Blog

Ada Apa dengan Muslim: Sehingga Takut Baca Alkitab & Injil? – Part 2

ADA APA DENGAN MUSLIM:
SEHINGGA TAKUT BACA ALKITAB & INJIL ?

By Ram Kampas (PART-2)

3. WAHYU MANAKAH YANG LANGSUNG DARI MULUT TUHAN SENDIRI :  ALQURAN VS. ALKITAB?

Lebih dari hal itu, dimanapun, Allah tidak pernah berwahyu langsung (verbatim) dengan Muhammad! Dan sebaliknya Muhammad juga tidak pernah berbincang-bincang langsung dengan Allahnya (verbatim). Dimanapun tidak ada dialog ilahiah antara Allah dengan Nabi Terakhirnya, entah kenapa semuanya hanyalah produk dikte satu arah dari suatu ruh/ Jibril yang mengatas-namakan Allah!

Sebaliknya, Tuhan dari Nabi2 Alkitab semuanya berbicara langsung dengan setiap nabiNya secara verbatim, bahkan dialog timbal balik. Itu adalah pengutusan dan pewahyuan yang langsung, otentik dan berotoritas dari Tuhannya.

CONTOH wahyu dialogis dengan Abraham: “Lagi firman YAHWEH kepadanya: “Akulah YAHWEH, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.”  Kata Abram: “Ya Tuhan YAHWEH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?” (KEJ 15:7-8).

CONTOH berwahyu muka dengan muka kepada Musa:
Lalu sahut Musa (kepada Tuhannya): “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: YAHWEH tidak menampakkan diri kepadamu?” YAHWEH berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Firman YAHWEH: “Lemparkanlah itu ke tanah.” (Keluaran 4:1-3)

CONTOH betapa Elohim menjawab langsung seruan Yesus, yang disaksikan banyak orang (bukan klaim):  “Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!” Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.” (Yoh 12:28, 29).

CONTOH DARI QURAN yang cukup membelalakkan mata Muslim sendiri: “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil” (QS 3:48). Allah sendiri yang mengajarkan kepada Isa Almasih seluruh Injil dll secara komplit dan runut tanpa bisa korup dan dikorupkan. Allah tidak membiarkan ruh misterius (Jibril) untuk berwahyu kepada Isa. Juga tidak bolak balik “mewahyukan” ayat2 secara kronologis lalu diacak ulang jadi non-kronologis (seperti Quran). Isa juga tidak pernah diperintahkan Allah untuk menanyakan wahyu2 (yang meragukan, mutasyabihat) kepada para Ahli Kitab seperti yang diperintahkannya kepada Muhammad (10:94)!

 

KINI PERTANYAAN yang layak bagi setiap Muslim Pintar:

  • Mengapa Al-Quran diwahyukan kepada Muhammad hanya memakai perantara oknum misterius Jibril tanpa TANDA kuasa ilahi? Sedangkan sebelum Muhammad, Tuhan sendiri yang selalu bersabda secara langsung kepada para nabi dan umat-Nya?
  • Kenapa Allah justru menolak/tidak berkenan berbicara dengan Nabi TerakhirNya secara langsung dan dialogis timbal-balik seperti kepada nabi2 Israel? Bukankah ini mirip dengan kasus presiden Jokowi yang tidak berkenan berdialog dengan mantan presiden SBY (re: kasus demo-akbar Jakarta diakhir 2016), sementara semua pimpinan partai lainnya sudah dijamu beliau? Semua pihak pasti bisa memahami apa maksud pak Jokowi dengan mendiskreditkan SBY seperti itu. Dan itulah pula yang Muslim mesti pahami dimana posisi Allah terhadap Muhammad diantara para nabi2 lainnya!

 

Jadi wahyu manakah yang langsung, lebih otentik dan berotoritas? Dan manakah wahyu-perantara bisik2 tanpa saksi yang mudah dikorup dan fiktif, karena sang perantaranya sendiri, ruh misterius ini, tidak mengantongi DOKUMEN PENGUTUSAN ALLAH yang mampu memperlihatkan kuasa dan nubuat ilahiah yang menyertainya?

 

4. WAHYU MANA YANG LEBIH TERJAGA DARI TANGAN-TANGAN JAHIL: ALQURAN VS. ALKITAB?

Muslim terlalu terlena oleh cekokan yang dijejalkan oleh agamanya sejak dari masa kecilnya. Tatkala Ulama berulang 1000x mengumandangkan bahwa Quran itu wahyu langsung dari Allah, dan sempurna hingga ketitik dan komanya, maka itulah yang diimani mereka. Celakanya, setiap ayat Quran – yang nota-bene adalah klaim Muhammad dengan mengatas-namakan Jibril dan Allah—justru dianggap Muslim sebagai BUKTI dalam komprehensi, dalam olah pikir, dan dalam debat dimanapun. Saya misalnya sering bertanya mana buktinya bahwa Allah Quran itu Mahakuasa, dan mereka menunjukkan beberapa ayat, antara lain ayat pemastiannya sebagai berikut:

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (22:40).

Saya tersentak, menyadari bahwa teman Muslim saya ini sudah jauh tersihir sehingga tidak bisa membedakan lagi mana yang statemen dan mana yang bukti.

Bahkan sesungguhnya statemen ayat tsb justru membuktikan sebaliknya, yaitu bahwa Allah sungguh TIDAK Mahakuasa sehingga butuh ditolong oleh umatNya.

Maka datanglah statemen ayat paling terkenal yang dianggap bukti keras bahwa AlQuran itu yang dijamin keterjagaannya dari kesucian, keaslian dan kemurniannya sampai selama-lamanya. Tidak tersentuh oleh pengkorupsian ayat manapun, yang mana berlainan dengan Alkitab yang tidak terjaga dari tangan-tangan si Jahil:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya(QS.15:9).

Kembali itulah fallacy Muslim, yang merasa SUDAH membuktikan apa yang justru harus dibuktikan! Muslim merasa bahwa mereka memiliki Quran Asli seperti yang persis ada di Lauh Mahfudz disisinya Allah. Wah… itu asumsi besar, retorika nyaring, dan spekulasi yang jelas melewati batas jangkauan logika dan nalar!

Mari, kita angkat argumen ini dari satu sudut pandang iman Muslim yang paling mendasar saja. Yaitu bahwa Quran yang ada di Arab abad ke-7 itu MUTLAK utuh sempurna, dan sama persis isinya seperti copy-duplikat dari aslinya yang ada di Surga di Lauh Mahfudz yang terjaga disisi Allah!

 

PERTANYAAN: siapa didunia ini yang mampu men-shahihkan Quran secara utuh sempurna itu selain mengembalikan sandarannya kepada YANG EMPUNYA QURAN? Dan seperti yang dipaparkan dibutir-3 diatas, Yang-Empunya Firman ini justru tidak pernah berkata-kata dengan Muhammad. Jadi hanya ruh misterius itulah yang menurunkan Quran dari Surga secara cicil mencicil ayat selama 23 tahun kenabian Muhammad, dan sebegitu Muhammad wafat maka selesai pulalah pemunculan ruh tsb didunia! Ruh ini tidak berperan apapun lagi diantara manusia2 Arab yang ditinggalkan oleh Nabinya. Dan kita juga tahu bahwa Quran final selesai dikumpul-kan Utsman sekitar tahun 652 M atau 20 tahun sesudah Muhammad dan Ruh itu telah pergi. Maka jangan lupa bahwa sejak itu Ruh ini tidak lagi menjadi “sandaran sanad” dari rangkaian rawi–rawi penghafaf ayat (Qari) yang mengantarkan materi AYAT hingga kepada sumber aslinya, yaitu Allah SWT sendiri sebagai Yang Empunya Ayat. Ruh absen, dan Muhammad sendiri juga absen untuk menjadi saksi mata hidup terhadap cara pengumpulan maupun hasil final dari pengumpulan mushaf Utsman yang penuh controversial itu!
mushaf ini dianggap oleh para Ulama kita sebagai PERSIS SAMA dengan Quran di Lauh Mahfudz disisi Allah!
Alangkah naifnya anggapan demikian!

Logika dasar ditiadakan ulama, bahwa yang namanya WAHYU (dan bukan Hadist) itu selalu harus disangkutkan langsung kepada YANG EMPUNYA WAHYU atau YANG MENTRANSMISIKAN WAHYU (yang Tuhan utuskan)! Itu tidak boleh terputuskan “sanad-ilahinya” oleh akal2an manusia –betapapun mutawatirnya–  yang selalu RENTAN disesatkan syaitan yang menyelinap sebagai Malaikat Terang! Apabila suatu materi tidak dihasilkan dari Ruh maka itu hanyalah sebuah PRODUK kesepakatan manusia yang tanpa disertai pemeteraian Ilahiah.
Dalam hal ini Muhammad sendiri juga tidak kenal dan tidak mengesahkan mushaf Utsman yang disepakati manusia saat itu. Muhammad tidak pernah memuji Utsman dan kwalitas Komisi Pengumpulan Quran yang disusunnya. Mushaf Utsman juga bukan mushaf primer yang paling awal dicatatkan atau dibacakan dihadapan beliau seperti yang pernah dilakukan Mushaf Ibn Mas’ud dalam satu acara khusus dimana ia mendemontrasikan mengaji (tekstual) hingga lebih dari 70 Surat, dan tidak ada seorangpun diantara hadirin  termasuk Nabi yang menyalahkan pengajiannya (HR. Muslim). Muhammad cuma pernah memuji secara terbuka terhadap pencatatan dan penghafalan yang correct dari 4 Sahabatnya yang paling berotoritas dalam ilmu Al-Quran:

“Belajarlah mengaji Quran dari 4 orang: dari Abdullah bin Mas’ud

Beliau memulai dengan nama ini – Salim, ex-budak merdeka dari Abu Hudhaifah, Mu’adh bin Jabal, dan Ubay bin Ka’b.” (Sahih al-Bukhari, V, pp.96-97).

Nah, sekalipun sudah dipujikan Nabi, namun Utsman justru menafikan mushaf2 primer dan memerintahkan semua naskah primer yang ada agar dibakar habis (Shahih Bukhari VI, p.479; Tafsir Tabari I, p.20). Dimusnahkan tanpa disimak atau diadili apa “kesalahannya” mushaf-mushaf tsb. Yang diizinkan exist hanyalah mushaf dirinya satu-satunya  untuk menjadi Quran yang kita kenal saat ini.
Jadi, bagaimanapun dibela-bela, Quran tetaplah sebuah produk riwayat mutawatir manusia belaka, tidak lebih dari restu dan keputusan tangan-besi dari Khalifah Utsman, bukan restu Muhammad, apalagi restu Ruh dan Allah. Keputusan Utsman yang tidak mesti sejalan dengan rekomendasi Nabinya, tidak dihadiri dan disaksikan Muhammad, dan yang jelas terputus sanadnya dari Allah dan RUh sebagai sumber pertama dan kedua, semuanya ini menjadikan Quran hanya diwakilkan kepada LEVEL para sahabat Muhammad saja yang nyatanya saling bertikai sesamanya tentang isi dan bacaan Quran!

[Sekedar Misal saja, pertikaian tentang keabsahan sisipan surat Al-Fatihah (yang ditolak Ibn Mas’ud sebagai wahyu), susunan/urutan surat2 kok anti kronologi, total ayat controversial tidak terbukti keutuhannya sempurna,  tentang ayat RAJAM yang absen dari Quran tapi kok ada di Hadist (sampai2 Umar bersumpah diakhir hayatnya bahwa ayat itu memang ada: “Ya Allah, bersaksilah bahwa aku telah mengatakan dan menyampaikannya tetapi tak seorangpun menerimanya”). Juga ayat RADHA’AT yang hilang (tentang batasan menyusui agar boleh menjadi muhrim). Tentang surat At Taubah yang terpotong sehingga tidak mengandung pembukaan ‘Bismillah’, dll dll.banyak sekali yang bisa dibeberkan!]

Sanad yang terputus dari sumbernya dan tidak disaksikan siapa2 yang berotoritas inilah yang sesungguhnya membuat Quran jauh dari penjagaan Allah yang sempurna, dan INFERIOR jauh terhadap syarat pewahyuan Alkitab yang SELALU HARUS menghadirkan “sanad ilahi”:
“oleh dorongan Roh Kudus (Roh Elohim sendiri),
orang2 yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan
(2Petrus 1:21)… DAN
kami berkata-kata tentang karunia-karunia Elohim dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh (Elohim)” (1Kor 2:13).

Jadi, dimanakah bukti bahwa Allah menjaga kemurnian KitabNya secara ilahiah? Dengan perkataan lain, bagaimana Anda bisa berkata sembrono bahwa Quran-Dunia saat ini adalah IDENTIK persis dengan Quran-Surgawi sampai ketitik komanya?

QURAN YANG ACAK SEBAGAI BUKTI PRODUK DUNIA
Akhirnya, mengatakan kedua Quran itu tidak identik adalah jauh lebih gampang dan benar. Benarkah? Ya, lihat saja susunan Quran dunia yang acak-acakan anti kronologi itu! Non kronologi Quran itu artinya apa? Artinya ada DUA perkara mustahil yang telah didongengkan terjadi.

  1. Wahyu Allah yang sudah baik2 diturunkan ruh misterius secara kronologi –-ayat per ayat sejak tahun 610 hingga 632 kematian Muhammad– telah rusak diacak oleh entah siapa, sehingga ruh Jibril harus turunkan ulang/revisi susunan ayat2 dan surat yang “lebih baik urutannya” dan dahsyat karena “tak perlu konteks”, yaitu Quran acak yang final seperti sekarang ini! Tidakkah konyol karya Jibril atau Allah yang satu ini?
  2. Jikalau Quran-Surga memang aslinya acak seperti Quran-Dunia sekarang ini (dimana surat Al-Fatihah diturunkan paling awal), maka tentulah Muslim akan bertanya: “Apa betul digua Hira Muhammad sudah menerima Al-Fatihah, lalu disusul terima surat Al-Baqarah dst.

 

Kronologi itu adalah entitas yang Tuhan ciptakan khusus untuk urutan “keberadaan sesuatu” dengan melekatkan waktu kepada sesuatu yang ada itu. Berlainan dengan bahasa, kronologi bukan ciptaan manusia. Bila Quran masih harus tunduk pada bahasa ciptaan (Arab) untuk dipahami secara tertib oleh manusia, maka terlebih-lebih Quran harus MUTLAK tunduk pada kronologi yang Tuhan ciptakan sendiri bagi pemahaman keberadaannya untuk bisa dihayati dengan benar.

Menyedihkan bahwa Quran adalah satu2nya Kitab didunia yang anti-kronologi yang Allah lekatkan kepada dirinya. Allah juga tidak berwahyu langsung, melainkan ruh. Ini memberi implikasi bahwa Tuhan dengan will & design Nya (awas, bukan kebetulan!) mengambil property kronologi & konteksNya keluar dari Quran, sehingga terkusut dalam ke-acakan yang abadi! Lalu memaksa setiap Ulama yang malang untuk harus men-cari2 rangkaian benang kusutnya Quran demi mendapat-kan secercah penerangan tambahan lewat pelbagai Studi Ulumul Quran yang sungguh sebagiannya hanyalah sia-sia tak diperlukan, bilamana tadinya mushafnya kronologis dalam konteksnya!

Bandingkan bahwa buku-buku manapun didunia, termasuk Alkitab dan Injil, tidak memerlukan ilmu sempalan yang begitu ruwet membebani. Namun Quran secara kontradiktif telanjang mengklaim dirinya sebagai “Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan dengan terperinci” (QS.11:1). Disitu Anda bisa melihat sendiri betapa kontradiktifnya ayat diatas dengan perlunya ilmu2 Islamik yang ruwet dan redundant itu tanpa menghasilkan yang bermakna, antara lain meliputi:

*Seperti ilmu pembedaan mana Surat2 Makkiyah dan mana yang Madaniyah; *Asbab an Nuzul untuk mencari kaitan turunnya ayat tertentu dengan sebab2
dan konteks sejarahnya;
*Mana ayat2 nasikh (yang membatalkan ayat sebelumnya) dan mana yang
mansukh (yang dibatalkan);
*Munasabah (antar ayat dan surat) ilmu yang sulit tentang persesuaian antar hubungan ayat/surat berdasarkan urutan bacaannya.

 Kitab Anti-kronologi yang kacau inikah yang dipakai Ulama untuk melarang umat Islam membaca Alkitab dan Injil? Sebaliknyalah yang benar, bahwa Alkitab dan Injil tidak dipermasalahkan Quran yang nyata-nyata menjunjung moral dan harkat-surgawinya.  Kitab-kitab Suci ini justru yang mampu menelanjangi slogan2 heroik, seruan petunjuk dan ajaran yang salah kaprah dari ulama:

Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (QS 5:46).

50 thoughts on “Ada Apa dengan Muslim: Sehingga Takut Baca Alkitab & Injil? – Part 2

  1. Klaim Islam: Al Quran Menyempurnakan Kitab Terdahulu?

    Paparan pendahuluan telah saya tuliskan pada post sebelumnya berkenan klaim omong kosong Islam: Quran membenarkan kitab terdahulu. Jika klaim tersebut tidak dapat dibuktikan benar, tentu saja dapat berakibat beruntun menggugurkan klaim berikutnya. Dengan demikian klaim Menyempurnakan pun seluruhhnya gugur berantakan diterjang fakta pahit tadi.

    Apa yang disempurnakan Quran? Di sini kita menyingkirkan peran si SWT yang membuat pengakuan MENJAGA KITAB-KITAB DARI KEMUNGKINAN HILANG LENYAP, KEMUNGKINAN DIMASUKI CAMPUR TANGAN MANUSIA.

    Kembali kita bertanya pada muslim, apa yang disempurnakan Quran dari kitab terdahulu? Seperti apa bunyi kitab yang belum sempurna itu sehingga diperlukan satu kitab baru untuk menyempurnakannya? Apakah quran pernah mengutib ayat yang dimaksud belum sempurna dari kitab sebelumnya lalu memberikan penjelasan baru yang lebih baik, menjadikannya lebih universal, lebih bermoral tinggi dan dapat diterima hati nurani semua manusia, lebih bersifat prinsipil dan mendalam? Tidak! Kenyataannya pesan-pesan pokok yang menjadi esensi kitab sebelumnya tidak tercarikan dalam quran, hilang lenyap oleh tangan si SWT yang entah karena keteledoran atau karena alasan apa. Beberapa contoh dapat kita sebutkan di sini. Esensi paling pokok dalam Taurat tentang karya PENEBUSAN MELALUI PENCURAHAN DARAH tidak dapat ditemukan di dalam Quran. Kitab Injil lebih benar jika mengklaim Menyempurnakan Taurat melalui pencurahan darah Yesus di kayu salib. Kata operasionalnya tidak berubah, masih bertema PENCURAHAN darah. Penyempurnaan terjadi melalui objek kurban yang sebelumnya bersifat simbolik melalui hewan kurban menjadi sempurna dan relevan dalam tubuh kemanusiaan Yesus. Tujuan tidak berubah, tetap konsisten dalam karya penebusan dosa manusia yang menerimanya. Dalam hal inilah klaim quran sebagai penyempurna gugur secara tidak bermartabat.

    Di sisi lain, alih-alih menyempurnakan, terdapat satu isu bersifat fatal, membuat quran terpuruk kedalam cacat parah. Adalah hal yang dilarang keras di dalam Taurat berhubungan dengan jin-jin (roh roh najis) tetapi di dalam quran menjadi sebuah tema menarik. Contoh pertama menunjukkan tidak adanya yang disempurnaka quran dan contoh kedua justru menentang habis-habisan kitab sebelumnya. Apakah quran menyempurnakan kitab sebelumnya dengan elemen elemen yang telah dinyatakan najis pada kitab sebelum quran? Ah, yang benar saja?! Mengacau kok diklaim sempurna? Nalarnya ditaruh dimana tuh muslim?

    1. @JGA says:
      … Kitab Injil lebih benar jika mengklaim Menyempurnakan Taurat melalui pencurahan darah Yesus di kayu salib…

      Respon:
      Maaf bro, QURAN ADALAH KITAB KEGILAAN DARI SESUMBAR MUHAMMAD”, jadi sangat tidak pada tempatnya, kita sebagai ‘Orang Kristen’ turut menyematkan istilah yang sama dengan “Kitab Orang Gila” yaitu “MENYEMPURNAHKAN” pada pada peristiwa INJIL. Tidak mungkin Tuhan yang Mahasempurna harus/perlu melakukan penyempurnaan atas firmanNya terdahulu (Taurat) dengan firmanNya (Injil) atau firmanNya (Taurat) harus “DISEMPURNAHKAN” oleh firmanNya (Injil). Itu bukan peristiwa “PENYEMPURNAAN” melainkan peristiwa “PENGGENAPAN” (penggenapan atas nubuat-nubuatanNya).

      1. dengan argumen yang jelas, tentu JIKA orang Kristen MAU menyombongkan diri mengatakan Injil sebagai kitab penyempurna taurat, pasti lebih benar ketimbang suatu buku arab yang bingung mau menyempurnakan apa? Intinya JIKA MAU MENYOMBONGKAN DIRI.

        Kitab si manusia ummi MENYOMBONGKAN DIRI SEBAGAI PENYEMPURNA kitab sebelumnya tetapi sangat disayangkan quran tidak mampu memaparkan bukti apa yang telah disempurnakan kitab itu.

  2. Klaim Islam: Al-Quran Membenarkan Kitab Terdahulu?

    Inilah klaim yang kerap disuarakan oleh muslim dalam upaya menarik perhatian non muslim agar percaya Muhammad merupakan utusan Allah. Dalam hal apa Quran membenarkan kitab terdahulu bagi muslim tidaklah penting. Muslim sudah dilatih habis-habisan disepanjang masa hidup mereka menelan mentah-mentah slogan slogan seperti itu tanpa mempertanyakan apa yang dibenarkan Al Quran dari Taurat, Mazmur, kitab para nabi, Injil dan surat-surat para rasul.

    Sesuatu yang sudah dinyatakan benar, seyogyanya digunakan sebagai pondasi dan di atasnya ajaran-ajaran atau teori-teori baru didirikan. Dengan demikian terdapat hubungan sinambung antara yang sebelumnya dengan yang baru. Didalam ilmu pengetahuan, sains dan teknologi kesinambungan terjadi. Teori-teori sebelumnya dijadikan dasar utama dalam mengembangkan teori baru. Sebagai contoh, Mekanika Quantum berkembang diatas landasan Mekanika Klasik. Sekalipun terdapat lompatan pemikiran baru di dalam Mekanika Quantum akan tetapi akarnya dapat dilacak pada Mekanika Klasik. Jika semua besaran kuantitas dalam Mekanika Quantum dibuat dalam orde makroskopis, maka semua perumusan Mekanika Quantum akan kembali ke bentuk dasar dalam perumusan Mekanika Klasik. Inilah salah satu bukti kesinambungan tersebut. Dalam hal ini pula penalaran Mekanika Quantum adalah benar dalam orde mikroskopis sekaligus membenarkan eksistensi Mekanika Klasik sebagai pondasi dasar.

    Dengan cara yang sama, kita dapat mengevaluasi klaim Quran di atas dengan menyelidiki dasar pengajaran dalam Al Quran. Apakah ada kesinambungan antara kitab kitab sebelumnya dengan quran melalui penyelidikan seksama dalam setiap ayat quran kemudian melacak balik fondasi yang digunakan dalam kitab sebelumnya. Jika fondasi tersebut tidak dapat dilacak, akan terjadi dikontinuitas alias terputus. Mungkin agak merepotkan bila dilakukan secara satu demi satu karena akan butuh waktu panjang dan butuh kesabaran ekstra. Kalau mau lebih praktis, kita sebenarnya apakah Quran menyertakan salinan kitab-kitab sebelumnya dalam satu kesatuan kompilasi. Di dalam Alkitab milik orang Kristen, selain Injil dan surat-surat para rasul, juga disertakan kitab terdahulu yang dikumpulkan dengan nama kitab Perjanjian Lama. Tujuannya tidak lain agar orang Kristen yang mempelajari Alkitab dapat melacak fondasi pengajaran Yesus dan penjelasan para rasul ke dalam kitab sebelumnya. Dengan demikian kitab orang Kristen memiliki dasar yang kokoh jika ingin mengklaim sebagai kitab yang membenarkan Taurat, Mazmur dan kitab para nabi. Jika tidak demikian, klaim semacam itu hanyalah klaim omong kosong. Apakah Al Quran menyertakan semua salinan kitab terdahulu di dalamnya? Sekali pun Allah SWT (Allah muhammad) menyatakan ia yang menurunkan kitab kitab sebelum quran, faktanya Allah swt tidak pernah menggabungkan jadi satu kesatuan di dalam quran hingga sekarang.

    Hal paling pokok dan penting untuk menemukan kesinambungan Quran dengan kitab sebelumnya adalah jika dalam menjelaskan tiap ajarannya sudah semestinya quran merujuk kepada ayat yang terdapat dalam kitab sebelumnya sebagai fondasi. Tetapi berdasarkan fakta dalam quran itu sendiri, quran tidak sekalipun mengutib penjelasan kitab sebelumnya, paling tidak mengatakan “ada tertulis” sebagaimana kitab injil dan surat-surat para rasul lakukan tatkala merujuk ke kitab PL.

    Tampaknya fakta-fakta quran yg kosong rujukan pada kitab sebelumnya merupakan fakta pahit dan memilukan yang harus ditelan muslim. Fakta pahit ini merupakan pukulan mematikan paling telak dan merontokkan klaim “membenarkan kitab sebelumnya”. Apa yang dibenarkan? Muslim bingung. Bagaimana cara quran membenarkan? Rujukan fondasinya apa? Muslim lebih bingung lagi. Tersisa hanya klaim omong kosong tanpa bukti.

  3. Surah Muhammad: 4

    Apabila kamu bertemu (di medan perang) dengan orang-orang MUSLIM maka pancunglah batang leher MUSLIM, sampai batas apabila kamu telah melumpuhkan gerak mereka maka kuatkanlah ikatan (tawanlah) mereka, lalu (kamu boleh) membebaskan mereka sesudah(nya) atau (kamu boleh juga melepaskannya) dengan menerima tebusan sampai perang meletakkan beban-bebannya. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

    An-Nissa 89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi MUSLIM sebagaimana mereka telah menjadi MUSLIM, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan siapapun di antara mereka sebagai orang-orang dekat, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling , tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi teman dekat, dan jangan (pula) penolong,

    Al Anfal 30
    Dan , ketika orang-orang Muslim memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

    Al Anfal 39
    Dan perangilah MUSLIM, supaya jangan ada fitnah dan supaya kepatuhan semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari keMUSLIMan) , maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

    QS 9:5 Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang MUSLIM itu di mana saja kamu jumpai, pancunglah tiap-tiap ujung jari MUSLIM.

    Berperang itu legal untuk memerangi MUSLIM dimana pun MUSLIM berada. 🤔

  4. Gomer said
    “Mengapa kitab suci Al-qur’an yang di katakan karangan si buta huruf,…akan tetapi tidak ada manusia lain yang mampu membuatnya,…”

    JGA:
    Nah, benar bukan? Tipikal muslim itu 100 % warisan si buta huruf. Coba kita perhatikan ayat ini,

    “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir“.(QS Al baqarah 23-24)

    lihat apa kata si butahuruf:
    1. “ajaklah penolongmu selain Allah”

    Pertama,

    wahai Gomer dan semua muslim sedunia, dengar kata-kata nabi pengecutmu itu di atas. Tidakkah matamu melihat kejanggalan dalam cara berfikir si butahuruf dalam frasa di atas? Jika semua komponen mata mu baik, kau pasti segera sadar betapa bodoh manusia jahiliyah itu. Si bodoh itu juga terlalu takut berhadapan dengan orang yang menunjukkan ayat Alkitab sebagai bandingan.

    Mengapa si butahuruf tidak menantang manusia demikian, “jika kamu orang benar, mintalah Allah sebagai penolongmu membuat satu surat semisal quran.” Mengapa? Sila kamu pikirkan sendiri!

    Ke dua,

    Siapa atau apa yang dimaksud si butahuruf dengan “selain Allah”? Mari kita simak ayat berikut ini,

    “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’ân ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. [ al-Isrâ’/17:88]

    Yang di tantang membuat semisal quran adalah manusia, maka sudah pasti maksud si butahuruf itu ‘selain Allah’ adalah jin. Alangkah bodoh Muhammad dengan tantangan macam begini. Kita maklum sebab Allah tidak pernah berfirman kepada manusia jahil itu. Ia tidak tahu Allah melarang keras berhubungan dengan jin,

    Imamat 17:7
    “Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.”

    bukankah kelihatan betul kebodohan Muhammad dalam tantangannya itu?

    Jadi jika tidak ada non muslim yang bersedia menjawab tantangan muhammad, itu bukan karena quran hebat, melainkan karena tantangan itu sendiri adalah tantangan bodoh!

    Sekarang mari kita lihat mengapa si butahuruf memberi tantangan konyol. Semua itu disebabkan orang yang mendengar pembacaan quran oleh si butahuruf berkata,
    ““Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al Qur’ân) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala”. [al-Anfâl/8: 31]”

    Si butahuruf itu gak paham dan gak nyambung dengan perkataan lawan bicaranya ini, “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini). kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini.”

    sehingga ia menantang lagi. Jika muhammad bukan orang bodoh, si butahuruf muhammad mestinya mencecar lawan bicaranya dengan tantangan cerdas, “Jika kamu orang benar, bawakan kemari dan bacakan lah padaku apa yang pernah kamu dengar itu!” Mengapa ia tidak menantang saja mereka menunjukkan semisal quran yang sudah pernah mereka dengar itu? muhammad terlalu pengecut menghadapi kenyataan! Akibat terlalu kecut itu, kemudian ia membuat vonis sepihak sebelum orang yang ditantangnya datang membawakan semisal quran, dengan berkata:
    “dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya)”

    atau,

    “niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia”

    bodoh bukan? wong kata mereka sudah pernah dengar yg semisal, buat apa lagi dibikin semisal lain. tinggal minta saja mereka membawa dan membacakan kepadanya surat yang mereka katakan semisal itu supaya diuji karangan siapa yg lebih baik. Dasar pengecut bodoh!

  5. @JANGAN GITU AH,…
    maklum…maklum saya, kitab karangan si buta huruf itu penyebabnya…

    Mengapa kitab suci Al-qur’an yang di katakan karangan si buta huruf,…akan tetapi tidak ada manusia lain yang mampu membuatnya,…seandainya ada maka hilang lah islam dari muka bumi ini bersama kitab karangan tersebut. Apakah membuat pesawat super canggih lebih mudah sehingga orang yang lain bisa membuatnya,…atau kitab suci Al-qur’an adalah fakta wahyu Allah,…bukankah banyak jumlahnya manusia yang tidak suka terhadap islam,…mengapa mereka tidak membuat seperti Al-qur’an saja untuk melenyapkan islam dari muka bumi,…malas menanggapi atau tidak mampu menandingi wahyu Allah,…Maha Benar Allah dengan segala Firmanya.

    1. @Si momad ngok & JGA,…
      Bro ini kitab suci masih asli kah,bro,…saya jadi bingung bro,…kok tuhan ngurusin isi perut dan betisnya,….terus seneng sama bau-bau kayak sate gitu bro,…bisa gila aku bro mikirinya kok tuhan begitu yaa,…ini jin apa tuhan,bingung dah gua,…tolong jelasin bro,…
      Imamat1:9 Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.-

      1. Wah, senang dan bahagia rasanya hati ini kalau kau jadi GILA BENERAN karena memikirkan hal itu. Saya berdoa pada yang kuasa agar mengabulkan ucapan mu itu.😁 Ada masalah? Tidak, bukan?

        1. Soal apakah itu asli atau bukan, silakan tanya pada orang Yahudi, sebab kitab Imamat itu adalah kitab Taurat. Kunjungi website mereka, cek sendiri. Bertanyalah pada mereka. Sesudah itu bandingkan apa yg kau peroleh dari mereka dengan yg tertulis dalam Alkitab milik orang Kristen.

        2. Tanya orang Yahudi lewat website terkait mengapa ada aturan begitu dalam kitab Taurat. Jangan tanya saya karena saya bukan Yahudi dan tidak terikat dengan syariat Yahudi.
        3. Silakan baca tuntas soal Taurat (Imamat = aturan hukum/Syariat Yahudi) agar kau paham mengapa?
        4. YHVH adalah Allah (Al Ilah-Arabic = yg disembah atau Elah-Aramaic = yg disembah atau Elohim-Hebrew = yg disembah, bahasa serumpun Semitic-Hebrew atau Samawi-Arabic; Dewa-Sanskerta = God-Inggris=Theos/Deo-Greek= yg disembah, dll) kaum Yahudi dan Kristen. Kedua kaum ini menyapa-Nya dengan kata Adonay (Bapa-Indonesia). YHVH adalah sesembahan yg nyata, real, bukan konsep. Dia hadir ditengah umat Yahudi, menampakkan diri dan bicara kepada mereka, berfirman langsung kepada nabi-nabi Yahudi. Dia masuk dalam sejarah bangsa Yahudi. Karenanya Dia juga masuk dalam kehidupan ritual ibadah kaum Yahudi. Allah yg real itu merespon dengan sukacita ritual kaum Yahudi yg Dia tetapkan untuk dilaksanakan mereka dalam menghormati-Nya. Jadi komunikasi antara Allah YHVH dan kaum Yahudi berjalan 2 arah. Jika Allah mengatakan Dia suka dan senang dengan ritual mereka, itu artinya Allah merespon, bukan Allah yg bisu. Itu pertanda baik dan barokah akan menaungi hidup mereka.
        5. YHVH adalah Allah. Bukan seperti omong busuk mu yg mencurigai jin.
        Imamat 17:7
        Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.

        6. Beranggapan atau menuduh seperti pada poin 5 di atas merupakan penghujatan besar Allah.
        Imamat 24:16
        Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.

        Yesus pun berkata hal yg sama,
        Matius 12:31
        “Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus (Allah) tidak akan diampuni.”

    2. Gomer said:
      “mengapa mereka tidak membuat seperti Al-qur’an saja untuk melenyapkan islam dari muka bumi,…”

      Kamu nanya kenapa? Memangnya siapa yang berfikir melenyapkan islam? suatu saat islam akan lenyap dengan sendirinya melalui seleksi alam. Pada waktunya muslim akan menyadari sesatnya muhammad. So, buat apa manusia harus berfikir melenyapkannya? terlalu pentingkah hal itu? Gak juga tuh. Tapi agar kau tahu mengapa gak perlu dilenyapkan, silakan simak ini untuk alasan lain,
      “Matius 13:30
      Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang (Islam dan muslim) itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk DIBAKAR; kemudian kumpulkanlah gandum (Yahudi dan Kristen) itu ke dalam lumbungku.”

      Islam (ilalang) kelak akan dimusnahkan Tuhan diakhir zaman. Biarkan saja Sang Penguasa Semesta bertindak.

  6. Gomer said to Si momad6Aisyah
    “Yesus adalah Rasul Allah,ngapain bawa-bawa murid nya segala,…ngok.
    Yesus adalah seorang Rasul mengapa harus di panggil Tuhan,kan sudah ada Allah sebagai tuhan,ngok.”

    Beginilah model kebodohan umat muslim. Dan ini pula cerminan dari kebodohan yang sama, yang diwariskan Muhammad kepada para pengikutnya. Muhammad tidak tahu arti rasul maka ia menulis quran bahwa Isa Al Masih (menurut muslim adalah Yesus) adalah seorang rasul. Padahal rasul oleh umat Kristen Arab dimaksudkan untuk menunjuk kepada murid-murid Yesus yang diutus untuk memberitakan kabar baik (Injil). Oleh kebodohan (akibat buta huruf) muhammad, ia menyangka kata rasul searti dengan kata nabi. Kepada umat Yahudi, tak mau kalah derajat, ia mengaku nabi. Kepada umat Kristen Arab (orang Najran), muhammad juga tak mau kalah untuk mengaku sebagai rasul. Setali tiga uang dengan pengikutnya bernama Gomer yang menyangka rasul = nabi, maka seorang pengekor makhluk ummi itu pun berkata “Yesus adalah Rasul Allah.” Hak..hak…hak…maklum…maklum saya, kitab karangan si buta huruf itu penyebabnya… Apalagi pengekor si buta huruf bernama Gomer ini melanjutkan tanya “mengapa bawa-bawa muridnya”, semakin menganga terlihat dalamnya kebodohan warisannya. Padahal bukankah sudah dijelaskan bahwa Rasul yang dimaksud orang Kristen Arab adalah murid-murid Yesus (Hawariyin) yang mengabarkan Injil. Benar-benar pertanyaan konyol, emangnya rasul itu hantu sehingga gak perlu bawa-bawa murid Yesus. Dasar aja Muhammad dan muslim bodoh. Mencaplok istilah property agama lain tanpa tahu maksudnya, bukankah hal itu tabiat orang guoblok?

    Lha, bukankah kitab karangan si buta huruf itu adalah firman Allah? Lha gimana sih? Sudah saya katakan karangan si ummi cs. Kapan Allah berbicara pada bangsa lain diluar bangsa Yahudi? Bukankah sudah jelas Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak pernah menyampaikan firman-Nya kepada bangsa mana pun di dunia ini kecuali hanya melalui bangsa Israel?
    Mazmur 147:19-20
    Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
    Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

    Bahkan Yesus sendiri dengan tegas mengatakan,
    Yohanes 4:22
    Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

    Yesus : “KESELAMATAN DATANG DARI BANGSA YAHUDI.”

    Si buta huruf dan para pengikutnya yang bodoh manalah tahu soal seperti ini. Coba tanya muslim kapan Allah bicara menyampaikan firman-Nya pada si makhluk ummi, sampai muslim mati bahkan sampai kiamat dunia tak akan dapat ditemukan buktinya di kitab suci mereka. Boro-boro bicara, memperlihatkan manifestasi kehadirannya pun tidak pernah.
    Kejadian 6:13
    BERFIRMANLAH ALLAH kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

    Kejadian 17:1
    Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN MENAMPAKKAN DIRI kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

    Kejadian 35:9
    Setelah Yakub datang dari Padan-Aram, maka ALLAH MENAMPAKKAN DIRI pula kepadanya dan memberkati dia.

    Keluaran 4:4-5
    Tetapi firman TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya” — Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya
    — “supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub TELAH MENAMPAKKAN DIRI KEPADAMU.”

    Dan masih banyak fakta tertulis di Alkitab dimana para nabi Yahudi yang lain selalu ditemui Allah untuk menyampaikan firman-Nya. Jadi amat bodoh lah kaum muslim yang tidak pernah berfikir serius mengapa Muhammad tidak pernah ditemui Allah untuk menyampaikan sebaris kata-kata firman pun. Mengapa?

    1. @JANGAN GITU AH,…
      maklum…maklum saya, kitab karangan si buta huruf itu penyebabnya…

      Mengapa kitab suci Al-qur’an yang di katakan karangan si buta huruf,…akan tetapi tidak ada manusia lain yang mampu membuatnya,…seandainya ada maka hilang lah islam dari muka bumi ini bersama kitab karangan tersebut. Apakah membuat pesawat super canggih lebih mudah sehingga orang yang lain bisa membuatnya,…atau kitab suci Al-qur’an adalah fakta wahyu Allah,…bukankah banyak jumlahnya manusia yang tidak suka terhadap islam,…mengapa mereka tidak membuat seperti Al-qur’an saja untuk melenyapkan islam dari muka bumi,…malas menanggapi atau tidak mampu menandingi wahyu Allah,…Maha Benar Allah dengan segala Firmanya.

  7. Gomer said,
    “Allah SWT berfirman:

    اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ
    innaa nahnu nazzalnaz-zikro wa innaa lahuu lahaafizhuun

    “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”
    (QS. Al-Hijr 15: Ayat 9)”

    JGA:
    Patut dipertanyakan hal-hal berikut:
    1. Siapakah yang dimaksud “Kami” di sana. Apakah:
    a. Muhammad.
    b. Sahabat-sahabat Muhammad.
    c. Juru tulis Muhammad.
    2. Siapakah yang dimaksud dengan “Kami” dalam ayat di atas? Apakah tuhan negeri Mekah?
    “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. An-Naml 27:91)

    ini memang membutuhkan nalar sehat lagi objektif menilainya. Kalau nalar sudah tak sehat apa lagi sudah tidak objektif hasilnya sudah pasti tidak lain memberikan jawaban ngawur kemana-mana, bukan?

    Nah, agar jawabannya tidak ngawur kemana-mana, muslim dengan terpaksa mulutnya harus ditempeleng dengan ayat ini:

    Mazmur 147:19-20 (TB) Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
    Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluyah!

  8. Allah SWT berfirman:

    اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ
    innaa nahnu nazzalnaz-zikro wa innaa lahuu lahaafizhuun

    “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”
    (QS. Al-Hijr 15: Ayat 9)

  9. Yuu said,
    “Trus gini, kalo mau sanggah bahwa benar Muslim harus mengimani injil pake ayat Alqur’an, harus konsisten juga sanggahnya pake ayat alqur’an juga jgn pake ayat di injil. Itu jadi nya bukan KEBENARAN tapi PEMBENARAN. Wong Jelas jelas Di Alqur’an sdh tertulis di kitab terdahulu, ayat nya ada yg di tambah/di kurangi kok.”

    1. Yang mau nyanggah muslim mengimani injil pakai quran itu siapa ya? Emangnya saya ada menyanggah gitu? Kamu itu setipe benar dengan nabi mu. Suka mengada-adakan, suka ngarang-ngarang dan berhayal. Muslim mau mengimani atau tidak, gak ada urusan buat saya.

    2. Yang jadi urusan bagi saya ialah tatkala muslim membual bahwa Alkitab/Injil sudah ditambah-tambahi dan dikurang-kurangi. Jelas bual seperti ini adalah fitnah. Jika benar dalam quran yang kau katakan jadi sumber mu, quran juga telah membual dengan fitnah. Itu kalau benar. Apakah kau sendiri menujukkan dalil dari quran tentang penambahan dan pengurangan itu? Nyatanya tidak! Kau cuma seorang pembual!

    Alkitab sudah memperingatkan keras sejak jaman Musa kepada orang-orang yang mungkin berniat culas untuk menambah atau mengurangi apa yang sudah tertulis sebelumnya dengan ancaman malapetaka bagi orang semacam itu. Ancaman itu sangat mengerikan. Siapa yang berani melakukannya?

    Orang-orang tak punya logika pasti ngotot mengatakan Alkitab telah ditambah-tambahi dan dikurang-kurangi dan katanya lagi sumber yang mengatakan hal itu adalah quran. Nah, kalau begitu quran sumber dusta dong ya?

    3. Ya sudah, jangan pake quran dan jangan pake Alkitab. Pake aja kolor mbah mu! Supaya bualan mu gak ketahuan orang-orang.

  10. Yuu said,
    “Kalo menurut logika sih iya, bisa melenceng bbrp generasi. Itu kalo tdk ada penghafal alqur’an.”

    Di masa hidup muhammad katanya banyak yang hapal quran, tapi toh bisa lupa kok. Tuhan islam sendiri yang ngomong:
    “Apa-apa yang telah Kami hapus dari ayat atau yang telah Kami jadikan (manusia) lupa akan dia (ayat), Kami datangkan yang lebih baik dari dia (ayat) atau yang setara dengan dia (ayat). Tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah atas segala sesuatu sangat berkuasa?” QS 2: 106

    Jadi omongan mu tidak dapat dipertanggungjawabkan soal hapal menghapal. Ayat di atas tidak membenarkan asumsi mu tadi toh?🤔

    Dalam ayat berikut, tuhan islam mengakui revisi ayat-ayat quran:
    “Dan ketika Kami gantikan suatu ayat dengan ayat lain, dan Allah lebih mengetahui atas apa-apa yang diturunkan berangsur-angsur, mereka berkata: “Kamu hanyalah seorang yang ngarang-ngarang.” Justru kebanyakan mereka tidak mengetahui.” QS 16:101

    Maka, tidak lain soal hapal menghapal ayat yang kamu banggakan itu tidak diamini tuhan islam?

    Kalau muhammad saja bisa lupa ayat-ayat quran yang ia karang dan tuhan islam setuju tentang itu, lantas mana jaminan quran yg menegaskan hapalan para hafidz tak akan melenceng?

    Tuhan islam sendiri mengakui kok kalau ia tidak mampu membuat ayat yang persis sama (reproduksi) kata-katanya bila muhammad dan penghapal lupa.

  11. @JANGAN GITU AH,….
    Ancamannya sangat mengerikan bagi siapa yang melencengkan Alkitab. So, siapa yang berani?

    Ada itu yang berani,buktinya Rasul di panggil Tuhan,..apakah tuhan bisa mati.

    1. Gomer said,
      “Ada itu yang berani,buktinya Rasul di panggil Tuhan,..apakah tuhan bisa mati.”

      JGA:
      Muhammad kata muslim buta huruf. Itu artinya dia orang yang tidak tahu apa-apa. Pengetahuannya terbatas “apa kata orang” alias modal nguping. Kepada orang Pagan Mekah, Muhammad menuntut mereka mengakui dia sebagai nabi, hal mana istilah itu tidak dikenal kaum Pagan. Mereka mungkin pernah dengar dari kaum Yahudi. Mereka jelas heran atas tuntutan Muhammad dan menyebut Muhammad sebagai manusia yang suka mengada-adakan. Kepada kaum Yahudi juga Muhammad menuntut agar dirinya diakui sebagai nabi. Kaum Yahudi menganggap tuntutan Muhammad adalah lelucon sebab kaum Yahudi tahu bahwa Allah tidak mengutus siapa pun sebagai JURUBICARA ALLAH (NAVI-Ibrani) dari luar bangsa Yahudi.

      Mazmur 147:19-20
      Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
      Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

      Karena itu kaum Yahudi kerap mengolok-olok Muhammad. Sebagai akibatnya Muhammad menaruh dendam tak berujung terhadap mereka. Dendam kesumat Muhammad diabadikan didalam quran lewat laknat muhammad yang mengutuki kaum Yahudi sebagai monyet.

      Kepada kaum Kristen Arab, khususnya Kristen Najran, Muhammad juga menuntut orang Kristen Arab mengakuinya sebagai rasul. Muhammad tidak tahu arti rasul dalam pemahaman orang Kristen Arab. Padahal arti rasul yang dimaksud orang Kristen Arab adalah murid-murid Yesus pertama yang mengabarkan injil (Utusan Kristus). Akan tetapi dasar manusia buta huruf, Muhammad menganggap nabi = rasul. Ditambah sikap congkak Muhammad kepada kaum-kaum tadi, ia memborong kedua jabatan itu dipundaknya tanpa tahu artinya.

      Nah sekarang hal yang sama diwarisi oleh pengikutnya tatkala berkata: “Rasul dipanggil Tuhan.” Muslim tak ada beda dengan sang junjungan mereka, bukan? Suka membual!
      Entah sejak kapan murid-murid Yesus dipanggil sebagai Tuhan? Oh sejak Muhammad yg bilang? Kata-kata manusia buta huruf dijadikan pegangan. Ya alhasil ngawur tho?

      Kemudian tiba-tiba ceritanya melompat-lompat seperti kitab karangan Muhammad, “Apakah tuhan bisa mati?”. Relevansinya dimana antara Rasul dipanggil tuhan dengan tuhan bisa mati? khas quran benar nih…

      1. @JGA
        JGA says:
        …Nah sekarang hal yang sama diwarisi oleh pengikutnya tatkala berkata: “Rasul dipanggil Tuhan.” Muslim tak ada beda dengan sang junjungan mereka, bukan? Suka membual!
        Entah sejak kapan murid-murid Yesus dipanggil sebagai Tuhan? Oh sejak Muhammad yg bilang? Kata-kata manusia buta huruf dijadikan pegangan. Ya alhasil ngawur tho?

        Kemudian tiba-tiba ceritanya melompat-lompat seperti kitab karangan Muhammad, “Apakah tuhan bisa mati?”. Relevansinya dimana antara Rasul dipanggil tuhan dengan tuhan bisa mati? khas quran benar nih…

        Respon:
        Itu namanya inspirasi nabi-rosulullah (gelar borongan) yang turun pada pengikutnya:
        1. tukang klaim
        2. pembohong/penipu/tukang mengubah–ubah
        3. pemfitnah
        4. pezinah/pedofil/tukang 3nt()t
        5. pembunuh
        6. pencuri/perampok/penjarah/perampas
        7. tak punya rasa malu/rendahan/memalukan
        8 imperialist
        9. kaum bejat/bedebah/kelakuan kesetanan/bajingan/fpi
        awlohubarbar

      2. Satu lagi:
        10. berani berkata-kata tanpa memahami apa yang mereka katakan. Seringkali menggunakan bahasa yang tidak jelas/gamblang dan suka bermain diabu-abu, berstandar ganda dan menyesatkan. Kelakuan iblis.

      3. Yesus dipanggil sebagai Tuhan?
        padahal dia adalah seorang Rasul,…apakah tuhan bisa mati..?

      4. @Si momad ngok,…
        Entah sejak kapan murid-murid Yesus dipanggil sebagai Tuhan?

        Yesus adalah Rasul Allah,ngapain bawa-bawa murid nya segala,…ngok.
        Yesus adalah seorang Rasul mengapa harus di panggil Tuhan,kan sudah ada Allah sebagai tuhan,ngok.

  12. Banyak Muslim yg tidak ingin membaca injil karna sebagian besar isinya tidak berfaedah. Adapun sebagian yg ingin membacanya biasanya untuk menambah ke islamannya & study banding, spt tulisan di web ini, di sanggah dengan isi kitab nya sendiri. Spy tau kalo banyak ayat ayat yg aneh. Dan Ane paling yakin yg nulis artikel ini juga nggak pengen baca serial ayat dari Kidung Agung ke org org terdekat nya. Ato bacakan ke mimbar deh kalo pas kebaktian. Karna setiap ayat ayat dalam kitab itu pantas di baca & di ajarkan ke khalayak umum bukan untuk di sembunyikan (Tdk di sampaikan) atau di baca sendiri

    1. Kok omonganmu bisa beda dengan omongan Quran ini?

      “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (QS 5:46).

      “MENJADI PETUNJUK DAN PENGAJARAN”

      Kemudian datanglah seorang muslim ujug-ujug menista quran dengan mengatakan” sebagian besar isinya tak berfaedah”. Sungguh saya takjub melihat cara berfikir muslim di atas. Gak sungkan menentang deklarasi Quran yang MEMBENARKAN ALKITAB MENJADI PETUNJUK, CAHAYA DAN PENGAJARAN BAGI ORANG TAQWA.

      1. Nggak beda lah. Sama kok. “Membenarkan” itu kan, memang benar Allah pernah menurunkan Kitab Taurat ke Nabi Musa n Injil ke Nabi Isa pada waktu zaman Nabi tsb masih hidup, bbrp pengikut nya yg bertakwa kpd Nabi & ajarannya msh hidup. Stlh bbrp generasi kan sdh mulai melenceng lg, sdh ada penambahan dan pengurangan ayat di kedua kitab itu (itu jg info dr Alqur’an loh ya). Makanya hanya sedikit yg berfaedah isinya karna di dlm kitab itu msh ada ayat original dr Nabi Musa n Nabi Isa. Mana boleh menentang Alqur’an, Wong sdh di kasih kitab Last Update kok, jd kitab sblmnya kan sdh nggak ke pake. Isi ajaran nya sdh di sempurnakan, semua ayat di dlm alqur’an boleh di ajarkan/di sampaikan mulai dr TK sampe sdh Aki aki, tdk ada batasan umur. Ayat nya boleh di bacakan Di khalayak ramai,
        mimbar, dpn umat, jamaah/jemaat. Nggak ada yg di sembunyikan. Nggak ada perasaan malu untuk membacakan ayat di khalayak ramai.
        Coba aja di inget inget lg pada saat kebaktian di gereja ato di lapangan terbuka , itu ayat ayat di kidung agung dan sebangsanya pernah di bacakan apa nggak..?

      2. Oh, gitu yah. Jadi setelah beberapa generasi melenceng ya? Nah, kalau mengikuti logika mu di atas, quran sekarang juga sudah melenceng dong dari yg diterima nabimu. Kan, sudah berlangsung puluhan generasi toh?

        Ulangan 12:32 (TB) Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.

        Wahyu 22:18-19 (TB) Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
        Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”

        Ancamannya sangat mengerikan bagi siapa yang melencengkan Alkitab. So, siapa yang berani?

        Oh, ternyata muslim jago berkhayal.

      3. Oh gitu yah. jadi maksudnya “membenarkan” itu sekedar mengatakan “pernah” ada yang turun entah dari siapa. Isinya bagaimana, ya enggak tahu. Jadinya quran itu cuma semacam kantor berita surat kabar, dunk? gak ada dunk relevansinya dengan “menyempurnakan”? lha, wong isinya aja gak tahu seperti apa?

        Apalagi dibilang last update, sama saja bohong dunk, wong isinya aja gak tahu?

        berarti info quran mu ngaco tuh kalau benar begitu diinfokan ya? ya, kita mau bilang apa ya, orang yg nulis quran buta huruf. memang mesti maklumlah adanya…

        Mazmur 147:19-20 (TB) Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
        Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

        Benar sekali, quran mu memang harus dimaklumi karena memang begitulah produk yang dihasilkan manusia buta huruf (ummi).

      4. Kalo menurut logika sih iya, bisa melenceng bbrp generasi. Itu kalo tdk ada penghafal alqur’an. Karna saking buanyak nya penghafal Alqur’an, ada yg melenceng sedikit dlm bacaan pasti ketahuan kalo bacaan tsb salah. Jd penjaga ayat ayat Alqur’an itu yaaa para penghafal alqur’an itu td, seandainya semua kitab Alqur’an di musnahkan, pasti akan bisa di susun kembali di karenakan para penghafal td. Janji Allah di dlm Alqur’an itu benar bahwa Ayat ayat Alqur’an itu memang di jaga kesucian nya. Sdh banyak terbukti ada bbrp oknum membuat ayat sisipan di dlm Alqur’an, tp ketahuan jg. Nah kalo selain Alqur’an, misal di musnahkan semua… Yaa modyaarr.. Nggak bisa di susun kembali, karna amat sangat sedikit yg hafal ato bisa jd nggak ada sama sekali. Hafal semua terjemahannya sulit, apalagi pake bahasa asli nya.
        Isi Ajarannya itu sudah di sempurnakan, jd tidak ribet spt Umat terdahulu. Kalo bahas ajaran umat dulu & sekarang, searching aja di internet.
        Trus gini, kalo mau sanggah bahwa benar Muslim harus mengimani injil pake ayat Alqur’an, harus konsisten juga sanggahnya pake ayat alqur’an juga jgn pake ayat di injil. Itu jadi nya bukan KEBENARAN tapi PEMBENARAN. Wong Jelas jelas Di Alqur’an sdh tertulis di kitab terdahulu, ayat nya ada yg di tambah/di kurangi kok. Jadi cukup tau saja, kalo dulu Allah pernah menurunkan kitab tsb hanya untuk umat tertentu saja.
        1 lg, kalian itu aneh. Beruntunglah Nabi Muhammad itu buta huruf, tp sdh mendapat gelar Al Amin, hafalan nya kuat . Coba kalo nggak buta huruf, malah tambah nggak percaya lg kalo benar itu Ayat di sampaikan oleh Nabi, bisa aja di kira’in ngarang indah. Surat biasa buat jemaat ato org biasa nanti bisa di anggap ayat suci semua.

      5. JANGAN GITU AH,….
        Ancamannya sangat mengerikan bagi siapa yang melencengkan Alkitab. So, siapa yang berani?
        Ada itu yang berani,buktinya Rasul di panggil Tuhan,..apakah tuhan bisa mati.

      6. Yuu said,
        “Beruntunglah Nabi Muhammad itu buta huruf, tp sdh mendapat gelar Al Amin, hafalan nya kuat .”

        Memang sudah tabiat muslim kalau ngomong itu suka sesumbar, suka berimajinasi dan kejangkitan delusi. Baca nih apa kata tuhan islam tentang kuatnya hapalan nabi mu.

        “Apa-apa yang telah Kami hapus dari ayat atau yang telah Kami jadikan (manusia) lupa akan dia (ayat), Kami datangkan yang lebih baik dari dia (ayat) atau yang setara dengan dia (ayat). Tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah atas segala sesuatu sangat berkuasa?” QS 2:106

        Apa kamu gak malu dengan tuhan islam yg mengakui muhammad itu pelupa? kamu itu mestinya sadar dan gak sesumbar melebih-lebihkan. Apa yg berlebihan cenderung merupakan fitnah. Kenapa kamu tega memfitnah muhammad? Kenapa?

      7. @JGA
        JGA say:
        Apa kamu gak malu dengan tuhan islam yg mengakui muhammad itu pelupa? kamu itu mestinya sadar dan gak sesumbar melebih-lebihkan. Apa yg berlebihan cenderung merupakan fitnah. Kenapa kamu tega memfitnah muhammad? Kenapa?

        Respon:
        Menurut saya: KEBIASAAN AKAN KETIDAKSADARAN & SESUMBARNYA MUSLIM DALAM HAL MELEBIH-LEBIHKAN, bukan hanya sekedar FITNAH, melainkan TERMASUK juga dalam KATEGORI TINDAKAN MENGUBAH-UBAH.

        Jadi sebenar-benarnyalah mereka yang MENFITNAH (inspirasi Rosulullah) bahwa Alkitab telah diubah-ubah (di+ & di-), namun TABIAT/INSPIRASI TINDAKAN MENGUBAH-UBAH TERSEBUT ADA PADA MEREKA. Maklumlah bro… kan TABIAT MEREKA KAYA SETAN. KAUM BEDEBAH…! INSPIRASI NABI IBLIS.

      8. @Si momad69Aisha
        Benar bro…efek delusi. orang-orang muslim membuat gambaran (imajinasi) terhadap apa pun yang berkaitan dengan Muhammad, Islam, Quran dan Hadits dan meyakini semua anggapannya benar sekalipun itu salah. Contoh suri teladan mereka benar benar tercermin dalam setiap pribadi muslim. Suka mengada-ada, dan parahnya seperti yang anda katakan, suka mengubah-ubah. Lha, gimana lagi, nabi mereka sendiri (A.K.A allah swt) suka mengubah-ubah ayat karangan dia.

  13. Dajjal Al-Masihjelaskan dengan jelas siapa yg di salib itu karna memang tidak penting. yg penting kami beriman kepada nabi nabi Allah... says:

    Sekali lagi ane tegaskan. Alqur’an tidak m

  14. Bagi muslim itu tidak penting, yg jelas sosok isa adalah orang yg di muliakan dan sangat harus di hormati bukan malah melecehkannya dgn selalu menggambarkannya sebagai makhluk terkutuk
    Jadi jawaban itu tidak terlalu penting..

    Coba ente sebutkan juga ciri ciri yesus sebagai tuhan. Apa kehebatan dia…
    Kalau ada ane akui dia pantas di anggap tuhan.
    Jgn cuma bisanya menjelekan agama lain sementara agama ente sendiri jauh lebih konyol

  15. @penjaga neraka saya setuju dengan anda bahwa Isa bukan Yesus,…..karena Isa putra bunda Mariyam adalah seorang nabi yang di muliakan dan tidak pernah di salib dan tidak mati karenanya,…yang sebenarnya Dia di angkat oleh Allah untuk di selamatkan,….ini menurut Kitab suci Al-qur’an yang kami imani.

  16. ayat ayat yg ente sodorkan tidak cukup kuat untuk di simpulkan bahwa mereka bertatap muka melainkan hanya suara…
    ente itu hanya mencari pembenaran bukan kebenaran.

  17. situ waras??
    Mana yang lebih dulu diciptakan, pohon atau manusia ?
    a. Pohon diciptakan sebelum manusia diciptakan (Kejadian 1: 11-12, 26-27)
    b. Manusia diciptakan sebelum pohondiciptakan (Kejadian 2: 4-9)

    Mana yang lebih dulu diciptakan, hewanatau manusia ?
    a. Burung diciptakan sebelum manusiadiciptakan (Kejadian 1: 24-27)
    b. Manusia diciptakan sebelum hewan diciptakan. (Kejadian 2: 7, 19)
    ayat konyol di bilang firman tuhan.
    situ waras??

    Daud memerangi Israel atas hasutanTuhan atau atas bujukan ibiis ?
    a. Tuhan murka lalu menghasut Daud (IISamuel 24: 1)
    b. Setan bangkit lalu membujuk Daud (ITawarikh 21: 1)

    Berapa pasang hewan yang harus dibawa ke atas bahtera Nuh ?
    a. Satu pasang dari segala hewan tanpa kecuali (Kejadian 6: 19-22, 7: 8-9, 7:14-16)
    b. Tujuh pasang dari segala hewan yang tidak haram dan sepasang dari segala hewan yang haram (Kejadian 7: 2-5)

    mungkin segitu dulu bantahan ane tentang bible menurut ente… sebelum mengklaim orang lain salah ada baiknya ente pegang dulu kening ente. kalau panas berarti kening ente butuh pendingin…

    paulus benar benar bikin otak macet

  18. proses terjadinya siang dan malam tidak secara tiba tiba (berurutan)

    “Tidakkah kamu memerhatikan?bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam”(QS.Lukman : 29)

    ======

    jawaban kenapa Allah tidak secara langsung menemui muhamad

    ( Al-A’Raf – 143 )
    Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman(langsung) kepadanya, berkatalah Musa:”Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.

    jadi ente bayangin Musa saja sampai pingsan

    penjelasan muslim tentang qur’an selalu sederhana tapi penjelasan bible selalu meliuk liuk

    1. penjelasan nenek lu yang meliuk-liuk. Baca ini,

      Keluaran 24:9-11
      Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel.
      Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.
      Tetapi kepada pemuka-pemuka orang Israel itu tidaklah diulurkan-Nya tangan-Nya; mereka memandang Allah, lalu makan dan minum.

      Bukan hanya kepada Musa Allah menampakkan diri tetapi juga kepada Harun, Abangnya dan kepada para tetua (pemuka) orang Yahudi. Mereka melihat Allah, tidak ada cerita G Sinai hancur. Bahkan hingga sekarang Gunung itu tetap utuh ditempatnya. Quran itu kitab pembohong yang ditulis oleh manusia ummi yang tidak tahu sejarah bangsa Yahudi.

    2. Kolor salib said:
      “proses terjadinya siang dan malam tidak secara tiba tiba (berurutan)

      “Tidakkah kamu memerhatikan?bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam”(QS.Lukman : 29)”

      JGA:
      Muslim pada akhirnya harus membuang nalar dan otaknya bila berhadapan dengan muhammad, quran dan hadits. Dengan bangga muslim bodoh ini menyatakan bahwa proses terjadinya siang dan malam tidak terjadi secara tiba-tiba. Hanya sampai disitukah kebanggaan si bodoh ini? Sejak manusia ada dan itu jauh sebelum muhammad, pengetahuan tentang itu sudah diketahui semua orang dan tidak ada istimewanya.

      Kalau muslim hidup dalam kewarasan berfikir, tentu wajib semua muslim menertawakan ayat karangan muhammad itu. Sebab muhammad (a.k.a allah swt) bicara ngawur. Bagaimana mungkin siang dimasukkan ke dalam malam. Seakan-akan siang itu sebuah objek yang dapat diselubungi dengan malam dan sebaliknya. Atau siang suatu saat berukuran lebih kecil dari malam sehingga siang dapat ditaruh ke dalam malam. Mempercayai hal ini sama dengan mempercayai kebodohan sebagai kecerdasan.

      Fakta pertama berbicara, siang dan malam terjadi di dalam ruang yang sama, jadi bodohlah mempercayai yang satu memasuki yang lain.

      Fakta kedua berbicara, siang dan malam tidak dapat terjadi dalam waktu yang bersamaan.

      Fakta ketiga berbicara, siang terjadi pada bagian bumi yang mendapat pencahayaan sinar matahari. Bagian bumi lain tidak mendapat pencahayaan dari sinar matahari dan menjadi gelap alias malam. Ternyata siang dan malam terjadi setiap saat di belahan bumi berbeda. Entah kapan kedua peristiwa itu bisa saling bertemu. Anda perlu bertanya pada quran kapan terjadinya pertemuan itu?

      Fakta keempat berbicara bahwa siang bukanlah cahaya sinar matahari. Siang adalah suatu keadaan dimana mata manusia normal dapat melihat seluruh objek disekitar sudut pandang karena cahaya yang dipantulkan objek mencapai retina mata. Kalau tidak ada cahaya yg masuk ke matamu, pasti kamu mengatakan keadaan saat itu gelap meski kamu diekspose di bawah sinar matahari.

      Dari fakta-fakta di atas, sudah jelas sangat bodoh percaya pada ayat itu sebagai sebuah kebenaran. Kebenaran mesti berdiri di atas fakta dan realitas yang ada. Diluar itu adalah kepalsuan!

  19. ayat alquran yg tergenapi sampai sekarang.
    —-
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.QS. al-Baqarah (2) : 120
    ——
    FAKTA!!!
    sampai saat ini sampai detik ini para misionaris masil selalu berkeliaran seperti hama tikus secara smbunyi sembunyi… dengan doktrin konyolnya untuk memurtadkan muslim

  20. lagipula siapa yg takut baca bible. baca bible jauh lebih konyol…
    perlu ente ketahui, bible itu bukan injil, bible itu bukan kitab yesus tapi kitab buatan paulus yg memuat ayat ayat yesus. karna injil yg asli tidak mungkin memuat ayat ayat paulus karna paulus ada beberapa tahun kemudian setelah yesus mati. salah satu dari kedua belas muridnya saja bukan. jadi sudah pasti yesus tidak pernah mengenal paulus…
    oh iya,, alquran buatan muhamad ya..?? tapi yg terputus ko tenggorokan paulus.. itulah ganjaran bagi orang yg merubah ayat ayat tuhan faham..??

      1. bahas jibril.
        ketika paulus mendapat ilapad, apa tidak ada kemungkinan bahwa ilapad paulus itu berasal dari setan..??
        ——
        (2 korintus 12:14)
        Hal itu tidak usah menherankan sebab Iblis pun menyamar menjadi seperti malaikat terang.

      2. penciptaan siang dan malam menurut bible (kejadian)
        ======
        Hari 1 : langit dan bumi diciptakan dan “Jadilah terang”.

        Hari 2 : Allah menciptakan cakrawala

        Hari 3 : daratan dipisahkan dengan lautan; tumbuh2an diciptakan

        Hari 4 : Matahari, bulan dan bintang diciptakan
        ——–

        ini benar benar konyol
        pertama :
        bagaimana mungkin ada siang jika matahari belum di ciptakan? kita tahu bahwa terjadinya siang dan malam itu karna rotasi bumi dengan sinar matahari..”
        ente mau bilang cahaya itu berasal dari tuhan YAHWEH??
        tidak ada penjelasan logisnya…

        kedua:
        tumbuhan di ciptakan sebelum matahari, sedangkan matahari itu sumber kehidupan bagi tumbuhan”
        lalu bukanya satu hari bagi tuhan itu sama dengan puluhan tahun bagi manusia..?? apa tidak keburu mati tumbuhan itu”

        konyol!
        situ waras??

      3. Seorang yang cerdas spiritualnya adalah yang tau kebenaran bahwasanya,…Allah tuhan semesta alam telah memberitau kepada manusia bahwa hanya Dialah satu-satunya Tuhan dan tidak ada yang lain. Dan Isa putra bunda Mariyam adalah seorang Nabi. Apakah tidak cukup bukti bahwa yang tersalib itu bukan tuhan,…karena dia tidak maha kuasa menghadapi takdirnya. Anugrah tertinggi yang di berikan Allah kepada manusia adalah akal-fikiran yang akan di pertanggung jawabkan kepada sang pencipta. Dan takdir penyaliban merupakan pejelasan dari Allah secara akal bagi orang yang mau berfikir,….

      4. @sulaiman anda perlu tahu Isa bukan Yesus. Tapi demi alasan marilah kita anggap isa adalah Yesus. Coba anda paparkan bukti yang anda sebutkan bahwa isa tidak mati disalib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *