BlogJihadSyariah

Pandangan Seorang Jerman Tentang Islam

Sulit mendebat apa yang ia katakan:

Ini adalah salah satu dari sejumlah penjelasan mengenai situasi teror yang dilakukan oleh orang-orang Muslim yang pernah saya baca. Rujukannya terhadap sejarah yang terjadi di masa lampau sangat akurat dan jelas. Tidak panjang, mudah dipahami, dan sangat pantas untuk dibaca. Penulis email ini adalah Dr. Emanuel Tanya, seorang psikiater terkenal dan sangat dihormati. Seorang pria yang berasal dari keluarga aristokrat Jerman sebelum Perang dunia ke-2, yang pada saat itu memiliki sejumlah industri dan properti yang besar.

Ketika ditanya, berapa banyak orang Jerman yang benar-benar pengikut Nazi, maka jawaban yang ia berikan dapat membawa sikap kita pada fanatisme. “Sangat sedikit orang yang merupakan pengikut Nazi sejati”, katanya. “Tapi banyak orang yang menikmati kembalinya kebanggaan Jerman, dan ada lebih banyak lagi yang terlalu sibuk untuk memperdulikan hal itu. Jadi, mayoritas orang hanya duduk berdiam diri dan membiarkan semuanya terjadi. Kemudian, tanpa kita ketahui, mereka telah menguasai kita, dan kita telah kehilangan kendali, dan akhir dunia pun tiba. Keluargaku kehilangan segala-galanya. Aku berakhir di kamp konsentrasi dan Sekutu menghancurkan pabrik-pabrik kami.”

“Berulangkali kita mendengar “para ahli” mengatakan bahwa Islam itu adalah agama damai dan mayoritas orang Muslim ingin hidup damai. Meskipun penilaian ini barangkali benar, tapi semuanya itu secara keseluruhan tidak relevan. Ungkapan itu hanya berusaha untuk membuat kita merasa lebih baik, tetapi tidak menyelesaikan masalah bahwa ada orang-orang Muslim fanatik dalam jumlah cukup besar yang terus menerus melakukan aksi-aksi teror dan kekerasan dalam nama Islam. Faktanya adalah bahwa kaum fanatik itulah yang memerintah Islam pada saat ini dalam sejarah. Kaum fanatik itu yang melakukan parade, dan merekalah yang secara sistematik membantai orang-orang Kristen, Hindu atau suku-suku yang ada di seluruh Afrika, dan yang dengan perlahan menguasai seluruh benua dalam sebuah gelombang Islamik. Kaum fanatik itu yang melakukan pengeboman, pemenggalan, pembunuhan dan pembunuhan demi kehormatan. Kaum fanatik-lah yang mengambil alih masjid demi masjid. Kaum fanatik juga yang dengan hasrat besar melakukan perajaman dan hukuman gantung kepada para korban perkosaan dan kaum homoseksual. Kaum fanatik juga yang mengajari kaum muda mereka untuk membunuh dan menjadi pelaku bom bunuh diri.

Fakta yang sangat disayangkan adalah bahwa mayoritas Muslim yang cinta damai, yaitu “silent majority”, adalah para pengecut yang membiarkan semuanya itu terjadi. Komunis Rusia terdiri dari orang-orang Rusia yang hanya ingin hidup damai, tapi kaum komunis Rusia bertanggungjawab atas pembantaian 20 juta orang. Disini, mayoritas orang Rusia yang cinta damai tidak relevan.

“Populasi Cina yang sangat besar juga merupakan orang-orang Cina yang cinta damai, tetapi kaum komunis Cina telah membunuh 70 juta orang.”

Rata-rata penduduk Jepang sebelum Perang Dunia ke-2 bukanlah orang-orang sadis. Tetapi Jepang telah membunuh dan membantai jutaan orang di seluruh Asia Tenggara, belum termasuk pembantaian secara sistematis 12 juta penduduk sipil Cina, kebanyakan dibunuh dengan pedang, belati dan bayonet.

Dan siapa yang dapat melupakan Rwanda, yang hancur karena pembantaian? Bukankah selalu didengungkan bahwa mayoritas orang Rwanda adalah orang-orang yang cinta damai?

“Pelajaran-pelajaran sejarah seringkali sangat sederhana. Namun untuk semua alasan yang kita berikan, kita seringkali lupa bahwa poin-poin yang paling mendasar adalah: orang-orang Muslim yang cinta damai menjadi tidak lagi relevan oleh karena sikap diam mereka. Orang-orang Muslim yang cinta damai menjadi Musuh kita jika mereka tidak memperlihatkan sikap menentang. Seperti teman saya dari Jerman, satu hari mereka akan terbangun dan menemukan bahwa kaum fanatik telah menguasai mereka dan akhir dari dunia mereka telah dimulai. Orang-orang Jerman, Jepang, Cina, Rusia, Rwanda, Serbia, Afghanistan, Irak, Palestina, Somalia, Nigeria, Algeria dan masih banyak lainnya, telah mati karena mayoritas orang-orang yang cinta damai ini tidak bersuara untuk memperlihatkan sikap menentang mereka, hingga semuanya menjadi terlalu terlambat.

“Sekarang doa-doa Islami telah diperkenalkan di Toronto dan sekolah-sekolah umum lainnya di Ontaria, dan ya, di Ottawa juga … sementara orang Kristen disana menyingkirkan Doa Bapa Kami (karena dianggap menyinggung?). Boleh jadi Cara Islam lebih bersifat damai untuk sejangka waktu di negara kita hingga kemudian kaum fanatik dan para jihadis mulai beraksi. Di Australia, dan banyak negara lainnya di seluruh dunia, banyak makanan yang dikonsumsi harus dilabeli dengan tulisan halal.

Coba saja lihat bagian belakang kemasan coklat yang sangat populer, dan contoh-contoh makanan kemasan lainnya di supermarket lokal. Bahkan makanan di pesawat terbang juga dilabeli dengan tulisan halal demi menyenangkan orang-orang Muslim minoritas yang sekarang secara cepat telah mengekspansi pantai-pantai yang ada di negara kita.

Di Inggris, komunitas Muslim menolak untuk berintegrasi dan sekarang ada lusinan zona “larangan masuk” di kota-kota besar di negara ini, yang bahkan polisi saja tak berani masuk. Hukum Syariah lah yang diberlakukan disana, karena komunitas Muslim di wilayah-wilayah itu menolak untuk mengakui Hukum Inggris. Bagi kita yang memperhatikan apa yang sedang terjadi secara seksama, kita harus benar-benar mengawasi hanya satu kelompok – yaitu kaum fanatik yang mengancam cara hidup kita.

Yang terakhir, setiap orang yang masih ragu dan berpikir isu ini tidak serius dan karena itu langsung menghapus email ini dan tidak mengirimkannya ke orang lain, maka sikap pasif dan masa bodoh mereka akan menyebabkan masalah ini menjadi semakin besar. Berpikirlah cerdas dan kirim email ini ke teman-teman anda. Mari kita berharap bahwa ribuan orang di seluruh dunia akan membaca email ini, memikirkannya dan mengirimkannya ke teman-teman mereka sebelum semuanya menjadi terlalu terlambat. Dan kita kemudian dibungkam karena kita memilih untuk diam.

 

sumber: BDS

One thought on “Pandangan Seorang Jerman Tentang Islam

  1. Benar sekali….
    Tp anda tlh membangun suatu bentuk opini berdasarkan fakta2 yg direkayasa…
    Yg pd akhirnya mengerucut pd “sasaran tembak” mengkambing hitamkan Islam secara serampangan & utk meng adu domba (salah satu spesialis kemahiran para domba bin kambing) kaum muslim.
    SIAPAKAH PARA FANATIK YG ANDA MAKSUD TSB????
    Benarkah itu satu aliran atau sempalan dlm Islam???
    Sebenarnya jawabannya sangat mudah kalo kita waras alias sadar…
    Siapakah yg DIUNTUNGKAN atas tindakan para fanatik tsb?
    Dan, siapakah yg DIRUGIKAN nya?
    Silahkan renungkan & pikirkan!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *