Uncategorized

Mereka Membohongi Istri-Istri Mereka Dengan Memakai Quran An Nisaa ayat 3

Dalam Quran sura An Nisaa 4:3 kita membaca:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Umumnya seorang wanita yang normal tak ada yang sudi dimadu. Apabila ia sudah menikah, ia akan menjaga sekuat tenaga pernikahannya dengan suaminya, agar tak ada pihak lain, apakah pria idaman lain atau wanita idaman lain yang hadir di tengah-tengah pernikahan mereka.

Demikian juga dengan seorang suami yang normal dan bertanggungjawab, umumnya ia juga akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga rumah tangganya tetap utuh. Salah satu cara yang  dapat ia lakukan adalah dengan tetap mempertahankan kehidupan pernikahan monogami, sebagai bukti bahwa ia setia dalam cintanya terhadap istrinya.

Tapi Allah di Quran ternyata mengijinkan seorang pria untuk menikah dengan dua, tiga bahkan empat orang wanita yang mereka senangi. Bukan hanya itu, seorang pria Muslim bahkan diijinkan untuk menikahi budak-budak mereka. Namun aturan ini tidak berlaku untuk wanita. Mereka tidak diijinkan oleh Allah untuk menikahi dua, tiga atau empat orang pria. Apakah Allah berlaku adil disini?

Seringkali seorang istri yang dimadu dengan berat hati harus merelakan suaminya menikah lagi karena memang ada ayat Quran yang memperbolehkan suaminya untuk melakukan hal itu. Tapi tak jarang kita temukan istri-istri Muslim yang terpaksa menceraikan suaminya karena tidak bersedia dimadu.

Jika seperti ini kenyataannya, apakah demi untuk bisa menikah lagi, suami telah berbohong kepada istrinya dengan mengutip Sura An-Nisaa 4:3 ; atau justru Allah sendiri yang telah membohongi istri-istri, dimana mereka dengan terpaksa harus menerima sebuah situasi yang sama sekali tidak mereka sukai?

Sumber: buktidansaksi.com

7 thoughts on “Mereka Membohongi Istri-Istri Mereka Dengan Memakai Quran An Nisaa ayat 3

  1. Kebenaran hanya milik Allah dan akan di berikan kepada siapa yang di kehendaki,….tidak tau sedikit bukan berarti tidak tau semuanya,….masuk jurang hanya bagi orang yang sering melanggar larangaNya.

    1. Darimana anda tahu kalau yg sedikit tidak anda mengerti itu bukan larangannya? Mungkin saja itu larangan yang terutama.

      Atau itu hanya tipuan lain dari allah, krn toh sesuai qs 3.54, dia adalah penipu daya terbesar, sang khairul makiriin.

      1. Saya menghormati pendapat anda,…..apapun itu,….tapi bagi saya hanya Allah satu-satunya tuhan dan tidak ada yang lain.Dan mereka mengira dengan tipu daya mereka dapat membelokan agama Allah yang lurus,…pada hal mereka sendiri lah yang tertipu oleh perbuatanya.

      1. Kitab suci Al-qur’an tetap kami imani sekalipun ada yang belum di mengerti,…..karena kami sangat yakin sumbernya berasal dari Allah tuhan pencipta alam.

      2. Iman tanpa Kebenaran adalah fanatisme.

        Kalau artinya aja gak tau, lalu apa yang diimani?

        Anda percaya kepada orang lain saat anda mengerti apa yang dia katakan. Kalau yang dia katakan anda tidak mengerti bagaimana anda percaya? Bisa saja dia bawa anda masuk jurang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *