BlogNabi-nabi

Yesus dan Muhammad

Komaruddin Hidayat, Guru Besar Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah

Secara teologis, kehadiran sosok sejarah bernama Yesus sebagai peletak dasar agama Nasrani dan Muhammad sebagai peletak dasar agama Islam telah memberikan sumbangan sangat besar pada peradaban dan sejarah manusia sejagat. Pengaruh mereka masih berlangsung terus sampai hari ini.

Berdasarkan perhitungan statistis-demografis, pengikut dua agama tersebut menempati urusan terbesar, di luar kualitas dan loyalitas pengikut dalam menjalankan ajaran secara benar dan konsekuen.

Nama Yesus dan Isa menurut sebuah kajian historis ialah sosok yang sama, dengan sebutan yang berbeda semata karena pergeseran ucapan.

Isa, Yesaa, Yeshua, Yesus kesemuanya menunjuk pada aktor sejarah yang sama. Perubahan ucapan itu mirip dengan apa yang terjadi pada pemain bola dari Afrika atau Arabia, setelah pindah ke Eropa lalu berubah nama panggilannya seperti Zainuddin menjadi Zidan, Yusuf jadi Joseph, Ibrahim menjadi Abraham. Begitu pun beberapa nama Mehmet di Turki atau Memet di Sunda aslinya ialah Muhammad. Di Indonesia Timur, Abdurrahman bisa berubah menjadi Bedu Amang.

Karena kelahiran Muhammad jauh di belakang Yesus, yaitu 671 M, logis dan wajar saja jika pencatatan riwayat hidupnya lebih komplet dan transparan di mata sejarawan. Tak ada sejarah rasul Tuhan yang riwayat hidupnya tercatat sedemikian komplet kecuali Nabi Muhammad. Bahkan ucapannya yang dianggap autentik dan yang palsu pun terdokumentasikan dengan baik.

Dalam riwayat hidup Yesus banyak penggalan yang sulit ditelusuri sejarawan. Termasuk kompilasi dokumen tertulis ajaran yang disampaikan yang kemudian dihimpun dalam Kitab Injil.

Terlebih sosok Rasul Tuhan seperti Adam, Idris, Nuh, dan Sulaiman, para sejarawan kesulitan menemukan dan mengumpulkan informasi riwayat hidup mereka secara lengkap dan autentik. Itu semata alasan historis, bukan substansi kebenaran ajaran mereka karena semua nabi membawa ajaran dari sumber yang sama, Tuhan semesta alam.

Di luar perdebatan dan tafsiran terhadap ajaran yang diwariskan para rasul Tuhan, kedua sosok Yesus dan Muhammad telah menginspirasi dan menggerakkan jutaan bahkan miliaran orang untuk memperjuangkan cita-cita hidup berlandaskan moralitas agung. Sebuah moralitas yang berasal dari Tuhan yang kemudian menjadi hukum kemanusiaan universal. Tak ada sosok sejarah yang sangat dicintai umatnya, dijadikan model keteladanan hidup, bahkan umatnya rela mati jika kemuliaannya dihinakan, kecuali Yesus dan Muhammad.

Ironisnya, karena perbedaan paham, penafsiran, dan kepentingan politik dari para pengikutnya, pernah terjadi Perang Salib, perang antara pemeluk Nasrani dan Islam. Padahal, asal usul agama itu ialah dari Tuhan yang sama yang mengajarkan cinta kasih dan perdamaian.

Perbedaan paling fundamental antara pemeluk Nasrani dan Islam terletak pada penafsiran dan keyakinan posisi Yesus. Bagi umat Islam, Yesus atau Isa ialah rasul Tuhan sebagaimana sosok rasul yang lain, dengan mengajarkan keimanan dan akhlak mulia.

Umat Islam akan dicap kafir jika mengingkari kerasulan Yesus atau Isa. Umat Islam akan juga marah jika Yesus sebagai rasul Allah dihinakan martabatnya dan diingkari ajarannya.

Namun, bagi umat Kristiani, Yesus diyakini sebagai Juru Selamat yang dalam dirinya Allah bertajali dan berinkarnasi, menyatunya Sang Tuhan dan hamba, mirip pengalaman spiritual kalangan sufi. Hanya, dalam dunia sufi, tajali Allah itu hanya sesaat, sedangkan dalam Yesus bersifat permanen sejak kelahirannya. Maka, terkenal ungkapan bahwa Yesus sebagai jalan keselamatan yang telah mengalahkan dosa manusia, yang tidak mungkin mampu manusia mengalahkan dosa itu, kecuali Tuhan sendiri yang menjelma dalam manusia Yesus demi keselamatan manusia. Yesus sang penebus dosa.

Jadi, sesungguhnya baik Yesus maupun Muhammad keduanya sebagai ‘juru selamat’, tapi dalam konsep dan formula yang berbeda. Keduanya merupakan instrumen Allah untuk melakukan misi keselamatan dan kebahagiaan hidup manusia. Dalam konteks Yesus, iman Kristen meyakini penyatuan Tuhan dan Yesus dalam menaklukkan dosa manusia. Yesus ialah firman yang hidup mendunia. Jesus is the way. Paham yang ortodoks, Jesus is the only way.

Dalam konteks Muhammad, kehadiran Allah melalui firman-Nya yang terhimpun dalam Alquran. Jadi, Alquran ialah firman yang kemudian tertulis, lalu Muhammad sebagai perantara dan juru tafsirnya.

Karena mengingat Yesus dan Muhammad lebih daripada sekadar tokoh sejarah, melainkan figur metahistoris yang direspons dengan sikap iman oleh pengikut mereka, pembahasan terhadap kedua tokoh itu mesti dibedakan, apakah kita akan mendiskusikannya dalam jalur historis-ilmiah ataukah akan mendekati secara iman. Ini dua hal yang berbeda.

Sikap yang pertama banyak dilakukan ilmuwan di Barat sekalipun belum tentu sebagai pribadi yang taat beragama. Mereka mengkaji semata sebagai riset ilmiah. Pendekatan kedua, yakni sikap dan pilihan iman, sudah tentu justru hanya akan menimbulkan tengkar jika umat Islam dan Kristen memaksakan keyakinan masing-masing agar diterima pihak lain.

Keyakinan beragama itu melampaui nalar matematis. Tidak mungkin ditemukan pendapat dan kesimpulan akhir yang sama dan seragam. Makanya kata religions selalu berkonotasi plural, jamak, karena di muka bumi memang terdapat pluralitas agama yang tidak mungkin dilebur menjadi satu.

Sekali lagi, karena faktor kesejarahan, sejarah Muhammad memang lebih terang benderang di mata kritikus sejarah. Riwayat hidupnya, sejak lahir sampai wafat, semua mudah ditelusuri jika dibandingkan dengan sejarah Yesus. Namun, karena keduanya pembawa mukjizat Ilahi, yang membuat mereka berpengaruh pada dunia bukan soal akurasi tanggal lahir dan wafat, melainkan ajaran mereka.

Berapa miliar penduduk bumi yang meyakini telah mendapatkan jalan keselamatan dan kebahagiaan oleh kehadiran Yesus dan Muhammad? Tak terhitung orang tumbuh menjadi orang baik, menjadi penolong sesama, karena terinspirasi oleh kedua tokoh itu.

Sementara itu, ada saja yang terlibat permusuhan dengan dalih membela kedua tokoh itu, padahal keduanya mengemban misi yang sama. Instrumen Tuhan untuk menyebarkan kasih dan membangun peradaban. Lakum dinukum waliyadin. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. (X-9)

KOMENTAR TERHADAP GURU BESAR KOMARUDDIN HIDAYAT:

Ketika seorang Guru Besar mengeluarkan karya tulis publik tentang sejarah seseorang maka jelas ia dituntut untuk menyajikan analisa dan fakta yang obyektif dan bertanggung jawab. Apalagi kali ini yang ditulisnya adalah tentang perbandingan kesejarahan dari dua nabi besar –Yesus dan Muhammad, namun ternyata  tidak memberikan tinjauan  teologis apapun. Guru Besar kita memulai artikelnya dengan kalimat: “Secara teologis…”, tetapi apa yang disajikan beliau diatas sangatlah jauh dari kaitan teologi dan analisis objektif, jikalau tidak mau disebut “ignorant” atau “penyesatan terselubung”. Mari kita uji.

ISYU PERTAMA
Pertama-tama, dipaparkanlah nama Yesus yang walau lafal ucapannya berbeda-beda — Isa, Yesaa, Yeshua, Yesus — namun dikatakannya itu merujuk kepada sosok yang sama. Artinya orang yang benama Isa adalah pula Yesaa, Yeshua, dan Yesus yang sama! Untuk buktinya, Guru Besar kita mengambil analoginya dari contoh nama2 pemain bola yang juga diperlihatkannya berubah menurut selera masing-masing. SALAH BESAR! Kita tahu nama Yesus bukan sembarang nama atau menurut selera siapa-siapa. Itu diberikan oleh malaikat Tuhan (secara wahyu) kepada Yesus lewat kedua orang-tuanya yang Yahudi, Tentulah itu nama Ibrani seperti juga halnya dengan nama para nabi2 sebelumnya. Nama berasal dari “Yehoshua” yang dilafalkan sebagai “Yeshua” (bersama Aram) atau “Yasu’u” (Arab) atau “Iesous” (Yunani, karena aksaranya tidak punya huruf Y), atau Ye Su (耶 穌) di dalam bahasa Tiongkok, semuanya ini menunjuk kepada konsep dan makna yang sama diberikan oleh malaikat, yaitu “Yahweh menyelamatkan” (Matius 1:21).

Sebaliknya tak pernah ada catatan sejarah bahwa ISA (apalagi YESAA) pernah dipakai oleh komunitas Kristen didunia sebelum Islam.  Jadi, dari referensi dan komunitas Kristen mana dan kapankah maka nama YESAA itu bisa dicomotkan Guru Besar kita demi untuk digandengkan dekat-dekat dengan lafal ISA agar perubahannya terasa make sense menjurus kepada Isa?

Tiga hal maha-pokok tidak dijabarkan oleh Guru Besar kita.
(1). Apa makna nama ISA? Muhammad hanya melontarkan nama yang asing ini tanpa bertanggung jawab untuk memberi tahukan artinya. Dia sendiri hanya berucap namun tidak tahu apa yang diucap, ini sama seperti yang sudah dilontarkannya dengan huruf2 kosong arti “ALIF-LAM,-MIM” dll dalam pembukaan 29 Surat khusus,
Mungkinkah nama dari sorga  ini (!) bisa Tuhan kosongkan dari arti? Alkitab menunjukkan banyak nama-nama yang Tuhan berikan kepada umat pilihanNya, dan tidak satupun yang dihampakan dari makna! Bukankah nama Muhammad sendiri (nama asal dunia) telah diberi makna yang amat muluk, namun tidak dengan Isa?
(2). Bila Muhammad atau Anda mengatakan bahwa Isa dan Yesaa itu merujuk kepada aktor/ sosok yang sama, maka bukankah Muhammad dan Anda harus konsekuen mengakui bahwa Yesus itu Tuhan Yahweh Penyelamat?
(3). Guru Besar berkata: Isa, Yesaa, Yeshua, Yesus kesemuanya menunjuk pada aktor sejarah yang sama. Sayang beliau tidak singgung samanya dimana?! Jadi mari  kita menyinggungnya secara ringkas dan cukup sedikit saja, dan Anda sudah akan terbelalak menyaksikan bahwa kedua sosok Isa dan Yesus itu frontal bertolak belakang tidak sama!

  • Yesus lahir di kota Betlehem, Isa lahir di Timur antah berantah (QS 19:16).
  • Yesus lahir di kandang domba, Isa lahir di bawah pohon korma.
  • Kelahiran Yesus diberitakan oleh malaikat kepada publik (kepada para gembala yang polos, sekaligus jadi saksi mata), kelahiran Isa diam-diam tanpa saksi mata.
  • Yesus mati disalib, Isa tidak mati disalib (bahkan Quran 4:157 dengan tegas menolak penyaliban Isa.
  • Yesus disebut Tuhan dan Anak Elohim, dan ini ditolak belasan kali di Quran. Misi Yesus didunia tergenapi dengan menjadikan diriNya KURBAN penebus dosa manusia diatas kayu salib. Sebaliknya misi Isa berantakan, terputus, gagal total, karena, kehilangan Injil-aslinya (yang Islami), dan akhirnya, kehilangan semua pengikutnya yang beralih menjadi pengikut Paulus yang mentuhankan Yesus…dst.

Ini hanya secuil beda ID, belum bicara beda ajaran, moral, dan kuasa ilahi diantara kedua sosok ini. ALHASIL, APAKAH YESUS DAN  ISA MERUJUK KEPADA AKTOR DAN SOSOK YANG SAMA?

ISYU KEDUA
Isyu lain yang mau kita sorot adalah pernyataan Guru Besar kita sbb:
“Karena kelahiran Muhammad jauh di belakang Yesus, yaitu 671 M, logis dan wajar saja jika pencatatan riwayat hidupnya lebih komplet dan transparan di mata sejarawan. Tak ada sejarah rasul Tuhan yang riwayat hidupnya tercatat sedemikian komplet kecuali Nabi Muhammad. Bahkan ucapannya yang dianggap autentik dan yang palsu pun terdokumentasikan dengan baik”

Pencatatan Riwayat Hidup Muhammad lebih komplit dan transparan?
Apakah komplit & transparan disini dimaksudkannya sebagai kebenaran yang utuh?
Guru Besar kita sebaiknya berterus terang bahwa semua periwayatan sejarah Muhammad yang dianggap otentik itu sesungguhnya hanya bersumber dari Sirah atau biografi Muhammad. Dan itu baru ditulis oleh Ibn Ishaq (meninggal sekitar 150 tahun setelah kematian Muhammad) sekitar 100 tahun setelah kematian Muhammad. Itu artinya Ibn Ishaq bukan saksi mata terhadap apa yang ditulisinya, berlainan dengan Kitab Injjil yang ditulis oleh para saksi mata.

Ibn Ishaq bertugas mengumpulkan semua kisah2 tentang Muhammad yang tersebar luas dan acak. Dia berusaha menyatukannya secara berurutan agar menjadi sebuah biografi. Namun dari apa yang banyak ditulisnya, ternyata itu bukan hanya sebuah biografi melainkan tepatnya sebuah HAGIOGRAFY, dimana banyak narasi-pencocok-cocokan dipresentasikan demikian rupa sehingga Muhammad tampak seolah meneruskan kenabian ilahi yang dimulai dari Adam. Tujuan dari Sirah adalah usaha untuk memberikan konteks kepada Quran yang teracak-acak susunannya. Berdasarkan hal ini saja kita sudah harus menyadari bahwa penulisnya bisa merangkai-rangkai dan mencocok-cocokkan apa yang masih tampak kurang “sreg” diseputar pengusungan Muhammad.

Tetapi Sirah Ibn Ishaq asli itupun ternyata telah hilang sehingga yang masih ada sekarang ini adalah tulisan revisi dari Ibn Hisham yang dikerjakan (baca: diedit baru) sekitar 200 tahun setelah kematian Muhammad[1]. Salinan yang dikerjakan oleh Ibn Hisham bukan menyalin apa yang asli ditulis oleh Ibn Ishaq, tetapi merupakan versi revisi dengan pembuangan bagian-bagian yang dianggap tidak cocok, dan ini diakui oleh Ibn Hisham sendiri dalam mukadimah Sirah-nya sebagai “menyinggung sensitivitas dari kaum mukminin”. Dengan pengakuan ini saja, kita sudah harus menolak gagasan Guru Besar kita bahwa  pencatatan sejarah hidup Muhammad adalah transparent.

Sarjana Islam tahu bahwa sebagian dari tulisan yang dihapuskan itu ikut diselamatkan oleh Tabari. Salah satu contoh adalah kisah tentang ayat-ayat setan dimana Tabari menjabarkan detailnya. Juga kisah pembunuhan Umm Qirfayang yang oleh Ibn Hisham hanya dikatakan bahwa perempuan itu dibunuh dengan kejam. Ia menghapuskan detailnya di Sirah. Namun Tabari yang juga mengutib teks Ibn Ishaq mengatakan bahwa masing2 kaki perempuan itu diikatkan kepada satu unta dengan seutas tali, dan kedua unta ini dilarikan kearah berbeda yang mencarikkan kedua kakinya, (al-Tabari, vol.4.p.1390).

Jadi, kita sebaiknya kembalikan saja “kehebatan dan komplitnya” biografi Muhammad kepada pemujanya!

ISYU KETIGA

Dikatakan oleh Guru Besar kita:

Jadi, sesungguhnya baik Yesus maupun Muhammad keduanya sebagai ‘juru selamat’, tapi dalam konsep dan formula yang berbeda. Kedua-nya merupakan instrumen Allah untuk melakukan misi keselamatan dan kebahagiaan hidup manusia.

Maaf, Muhammad tidak pernah menjadi ‘juru selamat’ bahkan bagi dirinya sendiri, sesuai yang dikatakan oleh Quran Al-Ahqaf 46:9:
“Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.

Demikian juga yang dikatakan oleh Muhammad sendiri:
“Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar.” (Shahih Muslim No.5036).

Jangankan Muhammad, bahkan Allah Islampun tidak mengklaim diriNya menjadi JuruSelamat bagi umatNya. Allah SWT dikatakan mempunyai 99 sifat/nama termulia. Namun sungguh mengherankan bahwa sifat Allah yang paling dibutuhkan oleh manusia, yaitu JURUSELAMAT –AGAR UMAT TERJAMIN SELAMAT DUNIA AKHIRAT–  justru tidak muncul dari khasanah pribadi sifat Allah. Itu sebabnya, sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Allah Cuma membiarkan mereka terusir dari sorga, namun tidak menjanjikan apa2 kepada mereka untuk keselamatan kekal mereka.

Berbeda dengan Yesus yang jelas adalah MESIAS, JURU SELAMAT, dimulai dari dalam namanya sendiri yang berarti “Yahweh Menyelamatkan”. Diikuti oleh maklumat para Malaikat  kepada para gembala sebagai saksi mata::

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka:
“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuhan,
di kota Daud” (Lukas 2:9-11).

Bahkan sebelumnya peran Mesias sebagai Juruselamat sudah didahului oleh begitu banyak nubutan dan tanda dari Kitab2 Perjanjian Lama yang merujuk kepada pribadi Yesus. Salah satunya adalah sosok yag di TANDAI dengan kelahiran dari SEORANG PERAWAN.(MARIA). Dan Yesus menegaskan sendiri peran diriNya sebagai Juruselamat umat manusia ketika berkata: “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10).

ADAKAH TUHAN SELAINNYA YANG AKTIF MENCARI MANUSIA YANG TERHILANG?
ADAKAH SOSOK YANG KURANG DARI TUHAN DAPAT MENJADI JURUSELAMAT MANUSIA?

 

Sumber: MI

38 thoughts on “Yesus dan Muhammad

  1. Bagi “mereka” Kumuruddin dan Komaruddin PASTI BEDA (biarpun cuma 2 huruf), tapi AHOK dan Basuki Tjahaja Purnama adalah sama.
    Beda atau tidak itu Tergantung ke pihak mana sebuah persoalan itu di untungkan. Hahaha…

  2. Markus 12 : 29 – Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    1. Yesus bukanlah Tuhan,…karena Allah telah menjelaskan secara akal-fikiran,….terbukti Dia bisa di salib dan di aniaya dan tidak maha kuasa dalam menjalani takdirnya juga di dalam kitab suci Al-qur’an telah di jelaskan secara terang benderang dalam firman Allah tuhan semesta alam,….

      1. Allah SWT berfirman:

        اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَآءَهُمْ ۚ وَاِنَّهٗ لَـكِتٰبٌ عَزِيْزٌ
        innallaziina kafaruu biz-zikri lammaa jaaa`ahum, wa innahuu lakitaabun ‘aziiz

        “Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika (Al-Qur’an) itu disampaikan kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya (Al-Qur’an) itu adalah Kitab yang mulia,”
        (QS. Fussilat 41: Ayat 41)

      2. Jangankan disalib, Tuhan bisa melakukan apapun jauh melampaui yg kamu pikirkan. Apa yg tidak mungkin bagimu itu mungkin bagi Tuhan, Apa yang mustahil bagi pikiran mu itu mungkin bagi-Nya,
        Kalau semua perbuatannya sanggup dan logis dipikirkan oleh manusia, berarti “tuhan” yg seperti itu, sama dengan manusia.

    2. Benar sekali, Allah itu Esa. Tidak ada “allah” yg lain. Pastinya ALLAH yg dimaksud bukan “allah” yg Bapak/Ibu IMAM sembah. Allah yg esa yg dimaksud dalam nats itu adalah Roh Allah yg diam di dalam Yesus.
      Kristen mengenal 3 kepribadian Allah (Trinitatis), tetapi itu adalah “satu KESATUAN yg utuh”. Yg merujuk kepada 1 Allah yg esa, bukan allah agama/kepercayaan yg lain.
      Anda tidak akan bisa mencerna ini jika:
      1. anda mengandalkan matematika sederhana buatan manusia yg anda pikir bahwa 1 adalah angka terkecil. (Ingat bahwa 1 itu juga terdiri atas bagian-bagian. 1 bungkus itu banyak pak/bu.)
      2. Anda juga tidak akan bisa mencerna doktrin trinitatis (3 adalah 1), jika anda memandang Allah sebagai sebuah “benda” yg dapat dihitung layaknya seperti: 1 butir telur, 1 biji kelereng, dll.
      (Allah itu adalah Roh, bukan benda /apalagi zat). Allah orang Kristen itu adalah esa, 1 kesatuan dalam wujud yg tidak bisa dipikirkan manusia. Dan bukan Allah orang lain.

      1. @Gavalvaro,….
        sekarang tinggal anda buktikan secara kitab atau sesuai kitab anda bahwa yang anda katakan itu adalah benar,….tapi jangan gunakan ayat yang bersifat ambigu atau memiliki arti samar,….

      2. Allah SWT berfirman:

        اِنَّنِيْۤ اَنَاۡ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَاعْبُدْنِيْ  ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
        innaniii anallohu laaa ilaaha illaaa ana fa’budnii wa aqimish-sholaata lizikrii

        “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku.”
        (QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)

  3. @Nissa,
    Seandainya Tuhan Yesus datang ke dunia dengan rupa BapaNya (Tuhan), tidak satu manusiapun bisa mendekat, itu sudah terjadi pada pengutusan para nabi Israel. Coba pakai nalar kamu, bagaimana Firman Tuhan akan sampai kepada manusia yang tidak bisa mendekat??
    Hanya karena Tuhan menjadi manusia di dalam Yesus maka Firman Tuhan bisa sampai kepada manusia. Itu artinya Tuhan merendahkan kedirianNya (Yesus melepaskan kesetaraanNya dengan Tuhan) untuk menyelamatkan manusia berdosa keturunan Adam.
    Dalam hal Tuhan Yesus mengajar kepada murid-muridNya, maka ayat-ayat yang kamu tulis seolah-olah Yesus bukan Tuhan.

    Dalam ayat lain, Yesus berkata:
    “Aku dan Bapa adalah satu”.
    Bagaimana pendapat kamu bila ada manusia berkata seperti perkataan Yesus itu??
    Yesus berkata:
    “Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang sampai kepada Bapa (Tuhan di Surga) kalau tidak melalui Aku”.
    Semua perkataan Yesus di materaikan dalam penyalibanNya, mati, bangkit dan naik ke Surga. Kalau manusia pembohong, bejat dan pedofil mungkinkah terangkat naik ke Surga??
    GBU

  4. Markus 12 : 29 – Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

  5. Secara garis besar saya dapat pahami Yesus dan Muhammad adalah seorang jenius di lingkungan tumbuh besar pada zamannya.
    Penyebaran Agama Kristen berdasarkan orang2 rasional pd zaman itu dengan Keyakinan dan Iman kuno tentang konsep keTuhanan dan hal2 ghaib lainnya.
    Penyebaran Agama Islam oleh orang2 berpikir (lebih) rasional pd zamannya dengan membawa sedikit Keyakinan dan Iman kuno serta membawa sebuah konsep baru tentang KeTuhanan (lebih besar dan lebih luas).

      1. Seandainya saya lahir di zaman sebelum Yesus bahkan Musa di belahan dunia manapun dapat dipastikan akan menyembah Matahari sebagai Tuhan tertinggi.
        Boro2 debat nyari makan aja seseh 🙂

  6. Yesus bukan juru selamat karena Yesus bukan Tuhan.

    Banyak sekali pernyataan Yesus yang membuktikan bahwa dia bukan Tuhan.

    Matius, 4:10 : “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”
    • Matius, 23:8 : “Hanya satu Rabimu.”
    • Markus, 12:29 : “Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.”
    • Markus, 12:32 : “Tidak ada yang lain kecuali Dia (Allah).” = Laa Ilaaha Illallah

    😀

    1. Markus 12 : 29 – Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

  7. Dikatakan oleh Guru Besar kita:
    “Jadi, sesungguhnya baik Yesus maupun Muhammad keduanya sebagai ‘juru selamat’, tapi dalam konsep dan formula yang berbeda. Kedua-nya merupakan instrumen Allah untuk melakukan misi keselamatan … ”
    JAWAB:
    Muhammad dan Yesus SAMA DERAJAT menjalankan misi keselamatan manusia?
    Yesus berkata: AKULAH JALAN (&KEBENARAN &HIDUP) (Yoh.14:6); dan Muhammad cuma bisa berkata: AKU PENUNJUK JALAN, HANYALAHLAH PEMBERI PERINGATAN (46:9).
    Yang satu Sang Jalan kok disamakan dg sipenunjuk Jalan?
    Yesus dikatakan oleh malaikat sbg JURUSELAMAT, apakah Muhammad ada bertitel Juruselamat? Bahkan adakah Allah swt dlm 99 al-Asma al-Husna Nya tercantum JuruSelamat?
    DAN, dapatkah seseorang disebut Juruselamat Dunia, bila Ia bukan Tuhan?
    Tolong Renungkan, teman2 M?

    1. Luar Biasa! Pak MTipuM… Salut!
      Maka Muslim harus berani menjawab dlm segala kejujurannya:
      “Apakah seseorang dapat dikatakan Juruselamat, bila dia KURANG dari Tuhan?”

  8. Saat kapanpun KeilahianYesusKristus juga RohKudus bisa disebut Allah, (hanya jika berdasarkan KualitasKeilahian)

    Demikian juga saat kapanpun Yesus juga RohKudus bisa disebut Utusan, (hanya jika berdasarkan “selain” dalam hal KualitasKeilahian.

    14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
    14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
    +++
    16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
    16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
    ( Sebutan Tuhan sebenarnya tidak ditujukan pada Manusia Yesus, tapi pada KualitasAllah yang terkandung dalam KeilahianYesus )

    5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
    5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”
    +++
    13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”
    ===

    Qs 11:37 Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
    Qs 21:29 Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: “Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah,” maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim
    Qs 29:8 Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
    Qs 70:40 Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

    3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

    28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
    28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

    5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”
    5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
    ***
    21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.


    8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
    8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

    9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”
    9:19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

    28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
    28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
    28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”
    28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
    28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
    28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

    1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
    1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
    1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

    1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
    1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
    1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

  9. Qs 40:73 kemudian dikatakan kepada mereka: “Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan, 74 (yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab: “Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu”. Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. 75 Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). 76 (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong”.

    Qs 13:5 Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

    Qs 9:68 Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.

    Qs 5:9 (5:8) Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    Qs 5:3 (5:2) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian( mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

    Qs 10:27 Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

    Qs 2:62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    Qs 23:101 Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. 102 Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. 103 Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

    Mat 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,13:5 0lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

    Mat 12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

  10. Penggantian nama Yehosua menjadi nama Isa sangat janggal dan tidak wajar. Kalau Alloh lupa, Muhammad cukup copast dari Alkitab Nasharoni yg di Arab.
    Tidak mungkin Alloh Muhammad berani menyebut nama Yehosua disebabkan oleh Alloh Muhammad akan gentar dan bertekuk lutut di dalam nama Yehosua.
    Sebab ada kuasa di dalam nama Yehosua, Alloh Muhammad sanggup dihancurkan.
    GBU

  11. Isa, Yesaa, Yeshua, Yesus — namun dikatakannya itu merujuk kepada sosok yang sama. Artinya orang yang benama Isa adalah pula Yesaa, Yeshua, dan Yesus yang sama! Untuk buktinya, Guru Besar kita mengambil analoginya dari contoh nama2 pemain bola yang juga diperlihatkannya berubah menurut selera masing-masing. SALAH BESAR!
    Apa pasti Sama saja Komaruddin dengan Kumuruddin, sekalipun lewat lidah orang pelo?

  12. bahagia dengan muslim, karena Allah memberikan banyak berita baik dan peringatan didalam islam, menuntun manusia dan menuntut manusia untuk bebuat sebaik mungkin agar berfikir dan bertaqwa kepada Allah..salam damai untuk semua umat, Assalamualaikum..

  13. Paling tidak Muhammad tidak pernah mengklaim dirinya Tuhan, dia utusan Tuhan. Beda dengan yesus, yang katanya anak Tuhan namun ternyata anak manusia (Lukas 19.10) melantik dirinya (atau dilantik) menjadi Tuhan. Dan Tuhan tidak perlu bereinkarnasi menjadi manusia

  14. Sepertinya Prof. Komaruddin ingin menggantikan posisi Gus Dur sebagai tokoh bijak dan pluralistik Indonesia, tetapi beliau tidak mampu melakukannya. Ilmu Taqiya beliau sangat kelihatan. Dari tulisannya terlihat beliau berupaya Menyederhanakan Yesus kemudian meninggikan Muhammad dengan menggunakan “ilmu Sejarah” yang dipunyainya. Sepertinya beliau tidak pernah membaca dan memahami seluruh isi Alquran dengan baik, mungkin hanya dengar dengaran dari Ustad atau Kyai.

    Tadi malam saya nonton di Metro TV neh acaranya beliau sambil nunggu Champion League, saya cuma bisa geleng geleng kepala. Professor Pedang yang begini hasilnya. Kalau Prof Kristen bicara seperti Prof Komaruddin ini, bisa masuk penjara Prof Kristen.

    Selamat bertaqiya sejarah prof.

  15. Anda tdk sadar klo tulisan anda sudah membuat bibit kebencian thd agama lain…..saya ingatkan sekali lagi. Lihat komentar2 hsl tulisan anda…. Sdh memperuncing & komentar yg tdk baik pada nabi yg tampaknya anda sebut menjunjung : “guru besar”. Lihat isi yg anda tulis…anda lebih cenderung melecehkan. Belajar & baca buku yg banyak yg bersifat esoteris supaya otak anda tdk dangkal & picik…..

    1. Isa adalah ciptaan awloh muhammad yg lupa bahwa pembawa Kabar Baik (Injil) adalah Tuhan Yesus, dan tdk ada isa dlm Alkitab.

    2. untuk akuorangindonesia ; tidak ada kebencian terhadap agama lain seperti yang kau tuduhkan semula, tetapi situs ini hadir khusus untuk membuka lebih jujur mengenai apa dan bagaimananya ajaran2 inti islam itu sebenarnya. dan kalau kau mengatakan istilah “kebencian”, maka istilah itu lebih cocok kau tujukan untuk/kepada sesuatu yang hidup atau kepada seseorang (bukan kepada benda mati i.e, agama islam!) dan ternyata kau sendiri salah memahami ini, bahwa situs ini hadir tidak untuk membenci muslim (atau orang islam) tetapi situs ini justru hadir untuk membantu mereka memahami sisi lain agama yang selama ini mereka peluk,
      satu lagi ya? kau katakan (entah ditujukan kepada siapa) kalau harus banyak belajar dan baca buku? justru dengan belajar dan baca2 bukulah maka hadirlah situs ini sebagai peringkas dari apa2 yang sudah dipelajarinya.
      pahami hal ini saja ya?
      mungkin tidak situs ini hadir tanpa belajar dan meriset semua data dari sumber2 terpercaya sebelumnya?

  16. Ini website judulnya tampak bagus, tp isinya koq hujatan kpd nabi agama lain, pemeluk agama lain atau orang lain. Mestinya baca semua buku dg hati yg bersih, baru boleh kommen…ini di indonesia – bhineka tunggal ika yg saling menghormati agama2 lain. Berpikirlah untuk diri & keselamatan sendiri dulu, tdk perlu menghakimi yg lain spy indonesia bs lbh damai…

    1. saudara menuduh bahwa web ini penuh hujatan … menurut saudara tulisan yang manakah yang menurut saudara termasuk menjadi hujatan…? adakah tulisan tentang muhammad tidak sesuai dengan yang tertulis dalam hadis ,sirah atau quran..?

  17. Apapun yg dilakukan tuk bisa menyamakan Yesus Kristus dengan mohmd tdk akan Bisa Gagal Total krn Yesus Kristus bukan Manusia tetapi Tuhan yg brinkarnasi,jadi Kudus tak bercela dan Noda Dosa sedangkan Mohmd ? bah sudahlah Guru besar tdk bisa diajar oleh kami org2 yg biasa2 saja…

    1. Trus beda gak, AHOK dengan Basuki tjahaja purnama?.
      Bukankah itu merujuk pada 1 oknum? Bedanya ABDURRAHMAN WAHID dengan GUSDUR apa?

  18. Bah….Yesus memiliki kuasa di Bumi dan di Surga seperti kata malaikat Gabriel pada Maria. Isa dalam Alquran tidak memiliki makna dan kuasa…
    Menjadi pertanyaan, apakah daya manusia mengubah nama pribadi yang diberikan malaikat surga? Terlalu lancang manusia melakukan hal ini..Yesus tetaplah Yesus.
    Saya bertanya, seandainya Bapak Komaruddin saya ganti dengan Bapak Kumuruddin, keberatan kah anda??? Saya katakan kepada UIN Jakarta, guru besar Bapak Kumuruddin masih aktif? Tentu UIN Jakarta akan kebingungan karena mereka kenal Kommaruddin bukan Kumuruddin.
    Ini analogi saya pak yang bukan guru besar…

    1. Maka bapak Kumuruddin akan jawab dg berkilah:
      Sama saja Komaruddin dengan Kumuruddin lewat lidah orang pelo.
      Dan Allah mahatahu, tak soal itu bagiNya… he-he-he!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *