BlogSyariah

Korban Pemerkosaan Dapat Memiliki Hidup yang Baik jika Mereka Menikahi Pemerkosa Mereka

Para korban pemerkosaan dapat memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang sehat dan baik jika mereka menikahi pemerkosa mereka, Anggota Parlemen Tasek Gelugor, Datuk Shabudin Yahya memberitahukan Dewan Rakyat hari ini.

Menurutnya, gadis-gadis yang berusia antara 9-12 tahun telah siap “secara fisik maupun spiritual” untuk pernikahan.

“Mereka mencapai pubertas pada saat mereka mencapai usia 9 atau 12 tahun, dan pada saat itu, kondisi fisik dari tubuh mereka sudah seperti mereka yang berusia 18 tahun.”

“Bagi seorang istri yang diperkosa, jika ia dapat menikahi (sang pemerkosa) ia tidak akan menjalani masa depan yang suram.”

“Paling tidak dia memiliki seseorang yang dapat menjadi pemerkosanya. Jadi, hal ini dapat menjadi obat bagi masalah-masalah sosial,” dia berkata sementara mendebat Undang-undang Pelanggaran Seks pada Anak hari ini.

Ia mengatakan hal ini ketika menolak sebuah amandemen kepada undang-undang yang diajukan oleh anggota parlemen DAP Kulai, Teo Nie Ching yang ingin agar undang-undang diamandemen untuk memasukkan ketidakabsahan pernikahan anak-anak.

Amandemen yang diajukan ditolak dan undang-undang tersebut lolos tanpa perubahan besar.

Pada saat menjelaskan lebih lanjut alasan untuk pendapatnya, Shabudin menunjukkan bahwa juga tidak adil jika berasumsi bahwa seseorang yang melakukan pelanggaran seksual akan terus menjadi seseorang yang jahat.

“Mungkin ia bertobat, atau menyesal. Lebih baik mendapatkan seseorang yang menyesal daripada yang tidak menyesal.”

“Jadi dalam kasus ini, marilah tidak menaruh asumsi bahwa orang tersebut akan terus menjadi jahat. (Pernikahan) dapat menjadi jalan keluar bagi masalah ini,” ia berkata.

Mantan hakim pengadilan Syariah sedang mempertahankan hukum yang ada yang mengijinkan anak-anak di bawah usia untuk dinikahkan selama orang tua atau wali mereka mengajukan ijin kepada pengadilan-pengadilan Syariah.”

Pertanyaan admin:

  1. Dalam kasus pemerkosaan kelompok, misalnya 20 orang memperkosa seorang gadis, siapa yang harus dinikahi?
  2. Bagaimana bila pemerkosanya tidak diketahui karena satu dan lain alasan?
  3. Bila tidak ada 4 saksi yang diajukan, apakah anak gadis tersebut harus dirajam di bawah hukum Syariah, karena ia telah berzina?
  4. Apakah bila ada 4 saksi yang diajukan, sang pemerkosa harus dihukum cambuk / rajam?
  5. Apakah ia akan mengijinkan anak gadisnya dinikahi pemerkosanya atau ia akan menjatuhi hukum cambuk / rajam bagi si pemerkosa?

Sumber: NST

7 thoughts on “Korban Pemerkosaan Dapat Memiliki Hidup yang Baik jika Mereka Menikahi Pemerkosa Mereka

  1. Nih…admin…
    Harusnya mendukung pernyataan dr shabudin, bukan malah mempertanyakan & menghakimi..
    kenapa???
    Krn pernyataan shabudin tsb mirip spt yg ada dlm bible.
    Silahkan buka dlu alkitab kalian.

    Baru komen…

  2. Allah SWT berfirman:

    اِنَّنِيْۤ اَنَاۡ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَاعْبُدْنِيْ  ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
    “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku.”
    (QS. Ta Ha 20: Ayat 14)

  3. Allah SWT berfirman:

    وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
    “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.”
    (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 82)

  4. ARTIKEL FAKTUIL yang bagus sekali.
    Memperlihatkan betapa rapuhnya kebenaran dan kekudusan Islam.
    Pertanyaan admin menodong setiap muslim yg mau mencari kebenaran!
    Saya tambahkan lagi satu pertanyaan :
    Bilamana Shabudin berdalil bahwa tidak adil jika berasumsi bahwa seseorang yang melakukan pelanggaran seksual akan terus menjadi seseorang yang jahat,(??), maka ia harus wajib-menggugat Syariah Islam itu sendiri atas dasar keadilan ala SHABUDIN:
    “KENAPA SYARIAH MEMUTUSKAN HUKUMAN POTONG TANGAN DAN KAKI BAGI SETIAP PENCURI? Apakah dia tak mungkin bertobat? Dan apabila ia bertobat, siapakah yang menggantikan tangan dan kakinya yg sudah terlanjur terpotong demi Islam?
    Ingat! Ia mungkin akan masuk kesurga karena bertobat. Tapi dg tangan yang buntung!

    Shabudin berdalil paling goblok: “Mungkin ia bertobat, atau menyesal. Lebih baik mendapatkan seseorang yang menyesal daripada yang tidak menyesal.” SILAHKAN!

    “Jadi dalam kasus ini, marilah tidak menaruh asumsi bahwa orang tersebut akan terus menjadi jahat. (Pernikahan) dapat menjadi jalan keluar bagi masalah ini,” ia berkata.

    1. Aha….ada pa ustaz..!!
      Ni dia…pasti expert nih soal hukum..

      Monggo silahkan tadz utk menjawab pertanyaa penulis yg tdk faham akan kbr yg ditulisnya tsb.
      Bgmn hukum syariat pemerkosa?
      Bgmn teknis aplikasinya?
      Dan jangan lupa tadz terangkan pula hukum potong pencuri ato rampok?

      Silahkan tadz kasih fatwa nya…
      Eheemm..

    2. Sekalian tadz…
      Tlg kasih jg jawaban…kenapa berita seorang Shabudin jd menyerempet kebenaran & kekudisan Islam.
      Memang apanya Islam ya seorang Shabudin ntu???

      Monggo …please answer the question tadz…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *