BlogSyariah

Mengapa saya meninggalkan Islam, Allah dan Muhammad.

Mengapa saya meninggalkan Islam, Allah dan Muhammad.

Dan tantangan saya kepada setiap Muslim.
Dr. Majid Rafizadeh

Tidak pernah terpikir saya akan memiliki keberanian untuk mengumumkan secara terbuka bahwa saya telah meninggalkan Islam. Saya telah lama merasa ragu untuk menyatakan secara terbuka tentang hal ini; menurut banyak pemimpin Muslim, saya sekarang seorang “kafir,” hal terburuk yang dapat saya lakukan menurut pandangan emreka. Saya lebih khawatir tentang efek dan resiko terhadap keluarga dan saudara. Tetapi, di hadapan ketakutan yang telah tersebar di seluruh dunia, saya akhirnya mengambil keputusan untuk menuliskan cerita hidup saya dalam buku berjudul “The Muslim Renegade: A Memoir of Struggle, Defiance, Enlightenment, and Hope.”

Seorang Muslim percaya bahwa Quran berisi perkataan Allah secara verbatim (kata per kata) dan harus diimplementasikan tanpa syarat, tidak terbatas waktu dan lokasi geografis. Pahala Islamik untuk membunuh seorang kafir atau murtadin – seseorang yang meninggalkan Islam dan menolak Allah dan Muhammad – adalah mendapatkan tempat terbaik di surga, menurut beberapa pengajaran Islam. Hukuman karena meninggalkan Islam adalah eksekusi mati, diberlakukan secara legal dalam masyarakat Islam oleh pemerintah, pengadilan Islam atau kelompok-kelompok agama dan individu-individu Muslim yang memiliki hasrat untuk melaksanakan pekerjaan mereka sesuai dengan yang telah dinyatakan oleh Allah, Muhammad dan Quran. Hukum Islam dan Syariah ini telah menciptakan kekhawatiran, ketakutan dan kewaspadaan dalam diri saya untuk memberitahukan cerita saya.

Jika anda terlahir ke dalam, atau menjadi pengikut Islam, meninggalkannya bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Seorang Muslim telah diindoktrinasi sejak usia dini. Saya percaya indoktrinasi tersebut berevolusi dan bertransformasi menjadi ketakutan yang mengakar untuk mempertanyakan, apalagi menolak, Allah, Islam dan Muhammad. Memutuskan untuk menjadi bebas dan independen, melepaskan diri dari menjadi budak Islam, adalah suatu hal yang tidak terbayangkan dan tidak dapat dipertanyakan.  Sekali seseorang menjadi budak Islam, Islam membunuh keberanian dan keinginannya untuk meninggalkannya. Seperti telah disebutkan sebelumnya, pemimpin Islam dan Muslim juga menghukum mereka yang meninggalkan Islam, Allah dan Muhammad dengan kematian.

Saya tumbuh dewasa dalam sebuah keluarga yang agamawi di dalam masyarakat Islamik sampai beberapa tahun yang lalau. Saya adalah salah satu dari sedikit orang yang dengan sungguh-sungguh membaca seluruh Quran kata demi kata. Saya telah membacanya beberapa kali dan berusaha untuk mengikuti aturan-aturannya secara cermat, baris demi baris. Saya tidak memandang agama saya hanya sebagai sebuah titel; saya ingin hidup sebagai seorang Muslim yang taat. Untuk melakukan hal itu, saya harus menjadi seorang pengikut aturan Islam yang ketat. Saya adalah seorang Muslim “yang baik” menurut beberapa imam yang berbicara dengan saya.

Tetapi siapakah Muslim “yang baik” ini, menurut pengajaran Islam? Seorang Muslim yang baik mengikuti ayat-ayat Allah kata demi kata. Anda tidak dapat memilih aturan yang anda senangi atau yang anda ingin aplikasikan dalam situasi tertentu. Anda harus mengikut setiap aturan legal, sosial, dan spiritual. Tidak setiap orang dapat menjadi seorang Muslim yang baik; seorang Muslim yang baik merasakan di dalam sanubarinya suatu kepercayaan bahwa mereka telah “dipilih.” Hanya anda yang berada di jalur yang benar, dan orang lain dari agama lain, bahkan sesama Muslim, tidak berada di dalam jalur suci yang memimpin kepada keselamatan. Seorang Muslim yang baik juga harus menjadi pengikut imam atau ayatollah selain Allah, Muhammad dan Quran. Secara sosial dan legal, menurut perkataan Allah di dalam Quran, anda harus menerima “aturan-aturan Allah” bahwa seorang pria dapat menikahi lebih dari satu orang istri secara bersamaan tanpa perlu meminta persetujuan mereka (seperti yang dilakukan ayah saya), bahwa kesaksian seorang wanita tidak setara dengan pria di dalam pengadilan hokum, bahwa wanita menerima warisan kurang dari pria (setengah dari apa yang diterima oleh saudara-saudara prianya), bahwa anda dapat memiliki pernikahan sementara sebanyak-banyaknya yang anda inginkan, bahwa memiliki budak bukanlah masalah, bahwa anda tidak boleh menjadi seorang Muslim yang pasif, tetapi anda harus menjadi seorang jihadis yang bersedia memaksakan aturan-aturan Alah ke dalam masyarakat manapun dengan mengikuti tiga langkah berikut: memberitahu mereka yang tidak mengikuti Islam jalan yang benar, jika mereka tidak mendengarkan, peringati mereka, jika mereka masih menentang, hukumlah mereka (dengan kekerasan). Seorang Muslim yang baik percaya dalam hal-hal tahyul bahwa Quran memberikan detil tentang “mata iblis.” Seorang Muslim yang baik menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya, menghindari menikmati kesenangan yang normal, dan memandang agama lain tidak lengkap karena Allah menyatakan di dalam Quran bahwa Islam adalah agama terakhir yang memperlengkapi semua kekurangan dari agama lain, dan seterusnya.

Ketika saya datang ke Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu – sebelum serangan teroris di Paris, Orlando, San Bernardino, London dan yang lainya – saya berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan memperingatkan tentang serangan teroris yang tidak terelakkan yang akan terjadi di dalam nama Islam. Islam mampu menyediakan bahasa yang penuh kuasa dan peralatan untuk melakukan kejahatan terburuk terhadap kemanusiaan, sementara pada saat yang bersamaan pelaku kejahatan tersebut merasa diberkati, istimewa, dihargai dan pada sisi pemenang.

Kecuali kita mendapatkan pengertian yang lebih baik tentang natur Islam, transformasi dan ketergantungannya pada ayat-ayat Quran, demikian juga dengan norma-norma, nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan ideologinya dalam dunia moderen, kita tidak akan mampu untuk menunjukkan ancaman ini. Islam hanya akan terus meningkat dalam intensitas dan menyebar lebih jauh dari yang dapat dibayangkan.

Saya tidak mengusulkan hal ini hanya berdasarkan pandangan akademik dan epistemologi terhadap wawasan budaya, tetapi pada pengalaman langsung selama saya bertumbuh, belajar, dan bekerja di dalam masyarakat yang didominasi Muslim selama hampir seluruh hidup saya. Saya dilahirkan di Republik Islam Iran dan tumbuh dewasa di dalam budaya-budaya Arab dan Persia.

Menurut pendapat saya mereka yang mencoba menobatkan orang ke dalam Islam pertama mulai dengan beberapa gagasan menarik dari Islam. Begitu anda mendaftarkan diri pada agama tersebut (dengan mengucapkan dua kalimat: Ash hadu an la ilaha ill Allah wa ash hadu anna Muhammadar Rasul Allah “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah”), kemudian secara berangsur-angsur larangan-larangan, aturan-aturan yang diskriminatif terhadap wanita, dll akan mengikuti secara perlahan-lahan. Tanpa disadari oleh petobat baru tersebut, dia menjadi budak dari ideologi Islam dan juga sang imam. Kebebasan anda akan diambil, dan sebuah dunia yang baru, Tuhan (Allah) yang baru, dan seperangkat aturan-aturan baru akan diciptakan untuk anda. Begitu anda tunduk kepada Islam, tidak ada jalan kembali, karena jika anda meninggalkan ideologi ini, anda adalah seorang kafir, seorang murtadin yang layak untuk dibunuh, sesuai dengan kata-kata Allah di dalam Quran.

Di dalam buku saya saya membagikan pengalaman saya dalam bagian karena saya sungguh-sungguh percaya sebagaimana manusia menjadi semakin terkoneksi, tantangan yang paling mengerikan terhadap tatanan dunia saat ini – kepada nilai-nilai demokrasi Barat, hak asai manusia yang universal, aturan hukum, keadilan sosial, kesetaraan jenis kelamin, masyarakat yang beradab dan keseluruhan kemanusian – bukanlah bom nuklir, senjata kimia atau kemampuan militer lainnya, tetapi ideologi Islam moderen. Berapa lama lagi media dan politisi utama bermain “kebenaran secara politis” dalam isu ini? Tujuan saya adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap apa yang sedang terjadi dalam sudut-sudut fundamental Islam yang terlindung dan diam. Bagi saya adalah imperatif bahwa bangsa Amerika diedukasi tentang ekstrimis Islamis yang memandang mereka dengan kebencian yang demikian intens.

Apakah ideologi Islam adalah ideologi damai sebagaimana diperdebatkan oleh banyak Muslim dan imam? Ada beberapa ayat dan ide di dalam Quran (kemungkinan diplagiat dari ide-ide ke-Kristenan dan Yudaisme) yang mempromosikan hal-hal positif.

Tetapi aturan-aturan yang kejam dan diskriminatif di dalam Quran menutupi jejak-jejak kedamaian.

Akankah anda mempertimbangkan sebuah ideologi atau seorang pemimpin penuh kedamaian jika pemimpin tersebut memberitahukan anda satu hal yang baik, tetapi, pada saat yang bersamaan, memberitahukan anda bahwa anda dapat membunuh dalam nama ideologi (sebagaimana dinyatakan oleh Allah di dalam Quran)? Apakah anda akan mengikuti seseorang yang memberitahukan anda satu hal baik, tetapi kemudian memberitahukan anda bahwa wanita tidak boleh dianggap setara dengan pria di dalam sistem hukum?

Ideologi Islam, pengajarannya yang kejam, aturan-aturan yang tidak masuk akal, menciptakan kontradiksi di dalam diri saya. Saya memulai pencarian jiwa, yang memimpin kepada tranformasi dan revolusi di dalam diri saya. Saya terlahir sebagai seorang budak ke dalam ideologi ini, dan akhirnya saya harus bebas dalam membuat pilihan hidup saya sendiri (ketika saya masih berada di Iran beberapa tahun yang lalu) untuk membebaskan diri saya dari ikatan ideologi ini. Melakukan hal ini, meninggalkan semua yang telah diajarkan selama lebih dari 2 dekade, bukanlah sebuah tugas yang mudah.

Jika anda terlahir ke dalam keluarga Muslim dan tinggal di dalam masyarakat Muslim, dimana syariah dan hukum-hukum Islam diberlakukan secara legal oleh sistem, hal ini menyayat hati dan berbahaya. Ketakutan akan kekejaman dan kematian meresap dalam hidup saya sejak saya dilahirkan – sampai saat ini. Tanpa memedulikan resiko, saya merasa saya harus berbicara kebenaran saya. Rantai dan ancaman-ancaman keji dari ideologi ini akan menghantui anda dimanapun anda berada. Mengetahui bahwa saya, keluarga saya dan teman-teman saya, akan menjadi target, mengetahui bahwa saya akan kehilangan semua yang saya kasihi (termasuk banyak keluarga dan teman saya), saya bisa saja mengalah kepada rasa takut saya. Namun, saya memutuskan untuk tidak mengalah. Ini adalah sebuah keputusan dimana saya tidak memiliki pilihan namun harus saya lakukan.

 

Sumber: FPM

24 thoughts on “Mengapa saya meninggalkan Islam, Allah dan Muhammad.

  1. Sya tidak menemukan kekejaman sama sekali dalam ISLAM,jika saudara2 belajar dengan baik ap itu ISLAM anda akan terhindar dari artikel sampah seperti ini!

    1. Hati-hati artikel sampah itu adalah hasil dari konspirasi setan yang bisa menyesatkan manusia dari jalan kebenaran,….karena mereka banyak menggunakan sejarah bodong untuk mengelabuhi orang yang masih awam,…..

  2. Allah SWT berfirman:

    اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ ۚ
    “Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,”
    (QS. Al-Haqqah 69: Ayat 40)

  3. situasi seperti ini sudah di nubuatkan, fitnah mencapai semua manusia, mengguncang iman, islam diserang sadar tidak sadar semua juga di serang, nilailah sesuatu secara menyeluruh jangan sebelah mata, akhir zaman, semoga berlalu dengan baik

  4. Islam itu santun, jika tidak santun itu (maaf) tidak mewakili islam tetapi itu ulah dari pemeluknya.
    Islam dilarang menghina dan mengejek, hinaan dan ejekan itu, menurut ajaran Quran, hanya akan menutupi rizki.
    AlQuran itu sesuai dengan ilmu pengetahuan, nyaris fakta2 ilmiah dalam AlQuran tak terbantahkan oleh science ..
    Islam dan implementasinya sering kali berbeda. Islam mengajarkan bahwa hukum2 yang diterapkan itu untuk kehidupan lebih baik. Dalam implementasi sering dianggap bahwa hukum2 islam adalah kekejian, seperti potong tangan, pancung dsb. Padahal dengan potong tangan yang hanya mengorbankan orang2 yang salah, tetapi berakibat efek jera untuk seluruh negeri untuk melakukan kejahatan. Hasil survey membuktikan bahwa, orang2 yang salahpun akan bertobat dan akhirnya akan berbuat yang terbaik, sedang para penduduk negeri itu tidak melakukan pencurian kembali. Di dunia yang menerapkan hukum Islam, kehidupannya jauh lebih aman tentram dari kejahatan dibandingkan negera2 katakanlah Amerika … DI Indonesia pernah menerapkan potong tangan, baca sejarah SD jaman dulu sekali ….
    Jika mau bicara Islam, silahkan bicara tentang Islamnya, jangan bicara aktivitas pemeluknya. Hukum pancung itu bagi masyarakat yang pendudukanya sudah menjalankan syariat Islam, akan membuat masyarakatnya aman dan menimbulkan efek jera pagi orang2 yang akan melakukan kejahatan. Sedangkan orang2 yang keluar dari Islam, itu syah2 saja, silahkan dan tidak akan dipancung, ajaran Quran mengatakan bagimu agamamu bagiku agamaku. Tidak ada paksaan dalam menjalankan agama, karena sudah nyata mana yang benar dan mana yang salah. Selama ini bagi orang2 muslim, sangat yakin sekali bahwa ilmu pengetahuan dan Quran tidak pernah bertentangan, Karena ilmu pengetahuan dan AlQuran itu sama2 membahas alam dengan kacamata kejujuran. Ilmu pengetahuan diungkapkan oleh manusia yang melihat dan meneliti alam, sedangkan AlQuran diungkapkan oleh Sang Pencipta Alam itu sendiri. Karena keduanya, ilmupengetthuan dan alQUran, bicara kejujuran maka tidak akan ada pertentangan.

    Tetapi jika bicara dengan dugaan, seperti tulisan diatas, maka islam akan dilihat dari kacamata yang keliru, karena dilihat dari kacamata dugaan, pengalaman pribadi dan nafsu. Tidak melihat Islam dari kaca ilmu pengetahuan …
    Maaf kalo salah …dan diskusi ini tidak komplit ….
    Kalo mau diskusi silahkan menghubungi sy

    1. @kafirun, Buat apa nangkal artikel sampah kayak gini!!! Sama kayak otak lu isinya sampah semua, dodol kentut, bisanya hanya manipulasi doang!!! Tong kosong bau kentut, dasar kafirun dodol. Hahaha…dodol.

      1. Ada yang kebakaran jenggot soalnya gak bisa menyangkal isi blog ini. Kasihan.

        Mau sok sopan akhirnya keluar juga sumpah serapah dari mulut comberannya.

    2. @kafirun dodol, buat apa disanggah artikel dodol kayak gitu. Gak penting nanggapin artikel orang kafir, dodol. Biarlah ANJING menggonggong, tapi kafilah tetap berlalu. Hahaha….senang banget gue.

  5. “Allah menyatakan di dalam Quran bahwa Islam adalah agama terakhir yang memperlengkapi semua kekurangan dari agama lain, “????
    BODO BENER ALLAH INI. BILA IA PENYEMPURNA WAHYU SEBELUMNYA, KENAPA DIA MENGOSONGKAN HUKUM TERBESAR DAN UNIVERSAL? hUKUM KASIH YG DICANTUMKAN TAURAT DAN INJIL? KENAPA ALLAHNYA PENDUSTA KHAIRUL MAKIRIN?

    1. @M TipuM, anda sama dodolnya sama si @kafirun. Mana ada sifat Allah khirul makirin?? Anda dapat dimana cerita itu?? Dari otak tong sampah si @kafirun dodol?? Jgn anda percaya sama si kafirun dodol itu, otaknya isi sampah semua tu. Atau anda mau jadi dodol kentut juga kayak si kafirun??

      1. kalau khairul makiriin bukan sifatnya allah syahwat trus apa isi surah ali imran 54? dasar goblok dipiara, jedotin kepala sampe geger dengkul (soalnya otak dan dengkul udah tukeran tempat).

    2. @M TipuM, dodol kentut gak punya otak. Lebih mulia binatang daripada anda. Pecundang dodol itu memang kayak lu ini mulutnya. Susah gua beri lu gelar apa nih. Tapi pokoknya semua bentuk najis cocok buat gelar lu.

      1. Ngomongnya kasar tapi gak jawab pertanyaan 😂😂..tipikal bumi datar … no wonder banyak temen muslim saya mulai gerah pengen keluar dr Islam setelah byk baca Quran dan hadis yang menurut mereka gak ada sedikitpun ajaran utk memaafkan dan mengasihi ..makanya umatnya juga gampang mleduk semua ..😂😂

    3. Isi taurat aja berkata jgn membunuh tapi Muhammad membawa pembaharuan perintah allah yg seharusnya memiliki sifat ilahi maha Kasih dgn anjuran katanya boleh membunuh yg murtad .allah nya tak punya hati nuranikah…lalu gimana lagi damai yg ada di sorga klu allahnya punya sifat mau membunuh…sdh di sorga masih was2….acem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *