Nabi-nabiRenungan

Kurban yang Sesungguhnya (Bagian 3)

Kurban yang Sesungguhya (Bagian 3)

Yesus Kurban Sejati yang Tanpa Dosa

kurban

Pada serial –serial terdahulu kita telah melihat walau para nabi lainnya begitu dekat dengan Tuhan, namun mereka tidak menjalani hidup yang benar-benar bebas dari dosa. Itu sebabnya semua nabi tetaplah tergolong orang-orang yang berdosa.

  • Adam berdosa (QS.2:36; 7:22-23)
  • Ibrahim berdosa (QS.26:82)
  • Musa berdosa (QS.28:15-16)
  • Daud berdosa (QS.38:24-25)
  • Yunus berdosa (QS.37:142)
  • Muhammad berdosa (QS.47:19; 48:1-2; Bukhari no.1732;1573)

Akan tetapi ketika kita datang kepada Yesus, kita mendapati satu pribadi yang unik yang sama sekali tidak terkait dengan dosa apapun. Ia kudus.

Quran mengajarkan bahwa Yesus itu suci. Ketika malaikat menemui Maria, malaikat itu berkata kepadanya, “Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci” (Sura 19:19).

Dalam Quran, kata suci dalam ayat ini hanya digunakan untuk Yesus semata.

Dalam Alkitab, Yesus juga disebut “Yang Kudus”:

sambil berkata, “Ada apakah dengan kami dan Engkau, hai YESUS orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, Engkau adalah yang kudus dari Elohim.” (Markus 1:24)

Yesus sendiri mengafirmasi bahwa Ia kudus ketika Ia bertanya kepada umat: “Siapakah dari antara kamu yang menempelak aku sehubungan dengan dosa? Namun jika aku membicarakan kebenaran, mengapa kamu tidak percaya kepada-Ku? (Yohanes 8:46).

Dalam seri-seri terdahulu kita telah melihat bahwa Musa digambarkan sebagai orang yang dimuliakan di dunia ini. Namun Yesus digambarkan sebagai Yang Dimuliakan di dunia ini maupun di akhirat. Ia termasuk ke dalam pihak yang dinyatakan secara eksplisit sangat dekat dengan Tuhan.

Quran mengatakan pada kita bahwa para malaikat berkata: “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Sura 3:45).

Tidak seorangpun dapat dekat pada Tuhan kecuali ia suci tanpa dosa.

 

Yesus Sang Firman Tuhan 

Musa diberikan Firman Tuhan dalam wujud Taurat, namun Yesus disebut Firman Tuhan, Kalimat Allah, baik dalam Quran maupun dalam Alkitab.

Quran mengatakan: “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Sura 3:45).

Alkitab mengatakan pada kita ketika Yesus dilahirkan ke dalam dunia ini, “Dan Firman itu sudah menjadi daging dan berdiam di antara kita” (Yohanes 1:14). Firman dinuzulkan (inkarnasi) menjadi manusia Yesus.

Apakah Firman Tuhan sesuatu yang kekal ataukah sesuatu yang eksis mulai dari suatu titik waktu? Jika Firman Tuhan tidak eksis bersama Tuhan sejak kekekalan, bukankah itu berarti ada suatu waktu dimana Tuhan eksis secara bisu tanpa kemampuan untuk ‘berkomunikasi’, dan bukankah itu mustahil?

Mungkinkah Firman Tuhan itu kekal, namun eksis pada suatu waktu? Orang Muslim percaya bahwa Quran itu Firman Tuhan yang kekal, yang tidak diciptakan. Namun orang Muslim juga percaya bahwa berita Quran diturunkan dari surga pada manusia pada suatu waktu tertentu dalam sejarah ketika malaikat Jibril membawa pesan kepada Muhammad. Dan sementara orang Muslim percaya bahwa Quran itu tidak diciptakan, namun kitab fisik yang mereka miliki eksis mulai pada suatu saat tertentu dalam waktu, yaitu ketika Quran itu ditulis atau dicetak.

Disini, saat dibumi ini, Allah tidak bersuara aslinya, tetapi Firman telah menitis (nuzul) menjadi bacaan (yang bersuara) dan atau aksara (yang tertulis) dari KitabNya.

Demikian kita dapat memahami bahwa Alkitab disebut Firman Tuhan karena memuat wahyu dari Tuhan. Mengapa Yesus juga disebut Firman Tuhan? Ya karena Ia adalah wahyu Tuhan, yang menitis menjadi manusia suci yang berfirman sempurna dan berperilaku sempurna.

Yesus mengajarkan dalam Alkitab bahwa Ia menyatakan sosok Tuhan. Ia berkata, “Jika kamu telah mengenal Aku, tentu kamu pun mengenal Bapa-Ku, dan sejak sekarang kamu mengenal Dia, dan telah melihat Dia… Siapa yang melihat Aku, ia telah melihat Bapa..” (Yohanes 14:7-9).

Menarik sekali jika memerhatikan dalam Alkitab Yesus menggambarkan Tuhan sebagai Bapa-Nya dan diri-Nya sendiri sebagai Putra Tuhan. Namun demikian, kita tidak boleh mengartikan bahwa Tuhan mempunyai anak biologis, anak hasil kawin mawin.

Ayat dalam Quran berikut menjelaskan bahwa Tuhan tidak akan pernah memiliki anak biologis karena Ia sendiri tidak beristri.

“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu” (Sura 6:101).

Ketika orang Kristen menyebut Yesus sebagai Putra Tuhan, itu harus dipahami secara simbolis. Yesus menyatakan karakter Tuhan kepada kita dan oleh karena itu Ia merujuk Tuhan sebagai Bapa-Nya dan Ia sendiri sebagai Putra Tuhan. Hampir sama seperti ungkapan yang kita gunakan, “Ayah dan anak sama saja”, dimana terimplikasi kesatuan relasi dalam essensinya.

Alkitab dan Quran sama sekali tidak pernah mengajarkan bahwa Tuhan mempunyai hubungan fisik dengan Maria yang menghasilkan kelahiran Yesus. Tidak! Bukankah malaikat Tuhan sudah mengatakan kepada Maria bahwa kehamilannya bukan karena bersuami atau oleh sentuhan orang laki-laki? (Luk 1:34, Qs.19:20). Tuhan justru menghembuskan Roh-Nya kepada Maria lalu ia melahirkan Yesus. ini diajarkan baik dalam Quran maupun Alkitab.

Quran mengatakan, “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam” (Sura 21:91).

Alkitab berkata,

“Roh Kudus akan turun ke atasmu dan kuasa Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; karena itu pula, yang dilahirkan itu kudus, Dia akan disebut Putra Elohim” (Luk.1:35).

 

Yesus Tanda bagi umat manusia

Kepada Musa diberikan tanda-tanda ajaib untuk membuktikan bahwa ia adalah nabi Tuhan. Yesus juga diberi banyak tanda ajaib untuk membuktikan bahwa Ia benar datang dari Tuhan, melalui banyak mujizat ilahiah yang dilakukan-Nya.

Quran menulis bahwa Yesus dapat melakukan banyak mujizat, bahkan menghidupkan orang mati! Sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Allah sendiri.

Dalam Quran, Yesus berkata “dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman” (Sura 3:49).

Oleh karena Yesus adalah Firman Tuhan, Quran mengatakan pada kita bahwa Yesus dapat berbicara sejak Ia masih bayi. Dan suara itu sudah sekaligus berupa wahyu, tak usah menunggu pewahyuan dari malaikat. Yesus juga dapat menghidupkan burung yang terbuat dari tanah liat.

“ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku… “ (Sura 5:110).

Banyak orang datang pada-Nya, membawa orang lumpuh, orang buta, orang timpang, bisu dan banyak yang lainnya, dan meletakkan mereka di kaki-Nya; dan Ia menyembuhkan mereka (Matius 15:30).

Alkitab bersama Quran juga mengajarkan bahwa tidak hanya Yesus sanggup menyembuhkan, Ia juga sanggup memberi hidup bagi mereka yang telah mati.

Lalu, ketika YESUS melihat ia sedang meratap, dan orang-orang Yahudi yang datang bersamanya sedang meratap, Dia mengerang dalam Roh dan bersusah hati, dan Dia berkata, “Di manakah kamu meletakkan dia?” Mereka berkata kepada-Nya, “Tuhan, marilah dan lihatlah!” YESUS pun menangislah… Kemudian YESUS, sambil mengerang lagi dalam diri-Nya, Dia datang ke kubur itu. Dan itu adalah sebuah gua, dan sebuah batu menutup padanya. YESUS berkata, “Angkatlah batu itu!” … Dan setelah mengatakan hal-hal itu, Dia berseru dengan suara nyaring, “Lazarus, keluarlah!” … Dan orang yang telah meninggal itu keluar sambil terikat kedua kaki dan tangannya dengan kain kafan, dan mukanya masih terbungkus dengan sapu tangan” (kisah selengkapnya dalam Yohanes 11:17-44).

Tetapi Yesus tidak hanya diberikan tanda-tanda ajaib, baik Quran maupun Alkitab mengajarkan bahwa Yesus sendiri adalah Tanda bagi segenap umat manusia.

Quran menceritakan pada kita bahwa Maria berkata, “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” Jibril berkata: “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan” (Sura 19:20-21).

Alkitab bahkan sudah menubuatkan kisah tentang Tanda kelahiran seorang Mesias (Al-Masih, Yesus) 700 tahun sebelum kejadiannya (!), yaitu melalui Perawan sebagai tanda dari Tuhan, ketika Alkitab berkata:

Sebab itu Tuhan sendiri akan memberikan kepadamu sebuah tanda, lihatlah, perawan itu akan mengandung dan akan melahirkan seorang putra, dan dia akan memanggil namanya: Imanuel(Yesaya 7:14).

Sesungguhnya itu adalah sebuah Tanda karena kelahiran Yesus sangat unik. Selain dari Adam dan Hawa yang tidak mempunyai orangtua, apakah ada orang lain yang lahir ke dalam dunia ini tanpa melalui orangtua? Ketika Yesus satu-satunya orang yang harus di lahirkan secara supranatural dari seorang Perawan, apa yang ada dibenak Anda? Tidakkah ada sesuatu yang sangat besar yang hendak Tuhan nyatakan kepada kita?

Sudah tentu Tuhan menggunakan kelahiran supranatural untuk menun-jukkan pada kita bahwa Yesus adalah Tanda bagi seluruh dunia. Kadangkala kita berpikir Yesus diutus hanya untuk orang Yahudi atau orang Kristen, tetapi baik Quran maupun Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa Yesus adalah bagi seluruh dunia.

 

Yesus Qurban yang Sejati dari Tuhan

Dari seri-seri lain kita telah belajar bahwa Tuhan itu Maha Pemurah dan Ia mengampuni umat-Nya sekalipun mereka berdosa jika mereka mau datang kepada Tuhan dalam pertobatan. Dalam zaman nabi-nabi kita menyaksikan betapa murka Tuhan yang tadinya bernyala-nyala atas dosa manusia dizaman nabi Nuh, sehingga menghukum seluruh bumi dengan air bah, namun akhirnya surut dari kemurkaanNya, tatkala Nuh mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhannya.

Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu” (Kej 8:20).

Tatkala Tuhan mencium persembahan yang harum itu, Dia mengadakan perjanjian dengan Nuh bahwa tidak akan ada lagi air bah yang memusnahkan bumi. Dan Tuhan meletakkan busur pelangi sebagai tanda atas perjanjian abadi ini (Kej 9:14-17).

Seterusnya, kita sudah menyaksikan betapa Abraham juga diminta oleh Tuhan untuk mempersembahkan korban bakaran, tetapi kali ini kurbannya adalah anak Abraham sendiri! Apa maksud Tuhan yang “gila-gilan” ini? Bahkan anaknya sempat bingung dan bertanya was-was kepada ayahnya:

“Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Elohim yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama” (Kej 22:7-8).

Sang anak tidak tahu bahwa dialah yang akan dijadikan korban. Dan Abraham juga tidak tahu kenapa anaknya harus menjadi korban-bakaran bagi Tuhan. Dan dalam ketidak-tahuannya, namun dalam tetap beriman, ia menjawab anaknya bahwa Tuhan-lah yang akan menyediakan korban itu! Dan benarlah, Tuhan sudah mempersiapkan semuanya, persis seperti yang Abraham katakan: “Elohim yang akan menyediakan”. Dan satu kurban pengganti sianak dihadirkan Tuhan demi menebus kematiannya. Kini mulai jelas, bahwa Tuhan tidak “gila darah” sekalipun tadinya Dia memberikan perintah aneh kepada nabiNya untuk membunuh anakNya. Itu bukan sebuah perintah hukum, juga bukan sekedar untuk men-test iman Abraham (sebab Tuhan toh sudah tahu imannya), melainkan sebuah ilustrasi ilahi yang amat penting dan perlu diperkenalkan kedunia. Yaitu demi menyingkapkan “salvation-plan-Nya” yang amat perlu diketahui oleh setiap umat manusia. Dan itulah gambaran sebuah tebusan dosa dimasa depan dengan pengucuran darah sang Mesias diatas salib!

Perhatikan baik-baik, dan lihat ilustrasi atau simbolisasi untuk rencana besar penyelamatan Tuhan dalam drama penebusan kematian anak Abraham:
Pertama, anak manusia (dilambangkan oleh anak Abraham) yang berdosa dan seharusnya dihukum mati. Namun ia DITEBUS oleh anak domba (simbol kurban bakaran) sehingga anak manusia tsb bisa selamat (tidak mati kekal keneraka). Sang Kurban (domba tak bercacat, simbol tanpa dosa) disediakan Tuhan sendiri untuk menebus nyawa anak manusia berdosa yang seharusnya MATI (masuk neraka). Dan kisah “aneh” inilah yang kelak menunjuk kepada YESUS MESIAS sebagai Anak Domba (kurban tak berdosa) yang datang menebus dosa kematian umat manusia.

Dalam Quran, kita membaca penebusan kematian ini dalam bahasa aslinya, QS.37:107:
“Dan Kami tebus anak itu dengan sebuah kurban yang besar (azhiim, agung)”

Kurban dalam makna aslinya disini bukanlah seekor binatang semata yang disembelih. Namun sang korban yang membayar harga-kematian demi bisa menebus pihak lain yang akan dibebaskannya. Dan ini dinyatakan sebagai “Anak Domba yang Tuhan sediakan”. Binatang apakah yang bisa disebut AZHIIM (agung, yang dipakai Allah dalam 99-sifatNya sebagai Al-Azhiim). Itu mustahil binatang, melainkan lambang/symbol sebutan bagi Anak Domba Elohim, MESIAS yang telah ditamsilkan oleh nabi Yohanes (Yahya) sebagai Sang Kurban yang menebus kematian (dosa) umat manusia:
“Lihatlah Anak Domba Elohim, yang menghapus dosa dunia” (Yoh1:29).

Kemurahan Tuhan terlihat dalam setiap langkah hidup Yesus. Alkitab telah mengatakan pada kita bahwa Yesus melakukan banyak mujizat yang hampir semuanya bercirikan pemulihan dan penyelamatan. Dalam Quran, Jibril menyampaikan kepada Maria bahwa Isa dijadikan sebagai TANDA dan RAHMAT bagi keselamatan umat manusia:

“Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya (ISA) suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan” (Sura 19:20-21). Ini mengulang apa yang dikatakan para malaikat Alkitab kepada para gembala sesaat sesudah Yesus di lahirkan dikandang domba:
“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuhan, di kota Daud” (Luk2:10,11).

Alkitab mengatakan pada kita bahwa Yesus bermurah hati bahkan kepada para pendosa dan berotoritas untuk mengampuni orang-orang yang berdosa terhadap Tuhan.

Dan seseorang dari antara orang Farisi meminta Dia supaya Dia makan bersamanya. Dan setelah masuk ke dalam rumah orang Farisi itu, Dia duduk makan. Dan tampaklah seorang wanita di kota itu, ia adalah orang berdosa. Ketika mengetahui bahwa Dia sedang duduk makan di rumah orang Farisi itu, dengan membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi, dan seraya berdiri di sisi kedua kaki-Nya, sambil menangis ke belakang-Nya, dia mulai membasahi kedua kaki-Nya dengan air mata, … Dan Dia berkata kepada wanita itu, “Dosa-dosamu telah diampunkan” (kisah selengkapnya dalam Lukas 7:36-48).

Tuhan juga menyatakan pada kita bahwa Yesus ditandai dengan kuasa untuk mengusir setan yang banyak menggangu dan mencelakakan masyarakat Israel dimasa itu. Setan-setan bergemetaran menghadapinya dan minta agar mereka tidak disiksa atau dibinasakan (baca antara lain Markus ps.5 dll). Wah! Siapa yang bisa ditakuti setan? Ini tentu menambah bukti bahwa Ia disamping berkuasa mengampuni dosa, Ia juga mampu melepaskan kita dari kuasa setan yang menyeret kita dalam dosa.

Pengajaran-pengajaran Yesus mencapai tingkat moralitas yang tertinggi. Yesus mengajar bahwa kita tidak hanya mengasihi mereka yang mengasihi kita tetapi justru juga mengasihi para musuh kita.

Kamu sudah mendengar yang telah dikatakan: Kasihilah sesamamu dan bencilah musuhmu. Namun Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuk kamu, perlakukanlah dengan baik mereka yang membenci kamu dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan kamu dan menganiaya kamu, supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga” (Matius 5:43-45).

Ada ketika dimana para ahli kitab dan orang-orang Farisi bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, seraya memprotes mereka yang makan dan minum bersama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Maka sambil menanggapi, YESUS berkata kepada mereka,

“Mereka yang sehat tidak mempunyai kebutuhan akan tabib, melainkan mereka yang menderita sakit. Aku datang tidak untuk memanggil orang-orang benar, melainkan orang-orang berdosa untuk pertobatan” (Lukas 5:30-32).

Tuhan itu Maha Pemurah dan Ia ingin memanggil para pendosa untuk bertobat dan datang kepada-Nya. Yesus menegaskan tujuan kedatangannya kedunia, tidak lain tidak bukan melainkan untuk MENYELAMATKAN manusia. Ia berkata: “”Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia (Yesus) datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:9-10).

Yesus menceritakan kepada para murid-Nya hal ini untuk mengajarkan pada mereka jangan pernah yakin akan kebenaran diri mereka melalui amal-pahala dan perbuatan baik, tetapi agar datang kepada Tuhan dan bersandar sepenuhnya pada kemurahan-Nya untuk menyelamatkan mereka. Sebab apakah sungguh ada amal-pahala manusia? Bukankah semua yang kita punyai berasal daripadaNya? Apakah kita memercayai perbuatan baik kita untuk menyelamatkan kita ataukah kita mengakui bahwa kita adalah para pendosa yang membutuhkan kemurahan Tuhan untuk menyelamatkan kita?

Sudah saatnya kita memuliakan iman kita dengan berkata bahwa kita berbuat baik dalam kasih karena mau bersyukur kepada Tuhan yang sudah terlebih dahulu ultra baik dan kasih kepada kita, bukan untuk membeli pahala! Yesus, telah datang sebagai Anak Domba Tuhan untuk mengkurbankan diriNya diatas kayu salib demi menebus dosa yang pasti akan membawa kita semua kepada kematian. Kedengarannya aneh? Kalau begitu kita kurang sensitive memahami ayat yang paling menggelisahkan kita semua tanpa kecuali, baik Quran maupun Alkitab. Al-Quran telah memastikan bahwa semua Muslim akan masuk keneraka, dan entah kapan dan bagaimananya bisa keluarnya:

“Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (QS.19:71)

Dan Alkitab juga mengatakan hal yang sama bahwa
“Upah dosa ialah maut” (masuk neraka kekal, Roma 6:23),
sementara semua orang adalah pendosa. YA, Kita semua akan masuk neraka tanpa kecuali, kecuali kalau DITEBUS oleh Yesus Mesias, sebagai Kurban Penebus yang Tuhan sediakan sebagai RAHMAT ANUGRAHNYA, Ini telah di ilustrasi/simbolisasikan dalam kisah Abraham diatas. YA, Tuhanlah yang menyediakan penyelamatan dari sorga, dan bukan lewat usaha-usaha manusia dunia membeli pahala sorga! Pahala-pahala dunia, surat kelakuan baik dari hakim-hakim dunia tak bisa menghantar manusia masuk kesorga. Untuk datang kenegri-sorga, diperlukan Visa-Sorga yang disediakan Tuhan yang empunya sorga. VisaNya akan dicap oleh penebusan Kurban Anak Domba, ketika kita mempercayai Yesus sebagai Penebus!
Yesus akan datang kembali ke bumi

Baik orang Muslim dan orang Kristen percaya bahwa Yesus, yang kini ada di hadirat Tuhan, akan datang kembali ke bumi suatu hari nanti.

Dalam Quran Yesus berbicara mengenai kenaikan-Nya ke surga, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” (Sura 19:33).

Lebih jauh lagi, Quran mengajarkan bahwa Yesus akan datang kembali ke bumi suatu hari nanti. Quran mengajarkan kedatangan Yesus akan menjadi sebuah Tanda bahwa Saat Penghakiman sudah dekat (yaitu akhir jaman). Quran berkata, “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus” (Sura 43:61).

Alkitab juga mencatat peristiwa Yesus naik ke surga. Segera setelah itu, dua malaikat menampakkan diri kepada para murid dan mengatakan pada mereka bahwa Yesus akan datang kembali ke bumi suatu hari.

Dan setelah mengatakan hal-hal ini, sementara mereka sedang menatap terangkatlah Dia, dan awan mengangkat Dia dari pandangan mereka. Dan sementara mereka terus terbelalak ke langit selagi Dia pergi, maka tampaklah dua orang (malaikat) dengan pakaian putih berdiri di dekat mereka, yang juga mengatakan, “Hai para pria, orang-orang Galilea, mengapa kamu berdiri sambil memandang ke langit? YESUS ini, yang telah terangkat ke surga dari antara kamu, demikianlah Dia akan datang kembali dengan cara yang telah kamu lihat Dia pergi ke surga” (Kisah Para Rasul 1:9-11).

Apa yang akan Yesus lakukan ketika Ia kembali lagi ke bumi? Baik orang Muslim maupun orang Kristen percaya bahwa ketika Yesus datang kembali Ia akan menghancurkan kejahatan.

Oleh karena Yesus suci dan tanpa dosa, Ia sanggup menghancurkan kuasa-kuasa kejahatan. Roh-roh itu sangat ketakutan. Ketika roh-roh jahat melihat Yesus, mereka mengenali siapa Dia dan berkata, “Ada apakah dengan kami dan Engkau, hai YESUS orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, Engkau adalah yang kudus dari Elohim.” (Markus 1:24).

Orang Muslim percaya ketika Yesus datang kembali ke bumi pada kali yang kedua, Ia akan menghancurkan kekuatan jahat terbesar yaitu Dajjal. Alkitab menggambarkan kekuatan ini di akhir jaman disebut sebagai Binatang dan ketika Yesus datang Ia akan memerangi Binatang itu dan mengalahkannya.

“…dan dengan mengenakan jubah yang telah dicelup dengan darah, dan Nama-Nya disebut, “Firman Elohim.” Dan aku melihat binatang buas itu dan para raja di bumi dan bala tentara mereka yang dikumpulkan untuk melakukan peperangan dengan Dia yang duduk di atas kuda itu dan dengan tentara-Nya… Dan tertangkaplah binatang buas itu, dan bersamanya nabi palsu yang membuat tanda-tanda di hadapannya, yang dengannya dia telah menyesatkan mereka yang menerima tanda binatang buas itu, dan mereka yang menyembah ikonnya. Selagi hidup, keduanya dilemparkan ke dalam lautan api yang dinyalakan oleh belerang”. (Wahyu 19:13, 19-20).

 

Yesus memberi para pengikut-Nya jaminan akan surga

Sebagai pengikut Tuhan, tentunya menentramkan jika dapat tahu dengan pasti apakah Tuhan akan menerima kita dan mengijinkan kita untuk tinggal bersama-Nya di surga. Baik dalam Quran maupun Alkitab, para pengikut Yesus menerima jaminan hidup kekal di surga.

Dalam Quran, Tuhan menjanjikan Yesus bahwa para pengikut-Nya akan superior terhadap mereka yang menolak iman. “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya” (Sura 3:55).

Di ayat lain dalam Quran, Yesus menjamin pada para pengikut-Nya bahwa mereka tidak perlu kuatir akan Hari Kebangkitan. “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati” (Sura 43:68). Apakah kita mempunyai jaminan bahwa Tuhan akan menyelamatkan kita dari dosa dan bahwa kita menghabiskan waktu dalam kekekalan bersama Tuhan?

Dalam Alkitab, Yesus mempromosikan hidup kekal pada orang-orang yang mengenal Tuhan dan mengikut-Nya. Yesus berkata, “dan inilah hidup kekal itu, bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Tuhan yang benar, dan YESUS Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3).

Jika anda ingin masuk ke surga, tidakkah anda ingin mengikuti orang yang sudah ada di surga dan mengetahui jalan yang lurus yang menuju ke surga? Jalan yang lurus, bagaimanakah itu sesungguhnya?

Quran menjawab, Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus” (Sura 43:61).

Dan Yesus menegaskan, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup.
Tidak seorang pun datang kepada Bapa jika tidak melalui Aku”
(Yohanes 14:6).

 

** Silahkan mengajukan pertanyaan lanjutan anda kepada: [email protected]

One thought on “Kurban yang Sesungguhnya (Bagian 3)

  1. Si penulis orang kafir gila, tidak tahu isi dan makna yg terkandung di dalam Alquran tetapi sok mengutip isi ayat2 Alquran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *