? Tentang poligami lagi lagi anda mencomot Al-Quran se enaknya Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. [An-Nisa: 3] baca baik2!!! Dikehidupan skrg, di amerika sana terdapat perbandingan laki2 dan perempuan 1:7 . Bagai mana jika semua laki2 itu menikahi satu perempuan dikurangi LGBT? Kemana sisa perempuan yg tidak menikah? Tuhan itu maha adil , islam memberi solusi dengan poligami dan itu pun apabila sanggup berlaku adil , seperti yg telah tersirat dalam ayat diatas.

    3. @setiabudi . Pernyataan tentang allah dalam neraka? Yang benar saja menurut logika mungkin tidak presiden atau pembuat penjara berada di penjara saat ini? Mungkin tidak penjara itu isinya nabi2? Nabi muhammad saw tidak tahu ia kemana (sorga atau neraka) ? Halo anda dalam keadaan sehat bukan? Logikanya presiden buat penjara , lantas siapa yg menegakan hukum atas prrbuatan yg salah dinegaranya?aparat penegak hukum bukan? Disitu peran nabi2, apakah mungkin jika nabi2 yg menjalankan perintah tuhan akan ke neraka? Mikirnya gimana pak?. Illah arab yang terbesar di ka’bah? Picik sekali, dari td anda petik Ayat Al-quran sesuka hati, Quran Surat Ali – Imran: 96

      إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

      “Sesungguhnya rumah ygmula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia ialah baitullah di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” . Sudah jelas di atas dikatakan ka’bah sebagai petunjuk/arah. Bukan buat disembah!!! Jadi kalau tuhan yg disembah nabi musa itu bukan tuhan orang arab, lantas mengapa anda saat ini masih menyembahnya? Bukankah jika begitu tuhan tersebut hanya di israel? Dalam islam,( taurat zabur dan injil) diturunkan hanya untuk suatu kaum, karna hakikatnya manusia berkaum2 maka turunlah Al-Quran untuk seluruh manusia. Dalam injil atau taurat sering disebutkan YA JAMAAH ISRAIL/YA PUTRA/putri israel, dapat disimpulkan bahwa hanya untuk israel, apakah anda orang israel? Sementara dalam islam selalu dengan kata2 YA MUSLIMIN/MUSLIMAT ( muslimin dan muslimat disini berarti orang2 yang percaya tuhan satu, tidak beranak dan tidak pula diperanakan) tidak pernah YA JAMAAH ARAB/PUTRA PUTRI ARAB!!!dapat disimpulkan bahwa tidak hanya untuk suatu kaum. Yang anda sebutkan itu perubahan kata terhadap panggilan terhadap tuhan.jadi yesus itu mati? Mengapa masih di anggap tuhan kalau begitu, bahwa kita sama2 sepakat tuhan tidak akan mati, karna jika tuhan mati (tidak layak disebut tuhan) begitu juga dengan nabi muhammad saw, kami mengimani ajarannya bukan berarti menjadikan tuhan!!!tuhan sendiri datanng mengajarkan hukumnya? Berarti tuhan anda tidak hebat, knp? Krn yg layak di panggil tuhan itu tidak perlu bersusah2 , krna tuhan maha besar, dan pemilik bumi dan isinya. Jika benar anda mengenal tuhan anda, apakah anda bersunat/khitanan? Apakah anda meninggalkan miras? Apakah anda tidak memakan babi dan menjauhi segala larangannya? Tentang poligami lagi lagi anda mencomot Al-Quran se enaknya Dan jika kamu takut tdk akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. [An-Nisa: 3] baca baik2!!! Dikehidupan skrg, di amerika sana terdapat perbandingan laki2 dan perempuan 1:7 . Bagai mana jika semua laki2 itu menikahi satu perempuan dikurangi LGBT? Kemana sisa perempuan yg tidak menikah? Tuhan itu maha adil , islam memberi solusi dengan poligami dan itu pun apabila sanggup berlaku adil , seperti yg telah tersirat dalam ayat diatas.

  28. @Hubal,
    Kamu ditanya kog malah nanya?? dijawab dong, kalau kamu sudah ngerti, kalau Alloh Arab bukanlah Tuhan.

    Semua sembahan umat manusia adalah illah jadi semua orang/aliran kepercayaan/agama punya sembahan, illah Arab yang terbesar di Kabbah adalah Dewa Hubal yang disebut Alloh oleh orang-orang Arab.
    Sembahan (illah) umat Islam namanya si Alloh.

    Alloh Arab dan Allah orang Kristen adalah BEDA.

    Umat Kristen menyebut sembahannya dengan kata : Allah berasal dari bahasa Ibrani yaitu kata Ellohim.
    Nama dari Ellohim adalah : YHWH (baca: YAHWEH) diucapkan langsung bertatap muka oleh Tuhan YHWH kepada nabi Musa.

    Jadi Tuhan Allah Bapa bukan berarti si Alloh Arab umat Islam.

    Kalau kamu tidak mengerti, jangan asal bertanya tapi salah.
    Umat Kristen menyebut Tuhan dengan berbagai sebutan, mis: Tuhan, Tuhan Allah, Tuhanku, Tuhan Yahoba, Tuhan Bapa dll

    Sebutan Bapa adalah bentuk hubungan kekeluargaan kedekatan hubungan manusia dengan Tuhan Sang Pencipta.
    Pemikiran kamu Yesus adalah Tuhan, tidak perlu kamu bahas, karena kamu tidak kenal Tuhan dan pikiranmu sudah dibatasi oleh ajaran yang menyebutkan Alloh Arab tidak bisa jadi apa-apa.

    Itulah BEDA Alloh Arab dengan Tuhan Maha Segalanya, datang ke dunia menjadi manusia Yesus mengajarkan hukum, printah dan kehendakNya sendiri dan menjamin keselamatan manusia dengan korban kematianNya agar manusia tidak mati di neraka tetapi hidup di sorga.
    Negara tidak mungkin menjatuhkan hukuman sebelum ada hukum yang mengatur.
    Tuhan juga tidak akan menuntut dosa-dosa manusia tanpa Tuhan sendiri datang mengajarkan Hukum Tuhan kepada manusia.
    Yesus adalah Tuhan yang mengajarkan Hukum, perintah dan kehendak Tuhan, dibuktikanNya semua ucapanNya, perbuatanNya, teladanNya benar dengan Yesus naik ke Sorga

    Kalau ucapan bebas poligami, perbuatan pedofilia dan teladan Muhammad bisa buat Muhammad terangkat naik ke Sorga kamu layak mengikuti dia, tapi kalau matinya dikubur sama seperti umatnya tidak bangkit-bangkit dan tidal naik ke Sorga, itu berarti ucapan Muhammad tidak kayak untuk dipercaya, sekalipun mengaku-ngaku dari illah Arab.
    GBU

  29. @isapanjempol,…..
    Pahamilah dengan benar ayat di bawah ini,….
    Allah SWT berfirman:

    اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ ۚ
    “Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,”
    (QS. Al-Haqqah 69: Ayat 40)

  30. (QS.69:40) “Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu Rasul yang mulia,” إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ Innahu laqaulu rasuulin kariimin”

    Masih percayakah bahwa alquran wahyu Allah???

    ternyata quran adalah wahyu Muhammad

  31. @setia budi,….
    bukankah Allah Bapa yang di surga itu tuhan mu,…katakan iya atau tidak,….tapi mengapa harus ada tambahan kata Bapa dan tidak Allah saja,…karena Allah itu Esa tidak punya anak,….mengapa harus menambahkan kata Bapa,….?

    1. @setia budi yang terhormat,….
      Kalau namanya Tuhan itu kan memiliki sifat Maha kuasa,…tapi kena apa kok bisa di sakiti dan di salib,…..ini artinya Allah sang pencipta ingin menjelaskan secara akal-pikiran kepada manusia bahwa Yesus adalah nabi atau Rasul nya Allah dan sebenarnya dia bukan tuhan,….karena akal-fikiran itu merupakan anugrah tertinggi yang di berikan oleh Allah kepada manusia jadi harus di gunakan agar tidak di tipu sama setan.

    2. bro ingat Yahudi memanggil YAHWE itu dengan Bapa karna YAHWE itu sakaral dan sangat suci sehingga tidak boleh menyebut sembarangan namaNYA… mereka memanggil BAPA karna menghormati bukan berarti DIA punya istri bro itu kata kiasan ingat bahasa indonesia tidak. mengenal kata ganda… apa kalo saya sebut anak kunci maka kunci punya istri… atau anak tangga maka tanggapunya istri… makanya pahami. konteksnya dan maknanya bukan secara harafiah kamu artikan luruh ingat lhoe Tuhan itu tidak di batasi oleh gender… ruang dan waktu jadi pikiran manusia itu terbatas dalam memahami rencana Allah dalam kehidupan manusia jangan membatasi Allah dari logika dan pengetahuanmu… Allah sendiri itu hakekatnya adalah Firman dan Roh yang menyatu dengan diriNya… bukan dzat yang kamu sendiri tidakpahami apa itu dzat…. jadi lihat konteksnya dan makna kata itu sendiri…

  32. @Hubal,
    Coba kamu ucapkan sahadatmu:
    Tidak ada Tuhan,
    apa artinya??
    1. Tidak mengakui ada Tuhan.
    2. Tidak percaya ada Tuhan.

    Menurut kamu :
    Tidak ada Tuhan selain Alloh
    kamu artikan/simpulkan: Alloh adalah Tuhan??
    kamu yang perlu belajar bahasa dulu.

    Coba ganti sahadatmu dgn:
    Tiada Tuhan selain setan
    kamu artikan:
    Setan adalah Tuhankah??

    Coba ganti lagi:
    Tiada Tuhan selain Hubal
    kamu artikan:
    Hubal adalah Tuhankah?

    Islam adalah agama tidak mengenal Tuhan.
    Sejak kamu bersahadat kamu jadi budak illah Arab dan meninggalkan Sang Penciptamu yaitu: Tuhan
    Kenapa ahli bahasa sekelas kamu bisa tidak tahu arti sahadatmu??
    Itulah namanya tertipu.
    GBU

  33. @Hubal,
    Maunya Muhammad dan kemauan semua umat Islam Alloh Arab adalah Tuhan Sang Pencipta, itu sih maunya kamu. Tapi faktanya??
    Tidak pernah Tuhan suruh bunuh sesama manusia (jihad) apapun dalihnya untuk masuk Surga, hanya setan Alloh Arab yang menghendaki itu dengan berbagai macam dalih.
    Hanya setan Alloh Arab yang menghendaki nabi pengidap pedofilia dan umatnya bebas berpoligami.
    Hanya setan Alloh Arab yang menghendaki bunuh kafir dan Yahudi.
    Tuhan adalah : Kasih kepada semua makhluk ciptaanNya. Kalau ada illah yang mengatakan lain dari sifat kasih Tuhan, perlu kamu pertanyakan illah dari mana itu, apakah itu illah pembawa terang pada manusia atau illah kegelapan??
    Tuhan sayang kepada semua manusia, Dia tidak pernah rasis kepada kafir dan Yahudi hanya Alloh Arab yang benci kafir dan Yahudi ciptaan Tuhan tetapi bukan ciptaan Alloh Arab.
    Kamu tidak kenal Tuhan Yesus, maka kamu sebut Dia bukan Tuhan. Kalau Yesus yang berkuasa atas penghakiman akhirat surga dan neraka atas rohmu bisakah rohmu menyangkal Yesus bukan Tuhan??
    Kepada Yesus telah diberi kuasa di bumi dan di Sorga, semua perkataan Yesus telah dijamin ketika Yesus terangkat ke Sorga.
    Kalau semasa hidup Muhammad mengidap pedofilia dan poligami dgn banyak istri, apa dari perkataannya yang bisa menjamin hidupmu???
    Kamu mau mengandalkan Muhammad atau Tuhan Yesus
    GBU

    1. @setia budi,…
      Hidup itu pilihan,…..Allah yang maha kuasa memberikan kebebasan untuk memilih,…dan besiaplah menerima akibat terhadap apa yang menjadi pilihan mu,….karena tidak ada paksa-an di dalam islam,….harus dengan suka rela.

  34. @setia budi,…
    Ayat ini camkan dan pahamilah,…

    Allah SWT berfirman:

    اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
    “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.”
    (QS. Al-Qalam 68: Ayat 34)

  35. @setia budi,…
    Tidak ada tuhan selain Allah,…itu artinya hanya Allah saja sebagai tuhan sedang kan Yesus bukan tuhan.
    Alam semesta ini di ciptakan oleh Tuhan yang bernama Allah.
    Jadi kalau bukan Allah berarti bukan tuhan karena Allah adalah satu-satunya tuhan.
    Tuhan itu hanya satu yang bernama Allah.
    Kamu itu mencerna bahasa indonesia saja kok gagal,….berapa nilai pelajaran bahasa indonesia mu di sekolah dulu,…nilai 4 atau 2 yaaa,….

  36. @Hubal,
    Cermati ayat-ayat yang kamu tulis, pengantar ayat memakai firman Alloh SWT, tetapi isi ayatnya memakai kata: TUHAN, padahal sahadat umat Islam tidak percaya atau tidak mengakui adanya Tuhan.
    Maka terbukti Utsman Cs. mengutip ayat dari kitab agama lain. Karena Alloh SWT mengakui ada Tuhan.
    Kalau kamu percaya Tuhan, ganti sahadatmu bahwa kamu percaya Tuhan.
    Kalau kamu percaya Alloh Arab adalah Tuhan, sahadatkan : Alloh Arab adalah Tuhan.
    Tapi kalau kamu percaya kepada Alloh Arab dan tidak mengakui Tuhan jadilah sahadatmu yang sekarang.
    Dari segi sifat tidak ada kesamaan Alloh Arab dengan Tuhan.
    GBU

    1. @setia budi,…
      Tidak ada tuhan selain Allah,…itu artinya hanya Allah saja sebagai tuhan sedang kan Yesus bukan tuhan.
      Alam semesta ini di ciptakan oleh Tuhan yang bernama Allah.
      Jadi kalau bukan Allah berarti bukan tuhan karena Allah adalah satu-satunya tuhan.
      Tuhan itu hanya satu yang bernama Allah.
      Kamu itu mencerna bahasa indonesia saja kok gagal,….berapa nilai pelajaran bahasa indonesia mu di sekolah dulu,…nilai 4 atau 2 yaaa,….

  37. @ustad,..dan @setia budi,….
    Kalau kalian mengikuti Firman Allah di pasti kan surga itu tempat mu,…..
    Allah SWT berfirman:

    اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَخْبَـتُوْۤا اِلٰى رَبِّهِمْ ۙ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”
    (QS. Hud 11: Ayat 23)

  38. @setia budi,…..
    ayat yang kau katakan yang tersebut di bawah ini di tujukan kepada manusia-manusia yang ingkar dan yang sesat seperti kamu dan teman-teman mu itu bukan di tujukan kepada orang-orang yang taqwa dan beramal sholeh,….hanya saja kamu tidak sanggup mencerna kitab suci Al-qur’an.
    Allah SWT berfirman:

    وَاِنْ مِّنْکُمْ اِلَّا وَارِدُهَا ۗ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا
    “Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.”
    (QS. Maryam 19: Ayat 71)
    Ayat ini di tujukan buat manusia yang kafir terhadap kitab suci Al-qur’an.

    1. @setia budi,…
      ayat yang kau sebut kan seperti di bawah ini mengandung makna bahwa Nabi Muhamad itu hanya sebagai perantara turunya wahyu Allah saja sekedar perantara saja agar manusia mengenal tuhanya,…makanya jangan makan daging babi biar ndak bebal dan dungu,…..

      Allah SWT berfirman:

      قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِّنَ الرُّسُلِ وَمَاۤ اَدْرِيْ مَا يُفْعَلُ بِيْ وَلَا بِكُمْ ۗ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ وَمَاۤ اَنَاۡ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
      “Katakanlah (Muhammad), Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul, dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan terhadapmu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku hanyalah pemberi peringatan yang menjelaskan.”
      (QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 9)

  39. @Hubal,
    Umat Islam tidak akan mungkin masuk surga kalau dalam pengakuan Muhammad, dia sendiri tidak tahu mau ke mana setelah dia mati.
    Dan Alloh Arab sudah menjamin tidak ada umat Islam yang masuk surga, kecuali mendatangi neraka. Qs 19:71
    Tetapi ayat yang lain Alloh Arab kasih jalan ke surga. Itu artinya Utsman Cs. buat Alloh Arab ada 2?? Satu Alloh bilang tidak ada seorangpun masuk surga, tapi Alloh yang lain bilang bisa asal bertobat.
    Alloh yang lain juga bilang bisa sekalipun mencuri dan membunuh… asal mati percaya Tuhan 1.
    enak tenan…
    Itu bukti Utsman Cs. kutib ayat dari 2 sumber dari Alloh yang berbeda.
    Ayat Qs. Maryam yang kamu catat, di agama lain selain Islam ayat itu sudah terlalu umum ada, tetapi ayat Qs 19:71 dan pengakuan Muhammad Qs 46:9 hanya ada di Al-Quran.

    Jadi kamu pake ayat umum yang disusun Utsman Cs. yang sumbernya kamu tidak tahu?? hanya karena dituliskan Utsman Cs. dari Alloh SWT.
    Tuhan Israel juga diakui Utsman Cs. di Al-Quran adalah Alloh SWT, padahal dia belum pernah jumpa dan tidal kenal dengan Tuhan Israel.
    GBU

  40. @setia budi,…
    Bacalah ayat ini baik-baik,….
    Allah SWT berfirman:

    اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًـا فَاُولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ شَيْـئًـا
    “Orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizalimi (dirugikan) sedikit pun,”
    (QS. Maryam 19: Ayat 60)

    1. @setia budi,…
      Baca juga ayat ini dan masih bayak lagi kalau kamu mau,…
      Allah SWT berfirman:

      وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
      “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.”
      (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 82)

    2. Bagus Hubal. Jadi tolong katakan yg tegas bagi kami disini, APAKAH KAU PASTI AKAN MASUK SURGA? Berani memastikannya dg huruf2 lengkap disini atas nama Allah-mu?? Kau pecundang!
      Aku ini ex-Ustadz, yg selalu mengajari santri2ku bhw sekalipun di Quran ada ayat2 masuk surga bagi Muslim, Sabiin, dan Ahli kitab, namun SEMUANYA HARUS MELALUI NERAKA (19:71). Tapi Muhammad tambahi lagi embel2 bhw para syuhada langsung masuk surga.“Yang disebut Tapi mati syahid itu ada 5 macam embel2: 1.Orang mati kena tikam. 2.Orang mati karena sakit perut. 3.Orang mati tenggelam. 4.Orang mati ditimpa longsor. 5.Orang yang mati fi sabilillah” (HS.Bukhari 372). APAKAH SEMUA TENTARA FIRAUN YG MATI TENGGELAM DILAUT MERAH ITU MASUK SURGA SEMUA?
      Kalau embel2 ini diteruskan lagi maka Mhd juga menjamin 10 sahabatnya masuk surga, padahal posisinya sendiri belum terjamin masuk surga (19:71, 46:9 dll).. Ia masih cari2 Juru syafaat nya: “Wahai Tuhan! Ampunilah saya, Kasihanilah saya dan hubungkan saya denganTeman Yang Mahatinggi”… Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan: “Teman Yang Maha Tinggi”. Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau (Bukhari. no.1573-1574).
      Mhd juga menjamin PENCURI DAN PEZINA MASUK SURGA: Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: Sesunguhnya, barangsiapa di antara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa-pun, orang itu masuk surga.” Abu Dzar bertanya kpd Nabi, “Sekalipun orang itu berzina dan mencuri?”Jawab Nabi, “Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri.” (HSB. no.647).
      SURGA SAMPAHLAH ITU SDR HUBAL. CEPAT BERTOBAT SEBELUM TERLAMBAT.

      dll).

      1. @ustad,….
        ustad seharusnya menjadi panutan umat tapi kamu malah jadi penyesat,….yaa sudah lanjutkan saja jalan mu itu terus lurus ke Neraka menemui azab Allah yang sangat keras dan pedih,…..

  41. @Hubal,
    Fokus sama jaminan keselamatanmu Islam masuk surga.
    Kalau Alloh Arab sudah dijamin masuk neraka (Qs 19:71), trus penyembah Alloh Arab mau ke mana?

    Kalau Muhammad sendiri tidak tau mau ke mana, trus kamu mau mengharapkan apa??

    Jalan tikus satu-satunya hanya melalui jihad membunuh orang biar ada disisi Alloh Arab, wong Alloh Arab juga di neraka, hasil jihad juga ke neraka.
    Mau berharap dari neraka kekal, pindah ke surga?
    Neraka kekal tidak ada habisnya, namanya juga neraka kekal artinya selamanya.
    Di jamin sama siapa lagi??
    GBU

    1. @setia budi,…
      Makanya kalau mau paham kitab suci Al-qur’an syarat nya jangan makan babi karena bisa membuat tumpul kecerdasan spiritual mu lihat itu karakter babi main seruduk dan egois penuh hawa nafsu,…mana bisa paham kitab suci Al-qur’an apalagi caramu memahami secara sepotong-sepotong lihat ayat berikut nya dan lebih baik di pahami dalam kontek satu surat secara penuh dan bila perlu dengan bimbingan ahlinya yang kompeten dan lihat lah ayat berikut ini,…
      Allah SWT berfirman:

      ثُمَّ نُـنَجِّى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيًّا
      “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.”
      (QS. Maryam 19: Ayat 72)

      1. @setia budi,…
        Bacalah ini :
        Allah SWT berfirman:

        وَاِنَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُ ۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
        “(‘Isa berkata), Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”
        (QS. Maryam 19: Ayat 36) Isa adalah putra bunda Maria Rasul Allah,….jadi bukan tuhan,…

  42. @Hubal,
    Kamu bisa saja tidak percaya kata-kata saya.
    Kalau kamu punya Al-Quran coba baca keras-keras:
    Alloh Arab penghuni neraka.
    Memasuki neraka suda ketetapan bagi Rabmu baca: Qs 19:71

    Muhammad pun tidak tahu dia mau kemana baca : Qs 46:9

    Sumbernya jelas dari Al-Quran, klaim kosong kamu sudah melebihi pengakuan Muhammad.
    Nanti kamu bisa dipancung sama Muhammad.
    GBU

    1. @setia budi,….
      kamu tidak akan bisa mencerna dan memahami kitab suci Al-qur’an karena kamu lahab makan daging babi yang di haramkan oleh Allah tuhan pencipta,….apalagi kamu hanya membacanya secara sepotong-sepotong per ayat dan tidak di pahami dalam kontek satu ayat penuh,….maka Al-qur’an yang kau baca dengan yang saya baca di maknai berbeda,….karena baru saja saya membuka ayat yang kau sebutkan diatas,…..mengenai pancung memancung itu hanya bualan mu saja,…hati kami penuh kasih sayang dan tetap bersahabat walaupun dengan kafir kecuali kafir yang berusaha memusuhi kami atau memerangi kami,…..itu beda.

      1. setia budi kamu menyebut daging babi dasarnya apa, kamu bilang kristen makan daging babi yang di haramkan berdasarkan kitab Perjanjian Lama bro… itu salah sbab muhammad sendiri tidak dan belum pernah melihat sendiri kita Taurat yang di turunkan lansung dari Allah kepada Musa, ingat muhammad belum pernah melihat… muhammad cuma mendengarkan dari sekte sekte kristen yang beberapa sesat… seperti khadijah dia kristen tapi aliran sesat yaitu saksi yehova yang akalu sayaterangkan sejarah hitam gereja itu panjang bro… trus satu lagi muhammad sendiri juga memakan yang di haramkan sendiri oleh YAHWE (ALLAH)kepada kaum kesayangannya yaitu Israel… tetapi muhammad langgar seperti makan kelinci, makan unta itu sangat di haramkan oleh ALLAH tetapi muhammad makan… jadi bro jelas khan… Jawaban Semuanya tentang masalah daging babi itu haram. ( debat tiada akhir saling menuduh karena kebodohan umat tidak membaca kitab2 nya dengan baik) Saya akan berusaha sesingkat mungkin sbb :

        (A) Sudut Pandang Kristen/ Nasrani Yang berhubungan dengan Kitab Perjanjian Lama /hukumTorah/Taurat

        (1) Di Injil Perjanjian Lama ada tertulis di kitab Ulangan 14:8 untuk kaum Yahudi pd waktu itu ( disitu disebutkan ) banyak jenis2 hewan yang dikategorikan sebagai “haram” untuk di makan. Imamat 11:1-47 ( ada babi & babi hutan, semua jenis yang merayap di dalam air( udang, kepiting termasuk) , segala jenis ikan yang tidak bersisik ( lele, cumi) , burung2 kanibal, gagak, kelelawar, juga Onta dan Kelinci semua itu kategori Haram menurut kitab Ulangan & Imamat tersebut oleh kaum Yahudi.

        (2) DiPerjanjian Baru, orang nasrani/ kristen pengikut Isa as/ Yesus mempercayai bahwa kategori binatang2 yang haram tersebut ada beberapa yang di halalkan ,sehingga boleh dimakan, misalkan kasusnya adalah babi ( yang paling jadi perdebatan sepanjang sejarah) Kenapa di Nasrani diperbolehkan memakan daging babi , yang padahal di PL ( perjanjian lama/ Ulangan dan Imamat) di haramkan?

        Jawaban : (a) umat Nasrani memprcayai bahwa PL ( Perjanjian Lama) perintah 2 mengharamkan sebagian binatang2 ( tidak semua) adalah untuk memeberikan perbedaan secara fisik ( hukum agama bersifat fisik) antara umat Yahudi yang percaya Allah ( agama monotheisme) dengan kaum yang tidak percaya Allah monotheisme ( atau sebutan kaum Kafir) (b) Umat nasrani percaya bahwa dengan kedatangan Isa as/ Yesus, yang lebih mengutamakan konsep keslamatan secara roh( rohani) dan lbh mempersoalkan masalah2 kerohanian yang kekal ( qodim) ketimbang maslah2 / aturan2 fisik yang tidak kekal ( sementara) maka kaum Nasrani percaya bahwa sebagain dari binatang2 tersebut yang dahulunya haram ,bisa sebagian menjadi halal, termasuk daging babi. hal ini jelas2 didasariayat dlm Injil yang mendukung hal itu ( contoh baca : Injil Matius 15:11, Markus 7:15, 1 Timotius 4:4 dll)

        (B) Sudut Pandang Islam Yang berhubungan dengan Kitab Perjanjian Lama/ hukum Torah/ Taurat.

        (1) Umat Islam sering mengambil ayat2 dalam Injil Perjanjian Lama ( Ulangan 14:8) dan Imamat 11:1-47 ( apalagi bung Zakir paling sering ambil ayat dari PL ( perjanjian Lama) ini untuk memojokkan umat Nasrani) sebagai dalil untuk mengatakan bahwa orang Nasrani tidak konsisten mengikuti hukum Torah/ Taurat, atau malah merubah2 hukum Taurat dan sebagainya, karena masih memperbolehkan mengkonsumsi daging babi/ babihutan.
        Padahal sebenarnya ,pengakuan keimanan pokok Islam, adalah bahwa Islam adalah juga termasuk agama samawi, ( agama2 Ibrahim, Iskak & Yakub) monotheisme yang seakar & berawal dari agama yahudi ( Tdgn kitab orah/ Tauratnya) dan Nasrani ( dgn kitab Injil nya) dan sebagai kitab penutup ( akhir) nya adalah Alquran. , membenarkan kitab2 sebelumya ( Taurat & Injil) sehingga secata tidak langsung Islam juga harus tunduk juga terhadap hukum2 Torah / Taurat dan secara langsung harus tunduk juga terhadap kitab Ulangan dan Imamat tersebut ( soal haram dan halal)
        ( baca QS Al Fatir 31, QS Yunus37, QS Al Annam 92, QS Albaqarah 92, QS Almaidah 48)

        (2) Namun, tidak semua binatang2 yang disebutkan di kitab Ulangan 14 :8 & Imamat 11-1-47 di PL
        ( Perjanjian Lama) yang dikategorikan Haram tersebut serta merta di haramkan di Islam, misalkan, cumi, lele, udang, ,kepiting ,onta, kelinci, kodok dsb telah menjadi Halal, kecuali daging babi. Bagaimana hal itu bisa terjadi? apakah dengan demikian, berarti Islam tidak tunduk lagi terhadap hukum Torah/ Taurat Musa yang juga menjadi akar agama2 samawi? Tentunya TIDAK, Karena di Islam ada syariah yang dapat menghalalkan binatang2 yang dulunya haram tersebut , menjadi Halal ,yaitu melalui proses Nasikh & Mansukh ( Nasikh : adalah membatalkan hukum yang diperoleh dari nash ( dalil ) yang pertama,dibatalkan dengan ketentuan nash yang datang kemudian) & (Mansukh artinya : adalah menghapuskan hukum syara’ dengan memakai dalil syara’ pula)
        Nah, jelas, lalu kenapa di Islam masih ngotot daging babi adalah Haram? Hal ini karena ada terdapat surat/ ayat2 di Alquran yang menyatakan bahwa babi itu termasuk Haram, yaitu pada Surah Al-An’am ayat 145 dan Surah Al Maidah ayat 3. Sehingga ayat 2 ini yang sering digunakan untuk mengklaim bahwa Nasrani tidak mengikuti Torah/ Tauratnya Lagi dengan masih memakan daging babi.

        Pembahasan & Perenungan Singkat :

        (1) Jika demikian ( setelah membaca semua yang tertera diatas) , maka apakah Nasrani boleh juga menggunakan dalil / Syariat Nasikh & Mansukh untuk menghalalkan daging babi? Jawabnya tegas adalah TIDAK menurut Islam. Hal ini karena di proses Nansikh dan Mansukh mensyaratkan ada Nash ( ayat) baru yang membatalkanya, sedangkan u kasus daging babi, malahan ada ayat/ nash Alquran yang jelas2 menyatakan bahwa daging babi itu haram ( QS. Al- Anam 145 & QS Al Maidah 3)

        (2) Nah , bagaimana kalo ada ayat/ nash lain di dalam Quran yang menyatakan bahwa daging babi atau apa pun yang dulu di haramkan oleh Taurat / Torah ( Kitab Ulangan & Imamat) , namun ternyata sudah di batalkan menjadi Halal. Apakah ada? jawabnya dengan tegas adalah ADA! Baca :

        QS Ali Imran 50 : وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

        Isa as berkata : Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku,dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatutanda(mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku

        Nah, JELAS, bahwa di Quran sendiri, QS Ali Imran 50 , menyatakan bahwa Isa as / Yesus menyatakan bahwa kedatanganNYA untuk membenarkan Torah/ Taurat dan juga untuk “MENGHALALKAN SEBAGIAN YANG TELAH DIHARAMKAN UNTUKMU” ….
        Untuk lebih Afdolnya , kita sertakan TAFSIR ayat ini Dri Tafsir JALALAYN sbb:

        Tafsir QS Ali Imran ;50 ( TAFSIR JALALAYN ) Dan kedatangan aku kepada kamu (membenarkan apa yang berada di hadapan aku) yang datang sebelum aku (berupa Taurat dan untuk menghalalkan bagimu sebagianyang diharamkan atasmu) misalnya aku halalkan bangsa ikan dan burung yang tidak bertulang. Ada pula yang mengatakan dihalalkan semuanya, hingga ‘sebagian’ berarti ‘semua’ (dan aku datang kepada kamu dengan membawa tanda dari Tuhanmu) diulang-ulangnya untuk menguatkan dan membina kepercayaan di atasnya. (Maka bertobatlah kepada Allah dan taatlah kepadaku) yakni mengenai apa-apa yang akuperintahkan kepadamu, yaitu bertauhid kepada Allah serta taat akan semua perintah-Nya
        sudah CLEAR bahwa di Quran sendiri, Isa as/ Yesus di nyatakan membawa Kuasa untuk MENGHALALKAN SEBAGIAN YANG DULU DIHARAMKAN ( di Torah/ Taurat) bahkan di Tasfir Jalalayn bisa dikatakan : bisa dianggap ” dihalalkan sebagian atau dihalalkan semua” ….. apakah sebagai muslim , tidak percaya atau menyangkal QS Ali Imran 50 ini ??????……. Apkah kita masih bijak dengan mengolok2 Nasrani tentang Halal dan Haran u daging babi setelah kita membaca pemahaman diatas????Sadarlah bro…

    2. @setia budi,…
      Baca ini,….
      Allah SWT berfirman:

      اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
      “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.”
      (QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13)

      1. @setia budi,…
        Ini ayat lanjutan di atas,…
        Allah SWT berfirman:

        اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا  ۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
        “Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”
        (QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 14)

  43. @domba,
    Jaminan keselamatan Islam masuk surga tidak ada sama sekali.
    Ingat firman Alloh Arab: memasuki neraka, hal itu sudah merupakan ketetapan bagi Rabmu (Alloh Arab) untuk mendatangi neraka …..

    ingat Rabbmu pun ternyata adalah penghuni neraka juga.

    Ditanya apakah Muhammad akan masuk surga?
    ….aku(Muhammad)pun tidak dan kamupun tidak.
    Ayat ini perlu kamu cari dan baca keras-keras.
    GBU

    1. @setia budi,…
      Islam itu di pastikan masuk surga dengan syarat bagi yang beriman dan beramal sholeh,.. .ini janji dari Allah tuhan pencipta alam dan yang mengatakan ada tuhan yang lain dan tuhan nya lebih dari satu dipastikan neraka tempatnya,….dan yang anda katakan tidak berdasar oleh karenanya itu hanya bohong belaka,…..tidak satupun muslim yang akan percaya apa yang kamu katakan kecuali yang abal-abal,….

      1. nnah kamu salah lagi seria budi bukan amal ibadah yanf menuntun orang masuk sorga… baca Hadits Shahih Muslim 2412-2414… Dia mendengar nabi saw bersabda; Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke sorga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, kata muhammad saw. kecuali dengan Rahmat Allah.
        Dan itu di pertegas lagi dengan Quran.

        QS Ad Duhaan 44:40-42… Sesungguhnya hari keputusan/hari kiamat itu adalah waktu yang di janjikan bagi mereka semua, yaitu hari yang seseorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun. dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. kecuali orang yang di berikan rahmat oleh Allah, sesungguhnya Dialah yang maha perkasa lagi maha penyayang.

        QS Maryam 19:21… Jibril berkata. Demikianlah Tuhanmu berfirman; Hal itu adalah mudah bagiku dan agar dapat kami menjadikan suatu bagi manusia dan Rahmat bagi kami dan hal itu sudah menjadi perkara yang sudah di putuskanNya…

        jadi jelas ayat tersebut menuju kepada Isah Almasih sang juru selamat itu sendiri yang merupakan tanda dan Rahmat bagi manusia….

        ingat hanya Isah Almasih yang tidak tersentuh oleh setan… yang lain manusia tanpa kecuali muhammad sesuai… Dalam Hadist dikatakan, “semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam” (Hadist Shahih Bukhari jilid 3 halaman 208 ayat 1493) Artinya apa yang disentuh setan menjadi tidak suci, demikianlah seluruh anak cucu adam hingga saat ini. Tetapi Isa Al-Masih berbeda. Ia tidak terjamah setan, artinya Dia suci.

  44. * inna nahnu nabiyuun muslimuun(dan kami semua(para nabi/utusan) adalah muslim.Ya,muslim=>selamat. Kenapa selamat,,,krn menganut ajaran dari sumber yg satu(yaitu dari Allah swt,dan ajarannya adalah ajaran tauhid. Disebut agama samawi,kerana agama yg mengacu kpd ajaran Tauhid. Dia Allah Alwahd(tunggal). Tunggal DzatNya dan Sifat2Nya. Jd tiada tuhan yg memiliki sifat begitu,kecuali Allah.Baik nama2( sifat2 yg ada di asmaul husna). Islam sangat luas ilmunya. Kalau org kristen gak faham,maka maklum saja lahhh….Dan bhkan ilmu manusia itu di ibarakan bagaikan burung yg menenguk setengguk air lautan….!!!! Tp justru org kristen semacam siti dan penjaga neraka dan setia budi atau sebangsanya,AMAT TOLOLLL…..

    1. Nah kamu sendiri yang tolol tidak memahami quranmu siapa bilang quran ilmunya sangat luas… apa islam dengan paganismenya yang menyembah Dewa Allah yang di simbolkan dgn bulan bintang yang mempunyai anak 3 yaitu Allata, Aluzza dan Almanah… dan juga dewa Hajjar Aswad…

      1. @Elvis sanpara,….
        kamu itu goblok,….Allah itu tuhan sang pencipta bukan dewa,…ndak ngerti apa-apa kok berani komentar ngawur,….

      2. lho ingat lhoe bapak si muhammad namanya Abdullah yang artinya abdi Allah kok bisa… padahal khan bapaknya muhammad khan kafir penyembah dewa Allah… kok bisa di sebut Abdi Allah…. jadi pahami sebelum islam lahir di bawa oleh muhammad tuh kafir qurais penyembah berhala yang dalam hadist shahih bukhari ada 832 dewa dalam kabbah dan 360 dewa di sekeliling kabbah…. sampai abad ke 5 suku arab mekkah qurais tetap masih sembah dewa Allah yang lambangnya bulan bintang kalau tidak kata Allah… di bawah kepemimpinan Qushay yang menikah sama hubbayah anak dari hulail al khuzay suku bani khuzay malah lebih parah berhala di bawa dari damsyik negeri syam… ingat bani ismail sdh di usir oleh bani khuza’ah… jadi sangat jelaslah muhammad dari mana bro… kalo ismail tidak mungkin… baca tuh kelengkapan tarih muhammad karangan kyai haji munawar kholil… jadi lucu Israel dan nasrani daei dulu Satu yang di sembah yaitu YAHWE Allah yang Esa… bukan islam yang dari sana sembah berhala mengaku keturunan ismail…. padahal ismail khan keturunan Abraham yang menyembah YAHWE…. khan kasihan bro…

      3. Kl nyium hajar aswad itu ap qt mnyembhy?trus kl km nyium istrimu ap km jg menyembah istrimu???hajar aswad itu batu dr surga qt merindukn surga jk menciumny.sbgaimna qt menncium istri qt.krna synk cint qt pd istri bkn krna mendewakan istri…logika bung

  45. @Hubal,
    Alkitab orang, kog kamu yang sok tau sih?. Alkitab asli atau palsu, kan kami yang lebih tau, bukan juga urusan situ?.

    Rasul yang kamu maksud, si nabi cabul, mau menyempurnakan apa??
    bejat moralnya aja tidak bisa dia urus apa yang mau dia luruskan.
    Suruh ngurus bini-bininya aja, tidak usah jadi sok orang suci.

    Kamu yang tidak tahu kalau Yesus adalah Tuhan, jangan mati dulu sebelum baca : Kesaksian Surga dan Neraka dari pengalaman orang yang pernah mengalami kematian dan hidup kembali. Silahkan searching do Google.
    GBU

    1. @setia budi,….
      Kamu itu kalau di hadapkan pada fakta kok yaa marah-marah begitu,…kamu aja tidak pernah ketemu Nabi Muhamad kok benci gitu pakek ngumpat segala,…yang rasional dong masa orang mati bisa hidup lagi,….kalau bayaran nya gede yaa mungkin bisa hidup lagi,…ha ha he he ,….jangan marah yaa teman ku,…

      1. shalomm, untuk kamu saya punya pilihan yg baik agar kita bisa di selamatkan , cari dulu kebenaran maka kamu akan diselamatkan sebelumnya berdoa terlebih dahulu buka alquran baca pahami dan renungi, renungi yg penuh bijak jika kamu ingin selamat, setelah selesai km berdoa kembali lalu baca alkitab khususnya injil perjanjian baru. tapi sebelumnya baca taurat yg penting 10 perintah Allah lalu kepujian mazmur. dan renungi dengan bijak, maka hatimu akan mengetahui mana yg baik dan benar. jika pohon itu baik maka akan berbuah yg baik dan sebaliknya.. mengingat tentang babi itu haram baik saya jelaskan. jaman dahulu sebelum Tuhan yesus datang dan mengenapkan kitab taurat banyak sekali binatang yg diharamkan cari di perjanjian lama. jika dimakan akan menjadi najis itu sudah di tentukan oleh musa dari Tuhan. tetapi Tuhan yesus yg turun langsung mengenapkan kitab para nabi Turun ke dunia menjadi manusia karna jika kalian manusia tidak akan pernah bertemu dengan Tuhan karna kamu pasti MATI! maka dia melakukan tugasnya mengenapkan taurat begini ayatnya ya baca ya Matius 15:1-20 (TB) Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
        “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”
        Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
        Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
        Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
        orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
        Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
        Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
        Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”
        Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
        “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
        Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”
        Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
        Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”
        Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.”
        Jawab Yesus: “Kamu pun masih belum dapat memahaminya?
        Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
        Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
        Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
        Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”
        udah baca ayatnya begini renungannya ya , jadi apakah makan babi orng itu menjadi najis? atau orng yg tidak makan babi tetap hatinya mendengki atau jahat tidak sesuai perintah Allah dan dikeluarkan lewat mulutnya yg sering mendusta itu yg najis ? coba renungi lagi deh. Tuhan tu udah mengenapi kita para nabi masa harus di ubah lagi dengan kitab yg keluaran terbaru balik lagi dong ke jaman taurat kalo gitu. babi haram lagi padahal udah dikasih tau kenapa babi haram dan tidak , semoga Tulisan saya ini bisa membantu dan membuat anda lebih bijak dalam menentukan kemana pilihan anda, Matius 6:33 (TB) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
        ok shalom Tuhan Yesus memberkati kita semua

    2. @setia budi,….
      biasanya kamu juga sok tau sih,..?dengan jurus mu tentang dewa hubal dan ustman mu itu pada hal kamu tidak mengenal islam secara benar dan komen mu itu hanya berisi olok-olokan saja dan siapa orang yang mau percaya dengan sejarah mu itu,……sejarah pepesan kosong,…

  46. @Hubal,
    Alkitab orang, kog kamu yang sok tau sih?. Alkitab asli atau palsu, kan kami yang lebih tau, bukan juga urusan situ?.

    Kamu yang tidak tahu kalau Yesus adalah Tuhan, jangan mati dulu sebelum baca : Kesaksian Surga dan Neraka dari pengalaman orang yang pernah mengalami kematian dan hidup kembali. Silahkan searching do Google.
    GBU

    1. shalom saudaraku seiman dalam kristus, sudah biarkan lah saudara kita hubal yg mentukan bukan kah Tuhan telah berfirman Markus 6:10-12 (TB) Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
      Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”
      Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
      sudah saudaraku lebih baik kita belajar lagi firman Tuhan, saya juga orang berdosa ko jadi saya tidak berani menghakimi yg boleh menghakimi hanyalah Tuhan. kita hanya boleh memaafkan, mengasihi dan mendoakan orang tsbt. Terima kasih saudaraku. Tuhan Yesus memberkati

  47. @Hubal,
    Utsman Cs. bisa ketawa nanti dari liang kuburnya membaca comment kamu kalau Al-Quran dari mana datangnya, hanya Utsman Cs. yang tahu. Suka hati kamu saja mau kamu bilang suci sedunia Al-Quranmu yang penting ajarannya tidak ada nyuruh bunuh kafir, halal darahnya layaknya ajaran setsn.
    Dengan minyak babi Alloh Arabmu pasti lari terbirit-birit, babi tidak akan membunuhmu, tapi waspasalah dengan tipuan Alloh Arabmu yang dapat membunuh kamu dengan orang lain dengan seruan jihadnya.

    Tidak perlu kamu ajari Tuhan mau bagaimana Dia datang ke dunia.

    Tidak perlu juga kamu ajari Tuhan menyatakan diriNya, kamu tidak mengerti Firman Tuhan lebih baik kamu kaji Al-Quranmu sendiri. Tidak ada hubungan keterkaitan antara Islam dan Kristen.
    Islam menyembah Alloh Arab yang ada di Istana Dewa Hubal sedangkan Kristen tidak peduli dengan yang kalian sembah-sembah. Ajaran Al-Quran BERTOLAK BELAKANG dengan Alkitab. Jadi sia-sia aja kamu bahas tentang Yesus.
    GBU

    1. @setia budi,…
      Alkitab telah di ubah oleh manusia dan ini buktinya :
      1. Manusia di panggil tuhan terbukti dia bisa di aniaya dan di salib dan ini merupakan penjelasan dari Allah tuhan pencipta secara akal-fikiran karena yang di salib bukanlah tuhan karena dia tidak maha kuasa dalam menjalani takdirnya.
      2. Allah yang maha kuasa telah menurunkan Rasulnya dan telah menjelaskan dengan jelas.

      1. PENJELASAN TENTANG PEMALSUAN ALKITAB :

        Kita sama sekali tidak bersensasi disini. Kita amat serius, karena Alkitab memang telah memperingati anak-anak Allah agar mereka jangan sampai tertipu oleh macam-macam kepalsuan yang mengatasnamakan Allah dan kebenaranNya! Kita akan kutip sejumlah peringatan demikian dari Alkitab tentang ajaran-ajaran dan guru-guru palsu, bahkan mesias-mesias palsu.

        * Kisah 20:30
        LAI TB, Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
        KJV, Also of your own selves shall men arise, speaking perverse things, to draw away disciples after them.
        TR, και εξ υμων αυτων αναστησονται ανδρες λαλουντες διεστραμμενα του αποσπαν τους μαθητας οπισω αυτων
        Translit, kai ex humôn autôn anastêsontai andres lalountes diestrammena tou apospan tous mathêtas opisô autôn

        * 2 Petrus 2:1
        LAI TB, Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
        KJV, But there were false prophets also among the people, even as there shall be false teachers among you, who privily shall bring in damnable heresies, even denying the Lord that bought them, and bring upon themselves swift destruction.
        TR, εγενοντο δε και ψευδοπροφηται εν τω λαω ως και εν υμιν εσονται ψευδοδιδασκαλοι οιτινες παρεισαξουσιν αιρεσεις απωλειας και τον αγορασαντα αυτους δεσποτην αρνουμενοι επαγοντες εαυτοις ταχινην απωλειαν
        Translit, egenonto de kai pseudoprophêtai en tô laô hôs kai en humin esontai pseudodidaskaloi hoitines pareisaxousin aireseis apôleias kai ton agorasanta autous despotên arnoumenoi epagontes eautois takhinên apôleian

        * Matius 24:24-25
        LAI TB, Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
        KJV, For there shall arise false Christs, and false prophets, and shall shew great signs and wonders; insomuch that, if it were possible, they shall deceive the very elect. Behold, I have told you before.
        TR, εγερθησονται γαρ ψευδοχριστοι και ψευδοπροφηται και δωσουσιν σημεια μεγαλα και τερατα ωστε πλανησαι ει δυνατον και τους εκλεκτους ιδου προειρηκα υμιν
        Translit, egerthêsontai gar pseudokhristoi kai pseudoprophêtai kai dôsousin sêmeia megala kai terata hôste planêsai ei dunaton kai tous eklektous idou proeirêka humin

        Atas sajian ayat-ayat diatas, teman Muslim mungkin akan membantah, “Itu kan lain. Itu bukan berkenaan dengan pemalsuan Taurat dan Injil, melainkan memperingatkan adanya nabi dan guru-guru palsu dengan ajaran-ajarannya yang palsu”. Nah, persis seperti apa yang dibantahnya, disinilah kita membalikkan isu tuduhan mereka dengan cara yang sama, dengan pernyataan kunci Anda kepada mereka :

        “Justru sesungguhnya Muhammad mengecam orang-orang Yahudi yang mengajarkan dan menyampaikan firman yang palsu. Persoalannya bukanlah Kitab-Allah dari orang Yahudi, melainkan orang-orang Yahudinya yang khusus dikecam oleh Muhammad! Mari kita periksa bersama. Kita kumpulkan semua ayat Qur’an yang mempersoalkan ulah orang Yahudi terhadap keontentikan Alkitab. Total ada 11 ayat”.

        Persilahkan teman Muslim untuk menyimaknya sendiri apa bentuk kecaman Muhammad yang semuanya terekam dalam 11 ayat Qur’an, dan tidak lebih :

        * Qs 2:41
        Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa

        * Qs 2:42
        Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

        * Qs 2:75
        Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahalsegolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

        * Qs 2:79
        Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

        * Qs 2:146
        Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

        * Qs 3:71
        Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui.

        * Qs 3:78
        Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.

        * Qs 4:46
        Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): “Raa`ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

        * Qs 5:13
        (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

        * Qs 5:14
        Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

        * Qs 5:15
        Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

        Jadi, apa persisnya substansi Alkitab yang dipersoalkan oleh Muhammad disitu, Muhammad disitu? Muhammad tidak pernah mempermasalahkan Kitab yang beredar, malainkan orang-orang yang melancungkan firman-Nya dalam tutur katanya, dalam ajarannya, dan dalam otaknya karena kelupaan. Tidak ada ancaman Alkitab palsu yang dikawatirkan atau diharamkan oleh Muhammd. Ia tidak berkata :”percayalah kepada Alkitab/ Injil yang asli, dan awas terhadap kitab yang palsu!”Tidak ada Kitab yang sengaja dihilangkan atau musnah, apalagi musnah semua dan digantikan dengan ajaran palsu.

        Dimanapun Muhammad dalam pewahyuan, hanya mengenal Alkitab-Asli, tidak pernah mengenal, menjumpai, atau mengantisipasi Alkitab Palsu seperti yang “diinginkan” oleh sekalangan panafsir Islam. Tidak ada firman Allah yang dinyatakan hilang lenyap, kecuali sebagian isinya dilupakan, disembunyikanm dirobah-robah dan dicampur-adukkan, lidah bacaan yang diputar-putar, dipindahkan kalimat-kalimat dari tempatnya, diubah firmanNya, ditukar ayatNya, berkata dusta terhadap Allah…

        Jadi, Muhammad — sama halnya dengan Yesus Kristus – memberi peringatan bertubi-tubi akan penyelewengan pemberitaan/ ajaran Alkitab (bukan palsunya semua Kitab yang beredar).

        Bedanya ialah Muhammad lebih mengecam dan mengutuk pelaku-pelaku yahudi yang memalsu ketimbang memperingati umat, sedangkan Yesus Kristus dan rasul-rasulNya lebih memperingatkan umat ketimbang mengecam pelaku pemalsuan yang otomatis sudah terkutuk ! :

        * Wahyu 22:18-19
        22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
        22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”

        Sebaliknya, Muslim segera dapat melihat bahwa Muhammad amat membela semua Kitab Allah, serta mengajukan sedikitnya 6 alasan mutlak mengapa Alkitab itu mistahil terpalsu, hilang atau digantikan oleh ulah manusia yang terbatas :

        1. Dikatakan bahwa kalimat-kalimat Allah (Firman Allah) tidak dapat ditukarkan oleh manusia manapun; dan tidak ada perubahan atasnya sejak kapanpun :

        * Qs 6:34
        Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

        Semua Kitab-kitab Allah tu dalam induk Alkitab disisi Allah, baka dan kekal :

        * Qs 43:4
        Dan sesungguhnya Al Qur’an itu dalam induk Al Kitab (Lohmahfuz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

        * Qs 85:22
        yang (tersimpan) dalam Lohmahfuz.

        Dapatkah kebenaran Induk Alkitab yang terjaga disisi Allah itu dicuri, dihilangkan dan dipalsukan oleh manusia bejat? Ini yang menjadikan para sesepuh awal Islam seperti Buchari dan Al-Razi setuju bahwa Alkitab tak dapat dirubah leh karena itu adalah Firman Allah.

        2. Dimanapun, Muhammad selalu mengingatkan bahwa tidak ada perlakukan Allahyang membedakan Kitab-kitabNya. Tidak ada yang satu terjaga, dan yang lainnya terlantar. Tidak ada yang didiskriminasikan, kalaupun ada pendapat tentang hal ini, ini hanyalah pandangan dari penafsir yang ngotot memilih menutup hati sendiri terhadap Firman Allah yang jelas berkata kepada mereka, sbb

        * Qs 2:136
        Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya

        * Qs 3:84
        Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”

        3. terdapat peneguhan yang amat pasti bahwa Taurat dan Injil itu dibenarkan olehAllah, dan harus diimani!

        * Qs 2:41, 89, 91,101, 136
        [41] Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa
        [89] Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
        [91] Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Qur’an yang diturunkan Allah”, mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka kafir kepada Al Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur’an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?”
        [101] Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah).
        [136] Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

        * Qs 3:3
        Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.

        * Qs 4:136
        Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

        * Qs 5:43,44,46,47,48,68
        [43] Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman.
        [44] Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
        [46] Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
        [47] Dan h endaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.
        [48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,
        [68] Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

        * Qs 6:92
        Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Umulkura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur’an), dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.

        * Qs 10:73, 94
        [73] Lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
        [94] Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

        * Qs 29:46
        Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

        * Qs 32:23
        Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima (Al Qur’an itu) dan Kami jadikan Al Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israel.

        * Qs 35:31
        Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur’an) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

        * Qs 46:30
        Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

        * Qs 43:4
        Dan sesungguhnya Al Qur’an itu dalam induk Al Kitab (Lohmahfuz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

        Qur’an justru membenarkan Taurat dan Injil bukan satu kali, tetapi berpuluh-puluh kali, jauh melebihi 11 ayat yang ditafsirkan secara paksa seolah Alkitab yang kami miliki adalah palsu. Maka setiap orang akan bertanya :

        “Untuk apa dan siapakah maka Taurat dan Injil itu dibenarkan sampai berpuluh kali?” Sebab seruan semacam itu tidak berguna bagi orang-orang Yahudi maupun Kristiani yang toh sudah mengimani, tahu dan bangga akan kebenaran Kitab-kitab mereka. Jadi, logis kalau itu ditujukan kepada orang lain, termasuk pengikut-pengikut Muhammad atau orang-orang Quraisy agar merekapun perlu membaca dan percaya akan Alkitab!.

    2. @setia budi,…..
      kamu komen kok ndak masuk akal seperti orang mabok yang kebanyakan minum tuak,….apa iya minyak babi bisa bikin lari terbirit-birit seperti kata mu itu,…yang ada kami itu jijik dan mau muntah seperti halnya melihat kotoran manusia,…tapi kalian kok lahab banget yaa,….

  48. @enh,
    Jangan kamu balikkan, umat Kristen tidak menyembah manusia menjadi Tuhan, tetapi umat Kristen menyembah Tuhan yang menjadi manusia.
    Dari mana umat Kristen tahu Tuhan menjadi manusia?? Sumbernya dari Firman Tuhan sendiri yang disampaikanNya kepada nabi-nabi Israel.
    Kalau kamu tidak tahu Yesus adalah Tuhan karena kamu memakai sumber Al-Quran susunan Utsman Cs. jadi wajar kamu tidak tahu apa-apa tentang Yesus adalah Tuhan.
    Baca Hadist dan Sirat Rasul maka kamu tahu Alloh Arab yang kamu sembah dan Muhammad adalah Dewa Hubal sembahan kakek Muhammad yaitu Abdul Mutolib sang juru kunci Kabbah (Istana Dewa Hubal).
    Pendeta dan Gereja tidak sempat mengajarkan Sejarah Islam karena Islam tidak ada disinggung di dalam Alkitab. Berbeda dengan ceramah di Masjid yang sering kamu dengar mengkafir-kafirkan orang Kristen dan Yahudi, hal itu sudah menjadi “music dangdut” ditelinga kamu dan umat Islam.
    GBU

    1. @setia budi,…
      Kalau tuhan berubah jadi manusia akan tetapi kan tetap Maha kuasa,…..tapi kok bisa di salib yaa,…berarti otak kita ndak usah di pakek di simpan aja di lemari,….nanti kalau di tanya di akhirat dan ternyata Yesus bukan tuhan,…jawabnya apa,….? di kemanakan otak luu,…jawabnya di simpan di lemari apa di lutut,…yaaa,…?

      1. Kamu sendiri yang menjawab pertanyaan itu… kamu tidak akan memhami kenapa perjanjian lama dan perjanjian baru itu terbagi dua… karna kamu tidak akan paham jika di jelaskan…

        NABI YANG PALING BENAR DAN SEMPURNA ADALAH YANG CIRI2- NYA SBB :
        ( Yang bisa menyelamatkan manusia masuk Surga )

        1. DIAKUI oleh nabi2 sebelum dan sesudahnya (tertulis didalam kitab2 suci)

        2. Kedatangan, kelahiran, KEMATIAN,dan KEBANGKITANNYA SUDAH DINUBUATKAN terlebih dahulu oleh nabi2 sebelumnya, jauh2 hari sebelumnya, dalam kitab suci SEBELUMNYA, dengan sangat SPESIFIK sehingga tidak mungkin di salah tafsirkan. Kecuali oleh orang2 jahat yang nekad dengan tidak tahu malu merampok nubuat-2 itu untuk nabinya yang patut dikasihani karena tidak punya nubuat kedatangan, sehingga perlu ditolong oleh umatnya.

        3. Berita kelahiranNya disampaikan oleh malaikat dari sorga (Mat.1: 18-25) dan namanya diberikan oleh TUHAN

        4. Saat kelahiranNya ADA TANDA BINTANG dilangit, sedemikian rupa sehingga dapat membimbing 3 ahli bintang dari Persia datang menyembah bayi (nabi tsb) (ada tertulis di Mat.2:1-12)

        5. Nabi tsb dapat dikatakan BERASAL DARI SORGA, dinyatakan oleh kelahirannya yang TIDAK SAMA seperti nabi/manusia lain yang pada umumnya lahir akibat pembuahan oleh air mani seorang laki2 (manusia), melainkan nabi tsb lahir akibat pembuahan oleh BENIH ROH ALLAH (ELOHIM ) yg dimasukkan kedalam tubuh (rahim) ibunya (QS 21: 91) yang PERAWAN supaya menjadi TANDA (Kekuasaan TUHAN ) yang Besar dan RAKHMAT TUHAN bagi semesta alam. Memang, tidak mungkin manusia menjelma menjadi TUHAN ELOHIM , tetapi TUHAN ELOHIM sanggup mewujudkan diri Nya dalam rupa manusia.( Ingat, orang Hindu percaya bahwa Kresna adalah penjelmaan Dewa Wisnu ). Bacalah juga QS 19:17-21 ; QS 21:91 ; Qs 43:61 ; Qs 31:34 ; Yoh.1: 1- 14 dan Fil 2 : 5-10

        6. SEMUA NABI LAIN BERASAL DARI DEBU, TELAH KEMBALI MENJADI DEBU, (KEJ.3:19). TETAPI NABI SEMPURNA INI BERASAL DARI SORGA, DAN TELAH KEMBALI KE SORGA . TIDAK ADA KUBURAN NABI INI, YANG ADA HANYALAH BEKAS KUBURANNYA, YANG KOSONG.

        7. Memiliki kemampuan melakukan mujizat2, bahkan sejak masih kecil, sebagai BUKTI KEBENARAN KEILLAHIANNYA (QS 2: 87, QS 3:49, dan QS 19: 21), antara lain :
        a. Merubah air menjadi anggur dalam suatu pesta pernikahan di Kana (Yoh. 2 : 1-11)
        b. Memberi makan 5000 orang laki2 ( tidak termasuk wanita dan anak2) hanya dgn 5 ketul roti dan 2 ekor ikan (Mar. 6 : 30-43)
        c. Dapat berjalan diatas air. (Mat 14 : 22-33)
        d. Membangkitkan orang mati (Lazarus) yang sudah 4 hari meninggal. (Yoh 11:43.-44)
        e. Menyembuhkan orang2 yang sakit dan orang2 yang kerasukan setan
        f. Bahkan Dia sanggup mengalahkan maut, dengan BANGKIT dari KEMATIANNYA

        8. Nabi itu betul2 suci, tidak ada pikiran cabul, padahal semua manusia / nabi sudah berdosa, tidak ada yg suci (QS 19: 19) . Hanya TUHAN ELOHIM yang suci, tapi nabi ini juga suci, berarti ……….. ( Pikir dan renungkanlah : Siapa Dia sesungguhnya ? )

        9. Nabi itu sudah ditentukan Allah menjadi ‘TANDA’ bagi manusia dan sebagai ‘RAHMAT’ dari TUHAN bagi manusia dan hal ini adalah suatu perkara yg SUDAH DIPUTUSKAN (sebagaimana ditulis didlm QS 19: 21) Tidak ada nabi lain yang seperti ini, jadi taatlah kepadaNya (QS 43: 63 dan QS 3: 50)

        10. Nabi ini sungguh benar2 mengetahui tentang hari kiamat (QS 43: 61), padahal didalam QS 7: 187 dan QS 31: 34, dikatakan bahwa: ‘tidak seorangpun yg mengetahui tentang hari kiamat, kecuali pada sisi TUHAN ALLAH ( ELOHIM) . Jadi kesimpulannya: Siapakah sebenarnya nabi itu ?…. …( Pikir dan Renungkanlah) !

        11. Tidak ada seorang nabi pun yg sanggup membunuh si Dajjal, tetapi nabi tsb sanggup membunuh Dajjal kelak, hanya dengan hembusan nafasNya (tertulis didlm Hadits ibnu Majah dan juga di Alkitab 2Tes 2:8)

        12. Nabi tsb rela menyerahkan nyawaNya untuk menebus dosa seisi dunia, tapi juga SANGGUP mengambil kembali nyawanya dlm 3 hari, sebagaimana Ia menubuatkan sebelumnya (Yoh10:17–18). Setelah kebangkitanNya, selama 40 hari ia menemui pengikut2Nya, MEMBUKTIKAN kepada mereka bahwa Ia benar2 hidup (Kis 1 : 3)

        13. Darah Nya sangat bernilai, sehingga mampu menebus dosa seisi dunia, sebab Ia benar2 suci kudus, sebab memiliki benih Illahi (ROHULKUDUS), dan memiliki ROH TUHAN ALLAH ( ELOHIM ) secara penuh didalam dirinya. (QS 4: 171 dan I Pet.1: 18-20 )

        14. Nabi tsb SANGGUP naik ke sorga sendiri (tanpa dibantu malaikat), dan DISAKSIKAN oleh para pengikutnya. Jadi BANYAK SAKSI mata pada saat itu, bukan bual / dusta seperti seorang nabi palsu, yg datang 600 th kemudian. ( Kis 1: 9 dan QS 3: 55)

        15. Murid2 nabi ini, bahkan beberapa hamba2 pilihanNya pun pada masa ini sanggup membangkitkan orang mati, hanya dengan menggunakan nama Nya, se ijin Nya ( Kis 9: 36-42). Padahal semua orang tahu, bahwa yang berkuasa menentukan mati hidupnya manusia, hanya TUHAN ALLAH ( ELOHIM) .

        16. Kelak dihari kiamat nabi tsb akan menjadi Hakim bagi semua manusia (Hadits Bukhari 34: 425 ; atau HSB 1090 ; Kis 10: 42-43)
        “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya ‘Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang adil…” (Hadits Shahih Muslim 127).

        17. Nabi inilah yg memegang ‘Kitab Kehidupan’ yg mencatat nama2 orang yang akan masuk sorga yaitu mereka yang percaya dan menyerahkan hidup kepadaNya, serta taat kepada Nya ( Wah 3: 5 , Wah 20:15 dan Wah 21:27)

        18. Pada akhir zaman, nabi ini akan datang kembali (tertulis dalam Hadits Muslim 6931) untuk menjemput orang2 yg percaya kepada Nya; yang sudah mati didalam iman kepada Nya akan dibangkitkan terlebih dahulu (orang2 mati yang lain belum) ; Sesudah itu orang2 yang masih hidup yang beriman kepada Nya akan diubah menjadi manusia abadi (dengan tubuh yang baru, tubuh kemuliaan) lalu akan diangkat naik ke sorga. Inilah yg disebut ‘pengangkatan orang2 percaya’.

        19. Nabi ini tidak perlu didoakan /dishalawatkan oleh umatNya supaya selamat ( tidak spt seorang nabi lain), sebab Ia justru penyelamat umatNya, bahkan Juruselamat manusia.

        20. Nabi ini terkemuka di dunia dan di akhirat (tidak ada nabi lain yang seperti ini) sebagaimana tertulis di dalam QS 3: 45

        21. Nabi ini pernah dinubuatkan (di Yoh 15: 25): “Orang dunia” akan membenciNya tanpa alasan, juga akan membenci pengikut2Nya, dan di Yoh 16:2 tertulis: “bahkan akan datang saatnya, bahwa setiap orang yang membunuh pengikutNya, akan menyangka bahwa ia berbuat berbuat bakti kepada TUHAN ”. Nubuat ini telah tergenapi.

        22. Dalam kitab wahyu 1:8, nabi ini berkata: “Aku adalah Alfa dan Omega,….Yang Maha kuasa” dan di ayat 17-18: “AKU ADALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR, DAN YANG HIDUP. Aku telah mati, namun LIHATLAH AKU HIDUP, sampai se-lama2nya….” Bandingkan dengan QS 57:1-3 “ ALLAH, DIALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR, YANG ZHAHIR (YANG NYATA) DAN YANG BATHIN ( Yang tidak dapat digambarkan hikmat zat Nya oleh akal) dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu “ DAHSYAT SEKALI NABI INI

        23. Dia tidak pernah minta2 untuk disembah, ketika masih bayi saja, 3 orang ahli bintang dari Persia jauh2 datang utk menyembah Dia, semua manusia akan menyembah Dia ( Za.14:16 & Fil.2: 10-11), bahkan semua malaikat Allah harus menyembah Dia ( Ibr.1: 6 ).
        ALLAH yang BENAR, tidak pernah menyuruh malaikat menyembah manusia, Adam sekalipun, kecuali menyembah nabi sempurna itu. ( Kecuali allah palsu didalam kitab suci palsunya )

        24. Nabi ini adalah Firman ALLAH dan ROH NYA : “ Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu “ ( Hadist Anas bin Malik hal 72 )

        KEISTIMEWAAN ISA YANG TERSEMBUNYI DLM QURAN , SIAPAKAH DIA SESUNGGUHNYA ?

        1. ISA ADALAH SATU2-NYA NABI YANG DIPERKUAT OLEH ROHUL QUDUS, DAN DIBERIKAN BUKTI2 KEBENARAN ( MUKJIZAT) ? ( baca di QS 2: 87,253 dan QS 5:110 ). Tetapi kepada muhamad TIDAK !

        2. ISA SATU-2NYA NABI / MANUSIA YANG MENGETAHUI tentang Hari Kiamat ( QS 43: 61 )
        PADAHAL menurut : QS 7: 187 dan 31: 34 dan dlm QS. 67 : 26 “ Sesungguhnya ilmu ( ttg hari kiamat itu) HANYA PADA SISI ALLAH, dan sesungguhnya aku ( Muh. ) hanyalah seorang pemberi peringatan”.

        3. ISA, SATU-2NYA NABI YANG MENGETAHUI HAL2 YANG GAIB, dan apa yang kamu makan dan simpan dirumahmu ( QS 3: 49 ) dan juga satu2-nya Nabi yang bisa menghidupkan benda atau orang mati setiap saat Dia menghendakinya. ( QS 5 : 110 ). Jadi siapakah Isa sebenarnya ? Mana lebih tinggi dengan Muhammad atau nabi lain ?
        Janganlah menipu diri sendiri. Sadarlah dan jujurlah dan Renungkanlah !

        4. ISA, SATU2NYA NABI YANG LAHIRNYA OLEH BENIH ILAHI (= Rohulqudus , BUKAN Malaikat ! ) yang ditiupkan ke dalam rahim Maryam, sehingga Ia dapat disebut Anak Rohulqudus = Anak Allah ( QS 66: 12 )

        5. ISA, SATU2-NYA NABI YANG DI “ISI” DENGAN ROH ALLAH, dengan cara ditiupkan kedalam tubuh Maryam, supaya menjadi Tanda ( Kekuasaan Allah ) yang BESAR bagi Semesta Alam (QS 21:91 ) Tidak ada nabi2 lain yang seperti itu.

        6. ISA , JUGA SATU2NYA NABI yang TELAH DITETAPKAN ( diputuskan ) oleh Allah menjadi TANDA bagi manusia dan RAHMAT dari Allah ( Qs. 19: 19- 21) Tidak ada nabi lain yang seperti itu.

        7. QS 95: 8 ” Allah dapat menjadikan makhluk hidup ”, bandingkan dgn QS 3: 49 ” ISA JUGA DAPAT MEMBUAT BURUNG ( HIDUP ) DARI TANAH LIAT ”

        8. QS 5:110 Yesus SANGGUP MEMBANGKITKAN orang mati dan JUGA SANGGUP BANGKIT SENDIRI DARI KEMATIANNYA DAN NAIK KE SURGA DGN KEKUATAN NYA SENDIRI ,MANA ADAORANG SEPERI DIA ?

        9. SEMUA AHLI KITAB AKAN BERIMAN KEPADA ISA MENJELANG KEMATIANNYA DAN DI HARI KIAMAT NANTI ISA AKAN MENJADI SAKSI TERHADAP MEREKA. ( QS 4: 159) . Bukan sbg nabi, sebab kan kamu sudah percaya pada saat ini ! Kenapa harus menunggu hari kematian ?

        10. Hadits Sahih Muslim, rujukan 127 dan Hadits Bukhari 34 : 425 dan Kis 10: 42-43
        “ Kelak di hari Kiamat ISA ( YESUS ) AKAN MENJADI HAKIM BAGI SEMUA MANUSIA”

        11. QS.4:171…”SESUNGGUHNYA ALMASIH , ISA PUTRA MARYAM ITU, ADALAH UTUSAN ALLAH dan KALIMAT-NYA ( FIRMANNYA ), yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ROH dari pada-NYA……” Sengaja kami tidak salin : kata2 SISIPAN dalam kurung dan catatan-2 kaki, karena “penjelasan” itu BUKAN menjelaskan, sebaliknya malahan meng-UBAH arti dan MENYESATKAN ARTI sebenarnya; MEMUTARBALIKKAN ARTI sebenarnya. Bandingkan dengan Alkitab ( Jangan lupa bahwa Quran mengakui dan memerintahkan untuk menegakkan ajaran Alkitab, sebaliknya TIDAK ).
        BACA HADIS ANAS BIN MALIK HAL 72 : ”ISA ITU SESUNGGUHNYA ROH ALLAH DAN FIRMANNYA ” = Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu ”

        12. Ya ISA SATU2 NYA NABI YANG BERGELAR : ALMASIH, artinya : Yang Diurapi Menjadi Raja diatas segala Raja, Penguasa Alam Semesta, Juruselamat Manusia

        13. QS 3 :45 ( TANPA kata2 dalam kurung yang “disisipi ” sehingga MENYESATKAN / MENGUBAH arti )
        “ Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan ”KALIMAT” dari pada Nya, nama-Nya Al Masih Isa putera Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat…… Tidak ada nabi lain yang dikatakan begitu, Muhammad pun tidak
        Jadi ISA ADALAH KALIMAT ALLAH = FIRMAN ALLAH , dan juga menurut Al Kitab di Yoh 1: 1 FIRMAN ALLAH = ALLAH
        Jadi , tariklah kesimpulan, siapakah Yesus sesungguhnya ? Jujurlah terhadap hati nurani anda

        14. PERINTAH DALAM kitab anda supaya TAAT KEPADA YESUS : Qs 3: 50 dan Qs 43: 63

        15. Isa berkuasa mengubah hukum, menghalalkan sebagian apa yang diharamkan ( QS 3: 50 )

        16. Hanya Isa, satu2 nya nabi yang diangkat kepada Allah setelah ajal Nya ( QS.3: 55 dan 4: 158 ) nabi2 lain tidak ada, Muhammad pun tidak.

        17. Firaun pun dalam (QS 10: 90 ) mengakui, bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang dipercayai bani Israel. Jadi, bukan awloh, melainkan TUHAN , Allah Israel. Dalam kitab para nabi, pada awalnya, di : Kej. 33: 20…” TUHAN YAHWEH adalah ELOHIM Israel”….dan juga di : Kel. 5: 1 ; 24 :10 ; 32: 27 ; 34: 23 ; Yos 7:13, 19, 20 “ TUHAN YAHWEH , ELOHIM Israel “ yg diterjemahkan menjadi TUHAN , ALLAH ISREL Kemudian setelah Tuhan turun kedunia, Dia ( Allah Israel) memperkenalkan diri dalam nama Tuhan Yesus Kristus ( Kis 10: 36 ; 15:11 ;16: 31; 28: 31 ; Rom 1: 4; 5: 21 ; I Kor 1: 8 ; I Kor 8: 6 ; I Kor 15: 7 ; Fil 2:11 ; Fil 3: 20; I Pet 1: 3 ; Yud 1: 4, 21; I Tes 5: 9, 23 .

        18. Pada akhir zaman, ISA AKAN DATANG KEMBALI (Hadits Muslim 6931 ) untuk menjemput orang2 ( yang masih hidup) yang percaya kepadaNya, dan yang sudah mati dalam iman kepadaNya akan dibangkitkan terlebih dahulu ( yang tidak beriman kepadaNya belum dibangkitkan )
        Mereka semua akan diubahkan menjadi Manusia Abadi dengan tubuh Kemuliaan dan diangkat naik kesurga. Di Alkitab : I Kor 15: 50-58 dan I Tes 4 : 13-18.
        Tapi hati2, iblis tidak mau anda tahu hal ini, sehingga ia MEMUTARBALIKKAN nubuat ini, dengan mengatakan DUSTA, bahwa: Isa akan me-nangkap2-i orang yang memanggil Nya Tuhan dan menghancurkan Salib dan membunuh babi2. Ini tidak mungkin; sangat tidak masuk akal waras kebenaran, sebab SALIB adalah LAMBANG dan BUKTI KASIH ALLAH kepada umat manusia.
        Yesus mati di salib, untuk MENEBUS DOSA manusia ( yang percaya kepadaNya ) Inilah yang iblis tidak mau diketahui dan dimengerti manusia, sehingga ia selalu memutar balik kannya, supaya manusia tidak selamat. Bacalah kitab Kol.1 :15- 20 dan Kol 2:6- 15 dan Fil 2: 5- 11

        TETAPI MUSLIM HARUS MENGERTI JUGA , YESUS YANG SEBENARNYA ( Menurut Alkitab)
        Muslim harus percaya apa kata Alkitab, sesuai dgn perintah QS 5: 46 & 68 ; 32:23 dan 10: 94 dan TIDAK ADA ayat Quran yang mengatakan ayat Alkitab sudah dipalsukan !

        1. Nabi Yesaya telah menubuatkan ratusan tahun sebelum kedatangan Yesus dalam kitabnya di Yes 9: 6-7 “ Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita, dan namanya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, ELOHIM YANG PERKASA, BAPA YANG KEKAL, RAJA DAMAI, Besar Kekuasaannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan diatas tahta Daud dan didalam Kerajaannya.

        2. Menurut Kol 1 : 15 ” Ia adalah GAMBAR ELOHIM yang tidak kelihatan…..”
        ayat 16:…” karena DIDALAM DIALAH TELAH DICIPTAKAN segala sesuatu, yang ada disorga dan yang ada dibumi………..SEGALA SESUATU DICIPTAKAN oleh DIA ( YESUS ) dan untuk DIA
        Ayat 17 : “IA ADA TERLEBIH DAHULU dari segala sesuatu dan SEGALA SESUATU ADA DIDALAM DIA ”
        Ayat 19 : Karena SELURUH KEPENUHAN KUASA TUHAN YAHWEH berkenan
        ” diam” DIDALAM DIA

        3. Kol 2: 9 ” Sebab DALAM DIALAH BERDIAM SECARA JASMANIAH SELURUH KEPENUHAN KE-ILLAHIAN SECARA LAHIRIAH ,…

        4. Fil 2 : 5-10…….. KRISTUS YESUS, yang walaupun DALAM RUPA ELOHIM, tidak menganggap KESETARAAN dengan ELOHIM itu, sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri Nya sendiri, dan mengambil RUPA seorang Hamba dan menjadi sama dengan manusia

        5. Ibr 1: 2 (end) – 3 …….“ Oleh Dia (Yesus), ELOHIM telah menjadikan alam semesta.
        Ia ( YESUS ) adalah CAHAYA KEMULIAAN ELOHIM dan GAMBAR WUJUD ELOHIM dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh Kekuasaan…..”

        6. Gal 3:13 “ KRISTUS TELAH MENEBUS kita ( umatNya ) dari kutuk hukum Taurat dengan jalan MENJADI KUTUK KARENA KITA ( umatNya), sebab ada tertulis :” Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib “

        7. Ef.1 : 7 Sebab DIDALAM DIA ( YESUS ) dan oleh DARAHNYA kita beroleh PENEBUSAN, yaitu PENGAMPUNAN DOSA, menurut Kekayaan Kasih KaruniaNya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian

        8. Yoh 1: 1-14 ” Pada mulanya adalah FIRMAN ; FIRMAN itu ada ber- sama2 dengan ELOHIM dan FIRMAN itu adalah ELOHIM

        ayat 10 : ” Ia telah ada didalam dunia dan dunia DIJADIKAN OLEH NYA, tetapi dunia tidak mengenal NYA

        Ayat 12 : Tetapi semua orang yang menerimaNya , diberiNya KUASA supaya menjadi anak2 ALLAH ( ELOHIM ). Ayat 14 : FIRMAN itu telah menjadi manusia dan ” diam” diantara kita……..”

        Ayat 18 : “Tidak seorangpun yang pernah melihat ELOHIM, tetapi Anak Tunggal ELOHIM, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang me- NYATA–kan Nya ( membuat jadi nyata )

        9. I Yoh 5: 7 “ Sebab ada tiga yang memberi kesaksian ( disorga ) : Bapa , Firman dan Roh Kudus ; dan ketigaNya adalah SATU ( bukan tiga )”
        [Sama seperti : tubuh , jiwa dan roh mu , semuanya ada tiga, tetapi manusianya, kamu adalah SATU. Ya atau tidak ? ]

        HANYA ORANG2 YANG MENDAPAT KARUNIA HIKMAT DARI TUHAN SAJA YANG MAMPU MENGERTI HAL INI. ORANG2 YANG TELAH DIBUTAKAN IBLIS TIDAK AKAN MAMPU MENGERTI

        10. I Tim3:16…. AGUNGlah rahasia ibadah kita : “ DIA, ALLAH YANG TELAH MENYATAKAN DIRI NYA DALAM RUPA MANUSIA,………”

        11. Yoh 14: 6 Yesus berkata :” Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
        Ayat 9-11 : …..Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa……
        ….tetapi Bapa yang “diam” didalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan Nya…..
        …. bahwa Aku didalam Bapa dan Bapa didalam Aku”. Yesus mengulangi kata2 ini di Yoh 10:38
        12. Yohanes menulis dalam I Yoh 5: 20 ………..“Yesus Kristus, Dia adalah Elohim yang benar dan HIDUP yang kekal “

        SIAPAKAH TUHAN YANG SEJATI DAN BENAR ? Yang harus kamu sadari !
        Menurut Quran QS 10: 90 : ” …..tidak ada TUHAN melainkan TUHAN yang dipercayai oleh Bani Israil, …….
        Menurut Alkitab : “Dialah TUHAN, ALLAH ISRAEL ” atau dalam bahasa aslinya : Dialah YAHWEH, Elohim Israel
        Ayat2 nya : Kel 5:1 ; Kel 32: 27 ; Yos 7: 13, 19-20 ; Yos 14:14 ; I Sam 14: 41 ; Hak 4:6 & 5:5
        Jadi, sebenarnya Islam harus mengakui YAHWEH , Elohim Israel , satu2 nya yang harus disembah , BUKAN Allah yang SEBENARNYA adalah nama dewa pagan/ berhala orang Arab, yang di adopsi oleh muhamad, dengan maksud mengambil hati orang2 kafir yang menyembah Allah, supaya mau masuk agama islam. Tapi , lalu keterusan sampai sekarang.

    2. @setia budi,…
      anda katakan tuhan menjadi manusia,….apa buktinya,…mana Firmanya,…yang ada firman tersebut multi-tafsir atau mempunyai arti bias atau tidak jelas,….adakah firmanya yang jelas seperti ini : Yesus berfirman “Akulah tuhan semesta alam maka sembahlah Aku”

      1. itu pertanyaan basi dan lama bro…

        saya beri tahu anda dan anda pahami serta renungkan tulisan saya… mengapa Isah Almasih di sebut Tuhan…

        1. Siapakah Yang Awal danTerakhir…?

        QS 57:3… Mengacu pada Tuhan sebagai Awal dan Terakhir yang juga merupakan bagian dari 99 gelar Tuhan…

        Yesaya 44:6 (PL)… Beginilah Firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam. Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian tidak ada Allah selain daripada-KU…

        anda setuju bahwa Allah adalah Awal dan Akhir, tetapi itu juga merupakan salah satu gelar Tuhan, Apakah seorang Nabi biasa bisa memanggil dirinya yang Awal dan yang terakhir….??

        Itulah yang Yesus lakukan dalam:

        Wahyu 1:17-18:Jangan Takut, Aku adalah yang Awal dan yang Akhir, dan yang hidup. Aku telah mati, Namun hidup sampai selama lamanya dan aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

        Pertanyaan: Coba jelaskan apa arti dari kata2 Yesus ketika Dia menggunakan gelar yang hanya bisa di gunakan Tuhan dan memakainya utk Dirinya sendiri…

        2. Siapa yang dapat Mengampuni Dosa…?

        Manusia berbuat dosa pada satu dan yang lainnya, tetapi ada satu dosa di mana semua orang berdosa, yaitu pemberontakan. melawan Tuhan, demikian pula anda dan saya dpt saling memaafkan utk kesalahan yang kita buat… Tetapi hanya Tuhan yg dpt menawarkan Pengampunan yg sebenarnya…

        Mazmur 51:4… Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat.

        QS 3:135… Dan siapa yang mengampuni dosa selain Allah…

        Pertanyaan: Apakah Nabi biasa bisa mengklaim bahwa dia bisa mengampuni dosa…??

        Markus 2:5-12…
        Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
        Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
        “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
        Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
        Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
        Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu —:
        “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
        Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

        3. Siapakah Hakim Terakhir…?

        PL (Bab 3 Nabi Yoel)… Tuhan menyatakan bahwa Ia akan mengumpulkan bangsa dan Ia akan duduk menghakimi bangsa2 tersebut.

        Mazmur 9:7-9… Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama2nya tahtaNya didirikan untuk menjalankan penghakiman, Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan…

        QS 22:56-57… Bahwa Allah akan menghakimi dunia dan memberi hadiah pada orang percaya dan menghukum yang tidak percaya. kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan diantara mereka, maka orang 2 beriman dan beramal soleh adalah di dalam sorga yang penuh kenikmatan dan orang2 yang kafir dan mendustakan ayat ayat kami maka bagi mereka azab yang menghinakan.

        Pertanyaan: Apakah seorang Nabi biasa, bisa mengklaim jadi hakim bagi semua orang…???

        Tentu saja tidak Tapi itu di Klaim oleh Yesus:

        Matius 25:31-32… Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama sama dengan Dia, Maka Ia akan bersemayam di atas tahta kemuliaanNya, lalu semua bangsa akan di kumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang. Sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.

        Hadist Shahih Muslim 127 dan Hadist Shahih Bukhari 1090 dan Hadis Ibnu Majah.

        4. Siapakah Kebenaran itu…???

        Mazmur 31:5… Daud merujuk Tuhan sebagai Kebenaran
        QS 22:6… Allah adalah Kebenaran (kebenaran/Al haq seperti awal dan akhir adalah salah satu dari 99 nama Allah)

        Pertanyaan… Apakah seorang Nabi boleh memanggil dirinya Kebenaran

        Yohanes 14:5… AkulahJalan, Kebenaran dan Hidup, Tidak seorang pun yang sampaikepada Bapa (Allah) kalau tidak melalui Aku…

        Pertanyaan II… Apakah anda muslim tidak merasa aneh kalau Yesus terus menggunakan nama Tuhan pada diriNya sendiri…

        5. Siapakah Yang dapat Membangkitkan Orang Mati…???

        1 Samuel 2:6… Tuhan mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.

        QS 22:7… Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

        Pertanyaan… Apakah mungkin kita berharap seorang nabi biasa mengatakan pada pengikutnya bahwa Ia akan membangkitkan orang mati…???

        Yohanes 5:25-29…Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
        Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
        Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
        Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
        dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

        Yohanes 11:25… Yesus bahkan memanggil diriNya Kebanfkitan dan Hidup.
        Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.

        Pertanyaan II… Jika Yesus hanya nabi biasa,Bukankah ini artinya… PENGHUJATAN….

        7. Apakah Tuhan membagi Kemuliaan-NYA…???

        QS Surah 57:1… Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (Menyatakan kebesaran Allah)…

        Yesaya 42:8… (Tuhan tidak membagikan kemuliaan)…
        Aku ini Tuhan,itulah nama-KU; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-KU kepada yang lain.

        Jelas sekali bahwa tidak ada Nabi yang berkata bahwa dia akan di muliakan bersama Tuhan.apalagi bila dia memiliki kemuliaan bersama Tuhan sebelun dunia di jadikan…

        Namun:

        Yohanes 17:5… Dan sekarang,ya Bapa,Permuliakanlah Aku di hadirat-MU sendiri dengan kemuliaan yang sudah ada pada-KU di hadirat-MU sebelum ada dunia ini.

        Apakah seperti ini kata kata Nabi…???

        Bukti lebih Lanjut…

        Markus 2:28… Yesus Memanggil dirinya Tuhan hari sabat

        Matius 22:41-45… Yesus membuktikan bahwa Dia adalah TuhanNya Daud.

        Yohanes 8:39-58… Yesus berkata Dia telah bertemu Abraham.

        Matius 12:6… Yesus berkata bahwa Dia melebihi bait Allah.

        Matius 11:27… Yesus mengatakan bahwa Dia memiliki hub yang unik dengan Bapa (Tuhan).

        Yohanes 14:13-14… Dan Dia bisa menjawab Doa dan Dia hadir dimanapun pengikutNYA berada.

        Matius 28:18 Dia mempunyai Kuasa di Sorga dan Dunia dan Dia bersama pengikutNya selamanya.

        Yohanes 16:15… Semua yang di miliki Bapa (Tuhan) adalah milikNYA

        Jadi jelas kenapa Yesus menghendaki agar menyembah Dia…

        Yohanes 5:21-23… Sebab sama sepeeti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkannya,demikian juga Anak menghidupkan barang siapa yang di kehendakiNya.
        Bapa tidak menghakimi siapapun,melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,Supaya semua orang
        menghormati Anak,sama sepeeti mereka menghormati Bapa.
        Barang siapa tidak menghormati Anak,ia juga tidak menghormati Bapa,yang mengutus Dia…

        Salah satu cara kita menghormati Bapa (Tuhan) adalah dengan menyembahnya dan karena Yesus mengatakan bahwa kita harus menghormati Anak seperti menghormati Bapa (Tuhan) Yesus pun menyuruh menyembahNya.

        Injil mengatakan bahwa Yesus di sembah setelah lahir,selama masa pelayananNya.

        Matius 2:11, Matius 14:33, Yohanes 9:38 Matius 28:17, Lukas 24:52

        Setelah kebangkitanNya,sebelum kenaikanNya ke sorga dan sesudah kenaikanNya ke sorga…

        Thomas memanggil Dia dalam Yohanes 20:28… Sebagai Tuhanku dan Allahku…

        Jadi di mana Yesus berkata,Saya Tuhan,Sembahlah saya…???

        Seperti kita lihat…

        * Yesus Mengklaim sebagai Awal dan Terakhir.
        * Yesus Mengklaim Pengampunan.
        * Yesus Hakim Yang Terakhir bagi manusia.
        * Yesus Kebenaran dan Kebangkitan.
        * Yesus dapat menjawab Doa.
        * Yesus lebih besar daei Bait Allah.
        * Yesus telah bertemu Abraham

        Jadi jelas sudah Klain Yesus sendiri atas diriNya sendiri… jadi bukankah Klaim itu hanya bisa di Buat oleh Allah sendiri dan bukan Nabi biasa atau pun Nabi besar…

        jadi seperti ada tertulis dalam QS 46 Al Ahqaaf 30… Qaalu yaa qamanaa inna sami’na kitaban unzila mimba’di musa musaddiqal lima baina yadaihi yahdi ilal-haqqi wa ila tariqim mustaqim(in)…

        Mereka berkata ‘Hai kaum kami,sesungguhnya kami telah mendengarkan Kita (Injil) yang telah di turunkan sesudah musa yang membenarkan kitab kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus……

        jelas sudah penjelasan saya dan renungkanlah apa yang menjadi acuan dalam quran anda ingan jangan menjadi kafir dengan menutup kebenaran itu sendiri dan menyangkalnya…

      2. @Elvis Sanpara,….
        Allah yang maha kuasa sang pencipta alam semesta telah menjelaskan kepada manusia secara akal-pikiran bahwa Yesus adalah nabi dan bukanlah tuhan,…terbukti dia tidak maha kuasa dalam menjalani takdirnya sehingga dia bisa di aniaya dan di salib.
        Dan Allah juga telah mengingatkan melalui kitab suci Al-qur’an,….bahwa Yesus bukanlah tuhan,….

    3. @setia budi,…
      Kecerdasan spiritual anda tumpul karena banyak makan daging babi sehingga anda tidak sanggup mengenali bahwasanya Al-qur’an itu merupakan wahyu ilahi atau wahyu yang murni berasal dari Tuhan pencipta alam semesta terbukti bahwa Al-qur’an lebih sempurna di banding kitab suci apapun di dunia ini dan ini berlaku hingga hari kiamad nanti,….

  49. @Alpa,
    Saya bertanya, pertanyaan saya belum kamu jawab, tetapi malah kamu buat pertanyaan baru lagi ke saya. Kamu berdiskusi meloncat-loncat bagai tupai, meliuk-liuk bagai kuda lumping yang kemasukan.

    Coba nilai sendiri pertanyaan kamu, atau suruh teman kamu membaca pertanyaan kamu, tidak ada yang fokus pertanyaan kamu, meliuk-liuk kesana kemari. Kamu sendiri tidak mengerti apa yang mau kamu tanyakan.
    Kalau tidak bisa fokus lebih baik tiarap dulu gih, kasih orang lain yang comment.
    GBU

  50. @setia budu,…
    Kalau saja Yesus bisa di sakiti dan di salib,…bagai manakah nasib kitab nya beda dengan kitab suci Al-qur’an,…Allah berjanji menjaganya,….terbukti banyak manusia menghafal Al-qur’an,…dan nabi kami selalu di lindungi oleh Allah,….adakah manusia yang mau menghafal Al-kitab mu,….??????????????

    1. Gan mana ada yang mau menghafal Al-kitab apa lagi setia budi sama penjaga neraka,….wong sunat aja endak loo gan katanya sih takut kebanyakan motongnya,…..

    2. Allah berjanji menjaga nabinya dr kematian yg tragis.

      Isa (bukan Yesus) diselamatkan dr kematian di atas salib, tp muhammad mati diracun. Bagaimana bisa allah mengingkari janjinya? Atau jangan2 muhammad bukan nabi asli?

      Agama lain, manusia mati utk Tuhannya, bahkan rela membunuh demi Tuhannya, hanya Yesus yang mati untuk manusia, mana ada lagi Tuhan seperti itu? Halleluyah!

      1. @antikris,….
        Tragis mana yaa,…di siksa dan di salib di bandingkan dengan di racun,…kayak nya dua-dua nya ndak enak,…tapi memang seperti itu nasip nya nabi atau rasul selalu di ejek dan di hina dan selalu terancam nyawa nya karena itu semua adalah adanya kuasa setan yang cari teman untuk ke neraka,….agar bisa menyesat kan manusia sebanyak-banyaknya,…akan tetapi tugas Nabi Muhamad sudah selesai dan islam telah sempurna,…..

      2. Sesungguhnya Kamu termasuk DLM golongan jahiliah Dan buta hati,bisakah Kamu berbahas dgn Arius yg menolak Trinitas,mampukah Kamu berbahas dgn Dr.zakir Naik Dan apakah Kamu punya ilmu bicara dgn alquran n alkitab?
        Mahukah Kamu berbahas secara fakta ilmiah?

    3. siapa bilang di di ridhoi Allah buktinya Dia di racun tuh bro… katanya nabi tapi mari di racun… yakin lhoe bro…

      Quran Pun Membantah Kerasulan Muhamad

      1. SETIAP RASUL SELALU MEMBERIKAN BUKTI MUKJIZAT

      QS AL ANBIYAA
      [21:5] Bahkan mereka berkata (pula): “(Al Qur’an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus”.

      QS ALI IMRAN
      [3:184] Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

      QS FATHIR
      [35:25] Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

      2. SETIAP RASUL SUDAH PASTI SEORANG PEMBERI PERINGATAN

      QS AL AN’AAM
      [6:48] Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

      QS AL KAHFI
      [18:56] Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokkan.

      3. MUHAMAD ADALAH SEORANG PEMBERI PERINGATAN TANPA MUKJIZAT

      QS AL MULK
      [11:12] Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.

      QS AR RA’D
      [13:7] Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

      KESIMPULAN:

      Quran menyatakan:

      Setiap Rasul sudah pasti seorang pemberi peringatan yang diberikan bukti Mukjizat [BACA NO 1 DAN 2], artinya tanda Kerasulan adalah membawa pesan kepada umat juga memberikan bukti Mukjizat.

      Namun tidak demikian halnya para seorang pemberi peringatan, seorang pemberi peringatan tidak bisa langsung dikatakan seorang Rasul bila ia tidak dapat memberikan bukti Mukjizat

      Quran secara jelas menyatakan bahwa Muhamad adalah seorang pemberi peringatan yang TANPA bukti Mukjizat apapun [BACA NO 3], ini artinya Muhamad BUKANLAH seorang Rasul, sebab kriteria melakukan Mukjizat tidak pernah terbukti didalam diri Muhamad sendiri

      1. @Elvis Sanpara Sanjar,….
        kamu itu kebanyakan makan babi yang di haram kan dan yang di larang oleh Allah,….maka nya kamu tidak bisa mencerna dan memahami kitab suci Al-qur’an yang merupakan wahyu dari Allah,…..tuhan semesta alam.

  51. @Alpa,
    Sayangnya Yesus sama sekali tidak mengakui pribadi Alloh yang tertulis di dalam Al-Quranmu sebagai Tuhan, karena yang tertulis di Al-Kitab adalah Tuhan dan bukan Alloh Arab. Sedangkan Muhammad nyembahnya ke istana Dewa Hubal.
    Lain yang disembah Muhammad lain pula yang ditulis Utsman Cs.
    Aneh juga rasanya Yesus yang berinteraksi dengan Tuhan Sang Pencipta dan Tuhan Roh Kudus, tapi Alloh Arab yang punya nama di Al-Quran.
    Padahal semua umat Islam nyembahnya ke Istana Dewa Hubal.
    Ibarat kerbau yang punya susu, sapi yang punya nama.
    Tentu kamu harusnya bertanya kepada Utsman Cs. :
    Kog bisa ada kisah Yesus yang menyamar dengan nama Isa di Al-Quran??
    Kalau kisah itu turun langsung dari Alloh yang “katanya” umat Islam adalah Tuhan, tapi kog banyak perbedaan dengan kisah Yesus di Alkitab. Apakah Alloh Arab lupa kisah Yesus.
    Atau Isa di Al-Quran bukanlah Yesus yang ada di Alkitab.
    Atau kisah Isa “dikarang bebas” oleh Utsman Cs. katanya sih menyempurnakan alias memelintir meniru-niru dari Alkitab.
    Manakah yang kamu pilih terkait perbedaan kisah Isa di Al-Quran dan kisah Yesus di Alkitab??
    GBU

    1. @setia budu,…
      Kalau saja Yesus bisa di sakiti dan di salib,…bagai manakah nasib kitab nya beda dengan kitab suci Al-qur’an,…Allah berjanji menjaganya,….terbukti banyak manusia menghafal Al-qur’an,…dan nabi kami selalu di lindungi oleh Allah,….

    2. Maaf bagaimana kamu bisa mempercayai bible yg ada skr sedangkan bible selalu berubah ubah dari masa kemasa tidak konsisten, adakah didalam bible satu ayat yg yesus berkata sembahlah saya atau sy adalah tuhanmu adakah.. ? Logiskah seorang utusan menjadi tuhan, yesus dilahirkan tanpa ayah tapi nabi adam tanpa ayah ataupun ibu mana yg lbh fantastis?

  52. @setia budi,…
    Apakah kamu tau mengapa kelahiran Yesus di sertai Roh kudus ( malaikat suci ) atau sang Jibril,….?
    Yesus dapat berbicara ketika dia masih bayi,…karena adanya Roh kudus tersebut yang berbicara untuk menjelaskan tentang siapa Yesus sebenarnya agar masyarakat tau bahwa sang bayi adalah suci bukanlah hasil hubungan jinah,…itulah tujuan Roh kudus menyertainya,…bagi yang mau berfikir,…artinya kelahiran Yesus yang demikian menjadi bukti mu’jizat tentang adanya Allah yang maha kuasa,…ini lah bukti terbesar bahwa Allah itu benar-benar ada dan Maha Kuasa.

      1. @penjaga neraka,….
        apa yang kamu yakini silahkan di amalkan aku malas ganggu kamu,…karena kamu boss nya neraka,….atut ah.

      2. Persis seperti nabinya pinter ngeles.

        Gk bs jawab ngaku aja, gak usah plintar plintir kata.

        Yg baca jg gak bodoh. Mrk tahu anda tdk bs jawab. Makanya OOT aja.

    1. Lalu bagaimana nabi adam yg tanpa ayah dan ibu bukankah dia lbh hebat lagi, sangat disayangkan kalian telah disesatkan oleh pemahaman gereja tanpa memaknai bible yg debenarny

  53. @Alpa,
    Hitungan kamu 3 Tuhan Kristen, tapi hitungan orang Kristen itu yang 3 itu adalah bagian yang tidak terpisahkan.
    Kamu Alpa punya otak , punya suara Dan punya roh hati nurani.
    Ketiga komponen tubuh mu setelah kamu mati bisa jadi 2 terpisah tapi tetap Alpa, yaitu:
    1. Tubuhmu yang mati nanti dimakan ulat kemudian jadi tanah.
    2. Bahagian yang lain adalah rohmu, yang tidak bisa mati.
    Kamu saja 1 Alpa bisa terbagi 2 masak Tuhan menjadi 3 dalam kesatuan kamu larang.
    Dalam Al-Quran mu Kalimat ullah bisa bisa jadi Isa, masak kamu larang sih??
    GBU

  54. @setia budi,..
    anda mengatakan tuhan kita beda ini artinya anda dungu atau tolol,…tuhan di semesta alam ini hanya satu atau ESA atau tunggal tidak ada yang lain hanya Allah yang maha kuasa itulah tuhan,…yang berbeda hanya lah namanya saja,…mengikuti nabi nya masing-masing,…kecuali yang berlaku syirik atau penyembah berhala,…

    1. Hahaha
      Benar nama anda alpa dan si oon.

      Sama dungunya. Masa allah ngikutin nabinya?

      Eh tapi itu memang kenyataannya dalam islam. Nabinya lebih berkuasa, krn apa yang ia mau allahnya segera menurunkan ayat untuk mendukungnya. Bahkan istri muda (banget) kesayangannya saja tagi, ia pernah meriwayatkan, ‘sepertinya allah bersegera memenuhi kebutiluhanmu dengan menurunkan ayat’

      Tetpi anda betul mengatakan hanya ada satu Tuhan, jelas itu bukan allah, krn allah di dalam quran tidak pernah menyatakan dirinya kepada muhammad atau umat arab, atau anda punya referensinya? Coba tolong diberikan kalau ada, siapa tahu saya memang tidak tahu karena saya tidak bisa baca tulisan arab (anda bisa kan?) Tapi saya tahu artinya (sedangkan anda tidak kan?)

      1. @penjaga neraka,….
        Nabi besar Muhamad itu menerima wahyu kitab suci Al-qur’an melalui malaikat jibril tidak langsung dari Allah,….akan tetepi malaikat jibril pernah membawa nabi Muhamad menghadap menemui Allah untuk menerima perintah sholat lima waktu yang harus di jalankan umat muslim,….akan tetapi saya tidak yakin kamu bisa paham karena kamu orang nya bebal dan dungu,….ha ha he he,..

      2. ya iyalah allah dalam quran nggak jelas bisa tunjukkan ALLAH perhatikan huruf besar semua yaitu YAHWE… ada dalam quran Allah itu ALLAH yang namanya YAHWE… yang di sembah oleh israel dan nasrani…. nggak ada khan yang ada dewa Allah yang mempunyai anak 3 Allata, Aluzza dan Almanah serta dewa Hajjar aswad…. dan dewa dewilainnya yang di klaim menjaga sumber air zam zam alias air pam pemerintah saudi arabia… 😊😊😊 makanya bro kalo berbicara buka fakta sejarah wong arab saja sampai abad 900M tidak di ketahui dalam peta sejarah dunia manapun…. bahkan romawi tidak tahu di mana letak mekkah itu bro… wakaaa kasihan… musyaf quran kalian pun palsu dan tidak ada yang beres dari. manuskrip musyaf quran kalian… khan kasihan kalian nggak bisa tunjjukkan manuskrip asli quran kalian…. mencoba standarkan quran sampai thun 1985 oleh raja fadh baru quran resmi di gunakan… khan cukup tragis dan riskan bro

  55. @Alpa,
    Pendapat kamu tentang Yesus tidak mendasar dan tidak ada artinya apa-apa.
    Lebih baik kamu urus Muhammad aja.
    Ingat Tuhan kita BEDA ajarannya BERTOLAK BELAKANG.
    Pendapat kamu adalah pandangan kamu tentang Isa di Al-Quran bukan dari Alkitab, suka kamu berpendapat tentang Isa.
    Tetapi kalau mau mengenal Yesus adalah Tuhan harus kamu pahami Alkitab, ikuti saja relnya.
    Sekali-kali jangan berpendapat tentang Yesus tapi memakai Al-Quran, itu ajaran yang BERTOLAK BELAKANG pandangan kamu jadi sesat.
    Isa yang di Al-Quran BUKAN Yesus yang di Alkitab.
    GBU

    1. Maaf, apakah kamu sudah mengerti dan memahami isi dri bible yg sebenarny adakah didlm bible yg mrngatakan yesus adlh tuhan yg ada yesus mengatakn dia adalah utusan allah, adakah kalian patuh pada bible krna setiap agama pasti berpatokan pd kitab suciny, dlm bible jelas mengatakan yesus disunat adkh kalian nasrani yg disunat? Dlm bible dilarang makan babi, minuman keras, wnnita memakai hijab atau penutup kepala adkah kalian mengikuti itu? Yg ada klian pemakan babi peminum minuman keras, jd cibalah maknai dulu arti dr kitab suci kalian

  56. @setia budi,….
    Tau kah anda mengapa Yesus harus menjalani penyaliban,….?
    Karena Allah yang Maha kuasa ingin menjelaskan kepada manusia bahwa Yesus adalah manusia bukan tuhan dan menjelaskan bahwa yang melakukan mu’jizat itu adalah Allah yang Maha kuasa,….

  57. @Cita,
    Kelakuan bejat Muhammad itu, pernah tidak kamu membayangkan sakitnya pendarahan yang dialami Aisyah 9 thn ketika ditindih Muhammad, seandainya kejadian itu kamu yang mengalami, atau apakah kamu mau nanti mengawinkan putrimu 9 thn dengan bandot tua??
    Pacar atau suami kamu saja disenyumi cewek lain atau duduk mesra dengan cewek, hatimu rasanya sudah mendidih.
    Kalau di Islam suamimu duduk diplaminan dengan gadis idaman lainpun mungkin kamu nyantai aja, suami meneladani nabi akhlak mulia istri harus manggut.
    Punya akal tak punya hati adalah akal-akalan (tipu-tipuan).
    Selamat ya semoga teladan Muhammad menimpa keluargamu.
    GBU

  58. @setia budi,..
    Apa salahnya dengan umur 9tahun menikah? Banyak orang jawa jaman dulu juga umur segitu menikah, Menikah Itu lebih tanggung jawab dari pada zina, inshaAllah hak nya dijamin dengan hak dinafkahi, dijamin kehidupannya, Menikah banyak asalkan mampu berlaku adil, memberikan nafkah dengan benar dan sang wanita RIDHO, bedakan dengan pedofil apalagi menghalalkan zina, zina Itu udah rugi perempuannya, lelaki ya tidak tanggung jawab, merusak kehidupan, saya rasa hanya Al-Qur’an yang sangat menjaga kehidupan manusia, Hukum Yang seperti Itulah Hukum terbaik.

  59. @setia budi,…
    anda pasti tau bedanya pernikahan dengan zinah,…..apapun yang anda katakan bagi kami Rasul Allah tidak seburuk yang anda katakan,…karena di dalam islam pelaku zinah di hukum Rajam,…mungkin istri anda cuma satu akan tetapi zinahnya seribu,…ha ha he he,…ma’af yaa kalau salah.

  60. @Gundala,
    Silahkan baca sejarah Muhammad dalam Hadist dan Sirat Rasul.
    Tidak ada yg bisa membantah kalau Muhammad seorang pedofilia yg mengawini Aisyah di usia 9 tahun.
    Apakah layak disebut nabi berakhlak mulia??
    Lebih mulia mana akhlak kamu dibanding sang nabi.
    Istri Muhammad saja ada 11 orang, lebih mulia mana kamu dibanding sang nabi cabul??
    Kalau Alloh Arab memilih seorang berakhlak bejat moral sebagai nabinya, maka kamu harusnya sudah tahu yang kamu sembah itu Tuhan atau Setan??
    @Udin,
    Walaupun Muhammad bisa atau tidak bisa membaca tidak ada pengaruhnya apa-apa karena Al-Quran disusun oleh Utsman Cs.
    GBU

      1. apa hebatnya quran, kecuali membingungkan pembacanya?

        gak perlu debat panjang lebar dgn anda dalam hal ini, krn contoh dialog ini akan menjelaskan (orang pinter pasti ngerti):
        Muslim : Alquran tanpa salah
        Non Muslim : Mengapa Alquran tanpa salah?
        Muslim : Karena Alquran yg mengatakannya demikian
        Non Muslim : Tetapi mengapa Alquran itu benar?
        Muslim : Karena Alquran tanpa salah

        IQ muter alias 0

      2. @penjaga neraka,….
        Ketahuilah oleh mu bahwasanya kitab suci Al-qur’an itu merupakan wahyu dari Allah tuhan pencipta alam,…sehingga tidak mungkin manusia mampu membuat tandingan atau yang lebih hebat dari kitab suci Al-qur’an.

    1. @setia budi,…..
      Supaya anda tau dan sadar sejarah yang anda baca itu sejarah sesat,…..bukan sejarah yang sebenarnya,….( sejarah pepesan kosong )

      1. @anti o’on,…
        Saya juga senang baca sejarah tapi pilih-pilih dari sumber yang benar,…jangan sampai di sesatkan oleh sejarah pepesan kosong yang menyesatkan iman,….

  61. @Gundala,
    Silahkan baca sejarah Muhammad dalam Hadist dan Sirat Rasul.
    Tidak ada yg bisa membantah kalau Muhammad seorang pedofilia yg mengawini Aisyah di usia 9 tahun.
    Apakah layak disebut nabi berakhlak mulia??
    Lebih mulia mana akhlak kamu dibanding sang nabi.
    Istri Muhammad saja ada 11 orang, lebih mulia mana kamu dibanding sang nabi cabul??
    Kalau Alloh Arab memilih seorang berakhlak bejat moral sebagai nabinya, maka kamu harusnya sudah tahu yang kamu sembah itu Tuhan atau Setan??
    @Udin,
    Walaupun Muhammad bisa atau tidak bisa membaca tidak ada pengaruhnya apa-apa karena Al-Quran disusun oleh Utsman Cs.
    GBU

    1. Apa salahnya dengan umur 9tahun menikah? Banyak orang jawa jaman dulu juga umur segitu menikah, Menikah Itu lebih tanggung jawab dari pada zina, inshaAllah hak nya dijamin dengan hak dinafkahi, dijamin kehidupannya, Menikah banyak asalkan mampu berlaku adil, memberikan nafkah dengan benar dan sang wanita RIDHO, bedakan dengan pedofil apalagi menghalalkan zina, zina Itu udah rugi perempuannya, lelaki ya tidak tanggung jawab, merusak kehidupan, saya rasa hanya Al-Qur’an yang sangat menjaga kehidupan manusia, Hukum Yang seperti Itulah Hukum terbaik

    2. Ohya dan Nabi Muhammad SAW tidak melakukan Puasa 7hari 7 malam kenapa? Beliau Itu manusia, manusia dengan akhlak terbaik, beliau memahami untuk apa sampai selama itu padahal kita tahu secara ilmiah manusia biasa tidak dapat hidup tanpa minum air lebih Dari 7hari, beliau mencontohkan dan Kami meniru (karena segalanyaya yg dilakukan Nabi Muhammad salah sunnahan), Kalo semua meniru apalagi sampai Puasa 40hari bisa mati berjamaah umatnya, Dan sekali lagi ini bukti kedasyatan Al-Qur’an Dan Hadis selaras dengan pengetahuan ilmiah

  62. Apa katamu andai nabiku Muhammad SAW bisa baca dan menulis ?
    Andai bisa menulis mungkin kau akan mengatakan al Quran karangan Muhammad
    Andai bisa membaca kau akan mengatakan ucapannya menjiplak kitab sebelumnya,
    Hanya keiman kepada Allah yang bisa mempercayai al Quran serta hadist nabi

    1. Makanya internet dipake utk belajar sejarah cuy.

      Kalaupun nabi anda tidak bisa membaca dan menulis, dan sejarahnya memang bukan dia yang menulis, tapi itu jelas dikumpulkan oleh kalifah uthman, yang membakar sisanya yang tidak sesuai dengan keinginan dia.

      Quran bukan nuzul dr surga spt yang anda pelajari. Quran ditulis oleh sahabat2 diatas batu, pelepah kayu, kulit hewan, dll. Jaman kalifah uthman baru dikumpulkan krn tercerai berai. Hasilnya yah quran yang anda pegang sekarang. Bahkan ada hads mengatakan bahwa ada beberapa surah yang hilang dan panjangnya tidak sesuai dengan yg ia ketahui.

      1. @dammahu,…
        Umurmu berapa kali musim durian cuy,….sok tau luu,…kamu baca sejarah pepesan kosong udah bangga kayak tau isi dunia,….payah.

  63. @setia budi,….
    Nabi besar Muhamad adalah manusia pilihan Allah yang mempunyai sifat mulia,….karena wahyu yang di terimanya menjadi bukti bahwa sampai sa’at ini dan hari kiamad tidak ada yang lebih sempurna dari pada kitab suci Al-qur’an,…sedangkan fitnah anda hanya berdasarkan sejarah pepesan kosong yang di dasarkan pada kedengkian dan kebencian semata,…yang anda katakan fakta nyatanya fakta itu sejarah pepesan kosong tanpa bukti dan buktinya hanya fitnah.

  64. @Gundala,
    Memamg betul satu orang bukanlah gambaran agama.
    Mari kita ambil satu kasus nyata yang baru-baru ini mengguncang Indonesia dimana seisi rumah disekap di dalam kamar kecil WC yang banyak korban meninggal walau ada yang selamat, yg dilakukan orang Batak Pius Sitorus Cs. (semua orang yang baca berita pasti tau dan mengikuti kasus ini).
    Ketika polisi yang sudah mengantongi bukti kuat berupa CCTV dan masyarakat luas juga mengetahui bukti itu.
    Bagaimana reaksi orang-orang Batak teman sekerja pelaku, yang sama-sama marende (bernyani) dan teman sama-sama mitu (minum tuak) yang nota bene mungkin teman seagama juga??
    Jb: Semua teman-teman Pius Sitorus marah dan mengutuk tindakan keji itu dan berjanji kepada Polisi untuk menangkap pelaku bila mengetahui informasi keberadaannya.
    Bandingkan dengan sikap umat Islam yang mengetahui sikap keji ISIS yang hendak mendirikan Kalifah berdasarkan ajaran Sariah Islam?
    Jb:
    Sebagian rindu dan ikut bergabung sisanya benci tapi rindu, menyangkali ISIS bukan bagian dari Islam tapi kalau berdiri Kalifah oleh ISIS mengucap syukur dan mengumandangkan takbir juga.

    Nah dan yang paling mencengagkan adalah tindakan bejat moral Muhammad yang pedofilia , memerangi, merampas harta, memperkosa istri dan anaknya serta budaknya yang perempuan dari orang-orang kafir, kebejatan yang sudah dilakoni Muhammad ini dianggap 100 % halal yang diajarkan kepada seluruh umatnya.
    Bagaimanakah sikap dan reaksi umat Islam atas kebejatan moral Muhammad ini??
    Jb:
    Kalau sampai kepada kasus-kasus Muhammad dibukakan sejarahnya, semua umat Islam bisu seribu bahasa, hanya bisa mengedipkan satu mata ( memainkan mata dajjalnya).
    GBU

    1. Setia budy setia akan kebohongan gereja, menghina nabi muhammad S. A. W Seakan tau nabi muhammad yg kamu tahu adalah cerita karangan dr pendeta” gereja sma Halnya Dengan hebatny mereka membuat karangan bebas agar domba” mereka tidak pindah ke geraja yg lainya, klu kamu memanv kristen buka bible dan baca baik” isinya adkah dalam bible yg mengatakan Yesus tuhan atau dia brkata sembahlah saya yg ada yesus berkata aku adalah utusan tuhan yg esa kamu tau arti esa tak ada duanya aplagi menjadi tiga dasar oon, masa ada manusia menjadi tuhan klu kamu beranggapan yesus anak tuhan krna lahir tanpa ibu lalau bagaimana dng adam yg lahir tanpa ayah dan ibu brfikir itu hanya sebahagian kecil kuasa allah, klu memang dia tuhan menurut kalian lalu kenapa dgn mudahnya disiksa oleh manusia lalu kenapa pada saat subuh jam 3 dinihari yesu mengeluh kepada tuhan kenapa smpai dia disiksa sprti itu, brfikir yg logislah jangan hanya dengar dr kata gereja tnpa mencari tau dalam bible

  65. @setia budi,…
    Saya lihat anda mengerti tentang tipuan setan,….jadi seharusnya anda juga tau kalau manusia jahat itu yang salah bukan agamanya,…satu misal anda yang tidak ta’at pada agama akan tetapi anda tetap mencantumkan agama dalam KTP anda.

  66. @Harun,
    Kalau dari aliran kepercayaan dari setan yang beda tentu bisa kamu bisa bedakan dari kecerdasan spiritual kamu, tetapi kalau sama-sama dari satu aliran atau agama yang sama dari al-illah Arab, mana bisa lagi kamu bedakan karena bersumber dari ajaran setan yang sama. Palingan yang ada saling mengkafirkan dari yang berbeda pendapat.

    Secara teori kecerdasan spiritual bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk, kamu ada benarnya. Tetapi tipuan setan juga menggunakan kecerdasan manusia itu agar mau mengikuti jalannya. Sehingga semua umat Islam percaya kejahatan bejat moral Muhammad sudah diampuni semasa hidupnya menurut pengakuan Al-Quran, padahal penghakiman belum dimulai (nanti setelah wafat).
    GBU

    1. @setia budi,….
      pendapat anda sebagian benar tapi tidak semua,….tidak satu pun makhluk berani menamakan dirinya Allah yang harus di sembah,….karena kalau bernama Allah sudah pasti Tuhan akan tetapi kalau makhluk ada yang di panggil sebagai tuhan,….

  67. @Harun,
    Mungkin kalau setan kecil bisa lari terbirit-birit, karena illah Arab adalah illah yang terbesar (Allohu akbar). Ingat orang yang beradu ilmu sama-sama baca mantra dari setan salah satunya bisa ada yang menang dan yang kalah.
    GBU

    1. @setia budi,…
      Kecerdasan spiritual bisa membedakan mana yang dari Allah dan mana yang dari setan,…dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk atau jahat.

  68. @Gundala,
    Al-Quran yang disusun oleh Utsman Cs. mau kamu bilang hebat terserah.
    Tapi faktanya negara-negara Islam di Timur Tengah yang menggunakan Al-Quran sebagai landasan hukum di negaranya hasilnya adalah peperangan.
    Kalau kitab yang mengajarkan perang dan teroris berasal dari Alloh Arab, maka bisa kamu pastikan Al-Quran berasal dari SETAN.
    GBU

    1. @setia budi,…
      Pikiran anda tidak logis,…mana ada kitab suci dari setan,…anda sangat ngawur alias asbun,…jurtru yang benar setan lari terbirit-birit kalau di bacakan kitab suci Al-qur’an.

  69. Kitab suci Al-qur’an adalah yang paling sempurna di antara kitab-kitab yang ada karena Al-qur’an adalah kitab wahyu dari Allah pencipta alam.

    1. @setia budi,…
      Jawab dulu pertanya’an saya ada tidak kitab yang lebih hebat dari kitab suci Al-qur’an,….kalau tidak ada berati Al-qur’an adalah wahyu dari Allah tuhan semesta alam.

  70. @Sion,
    Tuhan umat Kristen dan Alloh Islam BEDA, jadi tidak ada gunanya bertanya kenapa begini begitu, kalau dijelasin juga tidak mengerti (sia-sia saja).
    Saya hanya menjelaskan fakta sejarah yang kalian klaim menganggap benar klaim sendiri, bukan mau ikut campur.
    Contohnya klaim si Gundala.
    @Gundala,
    Coba baca sejarah penyusunan Al-Quran oleh Utsman Cs. biar tidak klaim-klaim kosong.
    Al-Quran asli malah sudah dibakar Utsman, jadi jangan asal klaim sendiri.
    GBU

    1. @setia budi,..
      Sejarah mu itu ndak usah di jelasin,….fakta yang kamu punya tidak autentik alias ngibul,…tidak mungkin percaya,….hanya menyesatkan dari kebenaran,…karena kebenaran itu adalah pada kitab suci Al-qur’an.

  71. Kitab suci Al-qur’an adalah yang paling sempurna di antara kitab-kitab yang lain,…ini membuktikan bahwa kitab suci Al-qur’an berasal dari Allah tuhan semesta alam,…yang merupakan wahyu-Nya.

  72. @wan,
    Apa yang kami lakukan di agama kami itu urusan kami. Ingat Tuhan kami dan Allohmu BEDA.
    @Sion,
    Umat Islam menganggap daging babi haram tapi menggauli babu halal.
    @Gundala,
    Coba nyimak baru coment.
    GBU

    1. @setia budi,…
      Jadi kalau urusan agama mu ndak boleh di urusin,…tapi kena apa kamu urusin agama nya orang,….????????????

    2. Kitab suci Al-qur’an adalah yang paling sempurna di antara kitab-kitab yang lain,…ini membuktikan bahwa kitab suci Al-qur’an berasal dari Allah tuhan semesta alam,…yang merupakan wahyu-Nya.

  73. macam mana ya kalau yg berkata puasa 40hari 40malam, kamu ikuti sj, jangan ngomong kosong, kayaknye gi mana rupa mu,,,, sbb itu nabi menjadi contoh setiap perbuatan, nabi isa aja d sunat malahan yg ngikutinnya ngak mau d sunat, ngak makan babi, malahan yg ikutinnya makan sepuasnya, kalau yg d ikutin puasa 40hari siang malam, knp bapak ngak ikutin, ngomong aja tp tiada practicalnya

    1. Setia budi tidak pernah puasa den,…katanya babi itu biar haram tapi enak den,…..aden tau ndak tapi jangan bilang-bilang yaa,…..setia budi itu tidak sunat den,…katanya kalau sunat takut kebanyakan motongnya,…..

  74. @setia budi,…
    Kalau tidak ada yang lebih hebat dari kitab suci Al-qur’an,….berati benar Allah tuhan semesta alam yang menurunkan wahyu berupa kitab suci Al-qur’an,…..ini fakta yang sudah terbukti dan teruji.

  75. @Gundala,
    Kalau kamu mengklaim dirimu bijak.
    Dari buahnyalah kamu bisa tahu pohon yang baik atau yang buruk.

    Ajaran Kitab yang baik tentu menghasilkan prilaku umatnya yang baik, sebaliknya ajaran kitab yang buruk menghasilkan teroris dunia.
    Sejak kamu lahir, berapa bulan kamu bisa menikmati berita timur tenngah aman tidak ada perang?? Tidak pernah aman, gonta-ganti perang di timur tengah.
    Cobo kamu melihat di negara-negara yang kamu anggap kafir, di benua America dan Eropah tetap aman-aman saja.
    Berfikirlah lebih bijak dan cerdas baru kamu tahu Islam yang sebenarnya.
    GBU

  76. @setia budi,…
    Al-qur’an mengajarkan kebaikan dan melarang orang yang berbuat jahat,…orang yang melakukan kebaikan mendapat imbalan dari Allah atas kebaikanya,…begitu pula orang yang berbuat kejahatan di beri balasan yang setimpal,….jangan libatkan kitab suci Al-qur’an dengan demdam antar kelompok,….itu namanya tidak bijak,….

  77. @Gundala,
    Kalau Al-Quran mengajarkan perdamaian dan ketentraman dunia mungkin orang bilang Al-Quran hebat.
    Tapi yang terjadi malah ajaran Al-Quran melahirkan ISIS, Alqaidah, Boko Haram, Taliban, Abu Sayaf dll organisasi Islam di dunia yang siap menjelma menjadi teroris dunia atas nama Islam.
    terserahlah kalau kamu anggap itu hebat.
    GBU

  78. Karena sudah di doktrin bahwa Al-Quran adalah Firman yang diturunkan Alloh Arab langsung, maka Surat Al-Fatiha yang jelas-jelas doa manusia terpaksa harus dipaksakan dan dipertahankan harus dari Alloh Arab, padahal Al-Quran yang disusun oleh Utsman Cs sumbernya entah berantah dari sabda-sabda Muhammad dan kitab campur-campur aliran kepercayaan yang berkembang di Arab.
    Orang yang katanya selalu mengandalkan logika, tapi kalau jumpa dengan doktrin maka logika otomatis keok.
    Biasa aja menganggap Al-Quran sebagai buku yang disusun oleh Utsman Cs. sebagai pedoman Islam.
    GBU.

  79. @penjaga neraka,…..kalau anda berminat mempelajari tentang jin yang ada di dalam kitab suci Al-qur’an,….silahkan di buka surat ke 72. AL-JINN (Jin) dan sebaiknya di simak dari awal sampai akhir surat biar tidak salah persepsi. Karena masalah sorga itu hanya di berikan kepada yang ber-iman dan ber-amal sholeh,….jadi tidak cukup hanya beriman saja. Dan adanya sorga dan neraka itu setelah terjadinya hari kiamad,…..

    1. Penjaga neraka,…..surat Al-faatihah adalah wahyu yang berasal dari Allah dan di bawa oleh malaikat jibril untuk mengajarkan kepada umat muslim dalam cara berdo’a di dalam sholat,…jadi Al-faatihah = doa umat muslim = wahyu Allah akan tetapi bukan berasal dari nabi Muhamad,…jadi do’a tersebut terdapat di dalam Al-qur’an,…karena merupakan wahyu dalam hal cara berdo’a di dalam melakukan sholat,….jadi bukan sabda Rasul. Jadi yang ada anda salah persepsi,….karena Al-faatihah adalah do’a umat muslim kepada Allah ketika menjalankan ibadah sholat. Jadi umat muslim yang menyembah Allah,….bukan Allah menyembah Allah. Sebenarnya Al-qur’an tidak di rekomondasikan untuk belajar sendiri akan tetapi harus ada guru pendamping yang kompeten di bidangnya,….jadi kalau anda tidak puas dengan penjelasan saya silahkan cari guru yang tepat,…karena Al-Qur’an akan mengikuti niat hati yang membacanya,…jika niatnya mencari kelemahanya atau kekuranganya bukan karena iman,… orang tersebut akan sesat dan jauh dari kebenaran,…karena Allah maha tau isi hati.

  80. Perbedaan Nasrani & Kristen
    Tidak banyak yang paham, bahkan mereka yang mengaku Kristen, bahwa
    antara Nasrani dan Kristen memiliki makna yang berbeda.
    Nasrani menunjuk pada ajaran yang dibawa oleh orang yang berasal dari Nasareth yaitu Isa as atau Yesus (Matius 2:23, 21:11; Markus 10:47). Pengikutnya disebut sebagai orang Nashara (Hawariyun), bukan Kristen seperti yang kita kenal.
    Orang Nasrani masih mengikuti ajaran tauhid yang diajarkan Isa as (Yohanes 17:3) dan masih menjalankan hukum Taurat (Matius 5:17), serta menjalankan ajaran Ibrahim yaitu; khitan (Kejadian 17:9), tidak makan babi (Imamat 11:7) dan tidak minum-minuman keras (Imamat 10:9). Setelah Nabi Muhammad SAW datang, mereka meleburkan diri ke dalam Islam (Sejarah Gereja, Dr. H. Berkhof. Dr. I. H. Engklaar, BPK, hal.75).
    Sedang Kristen adalah keyakinan yang mempercayai bahwa Isa as adalah Tuhan dan Juruselamat (Mesias). Keyakinan ini berasal dari ucapan Paulus di Antiokia, kira-kira tahun 40 M setelah Isa as tiada. Pengikutnya lazim disebut orang Kristen. “…Di Antiokia lah murid-murid itu mula-mula disebut orang Kristen” (Kisah Rasul 11:26).
    Buku Materi Pokok Agama Katolik karangan Dra. Damascena Ari Suharso C.B (Karunika, Jakarta 1985, hal 42) menyebutkan, nama Kristen tidak berasal dari Kristen itu sendiri, melainkan diberikan oleh penguasa Romawi saat itu. Nama Kristen oleh orang Romawi dipakai untuk mengejek orang yang dipandang sebagai budak. Sebutan Kristen juga mengandung arti politik sebagai gerakan mesias (ala Ratu Adil atau Juruselamat).
    Akidah maupun akhlak diantara keduanya juga berbeda. Nasrani berakidah tauhid, sedang Kristen tidak. Dengan meleburnya kaum Nasrani ke dalam Islam setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW—seperti yang dikatakan Dr. H. Berkhof di atas—maka setelah itu tidak ada lagi kaum Nasrani di muka bumi. Yang tertinggal hanyalah kaum Kristen, pengikut Paulus. Oleh Paulus, yang juga seorang Yahudi, ajaran Isa as. yang awalnya mengakui ketauhidan, dirusak demikian rupa hingga banyak sekali hal-hal yang berten-tangan dengan pikiran sehat. Ayat-ayat Injil dipalsu sedemikian rupa, disisipi kalimat-kalimat yang saling bertentangan, dan ironisnya itu semua diikuti saja tanpa reserve oleh para pengikutnya.
    Dalam hal beribadah misalnya. Orang-orang Kristen sekarang ini melakukannya dengan berlutut. Padahal Nabi Isa as atau Yesus beribadah dengan bersujud (Matius 26:39). Yang berlutut dan berdoa adalah cara ibadahnya Paulus (Kis 21:5; Kis 9:40; Kis 20:36). Dalam berdoa, umat Kristen tidak menengadahkan kedua telapak tangannya, padahal Isa as. melakukan hal itu (Matius 14:19; 1 Timotius 2:8). Saat akan melaksanakan ritual ibadah, Isa as melakukannya seperti ibadahnya umat terdahulu, yakni membersihkan diri dulu atau berwudhu (Keluaran 40:31), melepas alas kaki (Keluaran 3:5), dan menghadap kiblat (1 Raja 8:44,48; 2 Taw 6:34,38; Mazmur 5:7; Mat 5:17). Kini, hal-hal tersebut tidak mereka lakukan lagi.
    Dalam hal kematian, mayat orang Kristen mengena-kan jas lengkap dan dimasukkan ke dalam peti mati. Tata cara ini sama sekali tidak ada dalilnya dalam Injil. Nabi Isa as ketika wafat dikafani (Lukas 24:12; Yohanes 11:44;
    Yohanes 20:5).
    Kristolog Drs. H. Ramly Naway, MSc, dalam makalah yang disampaikan pada acara Kajian Kristologi Korps Muballigh Muhammadiyah di Jakarta (4/3) mencatat hal-hal yang ‘lucu’ dan sangat naif dalam ayat-ayat Injil. Di antaranya adalah: Allah kalah ketika bergulat melawan Nabi Yakub as. (Keja-dian 32:22-27), Anak-anak Allah tertarik kepada kecantikan anak-anak manusia, lalu Tuhan menyesal dan pilu hatinya melihat keja-hatan manusia (Kejadian 6:1-8), Malaikat makan roti (Kejadian 19:3).
    Kemudian, para nabi yang seharusnya dihormati pun dilecehkan dalam Injil. Nabi Nuh as. mabuk-mabukan dan telanjang dalam kemahnya (Kejadian 9:18-27), Nabi Ismail as. berperangai seperti keledai liar (Kejadian 16:11-12), Nabi Luth as. menghamili kedua putri kandungnya (Kejadian 19:30-38), Nabi Yakub as. menipu ayahnya sendiri (Kejadian 27:1-46), Yehuda menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38:1-30), Nabi Daud as. menghamili isteri orang yang akhirnya menurunkan Nabi Isa as. (II Samuel 11:1-27;
    Matius 1:6), Nabi Isa adalah nabi yang bodoh, idiot, emosional, dan berakhlak bejat (Markus 11:12-14; Yohanes 7:8-10;Yohanes 2:4), dan banyak lagi ayat-ayat lainnya.

    Intinya: AGAMA ISA as, bukan Kristen yg kalian kenal, AGAMA ISA as adalah NASRONI(hawariun).
    ISA as mengaku dirinya Hamba Allah dan Rasul-Nya bukan Tuhan yg seperti org kristen dalam keyakinan’y.
    ISA as, mengamalkan ajaran MUSA As dan IBRAHIM as dg cara menghitan(sunat), tidak memakan Babi, orang mati yg di kafan bukan dihias pakai jas, dan memberitahu akan kedatangan Nabi setelah’y yaitu AHMAD (MUHAMMAD SAW).
    Ajaran NASRANI dan KRISTEN sungguh jauh berbeda, padahal mereka (bani israil/yahudza/yahudi) tau saat itu agama yg diridhoi tuhan semesta alam adalah HAWARIYUN NASHAROT (NASRONI) bukan KRISTEN

  81. Pengertian kitab-kitab Allah :

    1. Kitab Taurat

    Kitab Taurat telah diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Musa as dalam bahasa Ibrani. Dalam kitab Taurat ini terkandung hukum syarak dan keyakinan yang betul. Ia juga menerangkan bahawa seorang nabi akhir zaman (Muhammad saw) akan lahir dari keturunan Nabi Ismail as . Kitab Taurat yang asli tidak ditemui lagi pada masa sekarang kerana isinya telah ditokok tambah oleh orang-orang yahudi.

    2. Kitab Zabur

    Kitab Zabur telah diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Daud as dalam bahasa Qibthi. Kitab Zabur tidak mengandungi hukum perundangan . Kandungannya hanya mengenai perkhabaran, cerita , zikir , doa dan hikmah-hikmah. Oleh sebab itu, Nabi Daud tidak mempunyai syariat tersendiri , ia dan umatnya hanya mengikut syariat yang dibawa oleh Nabi Musa as.

    3. Kitab Injil

    Kitab injil telah diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Isa as dalam bahasa Suryani . Diantara kandungannya yang utama ialah menyeru umat manusia agar meng-Esakan Allah swt . Kitab Injil juga memberitakan akan kelahiran seorang Nabi dan rasul di akhir zaman iaitu Nabi Muhammad saw. Orang-orang Yahudi telah mengingkari akan kebesaran Allah swt . Mereka telah menghimpunkan kitab-kitab ini menjadi satu yang diberi nama “bible”.

    Kemudian mereka ubah isi kandungannya mengikut kehendak hati mereka agar berkesesuaian dengan kehidupan mereka seharian. Bible ini terbahagi kepada dua bahagian besar. Pertama bahagian Taurat yang dinamakan dengan perjanjian Lama (Old Testament). Kedua bahagian Injil yang dinamakan dengan perjanjian baru (New Testament).

    4. Kitab Suci Al-Quran

    Kitab suci Al-Quran adalah sebuah kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw . Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Di dalam Al-Quran mengandungi hukum-hukum serta peraturan yang lengkap meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, sama ada untuk mencapai kemakmuran hidup di dunia maupun untuk kebahagiaan hidup di akhirat. Ajaran yang disampaikan di dalam Al-Quran sesuai untuk seluruh umat manusia dipermukaan bumi ini tidak kira bangsa dan keturunannya. Ajaran yang termuat di dalam Al-Quran lengkap dan sempurna, ia tidak akan berubah dan kekal selama-lamanya bahkan ia tetap terpelihara oleh Allah. Al-Quran merupakan mukzijat Nabi Muhammad saw yang terbesar dan berkekalan sehingga hari kiamat.
    kitab Al-quran mengandung hukum, puji-pujian, kesucian dan ilmu pengetahuan buat Manusia dan Jin.
    ingat Kitab Al-Quran bukan hanya untuk manusia tetapi juga untuk bangsa JIN agar mereka (JIN) pun tidak sesat dan kafir seperti Azazil/Iblis yg membangkang

    1. Dongeng yang menarik. Buat apa jin belajar quran, toh mereka tempatnya di neraka.

      Kalau quran sempurna harusnya tidak membingungkan.

      1. Apa arti alif lam mim?
      2. Manusia diciptakan dari apa? a. Segumpal darah b. Air mani c. Tanah liat d. Air ?
      3. Jawaban al fatihah saja blm ada yg bs menjawab, mengapa allah menyembah allah?

      1. Jin tidak sepenuh’y masuk Neraka, memang banyak dr kalangan mereka yg ingkar “kafir” akan tetapi Jin pun ada yg muslim yg taat terhadap Robnya yaitu Allah.

        jawaban Pertanyaan anda:
        Jawaban ke-1.
        Tidakkah kamu tau kehidupan ini mendasari 3 masa? 1 yg dilambangkan dg huruf “Alif” yg lurus.
        itulah kehidupan pertama manusia saat dr rahim hingga kekanak2n yg teebebas dr dosa.
        dan yg ke-2 sigambarkan seperti huruf “Lam” pada masa ini kita sudah dewasa/balik yg awal’y kita tanpa dosa ditahap ini kita sedang diuji apakah kita mengikuti perintah-Nya dan Larangan-Nya, itulah dilambangkang dg huruf “Lam” yh lurus agak belok melengkung.
        dan ke-3 di lambangkan dg huruf “mim” yg mana dimasa ini kita sudah mendekati ajal dan yg seharusnya kita mulai bebenah dg memohon pengampunan akan dosa yg kita lakukan selama ini untuk menghadap Allah SWT, seperti huruf “mim” kita mengikuti alur pembuatan huruf mim yg de awal lurus hingga kembali lurus.

        Jawaban ke-2:
        Manusia pada awal’y diciptakan dr Tanah saat penciptaan ADAM.
        dan Terambillah tulang rusuk adam untuk hawa.
        Adam menanamkan benih(air mani) kedalam janin HAWA
        lalu terlahirlah anak & cucu ADAM dr segumpal darah perpaduan ADAM dan HAWA.

        Jawaban ke-3:
        Tidakkah kamu membaca inti dr kitab-kitab allah mulai dr taurat hingga injil? masing-masing mempunyai urusan’y masing2.
        seperti Taurat (menyangkut hukum allah)
        dan Zabur (berisi puji-pujian terhadap allah, yg org yunani kuno menyebut nyanyian)
        Injil (berisi penegasan keesaan Tuhan Semesta alam, meluruskan kaum sebelum’y yg telah banyak sesat dr ajaran musa)

        nah ini jawaban buat km tenang Al-Quran, adalah bukan hanya sekedar hukum, puji-pujian maupun penegasan, tetapi Al-Quran mengandung arti luas yg mengandung isi dr Taurat (hukum), Zabur (puji-pujian/nyanyian), dan Injil(penegasan, pencerahan)
        dimana Isi kandungan Alquran tidaklah baku yg semata2 Hanya Hukum. akan tetapi banyak perumpamaan-perumpamaan yg mengisahkan kehidupan sebelum’y dan kehidupan setelah’y.
        apakah km tak tahu kenapa banyak ayat-ayat Al-Quran yg mengandung pertanyaan lalu terakhir jawaban’y? itulah riwayat2 manusia yg dulu jahiliyah dipaparkan dalam alquran agar manusia kelak bisa melihat sejarah jahiliyah yg tidak kita ikuti dikehidupan yg akan datang.

        Sesungguh’y Allah SWT maha tau yg kalian tak tau.

      2. @penjaga neraka,…..kalau anda bingung memahami kitab suci Al-qur’an,….kita harus intropesi diri dalam beberapa hal yang melanggar apa yang di larang di dalam kitab suci Al-qur’an,….misalnya manusia dilarang mengkonsumsi daging babi dan meminum sesuatu yang bisa menyebabkan mabok. Kalau kedua larangan tersebut dilanggar,…manusia tersebut sudah menjadi haknya setan untuk disesatkan lebih jauh lagi karena dia telah mengabaikan larangan Tuhannya.

      3. Penjaga neraka,…..Al-fatihah adalah ayat yang sangat mudah di pahami,…..hanya saja anda yang tidak paham-paham walaupun sudah di jelaskan karena anda tidak berusaha untuk mengerti,…tujuan anda hanya mencari kelemahan kitab suci Al-qur’an,…ini pekerja’an sia-sia dan bahkan beresiko di murkai oleh Allah sehingga tambah jauh sesatnya,…..

      4. @Penjaga neraka,…..sepertinya syaraf pikiran anda sedang mlintir,…..anda gagal paham,…mana ada Allah menyembah Allah,…makanya kalau ada yang menjelaskan di simak yang betul,….

      5. @penjaga neraka,…..anda harus tau itu,….kalau setan semua masuk neraka beda sama jin karena jin punya kewajiban ibadah seperti manusia,…jadi ada yang namanya jin muslim dan jin kafir. Allah berfirman bahwasanya jin dan manusia di ciptakan tujuanya hanya untuk menyembah Allah,….beda sama setan yang memang sudah menerima kutukan untuk menjadi penghuni neraka,…jadi tidak perlu ibadah lagi dan dia hanya mencari teman yang bisa di sesatkan agar manusia tidak menyembah Allah sang pencipta.

      6. @ali baba coba anda kutip satu ayat dari quran yang menyatakan jin masuk surga.

        saya kutipkan salah satu ayat yang menyatakan jin masuk neraka, sisanya google aja, atau anda kan harusnya hapal tuh 60 juz.

        “Allah berfirman, “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin …..” Al-Arah 7:38

        @alkafirun, anda dapat A+ untuk pelajaran mengarang. coba berikan sumber2 quran apa yang anda utarakan. Anda lebih hebat dari Quraish Shihab yang bahkan tidak bisa menjelaskan Alif Lam Mim. Tapi mari kita ikuti karangan anda. Apa arti Sad dalam surah al-araf 7:1? atau mungkin anda punya karangan juga untuk surah maryam 19:1 “Kaf, Ha, Ya, ‘Ayn, Sad.” ?

        Kalau manusia pertama diciptakan dari tanah, seharusnya surah al alaq menuliskan manusia diciptakan dari tanah dan bukan dari segumpal darah (Surah al-alaq 96:2 – terjemah inggrisnya: “Created man from a clinging substance.” terjemah depagnya: “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”)

        oh ya, tolong anda jelaskan menurut quran, dimana air mani dihasilkan? saya yakin anda tahu ayatnya! (ah sekalian saja saya kasih, takutnya anda lupa, surah at-tariq 86:6-7, tetapi saya berikan terjemah inggrisnya, karena depag dengan beraninya merubah arti dari quran mulia – mereka lupa akan azab siksa bagi mereka yang mengubah isi quran – “He was created from a fluid, ejected, Emerging from between the backbone and the ribs.” yang dalam terjemah depag berbunyi: “Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.”)

        perumpamaan dalam quran yang anda maksud itu seperti tentara sulaiman yang terdiri dari semut? dan panglimanya seekor burung merak? (ref. surah an-naml 20).

        coba juga tolong kutip dari zabur dalam quran. saya yakin anda punya segudang ayat untuk hal ini.

        @penjaga surga, kalau mudah dipahami, tolong bantu saya untuk memahaminya. Allah SWT berfirman dalam surah al fathihah Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah berfirman kok perlu menyebut nama allah sendiri? otak saya yang bodoh ini tidak bisa mengerti kalimat ini.

        Allah swt berfirman di ayat kedua al fatihah, Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. kembali tolong bantu saya mengerti, mengapa allah swt perlu memuji dirinya sendiri di dalam firmannya?

        lalu allah swt berfirman di ayat ke 5, “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” Maaf, otak saya yang bodoh makin tidak bisa mengerti, kepada siapa allah swt meminta tolong? bukankah dia tuhan semesta alam? robbillalamin? dia meminta pertolongan dari siapa?

        saya tunggu jawaban dari sedulur yang sesuai dengan quran, tidak perlu kutip sana kutip sini tidak jelas, apalagi ngarang kayak si al kafirun, dia lupa dia bisa diazab allah karena berani mengubah dan menambahkurangkan isi quran.

        wassalam.

      7. Penjaga [email protected]
        huruf-huruf muqatha’ah secara teksnya tidaklah memiliki makna, akan tetapi memiliki substansi, tujuan dan hikmah yang agung. Yaitu Al Qur’an ini yang datang kepada kalian wahai orang Arab datang dengan apa? Datang dengan huruf-huruf baru yang tidak kalian ketahui ataukah dengan huruf-huruf yang kalian gunakan untuk menyusun bahasa kalian sendiri? Jawabannya yang pertama atau kedua? yang kedua. Dan ini sangat jelas.
        itulah Al-Quran memakai huruf dan bahasa arab guna untuk pembelajaran pada kalian agar tidak menyalah artikan dg bahasa bahasa yg kalian gunakan.
        simpel’y jika al-quran menggunakan bahasa latin, indo, inggris, makan akan menjadi ricuh karna tak perlu kita menafsirkan dg banyak a/ berbagai tafsir karna itu sudah jelas dg bahasa selain arab yg hanya mempunyai 1 arti ataupun makna.
        itulah al-quran yg dijaga allah keasliannya dr orang2 kafir.

      8. @penjaga neraka,….tu,…ada yang jelasin,…di baca yang benar jangan ada lagi Allah menyembah Allah,…..itu namanya mlintir pikiranya,…

      9. @Penjaga neraka,….tu ada yang jelasin baca yang benar jangan sampai salah dan jangan lagi ada,…..Allah menyembah Allah,….itu namanya mlintir,…..

  82. @Antikris,…..anda salah,…Allah adalah Tuhan semesta alam yang menciptakan segalanya,…kalau anda cari bukti di kitab suci Al-qur’an silahkan anda lihat surat ke 35: FAATHIR ( Pencipta ) ayat pertama ndak usah jauh-jauh.

    1. @ibrahim. saya kutip ayat tsb disini:

      “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS Fathir 35:1

      Dimana bukti allah swt mencipta? itu hanya klaim saja, mana kronologi dia mencipta? bagaimana dia mencipta? pakai pikiran? pakai penglihatan? pakai perintah?

      Bedakan dengan Alkitab:
      Kejadian 1:
      1. Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
      2. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Elohim melayang-layang di atas permukaan air.
      3. Berfirmanlah Elohim: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
      dst.

      dengan jelas tertulis kronologi dan pribadi2 yang ikut serta dalam penciptaan: Yahwe Elohim sendiri, Roh-Nya dan Firman-Nya.

      mana ayat dalam quran yang sejelas dan segamblang ini?

      1. @antikris,….yang jelas dan pasti Tuhan pencipta alam itu hanya satu atau Esa,….dalam islam pun Allah mempunyai 99 nama panggilan yang di sebut asma ul husna,… jadi anda boleh panggil apa saja sesuai tuntunan Rasul-Nya.

      2. Betul, Tuhan yang mencipta hanya ada satu, dan itu pasti bukan allah swt (apapun asmanya, itu hanya nama), karena tidak ada referensi ayat dalam quran dimana allah membuktikan dia berfirman untuk mencipta (kun fayakun).

        Ngomong2 soal nama, di dalam quran dimana ayatnya allah memberitahu muhammad dan bangsa arab namanya adalah allah (swt)?

      3. @antikris,….aku baru aja klik di google tentang swt langsung muncul jawabanya,…sana giih,….belajar sendiri,…karena aku bukan guru agama.

      4. “Yahwe Elohim sendiri, Roh-Nya dan Firman-Nya” oh ternyata Tuhan disamakan dg kita yah punya ROH jg? berarti ada yg ciptain ROH tuhanmu itu donk? karna Ruh/Roh itu makhluk berasal dr kata kholaq yg artinya tercipta.
        bukankah kita harus yakin bahwa Tuhan yg maha ESA tidak tercipta? karna kita jg harus yakin bahwa tuhan adalah yg pertama dan kekal.
        jadi kalo mmg tuhan itu mengandung ROH berarti dia tidak pantas disebut Tuhan yg ESA

      5. Anti Artikris: ada termaktub di Al-Quran dalam surah “Al-ikhlas”
        Firman-Nya:
        Qul huwa allaahu ahad(un), allaahu alshshamad(u), lam yalid walam yuulad(u), walam yakullahu kufuwan ahad(un).

        Artinya:
        1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
        2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
        3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
        4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

      6. bahkan Dalam kitab Taurat yg mana jauh sebelum Injil disebutkan.
        (Keluaran 20 : 1 – 17)
        Kesepuluh Hukum Taurat itu ialah:
        1) AKULAH TUHAN ALLAHmu, jangan ada padamu allah lain dihadapanKU (Kel. 20:2-3).
        2) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi, untuk disembah atau beribadah kepadanya (Kel. 20:4-6).
        3) Jangan menyebut nama TUHAN, ALLAHmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNYA dengan sembarangan (Kel. 20:7).
        4) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, sebab enam hari lamanya engkau melakukan segala pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, ALLAHmu (Kel. 20:8-11).
        5) Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, ALLAHmu, kepadamu (Kel. 20:12).
        6) Jangan membunuh (Kel. 20:13).
        7) Jangan berzinah (Kel. 20:14).
        8) Jangan mencuri (Kel. 20:15).
        9) Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu (Kel. 20:16).
        10) Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini isterinya, atah hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu (Kel. 20:17).

      7. @antikris,….supaya anda tau bahwa kitab terdahulu seperti Zabur,…Taurat,..Injil dan juga kitab suci Al-qu’an adalah kepunya’an Allah dan FirmanNya,… dan apakah tentang pencipta’an,…Allah harus mengulang Firmanya pada kitab berikutnya sama seperti kemauan anda,…bukankah Allah mempunyai kehendak dan kita di berikan akal-fikiran untuk memahaminya,…..

      8. @antikris,……tulisan anda itu ujung-ujungnya kok mengarah pada tiga tuhan gitu,….ada Yahwe Elohim,…ada Roh,…dan satu lagi Firman,….kan seharusnya Yahwe Elohim saja yang Tuhan,…di mana anda belajar memisah-misah Tuhan menjadi tiga,…..? Ah,….yang bener.

      9. @all bisanya cuma OOT. coba disanggah tulisan saya dengan jawaban yang lebih kredibel alih2 nuduh tuhan tiga dsb.

        allah yang satu tidak mungkin mencipta karena dia tidak punya firman dan roh, kalau dia punya firman dan roh, artinya ada 3 pribadi juga di surganya allah? bukankah itu syirik?

        omong2 tentang hal tsb, quran itu kekal atau tidak? kalau tidak kekal, artinya klaim muslim bahwa quran itu ada di surga salah. kalau kekal, artinya quran yang berada di lauful mahfudz bersanding bersama dengan allah, berarti allah ada saingan atau sekutu di surga? itu bukankah juga syirik?

      10. @antikris,….ketahuilah bahwa kitab suci Al-qur’an merupakan wahyu Allah yang di bawa oleh malaikat Jibril untuk menjadi petunjuk dan pelajaran bagi seluruh umat manusia,…yang berisi Firman Allah,….sejarah para nabi terdahulu,…aturan-aturan untuk manusia dan lain-lain. Jadi Al-qur’an adalah kitab suci atau buku pelajaran bagi manusia agar bisa mengikuti perintah dan larangan Allah,….Dan tidak menjadi saingan bagi Allah itulah yang harus di pahami,….karena Allah itu Maha kuasa dan Tuhanya alam semesta,…yang datang kepadaNya semuanya hanya sebagai hamba tidak ada yang terkecuali,….

  83. Ini nih, orang yg pintar tapi sebenarnya TERAMAT BODOH !!!!
    dan ingatlah ketika “NUR MUHAMMAD itu tercipta” jauh sebelum penciptaan Alam Semesta, Malaikat, Jin, Adam dan Arsy. sesungguhnya semua itu tercipta seperbagian dr Nur Muhammad.
    Nur itu dititipkan kepada Nabi ADAM as dan ditaruh di dahi’y, itu sebab’y allah swt mengutus seluruh mahlukNya u/ hormat dan sujud kepada Adam karna didalam tubuh Adam terdapat Nur Muhammad (kekasih allah/hamba yg paling disayangi).
    dan ingatlah saat adam melanggar keputusan allah dan sebelum diturunkan ke BUMI, berbagai doa yg adam panjatkan agar Allah memaafkan dosanya tsb, tetapi diacuhkan. dan saat adam berfikir bahwa Rob’y telah menitipkan Nur muhammad dlm tubuh’y lalu ia berdoa mengatasnamakan “Muhammad SAW” maka allah ampuni dosa’y dan diturunkan’y beliau kebumi sebagai Khalifah.
    Beliau selalu menjaga NUR MUHAMMAD tersebut jangan sampai jatuh ke Rahim yg salah, karna begitu suci’y Nur tsb.
    setelah Nur itu diwariskan ke HAWA terlahirlah Syied AS sekaligus NABI dr anak Adam yg terlahir tunggal.
    begitu Pula syied as mewariskan NUR MUHAMMAD tbs ke rahim wanita yg bener2 suci hingga terlahirlah IDRIS as, hingga terus seperti itu hingga Nabi IBRAHIM as, yg juga mempunyai Anak ISMAIL as dan ISHAK as,
    dari Ishak inilah hingga mempunyai keturunan yakub as (nama lain nabi yaqub adalah Israil) dr Bani israil inilah menurunkan para Rosul seperti Musa, Daud, Sulaiman dan seterusnya hingga ISA as.
    kemanakah NUR muhammad itu sekarang? Nabi ISA as menerangkan : Akan tiba saatnya kedudukan bani ISRAIL akan digantikan oleh bani ISMAIL (sebutan org arab)
    karna Allah SWT maha tau yg mahklukNya tak tau kedepan seperti apa.
    maka Nur MUHAMMAD itu dibenamkan di NABI ISMAIL as hingga terlahirlah HASYIM (bani hasyim) terlahirlah Abdul muthalib mempunyai anak Abdullah (disinilah terlihat NUR MUHAMMAD itu akan dikeluarkan dalam wujud manusia) setelah itu Nur tersebut diwariskan ke AMINAH rahim yg suci yg terpilih oleh Allah SWT yg akan melahirkan Manusia pilihan yg juga sebagai pelurus ajaran/firman/kitab Allah terdahulu (karna allah maha membolak balikan apapun sesuai kehendaknya) tanda kedatangan (Nur MUHAMMAD) Rosul terakhir pun sudah disebutkan oleh Nabi Ibrahim as dan Isa as yaitu AHMAD (Muhammad SAW) sebagai Nabi sekaligus Rasul Akhir Jaman yg telah termaktub di Injil (asli aramik) bukan injil yg ada sekarang yg sudah diterjemahkan lbh 518 bahasa dan isinya banyak yg berbeda dr berbagai bahasa tsb.

    1. Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak/Mustadrak Shahihain jilid 11/651 mengetengahkan hadits yang berasal dari Umar Ibnul Khattab ra.

      #entah Sahih a/ kurang absah kesahihan’y,

  84. Muhammad yg katanya naik ke surga, ketika bermalam di rumah seorang janda yang bukan mukhrimnya, kisah ini belakangan dimunculkan karena Al-Quran tidak mengisahkan secara rinci kejadiannya, tetapi Hadist Bukhari ratusan tahun Muhammad wafat kisah ini muncul.
    Silahkan serching di google, ternyata kisah itu mempunyai banyak kesamaan dengan Kitab Zoroaster (Yazidi 4000SM).
    Perbedaannya adalah nama-nama yg dirubah dan kisah yang dimodifikasi sesuai yg membuat Hadist. Tetapi inti cerita sama, naik ke surga yang ke-7.
    Perbedaan mencolok kepada Surga yg dijanjikan kepada jihadis, ternyata di surga yg ada 7 tingkat itu tidak ada sama sekali dijumpai Muhammad bidadari perawan berdada montoknya.
    Umat Islam jadi bingung kalau percaya Hadist yg muncul ratusan tahun setelah Muhammad wafat. Terserah umat Islam saja mau percaya. Apakah itu akal-akalan Muhammad biar tidak dihukum karena bermalam di rumah janda?? Hanya Muhammad saja yg tahu.
    GBU

    1. Imam Bukhari dg nama aslinya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari,
      Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M, jaman kejayaan islam)
      Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
      Pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah, dimana di kedua kota suci itu beliau mengikuti kuliah para guru-guru besar ahli hadits. Pada usia 18 tahun beliau menerbitkan kitab pertamanya “Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien” (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien).
      Diantara semua karyanya, yang paling monumental adalah kitab Al-Jami’ as-Shahih yang lebih dikenal dengan nama Shahih Bukhari.
      dimasa Kenabian Muhammad SAW, sahabat2 rasul tidak menulis hadits-Hadits tp dg mengamalkan/menghafalkan dan dibina langsung oleh rasulullah dan pasti terjamin kesahihan’y.
      Meski pada masa itu al hadist berada pada ingatan para sahabat, namun ada sahabat yang menuliskannya untuk kepentingan catatan pribadinya (bukan untuk kepentingan umum). Di antaranya ialah:
      ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash (dalam himpunan As Shadiqah)
      ‘Ali bin Abi Thalib (dalam shahifahnya mengenai huku-hukum diyat yaitu soal denda atau ganti rugi).
      dari sinilah hadits diturunkan melalui para sahabat2 ke tabiin dan diturunkan ke murid2nya salah satu’y beliau Imam Bukhari.
      karna ilmu yg tidak diamalkan bagaikan pohon yg tidak berbuah.
      Sama hal’y dg Al-Quran, allah menjamin keaslian’y karna banyak ahli hafidz wa tafsir yg masih ada hingga hari dimana ayat2 allah akan diangkat, yaitu hari dimana matahari terbit dari tempat ia terbenam, tertutuplah pintu-pintu taubat.

  85. @Malayindo,
    Ada baiknya kamu banyak-banyak belajar Sejarah hidup Muhammad, biar kamu tahu dan kenal si Alloh ciptaan Muhammad dan tidak menganggap sama dengan Tuhan Para Nabi Israel.
    GBU

  86. Kt g usah ribut ribut klo ada yg ngajk baik diambil klo g mau y udah. Skra ada google jd klo kta pengen bjr dan tau buka aja diartikel google zmn udah canggih bjr sndiril ajalah. Sy muslim sy mau bahas yg diatas klo nbi muhammad saw g pernh ktmu allah swt(klo g salah kt kt diatas) mnurut sy nbi pernh ktmu allah swt dia dibw klngit ke tjuh dibw malaikat jibril. Sesampainy dsana nb mau ajak jibril tp mlakat jibril tidak mau karna dia akan hngus dan terbakar hnya nblah mahluk mulia keksih yg pantas ktmu allah dan bedialog. Mk diwaktu itulah terjdi sholay 5 waktu. Tau tidak ada di hadis(ucpan perbutan ataupun kisah nb muhammad saw)malaikat hammalat al arsy dri kuping ke bahunya butuh empat rtus thun perjalanan dan didalm alquran firman allah swt air laut ataupun danau dibumi ini klo ditumpahkan ke kpla kmalaikat isrofil airnya sdikt atau tidak basah byangkan besarnya ciptaan allah. Nbi musa as mau ketemu allah tp yang ada gunung maupun bukit mau hancur akhrnya nb musa as cm bs bicara saja. Allahuakbar…pernah org kafir minta nb muhammad saw untuk membelah bulan akhirnya nb berdoa dan minta kp allah akhrny bulan terbelah. Tp org kfir gitu aja…skrag udah diteliti astronot klo bulan dulunya pernah terbelah. Bnyak mukzizat nb yg lainya. Itulah nb dan rosul terahir nb muhammad saw. Penyelamt umat terimks mf klo kterangan sy klo ada yg salh bg yg ahliny

    1. Saya seetuju dng anda….Hp Says.
      Blogger ini miliknya KAFIRUN…
      Semua catatan dia berisi HUJATAN KPD ALLAH ….ALQURAN…..DAN MUHAMMAD.
      Sementara Yesus bin Maryam sendiri tlh mengabarkan kedatangan Nabi Akhir yaitu AHMAD.

  87. @Dewa Wisnu,
    Kalau ditanya umat Islam pastilah menjawab Alloh adalah Tuhan Sang Pencipta Alam. Jangankan umat Islam, umat Hindu, Budha dan Shinto pastilah mereka juga mengaku menyembah Tuhan Sang Pencipta Alam berdasarkan cara dan versi mereka sendiri.
    Begitu juga Islam hanya mengaku-ngaku menyembah Tuhan Sang Pencipta Alam, padahal Tuhan Sang Pencipta Alam tidak pernah berjumpa langsung dengan Muhammad.
    Lebih tegas lagi Muhammad tidak percaya atau tidak mengakui Tuhan dalam sahadat umat Islam walau Alquran mengakui ada Tuhan yang disembah bangsa Israel.
    Berbeda dengan Para Nabi Israel di mana Tuhan Sang Pencipta Alam bertemu langsung dengan Para Nabi Israel.
    Untuk mengetahui Alloh yang disembah Muhammad dan umat Islam, mari kita lihat sejarah Muhammad dan pandangan masyarakat Arab mula-mula tentang Alloh.

    Kata Alloh sudah dikenal masyarakat Arab jauh sebelum Muhammad lahir, terbukti dari nama Abdullah ayah Muhammad yang berarti: Abdullah = abdi Alloh.
    Bagi bangsa Arab Alloh berasal dari Al-illah dialah dewa yang terbesar yaitu : Dewa Hubal dengan lambang Bulan Sabit (Hilal). Terbukti dari temuan arkeolog dunia menemukan ribuan artefak yang terdapat di kuil-kuil jajirah Arab berlambang Bulan Sabit. (Hampir sama dengan Mesjid yang berlambangkan Bulan Sabit yg belakangan diganti dengan lafal Alloh).
    Baca: Sirat Rasul.
    Abdul Mutolib kakek Muhammad adalah seorang juru kunci Kabah. Kabah dikenal masyarakat Arab sebagai Istana bagi Dewa Hubal (illah yang terbesar) beserta ratusan dewa-dewi. Dewa Hubal yang dikenal masyarakat Arab mempunyai 3 anak yaitu : Dewa Latta, Dewa Uzza dan Dewa Manat (Jejak ketiga anak Dewa Hubal tsb dapat diketahui dari Surat : Al-Zin).
    Abdul Mutolib pernah mempersembahkan manusia (Abdullah ayah Muhammad) dan unta di Kabah kepada Dewa Hubal untuk melaksanakan nazar yang pernah dia ucapkan.
    Abdul Mutolib berdiri di hadapan patung Dewa Hubal dan berdoa kepada Alloh (al-illah).
    Muhammad juga pernah mempersembahkan kambing sembelihan kepada Dewa Uzza dan memberi kambing sembelihannya itu kepada sahabatnya Zaid, tetapi Zaid menolaknya dan mengatakan kepada Muhammad bahwa dia tidak mau memakan daging yang disembelih dengan menyebut ansaf-ansaf yang lain kecuali dengan menyebut nama Alloh. Dari perkataan Zaid ini nampaknya Muhammad sadar bahwa hanya Allohlah yang wajib untuk disembah.
    Dari Zaidlah Muhammad mengenal kata Alloh.
    Zaid jugalah yang sering menemani Muhammad untuk bertapa di Goa Hira. (NB: Umat Yahudi dan Kristen tidak pernah diajarkan dan dibenarkan melakukan pertapaan karena dianggap goa adalah tempat zin dan setan).
    Dalam menjalankan agama barunya Muhammad mencontoh bulat-bulat pemujaan kepada Kabah yang dilakukan masyarakat Pagan Arab mulai dari solat, ritual Haji dan cium Batu Hitam. Bedanya Alloh orang-orang Arab ada 3, tetapi Alloh Muhammad hanya 1. Alloh sang Dewa Hubal yang tidak beranak, itulah yang di sempurnakan Muhammad. Tetapi ritual tata cara ibadah tetap sama menyembah Dewa Hubal yang beristana di Kabah.
    Itu sebabnya Umar bin Khatab terkejut ketika mengikuti tawaf bersama-sama dengan Muhammad, ketika hendak mencium Batu Hitam (keterkejutan Umar kira-kira seperti ini: kata Muhammad agama baru, tapi kog cium batu juga seperti Pagan Arab).
    Dari sejarah Islam maka umat Islam bisa mengetahui bahwa Alloh yang di sembah Muhammad adalah :
    Dewa Hubal.
    GBU

    1. Kalau dewa siwa dikatain bebal gak senang, tapi nyatanya memang dungu.

      Penjelasan yg ringkas namun tepat bung setia budi, semoga para Muslim mendapat hidayah.

      1. Penghuni / Penjaga Neraka itu kalau nulis tidak ada maknanya,…kok hanya ikut-ikutan sama setia budi si Dewa Hubal,…..ma’af yaa bro jangan marah harus sabar,…kan Sabda nabi Yesus itu kalau di tampar pipi kiri mu maka berikan yang kanan,….jadi harus tahan uji,…seperti saya ini walaupun di bilang dungu,….nggak apa-apa.

      2. @Setia Budi…..
        Gileliyaah…SPBU…
        Ente kl msh makan ANJING dan BABI….dan segala yg DI HARAMKAN ALLAH…maka
        Hati mu itu tdk akan mampu menyerap dan mengerti ttg ILMU ttg ALLAH Tuhan sang pencipta SELURUH ALAM,apalagi ngarepkan HIDAYAH ALLAH…Tuhan yg disembah oleh Yesus Muhammad…Musa….Ibrahim….Sulaiman….Noah…dll.

      3. Waakakkakkakkkak…ente @Penjaga Neraka…
        Kl IMAN & AMALAN IBADAH mu sj msh bertolak belakan dng PERINTAH TUHAN yg disembah oleh Yesus (Perintah Allah)…
        Maka nggak usah banyak CAKAP deeeh…
        Yesus menyuruh menyembah ALLAH kok kalian nyembah Yesus…Allah melarang manusia memakan BABI dan segala yg diharamkan-Nya…mlh kalian LEBIH RAKUS lg.
        Sbnrnya kalian ini pengikut Yesus atau pengikit siBOTAK Penyesat umat siiih.

      4. @malayindo kayaknya pinter ternyata muridnya si irena mantan biarawati palsu.

        Coba baca teks aslinya, memang ada kata Allah dalam Alkitab? Yang bener Allah itu dewa suku Quraish si arab, makanya yang disebut kafir itu adalah suku Quraish yg tidak menerima Allahnya muhammad yang katanya satu, padahal allah itu satu dr 360 dewa di dalam kabah, dan punya anak 3, al-lat, manat, al-uzza, makanya muhammad bilang allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Gak ada hubungan sama Yesus.

        Kalau belajar tuh dari sumber yang bener, jangan asal dicekokin sama ustadzah palsu udah percaya. Dia belajar kristologi hasil googling.

    2. Dewa Hubal alias Setia budi seharusnya anda mengetahui bahwa sejarah itu akan mengikuti ego penulisya,….dan Allah tuhan semesta alam akan memelihara hambanya yang ta’at kepada hal-hal yang menyesatkan,……

  88. Biarkan mereka (or kaf) berkata apa tntang muslim…mungkin dunia udah jadi surga buat mereka (or kaf) dan tunggu aja d persidangan setelah sampai pd wktunya amiin..
    Skali lgi sobat muslim..jngn pernah membalah penghinaan mereka (or kaf)..karna dri membalas akan timbul pertikaian yg bikin nafsu saiton memuncak. Cukup biarkan saja
    Wasalam..wr.wb

  89. Seng gawe blog iki wong goblok, ngertine mek teko buku karangane dewe2, dang moco o dua kalimat sahadat. ben urepmu iku bener. Wes jelas Nabi Isa iku putra ummi maryam binti imron nang jerone Al Qur’an & sebelum smesta sak isi2ne iki di ciptakan Allah Nur Muhammad iku wes onok nang jejere Allah SWT. & Nabi Muhammad iku Utusane Allah sopo wong seng gak Iman marang Rosul iku bakale dadi firaun2 terbaru. rinio umate yudas iskaryot gak usah kakean cangkem nang internet kesuwen. Ketemu langsong ae tak obong e raimu

  90. Tidak pernah ada kisah Raja Daud di Alkitab yang kawin sampai 99 kali, Alquran ayat makhluk Goa Hira luar biasa ngibulnya. Apakah si Alloh yang lupa sejarah atau siapapun yang menulis kisah itu di Alquran pasti ngarang ngaur.
    Kalau mau tahu sejarah aslinya tanya sama keturunan Raja Daud ada organisasi dari keturunan Raja Daud yg mencatat sejarah dan mendata nama-nama keturunan Raja Daud.
    Terlalu jauh Islam tersesat dan terlalu banyak kalian dikibuli ayat-ayat makhluk Goa Hira.
    Maklum saja Alloh Goa Hira si Dewa Hubal bisanya ngerem di Goa Hira beristana di Kabah. Jadi buta dan tuli sejarah.
    Kasihan kalian umat Islam ditokohi gelem (togel) sama si Muhammad.
    GBU

    1. Setan itu dulunya penduduk surga dan ketika di perintahkan untuk sujud kepada nabi Adam dia menolak untuk sujud, maka di kutuklah oleh Allah menjadi setan dan tempatnya di neraka dan bagi manusia yang tidak mau sujud kepada Allah maka dia akan di kutuk sebagai kafir dan tempatnya kekal di neraka,….ini pasti terjadi.

      1. Setan lebih pinter. Masak ciptaan disujudin. Allah swt keblinger, masa ciptaan disujud spt penciptanya? Logikanya dimana? (Salah satu bukti quran bukan firman allah tp wahyu mamad).

    2. Sejarah yang buat manusia yang pinter rekayasa dan kalau sudah ratusan tahun dan pada mati semua terus siapa yang tanggung jawab kalau sejarahnya tidak benar dan menyesatkan,…..? Allah Tuhan semesta Alam hanya memerintahkan agar manusia sujud dan menyembahNya,….dan bila tidak mau akan di kutuk sebagai kafir dan tempatnya di NERAKA.

      1. Dari mana anda tahu ttg quran kalau tidak percaya sejarah. Anda ngerti arti kata sejarah?

    3. Waakakakakaakkakakakak…
      Ente @Setia budi…..Gileluyaah…SPBU….
      Stop dl makan ANJING dan BABI Oom…trs potong tu khulub luuu…br ente disebut BERIMAN DAN BERBAKTI kpd ALLAH TUHAN yg disembah oleh Yesus dan Muhammad. Gak usah banyak CAKAP kau weeei…..

      1. Tunjukin surah dalam quran atau hadis atau sirat yang sebut muhammad disunat. Nabi ente aja gak sunat, kok ente mau2nya diboongin.

  91. Apa umat Islam keberatan kalau diungkap Alloh Kabah adalah Dewa Hubal (Dewa Bulan)??
    Tidak perlu cemas dan tidak perlu ragu saudara-saudara. Dewa Hubal Itulah Alloh Kabah yang sebenarnya.
    GBU.

    1. Penjelasan Al Quran untuk temen-temen kristen:

      38.Ṣād : 24

      قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ ۩

      Dia (Dawud) berkata, “Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu.” Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.

      Cerita mengenai 99 kambing dalam Al Quran ayat Surah 38 (Shad) ayat 24 adalah sbb:

      Ceritanya sangat panjang:
      1. Nabi Daud minta kelada Allah untuk diberikan sanjungan seperti nabi-nabi lain
      2. Allah-merestuibdengan hafus-melalui ujian.

      Komunikasi tersebut berselang lama hingga nabibDaud lupa bahwa Allah-sedang menguji. Yaith sbb:
      1. Istri nabi daud sebanyak 99
      2. Pada suatu ketika (cerita detailnya tidak dijelaskan disini), nabi daud diuji oleh Allah dengan ditunjukan seorang wanita yang ber suami.
      3. Nabi Daud berkeinginan memperistri wanita tersebut.
      4. Kemudian nabi-Daud memerintahkan suaminya-untuk ditugaskan perang supaya kalau-suami nya meninggal, nabi Daud dapat menikahi wanita tersebut hingga istrinya menjadi 100.

      Namun Allah menyelamatkannya dan mengujj dengan mengirim 2 malaikat (sehingga bisa tidak diketahui para oenjaga dan masuk ke mihrab raja Daud).

      Manusia (penjelmaan malaikat) yang satunnya berkata bahwanya :
      Kambingnya-diminta oleh rekannya yang memiliki kambing 99.
      Pada intinya nabi Daud melaknat si fulan yang memilikk kambing 99 tersebut karena dianggap dzalim terhadap pemilik satu kambing.
      Skenario ini ujian mengingatkan keinginan nabi Daud untuk menikahi 1 istri tadi.
      Sehingga atas dosa yang besar ini nabi Daud tersungjur bersujud sampai dengan empat puluh malam (tidak dijelaskan disini apakah 40 hari empat puluh malam) atau hanya 40 malam. Dari penjelasan ini-ummat kristen menyimpulkan nabi Daud mengamalkan puasa 40 hari 40 malam tanoa henti. Padahal ini adalah pertobatan nabi Daud atas niatnya-ingin memperistri wanita yang sudah bersuami.

      Ini adalah salah satu isyarat bahwa Wanita memang godaan yang tertinggi.
      Sekelas nabi yang sudah memilik 99 istri masih tergoda untuk menikahi wanita yanf sudah bersuami.

      Ini cerita adalah rangkuman yang mungkin bisa salah menafsirkan. Tapi tujuannya adalah. Elihat betapa jauhnya perbedaan versi penafsiran ayat teman-teman nasrani dalam menafsirkan ayat sbb:
      Kurang lebih hanya menjelaskan bahwa nabi Daud memutus perkara dengan gegabah dalam hal pertikaian manusia memperebutkan 1 kambing.

      Kepada temen-temen nasrani apabila ingin mempelajari Al Quran sebaiknya membaca tafsir Al Quran, karena Al Quran jtu bahasa Sastra, akan sulit difahami apabila hanya membaca terjemahan saja. Silahkan baca tafsir Ibnu-Katsir atau tafsir At Thobari.